Inspiring Men

Bung Gata Mahardika, Tukang Gambar dari Jogja

Menyebut dirinya sebagai Astronot partikelir pada laman Instagram pribadinya, bung mungkin akan dibuat bingung. Sebab kalimat tersebut, jelas jauh dari gambaran sosoknya. Bung Gata bukanlah seorang astronot, bukan pula seseorang yang bekerja untuk Nasa. 

Agar tak semakin keliru, sedikit kami jelaskan, bung Gata adalah seorang Filmmaker, animator juga illustrator yang berasal dari Yogya. Disosial media instagram, sosoknya kerap berbagi beberapa hasil karya yang ia buat. Bahkan, karena ada beberapa pertanyaan yang kerap masuk di kolom komentar, pada laman instagram pribadinya di @gatagitu, ada satu konten yang memakai hastag #GatagituMenjawab. Disana bung bisa lihat, bagaimana bung menjawab hal-hal yang sering ditanyakan oleh beberapa followers kepadanya. 

Dan dari beberapa karyanya sebelumnya, baru-baru ini bung Gata, diminta sebagai pihak yang melukiskan setiap nuansa dan rasa pada setiap lagu di debut album pertama milik Gardikah Gigih, berjudul “Nyala”. Sekedar Informasi, Gardikah Gigih, adalah sahabat dari bung Gata yang juga seorang komposer dan pianis dari Jogja.

Konon, kawan bernama asli Gata Guruh Mahardika ini adalah salah satu orang yang pernah mengenyam pendidikan Arsitektur di Universitas Gadjah Mada. Tapi memilih kabur dari kampus, lalu menekuni profesi yang sekarang ia jalani. Lantas apa sebenarnya hal yang melatarbelakangi keputusan kaburnya tersebut? Demi mencari tahu jawabannya, ada beberapa pertanyaan yang sudah berhasil kami kirimkan pada bung Gata dan telah dijawab baik olehnya. 

Bisa diceritakan mengapa bung Gata terjun ke profesi sekarang, karena konon bung adalah lulus arsitek dari UGM?

Hmmm… pada dasarnya saya bukan tipe pembelajar yang bisa anteng di kelas, saya penganut seeing is believing, practicing is understanding, jadi saya sering bolos dan berkegiatan di luar. Nah, semesta membawa saya bertemu orang-orang yang berkecimpung di dunia kesenian, mulai dari seniman rupa, teater, musik, fotografer, dan praktisi seni terapan seperti ilustrasi dan video branding, jadilah sa sering membantu dan berguru pada orang-orang tersebut.

Saya bertapa di kawah candradimuka sambil mencari benang merah dari hal-hal yang saya pelajari, desain, estetika visual, musik, dramaturgi, kritik sosial, storytelling, dll. Eureka! Film!

p.s. saya nggak lulus loh, saya kabur dari kampus

Lalu apa yang lantas akhirnya mendorong bung hingga menjalani profesi sekarang ini?

Sa banyak bergaul dengan orang yang lebih tua, entah kenapa, mungkin kehendak semesta juga. Jadi, ketika saya di awal umur 20-an, teman-teman saya banyak yang mengalami quarter life crisis, yang akhirnya menular ke saya, saya mengalami quarter life crisis ketika seharusnya saya masih lalala di dunia yang indah ini. Krisis ini berakhir ketika saya mencapai simpulan “kalau saya tetap jadi arsitek, saya akan jadi arsitek yang biasa-biasa saja”.

Tapi ini bukan pelarian kan, karena merasa tak akan jadi arsitek yang handal?

Ini adalah pelarian, tapi nggak lari-lari banget sih. Pergaulan yang terlalu luas itu bisa nggak baik juga, pergaulan membawa wawasan baru, dan Gata muda masih terlalu hijau untuk menerima semua itu. Begini penjelasannya, saya sering ngobrol sama orang sosial dan arsitek yang lebih senior, entah mengapa, mereka ini enggak memposisikan saya sebagai mahasiswa, mereka melihat saya sebagai arsitek yang sudah berprofesi sepuluh tahun, jadi kami banyak ngobrol dan diskusi mengenai diskursus yang berat, wacana yang bukan makanan mahasiswa S1 arsitektur. Bla bla bla bla bla…

Akhirnya saya buntu, saya bisa menilai kesalahan setiap desain, tapi saya nggak bisa mbenerin, dan lalu setiap mendesain pasti nggak bisa selesai. Buntu.

Pada laman instagram pada bagian bio bung menulis “Astronot partikelir”, bisa dijelaskan apa maknanya?

Nggak ada maknanya, ngasal aja.
Kalo dicek di KBBI, partikelir itu artinya mirip dengan swasta, bukan yang di bawah pemerintah.
“saya astronot, tapi swasta”
“emang bisa gitu?”
“Enggak lah”
“jadi ngayal aja?”
“iya”

Konon selain beberapa proyek lukisan yang kemarin dipamerkan pada konser Gardikah Gigih, bung Gata juga pernah membuat karya animasi. Darimana itu dipelajari?

Ketika saya menasbihkan diri sendiri sebagai filmmaker, saya menemui banyak kerepotan, harus cari alat yang proper, harus cari aktor, harus cari lokasi, bla bla bla. Saya benci repot, saya power saving man. Saya lumayan bisa menggambar, kalau gambarnya bisa gerak bisa jadi film, ya sudah saya bikin animasi saja. Internet yang mulia adalah guru saya.

Dan kalau boleh tahu, untuk semua karya-karya yang sudah dihasilkan siapa sosok yang jadi panutan?

Wong Kar Wai, Michael Gondry, Wes Anderson, Woody Allen, Akira Kurosawa, Garin Nugroho, Hayao Miyazaki, dan pihak-pihak lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu.

Kalau ingin flashback ke belakang, apa karya yang pertama kali bung hasilkan?

Kalau animasi sih video pendek judulnya Sky Sailor, ini video untuk promosi konsernya Bung Gardika Gigih tahun 2013 mungkin ya.
Kalau pameran pertama, judulnya Pertemuan Ke Dua, tempatnya di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja.
Kalau karya pertama banget, saya pernah bikin bendungan pakai pohon pisang di kali depan rumah yang akhirnya bikin saya dimarahi orang sekampung.

Dalam waktu dekat, adakah project yang sedang dikerjakan? Kalau memang ada, apa?

Ada banyak sekali proyek yang terbengkalai, ada video pendek saya bikin koreografi untuk karakter animasi, setengah jadi. Ada film pendek, masih bergelut di skrip. Ada film panjang, masih dalam proses riset. Yang sekarang sedang jalan adalah film pendek interaktif, mediumnya VR 360, ceritanya tentang refugee.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Agar Hati Nyaman Tak Terusik Meninggalkan Motor Di Kala Mudik




Ingat Bung, mudik naik motor sangat tidak dianjurkan oleh pemerintah! Masih mau nekat? Sebagian Bung mungkin merasa mampu melakukannya. Apalagi sudah biasa touring jarak jauh.

Tapi mudik itu bukan cuma perkara perjalanan jarak jauh. Ketika itu kondisi jalanan sedang padat-padatnya. Situasi tidak senyaman perjalanan luar kota seperti ketika kita touring bersama kawan-kawan. Risiko tinggi bahkan nyawa taruhannya.

Karena itu baiknya kendaraan roda dua ditinggal dulu selama kita melaksanakan mudik. Namun tentu masalah lain kemudian muncul. Meninggakan motor kesayangan dalam jangka waktu lama bikin hati tak tenang. Perlu siasat agar hati tetap nyaman meninggalkan motor di rumah selama mudik.

Titip Tetangga Kalau Rumahnya Cukup Lega

Langkah ini bisa Bung lakukan apabila punya hubungan yang cukup dekat dengan tetangga. Terutama jika rumah yang hendak dititip cukup luas dan si tetangga tidak melaksanakan mudik lebaran.

Jangan lupa juga untuk menitipkan kuncinya, sekaligus perbolehkan untuk si tetangga menggunakan motor kita. Dengan begini motor akan tetap terpakai selama kita mudik, dan tak khawatir motor tidak dipanaskan. Nantinya sebagai rasa terima kasih jangan lupa bawakan buah tangan dari kampung halaman untuk mereka ya.

Tak Bisa Dititip? Usahakan Masuk Ke dalam Rumah

Skenario ini harus ditempuh seandainya tetangga terdekat juga ikut mudik pulang kampung. Jangan perlakukan motor seperti biasanya ketika kita beraktivitas sehari-hari. Karena selama ini kita hanya memarkirkannya di teras rumah agar mudah keluar masuk.

Mengingat akan ditinggal lama, kali ini motor harus dimasukan ke dalam rumah. Letakan pada posisi yang lebih dalam agar lebih aman. Sedikit merepotkan tak mengapa asal hati tak was-was di kampung halaman.

Pakai Kunci Tambahan Agar Lebih Aman

Metode ini terkesan sederhana namun terbukti masih cukup ampuh. Pasanglah kunci pengaman tambahan di motor. Selain itu berikan juga gembok tambahan untuk pintu dan pagar rumah.

Meski harus mengeluarkan budget lebih besar, namun belilah perangkat gembok dan pengaman yang mumpuni. Beberapa sudah dilengkapi bahan anti potong dan anti cairan perusak gembok.

Tentunya Lebih Nyaman Untuk fitur Motor Yang Canggih

Nah beruntunglah mereka yang punya motor dengan sistem keamanan canggih. Contohnya Yamaha Lexi-S yang sudah dibekali fitur Smart Key System. Ini merupakan sistem kunci tanpa anak kunci alias keyless.

Tentunya fitur macam ini akan membantu kita bebas dari tangan-tangan jahil yang sering menggunakan modus kunci T untuk mengambil motor. Dan kalau pun starter dipaksa diputar, motor tidak akan hidup karena sudah dilengkapi teknologi immobilizer.

Mudik Lebih Nyaman Ketika Tahu Motor Siap Menanti Ketika Kembali

Hati akan lebih nyaman jika tahu bahwa motor akan baik-baik saja ketika kembali. Menyenangkan jika mesin tak rewel ketika akan dinyalakan setelah sekian lama bukan?

Nah tentunya teknologi macam yang disematkan pada Yamaha Lexi akan sangat membantu mesin tetap lancar digunakan setelah sekian lama. Motor ini sudah dilengkapi Smart Motor Generator (SMG) yang memudahkan motor hidup dan membuat suara motor lebih halus saat dinyalakan.

Apalagi Yamaha Lexi menggunakan mesin generasi baru Blue Core 125 cc yang disempurnakan Variable Valve Actuation (VVA) sehingga pengendara akan merasakan sensasi berkendara efisien, bertenaga dan handal dengan tenaga dan torsi maksimum di setiap putaran mesin.

Motor sudah hidup, saatnya menikmati jalanan di waktu liburan tersisa. Berkeliling ke tempat liburan atau mengunjungi kerabat jadi alternatif yang menyenangkan menghabiskan masa berlibur.

Nah, untuk melakukannya tentunya kita butuh motor yang cocok digunakan untuk kegiatan tersebut bukan? Jawabannya ada di Yamaha Lexi yang luas dan nyaman dikendarai jarak jauh. Sebab Yamaha Lexi memiliki big luggage capacity yang mampu menampung barang bawaan lebih banyak. Apalagi, Yamaha Lexi menjamin pengendara tetap terhubung melalui Smartphone karena dilengkapi Electric Power Socket untuk mengisi daya gadget.

Berbeda dengan MAXI YAMAHA lainnya, Yamaha Lexi merupakan satu-satunya motor MAXI yang memiliki ruang pijakan kaki luas sehingga memberikan kemudahan bagi pengendara untuk menaiki sepeda motor. Spacious Flat Foot Board ini juga memberi kenyamanan posisi berkendara dengan dua posisi kaki khas MAXI YAMAHA.

Berbekal joknya yang bertipe long seat, menjanjikan kenyamanan berkendara baik individu maupun saat berboncengan. Pengendara bisa dengan nyaman membawa kekasih, pasangan, atau sahabat untuk bepergian bersama Yamaha Lexi. Kalau masih penasaran soal motor satu ini kamu bisa lihat detailnya di halaman ini!

Selamat mudik Bung!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Relationship

Bung Bakalan Hebat Di Mata Nona Apabila Mau Membantu Pekerjaan Rumah yang Selalu Membebaninya

Pergi pagi pulang malam memang sangat melelahkan. Tak ada satu pun orang yang menjawab kalau pekerjaan mereka menyenangkan. Apabila iya, pasti ada saja masa pahitnya saat bekerja bung. Tetapi pekerjaan rumah yang dilakukan nona selaku istri, juga tidak kalah melelahkannya. Cuci piring, baju hingga mengurus anak adalah pekerjaan yang begitu melelahkan. Tak ada yang menganggap kalau pekerjaan itu adalah pekerjaan yang gampang dan mudah untuk dilakukan.

Membantu nona untuk pekerjaan rumah tangga sangat disarankan. Agar lingkungan keluarga harmonis dan terlihat kalau bung dan nona juga adem ayem dalam bekerja sama. Nona justru akan berterima kasih sekali kalau bung mau membantu akan pekerjaan rumah tangga yang dilakoninya. Dan bukan suatu keanehan juga kan bung? apabila bung menyediakan sedikit tenaga untuk membantunya. Toh sejatinya nona selaku istri bukanlah pembantu yang mengerjakan pekerjaan rumah. Jadi tak ada salahnya kalau membantu nona.

Karena Melakoni Pekerjaan Rumah Sangat Melelahkan, Cobalah Bantu Sedikit Guna Meringankan

Sediakan sedikit tenaga bung, untuk membantu nona dalam berbenah di rumahnya. Bung tak usah membantu ke dalam hal yang berat-berat seperti mencuci atau pun menyediakan makanan. Cukup dengan meringankan bebannya dengan tidak menyuruh istrimu untuk membuatkan makanan, dan bung mencuci piring sendiri sudah membuatnya cukup terbantukan. Malahan apabila ia melihatnya, ia pasti akan tersentuh dengan sikap bung.

Apabila Ada Tenaga Lebih Mungkin Bisa Membantu Nona Membereskan Rumah

Sediakan tenaga lebih bung untuk membantu nona dalam membereskan rumah. Toh, rumah yang kamu singgahi adalah tempat di mana bung bernaung dan beristirahat juga. Apabila bersih dan terjaga otomatis bung bakal lebih senang untuk tinggal di sana. Cobalah untuk membantu menyapu, mengepel dan mencuci pakaian sehingga nona merasakan kalau yang berjuang membangun rumah yang nyaman dan bersih bukan hanya dia saja tetapi bung juga.

Jangan Minta Dilayani, Karena Nona Sudah Pontang Panting Membangun Rumah Bersih

Jangan menganggap diri bung adalah raja yang bisa dilayani sepulang kerja. Bukannya melarang, tidak lihat lah juga kondisi nona apakah dia masih bertenaga atau sedang lelah. Apabila lelah kasihlah nona waktu untuk beristirahat guna menyegarkan badannya. Jangan sampai bung malah kembali meminta dilayani saat nona sedang capek total. Kalau bung sayang, seharusnya bung sikap sebaliknya yakni melayani nona meskipun hanya membuat teh anget kepadanya sembari berterima kasih kepadanya.

Kasih Sayang Memang Penting, Tetapi Coba Membantu Bebannya Tak Kalah Penting

Kelalahan akan mengurus anak dan seisi rumah memang tak ada habisnya. Meskipun di rumah, banyak saja hal yang membuat nona begitu terlihat lesu lantaran pekerjaan yang tak kunjung usai. Apalagi, kalau anak tersebut masih berusia balita, terkadang tidak ada namanya waktu istirahat karena sang anak bisa saja menangis tiba-tiba. Cobalah bung memberikan perhatian lebih kepadanya di saat bung sedang makan siang, karena bisa jadi nona masih memasak lantaran sang anak tak bisa diam sampai matahari sudah berada di atas kepala. Oleh karena itu kepulangamu janganlah membawa beban kembali baginya. Karena ia bakal terasa lelah ketika mengurusnya.

Karena Nona Bukan Pembantu Rumah Tangga, Jadi Tak Semua Pekerjaan Rumah Harus Dibebankan Kepadanya

Cobalah bung bersikap lebih tenggang rasa sedikit. Jangan apa-apa yang ada dirumah selalu dilimpahkan kepadanya lantaran ia adalah ibu rumah tangga. Toh nona juga memiliki batas lelahnya juga. Apalagi kalau dia ternyata bekerja, barang tentu rasa lelahnya bisa dua kali lipat. Seyogyanya bung harus mengayominya dengan memberikan perhatian sekaligus bantuan kepada nona. Karena dia adalah istri kamu, bukan pembantu. Jadi luangkan waktu dan tenaga untuk membantunya. Niscaya keluarga akan lebih bahagia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Health & Personality

Sebenarnya yang Bung Butuhkan Itu Hanyalah Camping, Bukan Pendamping!

Akan semakin menambah perkara, jika bung berpikir bahwa hidup dikala sepi itu butuh pendamping. Namun, bisa saja bung salah memperkirakan. Memang hidup itu butuh pendamping, tapi kalau bung hanya merasakan bosan bisa jadi yang bung butuhkan hanya liburan.

Tidak ada jaminan adanya nona di saat bung sedang sepi seperti sekarang dapat menyelesaikan masalah. Karena yang dibutuhkan sebenarnya hanya berisitrahat dengan liburan saja. Bung pasti pusing dengan masalah kerjaan yang ada, sehingga membuat hidup kian melelahkan. Berpikir memiliki pacar adalah sebuah solusi? mungkin itu hanyalah hasrat yang menggebu, yang tidak bung fikir secara jernih.

Tak Usah Berangan-angan Berpergian Bersama Pasangan, Kalau Bung Masih Doyan Hidup Sendirian

Enak kali ya kalau ke Bandung, Bali atau Lombok bersama pasangan. Padahal diwaktu lain, toh bung masih bisa beepergian sendiri atau dengan teman, tanpa adanya pasangan. Itu tak menjadi penanda kalau bung membutuhkan nona dalam setiap detik di hidupmu.

Bung pun sudah menandakan kalau sedang asyik dan nyaman bersama teman. Jadi kalau berandai-andai ingin memiliki pasangan cobalah untuk berkaca lebih dulu, sebelum mengutarakan lantang.

Memboyong Tenda Di Punggung,  Menggali Peta dan Tentukan Tempat Mana yang Akan Dituju

Camping itu menyenangkan. Bercumbu dengan alam di posisi yang berbeda. Mungkin lebih ke arah sini yang bung butuhkan bukan soal pendamping. Karena yang bung butuhkan adalah ketenangan, udara bebas, dan jauh dari keramaian. Bukan bermaksud puitis seperti pujangga akhir pekan yang berseliweran di sosial media sambil mendengarkan musisi folk favoritnya. Kurang lebih, seperti itulah rasanya bung.

Panggilah Banyak Teman Untuk Merayakan Semuanya Di Alam, Rakit Camping dan Kebahagiaan

Di gunung, lereng bukti atau pantai sekali pun sama saja. Semuanya cocok untuk dijadikan tempat menjauh dari realita yang amat pahit kalau dibuka setiap lembarannya. Enaknya apabila bung membawa hammock dan menggantungnya di antara pohon kemudian berayun sambil menikmatinya. Setiap detiknya amat terasa, bahkan dapat mengalahkan saat kamu coba iseng stalking Instagram nona. Karena nuansa dan kenikmatannya berbeda bisa merangsek sampai ke dalam dada.

Tanpa Gawai dan Sosial Media, Enyahkan Saja Karena Instagram Tak Membuat Hidupmu Bahagia

Apalagi pergi ke tempat terpencil di mana tidak ada koneksi di gawai mu. Yang ada hanya kamu, tenda dan kicauan burung yang bersaut pilu. Kurang lebih sepilu penderitaan akan rutinitasmu yang jenuh. Ada kalanya bung harus melepaskan hidup dari sosial media. Bersosialah secara nyata dengan mereka yang ada di depan mata. Temuilah mereka yang sedang membangun tenda, pergilah untuk berbicara apa saja, carilah teman sebanyak-banyaknya. Karena itu bisa membuat hidup bung lebih berfaedah. Human Humaniora, Memanusiakan manusia.

Datanglah Ke Konser Di Mana Idola Mu Sedang Berbagi Rasa, Kalau Tak Sempat Cek Youtube Saja

Apabila Camping tidak begitu mempang coba nikmati setiap alunan. Berbagi energi lewat kekuatan musik mungkin dapat membangkitkan rasa sepimu menjadi bahagia. Lets music speak with instruments, toh alunan distorsi atau pun syahdu yang bung cintai bisa jadi pemantik menjalani hidup untuk lebih bersemangat lagi. Tak perlu ada nona disamping saat kamu sedang melihatnya, cukup sendiri, nikmati dan rasakanlah semua hal yang kau keluh kesahkan bakal tertuang di sana.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Personality

Lelaki Setia, Bisa Dilihat dari Siapa Orang-orang Disekelilingnya!

Bung harusnya mulai was-was dengan anggapan para nona. Nona sendiri sering mengecap susah untuk mendapatkan laki-laki yang setia, karena laki-laki gampang bosan dan mudah pindah ke lain hati. Memangnya benar seperti itu bung? Simpan dulu jawaban pribadi yang bung punya. Toh kalau bung mau jawab silakan kepada nona yang mendiskreditkan kesetiaan kita.

Tapi fakta lain yang juga perlu bung tahu, konon sosok laki-laki dapat dideteksi apakah ia benar merupakan seseorang yang setia atau tidak. Caranya pun mudah dapat dilihat dari sekelilingnya. Itu pun banyak faktor, mulai dari lingkungan pertemanan, keluarga bahkan genetika loh. Bagaimana ya cara melihat kesetiaan lelaki?

Dilihat dari Bagaimana Bung Menyayangi Sang Ibunda

Biasanya hal ini dijadikan tinjauan para kaum hawa sebelum melirik kaum adam. Yakni, bagaimana ia melihat hubungan antara bung dengan ibu. Kalau hubungannya harmonis bahkan bung terlihat sayang sekali sama sang ibu, bahkan tak rela diganggu waktunya apabila sedang ingin berdua. Bisa dibilang kalau bung masuk kriteria laki-laki yang setia.

Pasangan Mengajarkan Bagaimana Kesetiaan Itu Ada

Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini. Begitulah kata BJ. Habibie lewat sebuah untaian puisi yang diberikan kepada Almh. Ainun, Bung pun juga bisa seperti itu. Seandainya saja nona memberikan cinta yang luar biasa, bung pasti tak mungkin bandel. Bahkan bisa jadi bung membalas dua kali lipat dari yang nona berikan.

Tapi Hati-hati, Sebab Pertemanan Pun Bisa Menimbulkan Perselingkuhan

Acap kali bung memiliki teman yang menghasut ke arah negatif. Bisa saja pereselingkuhan pun terjadi lantaran dorongan teman. Hasutan dua tiga orang teman bisa meruntuhkan pegangan. Ya meskipun bung harusnya bisa menyikapi sendiri dan menentukan. Tetapi ketika teman menyodorkan hal-hal yang membuat mu goyah dalam berkomitmen. Tak bisa dipungkiri bung pun pasti tergoda dan akhirnya mendua.

Makanya bung, kalau teman memberikan masukan jangan langsung ditelan mentah-mentah. Alangkah baiknya disaring. Nantinya segala masukan pun, bung juga ang menentukan ingin berbuat apa.

Laki-Laki Juga Terkenal Dengan Prinsip, Godaan yang Datang Bakal Ditepis

Lingkungan memang sangat berpengaruh terhadap laki-laki dalam membangun karakter. Kalau ia tidak tahan akan godaan, pasti bakal termakan dengan banyak jebakan. Tetapi laki-laki terkenal akan prinsip. Laki-laki sejati konon katanya bisa dipegang omongannya. Kalau ia berjanji sehidup semati dengan nona, harusnya sih ia bisa setia. Tanpa ada main belakang dengan perempuan lain di luar sana.

Apalagi Kalau Sudah Cinta, Berjuang Mati-Matian Akan Dilakoni

Hasutan teman biasanya tak lagi berpengaruh. Apabila laki-laki sudah kerasukan cinta. Ia bakal memperjuangkan apa saja untuk mendapatkannya. Hal itu nyata dan dapat terlihat dari banyak kisah yang ada. Dari yang nyata sampai yang bersifat dongeng seperti Roro Jonggrang. Laki-laki sesungguhnya bisa setia. Laki-laki mendua hanyalah dugaan yang dilakukan oleh sembarang orang saja.

Karena belum tentu mereka mendua. Buktinya saja Christian Sugiono, BJ Habibie, adalah dua contoh orang yang setia dengan satu pasangan. Toh, apalagi yang mesti dibuktikan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top