Lebih Baik

Apakah Bung Berani, Menyatakan Diri ‘Ganteng’ di Hadapan Kawan Lelaki?

Kalau tidak, kenapa? apa takut mendapat justifikasi ‘sok ganteng’? atau tidak merasa ganteng?

Ini wajar sih bung. Karena bicara masalah ganteng memang agak tabu bagi laki-laki. Tak seperti nona yang malah wajar untuk memuji cantik satu sama lain. Perbedaan ini tentu menjadi perhatian yang menarik bagi produk  Men’s grooming terkemuka seperti Axe, lewat sebuah survey yang mereka lakukan bersama laki-laki di lima kota besar di Indonesia ternyata baru 3 dari 10 laki-laki Indonesia yang berani menyatakan bahwa diri mereka ganteng lho bung!

Di sisi lain, obrolan ini menunjukkan bahwa pada dasarnya kaum adam butuh untuk dinilai ‘ganteng’. Hal ini diamini pula oleh Raditya Beer selaku Senior Brand Manager Axe, yang mengatakan kalau ada suatu tekanan kenapa seseorang tidak percaya diri untuk mengatakan dirinya ganteng. Terutama pada barometer kegantengan laki-laki yang dinilai harus memiliki fisik sempurna seperti perut sixpack, rahang kotak sampai berambut klimis.

Lewat sebuah diskusi kami dengan seorang pengamat gaya hidup laki-laki, salah satu penyebab masalah ini adalah banyaknya streotip lama tentang standar ganteng seorang laki-laki, yang ternyata masih dihubungkan dengan tampilan fisik serta pembawaan yang super macho. Akhirnya stereotip semacam ini menuntut kaum adam berubah menjadi orang lain demi diterima oleh lingkungan,” ujarnya.

Dengan menyesuaikan standar ganteng yang ditetapkan lingkungan atau sosial. Membuat seseorang mengejar untuk mencapai kepada titik tersebut, seperti rajin berolahraga, melakukan perawatan sampai totok aura! padahal menurut Radit, pencapaian itu semua akan berakhir sia-sia kalau tidak ada rasa kepercayaan diri yang di bawa dalam diri seorang laki-laki.

Saya rasa 3 dari 10 laki-laki yang nggak merasa ganteng dan menarik padahal punya penampilan menarik, karena nggak percaya diri. Padahal ganteng itu dari dalam diri. Ya mungkin fisik kita biasa-biasa aja nggak seganteng Jefri Nichol atau Ganindra Bimo (Brand Ambassador Axe). Cuma intinya apa yang kita rasain di dalam. Kalau kita ngerasa yakin, kita percaya diri, kita ganteng, pada dasarnya itu semua akan menunjukkan secara alami,” jelas Radit.

Kepercayaan diri seseorang yang terpancar dalam diri, mungkin bisa dibilang seperti inner beauty dari perempuan. Mungkin dalam laki-laki kita bisa bilang sebagai inner handsome ya bung? lantaran ini berkaitan dengan apa yang ada di dalam diri. Seseorang yang memiliki tampilan sempurna, tapi masih minder dengan dirinya mungkin kadar kegantengannya tidak akan muncul seperti mereka yang percaya diri. Mungkin tipe laki-laki semacam itu.

Namun Raditya sendiri percaya kalau di Indonesia terdapat dua tipe laki-laki. Pertama, laki-laki yang merasa dirinya ganteng atau laki-laki yang tidak merasa ganteng sama sekali. Hal ini pula yang memancing Axe meluncurkan gerakan baru #GantengCaraGue diselingi peluncuran produk terbaru seperti body spray, body wash, facial wash dan harirstyling yang digelar di Livespace, SCBD, Jakarta Selatan pada hari Jumat, 8 Februari 2019 lalu.

Patut disayangkan lebih banyak laki-laki yang nggak ngerasa dirinya ganteng. Itu yang sebenarnya mindsetnya ingin kita rubah, makanya #GantengCaraGue ini lebih ngomongin kepada laki-laki yang belum ngerasa ganteng. Untuk sama-sama stereotipe-nya kita pecahin, biar semua laki-laki indonesia sadar dan ngerasa jadi lebih ganteng,” jelas Radit soal gerakannya.

#GantengCaraGue menjadi sebuah komitmen panjang yang bakal dijalankan Axe. Isinya akan berisi edukasi grooming khusus laki-laki. Lantaran Radit sadar kalau laki-laki Indonesia tidak memiliki referensi yang banyak. Edukasinya yang dicontohkan pun akan bekerjasama dengan Barber dengan membuat konten yang beruhubungan dengan rambut. Intinya campaign #GantengCaraGue akan membuat laki-laki lebih percaya diri dengan penampilan mereka.

Setelah melebarkan produk Axe ke beberapa body spray, body wash, facial wash dan harirstyling. Radit mengatakan kalau produk grooming yang paling banyak dicari adalah hairstyling dan facial wash.

“Karena modal laki-laki ganteng itu dari leher ke atas (dibaca : muka). Seiring dengan peningkatan barber di Indonesia yang semakin menjamur, laki-laki mulai berkesperimen dengan gaya rambut dan mulai sadar juga untuk merawat wajah. Karena kita tahu memang kalau muka nggak dijaga kan, rasa percaya dirinya jadi berkurang,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Sejarah Singkat Jam Tangan dan Kenapa Laki-Laki Harus Menggunakannya

Arloji atau jam tangan bisa dikatakan sebagai salah satu perhiasan fungsional. Dikatakan perhiasaan karena dibanderol mahal, meskipun yang murah juga tersedia namun tidak prestise untuk dipakai. Yap, jam tangan adalah lambang kepercayaan diri seseorang. Popularitas dari jam tangan terus naik sejak abad ke-19 hingga sekarang.

Kilas balik ke belakang, dulu  laki-laki masih sosok yang sama hingga kini. Simple dan tidak mau ribet. Untuk persoalan waktu dulu lebih suka menggunakan arloji saku. Berbentuk lingkaran dan terkait rantai yang dapat terikat di celana sehingga tak mudah hilang. Di sisi lain jam tangan dulu lebih lekat kepada perempuan bahkan bisa dibilang sebagai perhiasaan.

Lantas mengapa sekarang jam tangan lebih akrab kepada laki-laki dan kenapa harus digunakan tentu ada alasannya bung. Untuk itu kita perlu paham bagaimana perjalanan jam tangan atau arloji sejauh ini. Sekaligus bagaimana sekarang laki-laki harus mempertimbangkan memakai jam tangan dalam aktivitasnya sehari-hari.

Dalam Perang Waktu itu Penting Untuk Diperhitungkan

Abad ke-20 dunia sedang porak-poranda akibat imperialisme yang dilakukan negara-negara besar. Terlihat lewat Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Jam tangan tidak bakal sebegitu akrab kepada laki-laki tanpa peristiwa baku tembak merebut kekuasaan tersebut.

Jam tangan saku meskipun simple, memerlukan tangan untuk merogoh saku saat ingin mengetahui waktu. Hal ini tentu tidak tepat kepada seorang tentara atau militer yang sedang terlibat pertempuran. Karena apapun yang ingin diketahui semuanya digapai dengan tangan. Toh tak lucu kan, kalau ingin melihat jam harus melepas senjata dan merogoh saku? maka tentara berimporvisasi dengan mengikat jam tangan mereka di lengan kulit agar lebih efisien.

Laki-laki di abad ke-20 adalah orang yang terlibat dalam ketetapan waktu yang akurat apalagi yang berposisi dalam militer, bisnis dan pemerintahan. Dibanding perempuan, ketetapan waktu yang dimiliki laki-laki jadi perhatian utama. Jam tangan saku perlahan mulai ‘menghilang’ dari peredaran tergantikan jam tangan. Meskipun kekurangan jam tangan saat itu sebagai barang yang rentan rusak. Terutama pada kelembapan, dingin, panas, dan debu yang mudah menyumbat roda gigi hingga menyebabkan kehilangan akurasi.

Awalnya, Tentaralah yang Dinilai Lebih Membutuhkan Arloji

Beberapa dekade membuktikan laki-laki ternyata lebih membutuhkan jam tangan dibanding perempuan. Terlihat dari kinerja para tentara. Dimana mana arloji saku sudah tidak lagi relevan. Perang Dunia I misalnya, di mana jam tangan memiliki peran penting lho.

Dulu koordinasi dan pelaksanaan perintah sangat bergantung pada isyarat visual (menggunakan semafor) untuk berkomunikasi. Tetapi karena medan perang semakin besar dan para tentara bertempur di parit, maka koordinasi visual tidak lagi berfungsi. Hingga mulailah jam digunakan untuk mengkoordinasikan serangan. Caranya dengan mesinkronisasi jam tangan di sebuah pertemuan sebelum perang, dan memulai serangan pada waktu yang disepakati.

Pada akhir abad ke-19 perusahaan merancang khusus arloji dengan tujuan berfungsi kepada para tentara. Seperti Girard-Perregaux, perusahaan pertama memproduksi jam tangan massal untuk laki-laki khusunya pelaut di Angkatan Laut Kekaisaran Jerman.

Tidak mau kalah, The Waterbury Clock Company juga memulai membuat bahkan perusahaan ini masih dikenal sampai sekarang yang dikenal dengan nama Timex. Pada 1907, Louis Cartier juga merancang jam tangan untuk penerbang Brasil bernama Aberto Santos-Dumont dan dinamai Santos.

Bahkan Hingga Sekarang, Jam Tangan Memiliki Alasan Kenapa Harus Bung Gunakan

Apakah dari bung yang membaca ada yang tidak menggunakan jam tangan dengan alasan smartphone memiliki fitur jam? kalau iya berarti bung orang yang cukup kuno haha. Karena cara kerjanya hampir dengan arloji saku, harus merogoh dahulu sebelum mengetahui waktu. Ini sama saja dengan lompat kembali ke seratus tahun ke belakang. Beda dengan jam tangan yang hanya perlu memandang sekilas bung sudah tahu sekarang pukul berapa. Jam tangan sangat fungsional dan nyaman, jadi itu alasan tepat kenapa laki-laki membutuhkan jam tangan.

Smartwatch Belum Bisa Menggeser Posisi Jam Tangan

Seperti kita bilang bahwa laki-laki itu tak mau ribet. Sedangkan memakai Smartwatch butuh daya alias charger kalau baterainya lowbat. Di satu sisi memang membantu karena notifikasi di smartphone dapat muncul di smartwatch. Tapi kalau baterai lowbat? ujung-ujungnya harus merogoh saku untuk mengambil smartphone kembali kan?

Beda dengan jam tangan yang tak perlu mengisi ulang secara teratur bahkan baterai dapat tahan lama bertahun-tahun. Jam tangan tidak pernah kehilangan daya, bahkan digeletakkan saja dia nyala. Tidak ada yang mengalahkan jam tangan untuk urusan ketepatan waktu nyaman, hands-free dan siap pakai.

Jam Tangan Memiliki Model yang Bagus dan Menarik

Estetika dari jam tangan belum bisa dikalahkan oleh smartwatch, belum lagi dapat menunjang penampilan dari segi desain dan bentuk. Banyak tipe jam tangan yang dapat digunakan untuk menyesuaikan keadaan. Bisnis formal? bung bisa memilih desain simpel dan elegan.

Ketika kencan bisa memakai yang terlihat menawan bagi si nona, bahkan soal ini sudah dibuktikan lewat penelitian. Intinya jam tangan masih banyak memiliki sisi menarik meskipun fitur tak seasik smartwatch. Setidaknya jam tangan memiliki sejarah panjang yang ternyata membuat kita memang harus memakainya. Kalau bung sendiri punya alasan kenapa memakai jam tangan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Baik

Si Nona Gampang Marah? Bersyukurlah, Karena Bung Satu Langkah Terhindar Dari Diabetes

Memiliki pasangan gampang marah atau menyulut emosi, tentu membuat jengkel. Namun menurut penelitian itu bagus untuk kesehatan karena mengurangi risiko diabetes! Peneliti dari Michigan State University dan University of Chicago dilansir dari brightside.com telah meriset hubungan karakter perempuan yang gampang marah dengan risiko diabetes pasangan.

Dengan melibatkan 1.228 pasangan untuk curhat hubungan asmara masing-masing. Dari membahas tingkat kebahagiaan, seberapa sering menghabiskan waktu bersama sampai ‘menyentil’ tingkat kepercayaan dan keterbukaan. Keduanya memiliki pandangan dan efek yang berbeda soal hubungan karakter pasangan terkait kondisi kesehatan.

Laki-laki lebih sehat ketika memiliki pasangan yang gampang marah dan banyak menuntut. Terutama untuk resiko terkena diabetes dan penyakit lain. Meskipun kendengarannya membuat bung mengernyit dahi lantaran paham bagaimana pasangan kalau marah. Faktanya, ini telah dibuktikan lewat penelitian. Mungkin kenapa kesehatan pasangan lebih terjamin karena si nona lebih perhatian dan menuntut, jadi apabila bung merokok atau melakukan tindakan tidak sehat ia akan gencar mengomeli kalian.

Sedangkan kondisi kesehatan perempuan akan baik jika berada di lingkungan positif. Mereka akan lebih sehat dan tidak rentan terkena diabetes. Terutama jika memiliki pasangan pintar dan dewasa. Sebab perempuan cenderung peka dan paham cara berinteraksi menanggapi pasangan. Lewat hal itu saja sudah memberikan efek positif pada metabolisme tubuh.

Jadi, kalau si nona marah-marah dan banyak menuntut bung harus bersyukur, karena berpotensi tidak terkena penyakit salah satunya diabetes.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Hasrat Seksual atau Fetish yang Tidak Biasa yang Dimiliki Laki-laki

Memiliki hasrat seksual atau fetish yang tidak biasa mungkin hanya dikenal dalam film berbasis trhiller seperti CSI : Crime Scene Investigation. Salah satu episode dalam film tersebut menceritakan seseorang yang fetish terhadap betis dari perempuan, membuat ia membunuh kemudian memotong bagian betis dan menaruhnya di lemari pendingin.

Fetish sendiri biasa dikatakan juga sebagai respons terhadap bagian objek atau tubuh yang secara umum tidak mengandung hasrat seksual. Contohnya seperti bagian betis tadi. Dikutip dari WebMD, Kennerth Rosenberg pernah mengungkapkan pada tahun lalu bahwa fetish datang dari mana saja dengan melihat perilaku seksual yang tidak pantas selama anak-anak. Seperti pelecehan seksual. Kenneth berpendapat kalau fetish bukan sebuah kelainan, tapi bisa mencapai tingkat itu apabila sudah mengganggu. Berikut ini adalah contoh-contoh dari sejumlah fetish aneh dan pernah ada.

Rangsangan Muncul Ketika Bertingkah Seperti Bayi

Bertingkah seperti bayi jadi salah satu fetish yang benar-benar ada dan sering jadi objek penelitian. Fetish ini cukup aneh, karena perilaku orang yang mengidap bisa terangsang ketika dirinya berpakaian dan bertingkah seperti bayi! dikenal sebagai infantilisme paraphilic, juga dikenal sebagai autonepiophilia, infantilisme psikoseksual atau sindrom bayi dewasa. Bahkan perilaku termasuk minum dari botol, bermain mainan bayi atau memakai popok (fetishisme popok).

Berimajinasi Sebagai Karakter dalam Animasi

Autoplushophilia adalah nama lain dari fetish seksual yang melibatkan imajinasi diri sebagai representasi karakter hewan dalam kartun animasi. Fetish ini kerap dikaitkan dengan plushophilia atau fetish yang melibatkan boneka. Bahkan orang yang cenderung mengalami fetish ini bisa menggunakan kostum karakter tersebut saat bercinta.

Kenikmatan Muncul Setelah Mengacak-acak Seseorang

Fetish seksual ini muncul setelah kenikmatan dari mengotori atau mengacak-acak seseorang, biasanya orang yang atraktif. Untuk cara yang dilakukan biasa beragam, merobek atau merusak pakaian sampai mengotori mereka dengan lumpur atau kotoran. Bahkan sampai merusak rambut serta makeup, cara ini dilakukan mendapat kepuasan. Tapi hal yang dilakukan hanya sebatas itu tidak sampai tahap melukai. Fetish ini dinamakan Salirophilia, di satu sisi mereka akan memaksa pasangan mengenakan pakaian sobek atau tidak pas dan tindak lain yang membuatnya tidak menarik.

Aroma Bau Pasangan Memancing Gairah

Orang ini disebut mengidap Eproctophilia karena gairah muncul saat mencium bau yang sering dianggap mengganggu seperti bau kentut. Seyogyanya semakin gairah seksual saat mencium aroma harum dari pasangan, kan? bahkan ia dengan sengaja meminta pasangan untuk kentut di depan wajahnya saat bercinta. Aneh kan bung?

Terangsang Melihat Orang yang Tak Sadar

Somnophilia merupakan fetisisme seksual yang paling aneh. Ia menjadi terangsang melihat orang yang tak sadar baik sedang tertidur, mabuk, atau mungkin pingsan. Fetish ini juga dikenal dengan ‘sindrom tidur cantik’. Ahli seksologi, John Money, menyatakan bahwa kondisi ini mungkin berlanjut ke necrophilia (hubungan seksual atau ketertarikan terhadap mayat). The Dictionary of Psychology mengklasifikasikan somnophilia sebagai paraphilias predator atau kelainan yang mengganggu dan bisa menimbulkan bahaya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top