Lebih Keren

BMW Menghidupkan Kembali Motor Klasik

Konsep motor cruiser bergaya klasik telah dihidupkan kembali oleh BMW Motrrad untuk menantang moge besutan Harley-Davidson. Langkah ini dimulai dengan mempersiapkan R18 yang siap untuk menyasar segmen baru.

Motor ini bukan untuk menjadi yang tercepat. Motor ini adalah untuk membuat pernyataan analog di era digital. BMW memiliki sejarah yang kaya dengan sepeda motor ikonik dan mereka memiliki karakteristik desain yang sama,” kata Kepala Desain BMW Motorrad, Edgar Heinrich.

Dikeluarkannya R18 merupakan penghargaan untuk R5 buatan 1936 dan konsep R5 yang lebih baru. Ban depan dipasang dengan ukuran 21 inci dan belakang 18 inci dipadukan pelana berbentuk daun, menjadi sebuah ciri khas motor klasik. Tampilan motor ini dilengkapi batok lampu yang mengkilap kemudian tangki bulat lancip ala-ala mtor retro custom.

Pada suspensi R18 menggunakan kantilever, karbu terbuka dan lampu LED kecil yang terletak di antara kai-kai garpu. Meskipun bergaya sangat jadul, motor ini tentunya dipadukan dengan sentuhan modern. Sehingga tetap nyaman digunakan di zaman sekarang.

Kami percaya bahwa ini dapat bekerja dengan baik hari ini, bersama dengan teknologi saat ini,” lanjut Heinrich.

BMW telah mengatakan mereka akan memperkenalkan secara resmi hasil produksinya akhir tahun ini. Momen tersebut direncanakan akan berlangsung di pameran sepeda motor EICMA pada bulan November mendatang

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Naked Sport 250 cc Jadi Jagoan Baru Suzuki di India

Suzuki Motorcycle India ingin memanaskan pasar dikelas 250 cc. Dengan mengeluarkan motor sport telanjang yang dinamakan Gixxer 250! secara tampilan dan desain tidak jauh berbeda dengan Gixxer 155, namun motor anyar ini memiliki tarikan mesin yang tak main-main, yakni mengeluarkan tenaga mencapai 26,1 dk dan torsi 22,6 Nm.

Kesan elegan dihadirkan pada motor naked sport yang satu ini, dengan memberikan sentuhan gold pada area blok mesin. Kemudian aksen warna silver muncul pada area bawah mesin yang sudah ditempatkan undercowl.  Kesan elegan dan mewah pada Gixxer 250 tidak membuatnya terlihat jantan. Untuk itu bagian headlamp didesain lonjong dan agak pipih hingga mirip dengan Ducati Monster, moge asal Italia.  Lampu utama dan belakang sudah menggunakan LED sementara keempat lampu sein masih menggunakan bohlam.

Jok Gixxer 250 sudah mengadaptasi model split dikombinasikan dengan behel bergaya tanduk untuk pegangan pembonceng. Jok split ini makin membuat Gixxer terlihat sporty. Segi fitur motor anyar ini dibekali panel instrumen digital. Fitur keamanan juga menunjang, karena dilengkapi dengan rem ABS (Anti-lock Braking System) dual channel. Ada dua pilihan warna ditawarkan, yakni Metallic Matte Platinum Silver dengan Metallic Matte Black, dan Metallic Matte Black.

Di India, Gixxer 250 dijual dengan harga Rs 159.800 atau setara Rp 32,6 juta. Motor ini akan menjadi penantang bagi KTM 250 Duke dan Yamaha FZ25.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Keren

Kuda Besi Andrea Dovizioso Jadi Alasan Ia Unggul di Lintasan

Menjadi yang utama dalam MotoGP Austria merupakan hasil kerja keras Andrea Dovizioso. Pertarungan sengit antara Dovizioso dan Marc Marquez terjadi sampai lap terakhir. Duel ketat ini membuktikan kalau kedua pebalap punya determinasi tinggi. Sayang, di tikungan terakhir Marquez kehilangan konsentrasi, membuat Dovizioso jadi yang pertama.

Sebagai pebalap selain skill, roda dua juga mempengaruhi performa di lintasan.  Seperti motor yang jadi andalan Dovizioso saat bertarung, Ducati Desmosedici GP19. Menopang mesin 1.000 cc berkonfigurasi V4 90 derajat evo demodromic DOHC, empat katup per silinder, berpendingin cairan. Mesin bisa memuntahkan tenaga lebih dari 250 daya kuda.

Mesin motor ini sendiri digabung dengan transmisi Ducati Seamless Transmission. Lewat gabungan mesin itu, motor andalan Dovi ini bisa berlari hingga lebih dari 350 km/jam. Jadi sangat wajar apabila nama Andrea Dovizioso sangat liar di lintasan balap, terutama pada lintasan lurus.

Agar makin stabil saat dibawa lari, Ducati Desmosedici GP19 ini memakai supensi depan upsiden down Ohlins 48 mm dan suspensi belakang Ohlines yang disesuaikan preload serta dibekali new factory evolution damping system. Ducati Desmosedici GP19 memiliki bobot 157 kg, sesuai dengan regulasi MotoGP. Perangkat elektronik di motor ini didukung oleh Magneti Marelli

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Rossi Angkat Bicara Soal Kuda Besi Yamaha di Moto GP

Nama besar Valentino Rossi di dunia balap bisa membuat gentar para pebalap lain. Beberapa tahun belakangan pebalap asal Italia ini tidak menemukan performa terbaik, Rossi seperti kehilangan sisi magis ketika di lintasan. Apakah ini soal Rossi apa kuda besi yang dinaiki?

Pada balapan kemarin di Sirkuit Brno, Rossi berhasil mencapai garis akhir dengan berada di posisi ke-6. Catatan ini cukup baik dibanding pebalap Yamaha lain seperti Maverick Vinales, Fabio Quartararo dan juga Franco Morbidelli. Di akhir balapan ia mengutarakan keluhan terkait motornya, Yamaha YZR-M1. Sepertinya ini jadi salah satu alasan kenapa Rossi kerap tak berbicara banyak di dunia MotoGP.

“Jika anda terlalu pelan saat di trek lurus, sulit untuk menyusul para pebalap di depan apalagi ketika mengerem. Itu semakin membuat sulit membalapnya, saya menyadari ini ketika berusaha membalap Pol Espargaro,”  ungkap Rossi dikutip GPone.

Kecepatan dan akslerasi yang bermasalah, jadi dua hal yang menggambarkan Yamaha YZR-M1 saat ini di mata Rossi. Selain itu Motor dengan 1000 cc ini tak bisa konsisten di setiap balapan. Ini tidak hanya masalah Rossi, melainkan masalah juga bagi Vinales, Quartararo dan Morbidelli.

Motor kami sangat sensitif ketika kondisi berganti-ganti. Jika kami menemukan setelan yang pas, kami bisa cepat. Tapi jika ada sesuatu yang berubah seperti suhu atau itu hujan, kami bakal menderita,” ujarnya.

Saat menjalani sesi pemanasan di Brno performa motor sangat buruk, tapi karena beberapa faktor saya bisa kompetitif di balapan. Saya memulai balapan dari baris ketiga dimana hal itu tak terlalu buruk dan memungkinkan untuk mengejar para pebalap di depan meskipun mereka melaju lebih kencang,” kata pebalap berjuluk ‘The Doctor’ itu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top