Health & Personality

Bersikaplah Dewasa, Jangan Karena Sudah Tak Perawan, Bung Jadi Enggan Menikahinya

Perempuan atau si nona bukanlah objek yang dapat Bung nilai dari perawan atau tidaknya. Pemikiran semacam ini seharusnya sudah usang dan tak boleh lagi dilakukan, terlebih jika Bung kerap berpatokan kalau perempuan yang layak untuk dinikahi adalah dia yang masih perawan. Semua orang memiliki masa lalu yang seharusnya tak menjadikan Bung enggan untuk memantapkan hati begitu mengetahui si nona tak lagi perawan.

Jadilah manusia yang memanusiakan manusia. Masih banyak faktor lain yang membuat si nona layak untuk dinikahi bukan hanya diukur dari peran mahkota yang sudah hilang. Kedewasaan untuk menerima semua hal tersebut sudah harus menjadi pembawaan Bung. Kalau saja masih bersikukuh, jika semua itu menjadi prioritas utama seseorang untuk dinikahi, coba tanyakan ke diri sendiri sesungguhnya apa tujuan Bung beristri?

Andai Saja Keadaan Dibalik, Tentu Menjadi Perempuan Sangatlah Kurang Menguntungkan

Baiklah, sekarang coba Bung balik, apabila Bung berada di posisi si nona. Bagimanakah ia tahu kalau Bung masih dalam kondisi perjaka atau tidak? Bung beruntung bukan? Sebab tidak meninggalkan “bekas” seusai berhubungan intim sehingga si nona tidak tahu apa yang terjadi dengan Bung sebelum bertemu si nona. Apabila Bung menjawab kalau masih perjaka, menurutmu apakah si nona akan percaya begitu saja? Mungkin saja bagi si nona tak ada pilihan lain untuk mempercayakan semuanya. Lantaran untuk membuktikannya pun sepertinya juga percuma.

Karena Pernikahan Bukan Soal Perawan atau Tidak Bung!

Tujuan pernikahan adalah untuk mencari pendamping guna mengarungi kehidupan ke depannya. Lewat sebuah proses yang kita kenal sebagai masa “pacaran”, dengan tujuan saling mengenal satu sama lain sampai merasa ada kecocokan. Faktor-faktor lain yang dapat Bung jadikan tujuan pernikahan adalah rasa cinta dan sayangnya si nona, hingga kegigihannya dalam memperjuangkan cinta, sampai merembet ke hal-hal lain yang bisa Bung ucapkan sendiri tanpa perlu diajari.

Jodoh Pun Tak Pernah Menjelaskan Kalau Perjaka Akan Ketemu Dengan yang Perawan, ‘kan?

Salah satu pedoman yang diajarkan perihal keyakinan yang dipegang oleh manusia adalah seseorang yang baik akan mendapatkan yang baik, sedangkan yang tidak baik akan berjodoh dengan yang tidak baik. Tidak ada yang menjelaskan kalau yang perjaka akan bertemu dengan yang perawan, bukan? Lantas mengapa Bung kerap mengganggap itu semua adalah satu korelasi yang berhubungan?

Dalam Dunia Medis Pun Tak Ada Istilah Perawan

Dalam dunia medis tidak dikenal dengan istilah perempuan yang perawan atau tidak lho, Bung. Sebuah organisasi bernama PHS atau Physician for Human Rights yang melakukan advokasi kesehatan pada pekerja pun menyatakan tak ada hubungan antara selaput dara dengan keperawanan. Bahkan tes keperawanan yang kerap dilakukan di negara Afghanistan dan Iran pun sesungguhnya dilarang oleh WHO karena tes tersebut dikategorikan sebagai tindakan kekerasan terhadap perempuan.

“Jika ada dokter yang berani mengklaim selaput dara koyak sebagai tanda ketidakperawanan, maka ilmunya patut dipertanyakan karena itu merupakan pembunuhan karakter kepada pasien,” kata dr. Robbi Asri Wicaksono, SpOG, dokter spesialis kebidanan dikutip dari Tirto.

Mulailah Untuk Tak Menjadi Orang yang Egois

Agak ironis sebenarnya kalau ada laki-laki yang masih berpikiran semacam ini, karena terlalu egois. Apakah ini bisa jadi karena budaya patriarki yang agak merajalela? Kalau iya, lebih baik Bung mulai hapus pedoman tersebut dari jalan pikiran.

Menjadikan perawan sebagai patokan untuk menikahinya atau tidak, dapat mengkategorikan posisi Bung sebagai laki-laki. Maaf, bisa jadi Bung hanyalah seseorang yang ingin mendapatkan seks dengan dilegitimasi lewat pernikahan. Sehingga enggan memikirkan hal-hal diluar keperawanan. Mungkin. Meskipun itu sah, tetapi apakah Bung tidak berpikir kalau patokannya hanya itu membuat Bung berada di posisi rendah sebagai seorang manusia.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Yang Harus Kamu Siapkan Sebelum Pergi Nobar Piala Dunia




Menonton gelaran olah raga besar macam Piala Dunia yang dihelat sejak 14 Juni 2018 lalu memang akan lebih seru dinikmati dalam suasana nonton bareng. Pergi bersama kawan-kawan sambil membahas detail tentang permainan. Aksi saling mendukung dan berbagi kesenangan memang terasa lebih maksimal jika dinikmati bersama-sama.

Yup, Indonesia boleh dikata sedang menyaksikan pergesaran sosial dari sepak bola. Dari sekedar olah raga yang dinikmati secara langsung, bergeser menjadi ajang interaksi sosial. Sepak bola digunakan oleh banyak orang Indonesia untuk mengisi waktu senggangnya dan mencari kesenangan lewat interaksi sosial yang berkisar di soal olah raga bola.

Sepak bola menjadi alat tukar sosial untuk diperbincangkan bagi para pecintanya. Munculah kemudian budaya kontemporer “nonton bareng alias nobar”. Karena ajang ini menjadi media paling tepat untuk pertukaran interaksi sosial tadi. Fenomena ini sendiri mulai marak sejak pertelevisian Indonesia mulai menyajikan tayangan liga-liga sepak bola Eropa. Dan mencapai puncaknya ketika ada gelaran macam Piala Dunia saat ini.

Nah, itulah mengapa setiap ada aksi nonton bareng tak lagi terbatas hanya perkara soal siapa menang kalah di lapangan. Tapi banyak hal yang umumnya dipersiapkan agar interaksi dengan kawan dan kerabat menjadi lebih seru.

Mencari Tempat Nyaman Dan Mendukung Suasana Nonton Bareng

Hal ini penting! Karena jangan sampai kita salah memilih tempat menonton. Ketika sedang ajang Piala Dunia macam ini biasanya nyaris setiap restoran atau tempat nongkrong memasang tayangan Piala Dunia. Namun bukan karena ada tayangan lantas kita bisa merasakan atmosfer nobar.

Pilih lah tempat yang memang secara khusus mengadakan nobar. Jadi mereka sudah siap menampung orang lebih banyak, sekaligus juga menampung adrenalin para penonton. Tak ada pengunjung tempat itu yang akan tergagap-gagap ketika kita dengan lantang meneriakan kata GOL!!

Cari Informasi Terbaru Sebelum Hari Pertandingan

Karena ini soal interaksi sosial tentunya kamu tak mau jadi orang yang minim informasi bukan? Sebelum berangkat nobar akan lebih seru jika kamu mencari informasi seputar tim yang akan bertanding.

Siapa perkiraan starting elevennya, bagaimana prediksinya, bagaimana sejarah pertemuan keduanya. Nantinya bahan-bahan ini akan berguna ketika dalam suasana menuju pertandingan. Interaksimu akan terasa menyenangkan jika bisa saling bertukar informasi bukan?

Gunakan Jersey Untuk Memperkuat Identitas

Ini salah satu keseruan dari interaksi sosial tadi. Kesamaan maupun persaingan akan lebih terasa ketika kita menggunakan salah satu jersey dari tim yang sedang bermain. Karena berbeda dengan menonton langsung di stadion yang area antar pendukung dibedakan, ketika nobar umumnya para pendukung akan bercampur baur.

Dengan menyatakan tegas lewat jersey kita mendukung siapa, maka kita juga akan dilatih dewasa ketika memenangkan pertandingan sekaligus legowo ketika kalah. Sebuah energi yang tidak kita dapatkan kalau hanya menggunakan pakaian “bebas”. Kalau tidak ada jersey timnas negara yang bertanding tak ada salahnya juga menggunakan jersey dari liga negara tersebut. Atau menghias wajah dengan nuansa tim yang bertanding

Bangun Energi Sporty Sejak Berangkat

Seperti dijelaskan sebelumnya, nobar bukan hanya soal siapa kalah menang di lapangan. Ini soal budaya kontemporer tempat mengisi waktu senggang mencari kesenangan. Karena itu akan lebih seru jika kita membangun energi itu sejak berangkat dari rumah.

Misalnya boyong kendaraanmu yang punya aura sporty untuk mendukung energi ini. Salah satu yang mengusung tema ini adalah Yamaha Aerox 155VVA R-Version. Scooter MAXI Yamaha yang satu ini menyematkan dua warna baru, Matte Silver yang terinspirasi dari Yamaha YZF-R1M dan Racing Yellow yang terinspirasi dari warna livery legendaris Yamaha di MotoGP. Coba bayangkan kamu pendukung brasil yang lekat dengan warna kuning datang dengan Aerox Racing Yellow!

Dan layaknyaa pemain bola profesional, motor satu ini tak hanya tampilannya yang sporty, karena Yamaha Aerox 155VVA didukung mesin 155cc generasi terbaru dilengkapi Variable Valve Actuation (VVA) yang diklaim membuat tarikan mesin lebih bertenaga. Semua tipe Aerox 155VVA sudah dilengkapi teknologi Blue Core sehingga performa mesin kian maksimal namun tetap irit bahan bakar.

Aerox pun didukung Smart Motor Generator (SMG) yang membuat suara motor lebih halus saat dinyalakan. Nah, berbeda dengan versi standar, Yamaha Areox R Version ini sudah menganut sistem subtank berwarna emas untuk shock breaker belakangnya.

Ditambah lagi R Version ini dilengkapi cakram depan berbentuk gelombang dengan ukuran 230mm. Kombinasi ini tentunya akan memberikan pengalaman berkendara yang lebih stabil dan maksimal. Masih penasaran sama motor yang satu ini, Yuk tengok detailnya di halaman ini!

Jadi yuk kita nobar, kamu mau ajak siapa?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Agar Hati Nyaman Tak Terusik Meninggalkan Motor Di Kala Mudik




Ingat Bung, mudik naik motor sangat tidak dianjurkan oleh pemerintah! Masih mau nekat? Sebagian Bung mungkin merasa mampu melakukannya. Apalagi sudah biasa touring jarak jauh.

Tapi mudik itu bukan cuma perkara perjalanan jarak jauh. Ketika itu kondisi jalanan sedang padat-padatnya. Situasi tidak senyaman perjalanan luar kota seperti ketika kita touring bersama kawan-kawan. Risiko tinggi bahkan nyawa taruhannya.

Karena itu baiknya kendaraan roda dua ditinggal dulu selama kita melaksanakan mudik. Namun tentu masalah lain kemudian muncul. Meninggakan motor kesayangan dalam jangka waktu lama bikin hati tak tenang. Perlu siasat agar hati tetap nyaman meninggalkan motor di rumah selama mudik.

Titip Tetangga Kalau Rumahnya Cukup Lega

Langkah ini bisa Bung lakukan apabila punya hubungan yang cukup dekat dengan tetangga. Terutama jika rumah yang hendak dititip cukup luas dan si tetangga tidak melaksanakan mudik lebaran.

Jangan lupa juga untuk menitipkan kuncinya, sekaligus perbolehkan untuk si tetangga menggunakan motor kita. Dengan begini motor akan tetap terpakai selama kita mudik, dan tak khawatir motor tidak dipanaskan. Nantinya sebagai rasa terima kasih jangan lupa bawakan buah tangan dari kampung halaman untuk mereka ya.

Tak Bisa Dititip? Usahakan Masuk Ke dalam Rumah

Skenario ini harus ditempuh seandainya tetangga terdekat juga ikut mudik pulang kampung. Jangan perlakukan motor seperti biasanya ketika kita beraktivitas sehari-hari. Karena selama ini kita hanya memarkirkannya di teras rumah agar mudah keluar masuk.

Mengingat akan ditinggal lama, kali ini motor harus dimasukan ke dalam rumah. Letakan pada posisi yang lebih dalam agar lebih aman. Sedikit merepotkan tak mengapa asal hati tak was-was di kampung halaman.

Pakai Kunci Tambahan Agar Lebih Aman

Metode ini terkesan sederhana namun terbukti masih cukup ampuh. Pasanglah kunci pengaman tambahan di motor. Selain itu berikan juga gembok tambahan untuk pintu dan pagar rumah.

Meski harus mengeluarkan budget lebih besar, namun belilah perangkat gembok dan pengaman yang mumpuni. Beberapa sudah dilengkapi bahan anti potong dan anti cairan perusak gembok.

Tentunya Lebih Nyaman Untuk fitur Motor Yang Canggih

Nah beruntunglah mereka yang punya motor dengan sistem keamanan canggih. Contohnya Yamaha Lexi-S yang sudah dibekali fitur Smart Key System. Ini merupakan sistem kunci tanpa anak kunci alias keyless.

Tentunya fitur macam ini akan membantu kita bebas dari tangan-tangan jahil yang sering menggunakan modus kunci T untuk mengambil motor. Dan kalau pun starter dipaksa diputar, motor tidak akan hidup karena sudah dilengkapi teknologi immobilizer.

Mudik Lebih Nyaman Ketika Tahu Motor Siap Menanti Ketika Kembali

Hati akan lebih nyaman jika tahu bahwa motor akan baik-baik saja ketika kembali. Menyenangkan jika mesin tak rewel ketika akan dinyalakan setelah sekian lama bukan?

Nah tentunya teknologi macam yang disematkan pada Yamaha Lexi akan sangat membantu mesin tetap lancar digunakan setelah sekian lama. Motor ini sudah dilengkapi Smart Motor Generator (SMG) yang memudahkan motor hidup dan membuat suara motor lebih halus saat dinyalakan.

Apalagi Yamaha Lexi menggunakan mesin generasi baru Blue Core 125 cc yang disempurnakan Variable Valve Actuation (VVA) sehingga pengendara akan merasakan sensasi berkendara efisien, bertenaga dan handal dengan tenaga dan torsi maksimum di setiap putaran mesin.

Motor sudah hidup, saatnya menikmati jalanan di waktu liburan tersisa. Berkeliling ke tempat liburan atau mengunjungi kerabat jadi alternatif yang menyenangkan menghabiskan masa berlibur.

Nah, untuk melakukannya tentunya kita butuh motor yang cocok digunakan untuk kegiatan tersebut bukan? Jawabannya ada di Yamaha Lexi yang luas dan nyaman dikendarai jarak jauh. Sebab Yamaha Lexi memiliki big luggage capacity yang mampu menampung barang bawaan lebih banyak. Apalagi, Yamaha Lexi menjamin pengendara tetap terhubung melalui Smartphone karena dilengkapi Electric Power Socket untuk mengisi daya gadget.

Berbeda dengan MAXI YAMAHA lainnya, Yamaha Lexi merupakan satu-satunya motor MAXI yang memiliki ruang pijakan kaki luas sehingga memberikan kemudahan bagi pengendara untuk menaiki sepeda motor. Spacious Flat Foot Board ini juga memberi kenyamanan posisi berkendara dengan dua posisi kaki khas MAXI YAMAHA.

Berbekal joknya yang bertipe long seat, menjanjikan kenyamanan berkendara baik individu maupun saat berboncengan. Pengendara bisa dengan nyaman membawa kekasih, pasangan, atau sahabat untuk bepergian bersama Yamaha Lexi. Kalau masih penasaran soal motor satu ini kamu bisa lihat detailnya di halaman ini!

Selamat mudik Bung!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Relationship

Sesungguhnya Si Nona Itu Diciptakan untuk Dibawa ke Pelaminan, Bukan Penghias Malam Mingguan Bung

Sesungguhnya tidak ada yang salah dengan namanya pacaran. Akan tetapi hal yang tak berujung kepastian di usia dewasa, sangatlah riskan. Waktu menjadi hal yang sangat berharga yang tak dapat disia-siakan. Apabila penyatuan dua insan sebagai hubungan hanya untuk main-main atau sekedar mencari kesenangan adalah hal yang sayang untuk dilakukan. Apalagi di usia Bung dan si nona sekarang.

Pelaminan, menjadi satu-satunya kenapa setiap lawan jenis berhubungan. Pacaran adalah jembatan untuk mengenal satu sama lain atau dengan kata lain mencari kecocokan. Selain itu, si nona pun memiliki beberapa alasan kuat kenapa mereka lebih menghargai orang yang ingin memperjuangkan dia ke pelaminan daripada yang kerap mengajak malam mingguan.

Kalau Bung Benar-benar Cinta, Buktikan pada Si Nona. Ajak Dia Menikah dan Menatap Masa Depan Bersama

Cinta memang dapat diungkapkan lewat kata-kata. Namun, kalau sebatas kata saja yang dapat Bung terjemahkan, tak dapat membuat si nona bahagia. Si nona bukan lagi remaja labil yang bisa tersenyum saat Bung mengatakan cinta. Mengajaknya menikah dan menatap masa depan adalah hal yang jauh membuat si nona bahagia. Lagi pula, kalau Bung memang cinta, kenapa soal pernikahan mesti ditunda? Apa Bung hanya ingin berkutat dengan agenda malam minggu saja dibanding malam pertama?

Tak Ada Perempuan Dewasa yang Tingkat Kebahagiaannya Hanya sampai Berpacaran Saja

Si nona tahu dimana kapasitasnya sekarang, apalagi kini usianya telah melewati angka 20, cara pandangnya telah berubah. Baginya, pacaran bukanlah hal yang ditinggikan, sehingga menjadi sesuatu yang harus dikejar saat tidak ada. Pacaran hanya sebuah masa perkenalan lebih dalam, yang menjadi proses penjajakan. Bukan lagi seperti anak remaja, yang memandang pacaran sebagai salah satu cara untuk mendapatkan kebahagiaan.

Mengikat Si Nona Tidak dengan Cara Posesif, Melainkan dengan Membawanya ke Pelaminan

Sikap posesif yang Bung usung pada diri si nona agar ia tak berpindah ke lain hati, bukanlah cara yang tepat. Rasa ingin melindungi dengan cara mengekang ruang gerak si nona adalah sesuatu hal yang tidak tepat alasannya. Posesif tak membuat si nona tersadar hingga menjaga jarak dengan lawan jenis. Tetapi bawalah si nona menuju pelaminan, lantas ia pun akan sadar kalau dirinya harus menjaga tali kesetiaan dengan Bung. Sebab Bung kini telah jadi suaminya, bukan lagi sebatas pacar.

Memberikan Kepastian di Masa Depan Lebih Indah daripada Memberikan Seikat Bunga Saat Malam Mingguan

Segala hal berbentuk janji, coklat, baju, sampai bunga yang coba Bung bungkus dengan indah kemudian diberikan saat berada di sisinya, mungkin dapat membuat si nona terkesima. Namun sayang, sebab itu hanya bertahan sesaat saja. Karena perintilan hal seperti itu tak lagi berarti saat si nona sudah dewasa. Kepastian tentang tanggal pernikahan menajdi hal yang sangat istimewa di mata si nona. Membuatnya ia sadar, kalau ternyata selama ia diperjuangkan selayaknya seorang ratu yang ingin dipinang raja.

Cintailah Si Nona Sebagaimana Bung Mencinta Ibu di Rumah

Tak ada beda si nona dengan ibu kandungmu Bung, dua-duanya sama-sama kaum hawa. Bagi Bung yang kerap menyakiti hati si nona, deangan sikap dan perilaku lebih baik pikirkan lagi. Bagaimana kalau posisinya ditukar, si nona yang Bung sakiti adalah ibu kandungmu sendiri? Rasa tidak pantas dan naluri receh yang dimiliki seorang laki-laki harusnya dapat membuat Bung malu. Maka dari itu, sudah seharusnya Bung menjaga si nona selayaknya Bung menjaga ibu sendiri.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Relationship

Relakan Si Nona Apabila Sudah Tak Bersama, Karena Durasi Pacaran Tak Sejalan dengan Pelaminan

Siapa dari Bung yang sudah berpacaran dalam waktu yang lama? Adakah yang berpacaran 5 tahun? Atau lebih? Dibalik durasi pacaran yang lama Bung, banyak kenangan dan perjalanan yang Bung telah lalui bersama si nona. Membuat hubungan yang dijalankan sekian lama memiliki kekuatan tersendiri dalam hubungan, dan nampaknya ada rasa enggan mengikhlaskan apabila terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.

Kehilangan seorang pacar atau kekasih dalam hubungan yang sudah berjalan lama mengakibatkan kesedihan memuncak. Memilah-milah kembali memori otak, di mana satu per satu kenangan manis melintas secara perlahan membuat rasa sedih semakin menjadi-jadi. Tapi sebagai laki-laki sejati, Bung tak boleh sedih. Karena kehidupan ini tak berakhir saat Bung dinyatakan berpisah dengan pasangan Bung. Oleh karena itu ada beberapa siasat untuk Bung yang ingin move on setelah berpisah dengan pasangan yang terjalin hubungan sekian lama.

Menerima Keadaan yang Berubah Secara Drastis Tak Harus Disambut Isak Tangis

Ayolah Bung, tak melulu air mata harus menjadi saksi hati yang tersakiti. Saat Bung berpisah dengan si nona, memang itu pahit rasanya. Tumbuhkan rasa tegar dan ikhlas dalam diri menjadi kunci untuk kembali membangun pribadi yang telah runtuh karena ditinggal calon istri. Terimalah keadaan yang telah berubah, meskipun membutuhkan waktu yang lama tak harus membuat Bung terlena akan kesedihan. Percayalah lambat laun Bung pasti menerima.

Merubah Kebiasaan yang Sudah Jadi Agenda Harian

Menanyakan kabar, selalu telfon di jam makan siang dan sebelum tidur, sudah menjadi agenda harian yang terotomatisasi Bung lakukan. Sesaat si nona sudah tidak lagi bersama kebiasaan itu pun selalu menjadi hal yang Bung lakukan, meskipun lupa kalau status Bung dengan si nona sudah berevolusi menjadi “mantan”. Lambat laun Bung harus melupakan itu semua, dengan cara mengubah kebiasaan tersebut dengan kebiasaan baru. Bisa diganti dengan baca buku yang baik guna memotivasi Bung yang telah drop karena dirundung asmara semu.

Memberikan Waktu untuk Diri dan Menemukan Cara Bahagia Lewat Jalur Bung Sendiri

Mungkin segala sesuatu yang Bung lakukan di masa lalu selalu berkaitan dengannya. Hingga ada beberapa kegiatan yang Bung lakukan, enggan Bung laksanakan. Sekarang, saat Bung dan si nona sudah tak lagi bersama saatnya melakukan hal apa yang Bung suka. Meluangkan waktu bersama keluarga atau teman bisa menjadi salah satu hal yang sebenarnya kamu rindukan, karena saat ini sangat pas untuk Bung kembali dekat dengan mereka.

Tak Ada Hal yang Perlu Ditangisi Karena Semua Hanya Masalah Waktu, Bung

Sebagian orang mungkin meminta Bung agar tak gengsi untuk menangis, meminta Bung agar dapat mencurahkan emosi lewat air mata. Bersikap tegarlah Bung, tak perlu ada air mata yang jatuh atas kegagalan membangun hubungan. Apalagi sebelumnya Bung dan si nona sudah ada pembicaraan ke arah pelaminan. Lantaran yang terjadi semua ini adalah takdir guna memberikan pelajaran agar Bung makin kuat menjadi manusia. Apabila air mata harus jatuh, rasanya tak perlu. Lebih baik tersenyumlah dan berkata, ‘everything its gonna be all right’.

Tak Usah Gengsi dengan Si Nona, Tanyakan Kabarnya Sesekali

Bung dan si nona pernah berbagi kehidupan sekian lama, sehingga tak perlu ada rasa gengsi yang Bung sembunyikan. Lantaran semua hal sudah berjalan normal, ‘kan? Kalau Bung masih sibuk untuk mencari tahu lewat media sosial atau menanyakan statusnya dari teman-teman dekatnya, sudahilah Bung.

Lebih baik Bung bertanya langsung dan terima setiap jawaban yang ada. Dengan catatan Bung sudah tak ada lagi perasaan berharap. Lantaran tak ada salahnya ‘kan Bung menanyakan kabar sesekali. Tetap jalankan kehidupan Bung dengan positif, dan percaya kalau waktu yang baik akan segera tiba.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Relationship

5 Kualitas Ini Hanya Dimiliki Si Nona yang Telah Bersama Bung Bertahun-tahun. Dia Layak Bung Perjuangkan

Kunci membangun rumah tangga yang baik adalah dengan memilih pasangan. Di balik pesona perempuan yang memanjakan mata sampai yang membuat hati berdebar-debar tanpa henti, membangunkan sikap selektif di saat-saat seperti itu sangatlah dianjurkan. Bukan untuk mencari yang paling sempurna namun memilah-milah dari yang terbaik diantara yang paling baik.

Satu catatan penting untuk Bung yang sedang mencari pasangan guna diajukan serius sampai ke pelaminan, pilihlah pasangan yang sudah menemani Bung selama bertahun-tahun. Selain sudah mendalami karakter pasangan dan saling mengerti untuk waktu yang lama. Si nona yang bertahan selama itu memiliki cinta yang tulus, sekaligus dapat menjadi motivasi untuk hidupmu.

Mampu Menjadi Pendamping yang Mengerti Akan Suatu Kondisi

Kondisi kehidupan memang tak bisa diprediksi. Bung yang sekarang sedang mengalami kesulitan finansial, pasti ada saja keluhan yang berkaitan dengan keluarga. Di mana Bung harus memutar otak bagaimana caranya mendapatkan tambahan guna membuat keluarga nyaman dan sejahtera. Si nona yang sudah menemanimu sekian tahun waktu berpacaran, pasti sudah mengerti. Selalu berada di sampingmu guna memberikan semangat dan percaya kalau kondisi ini akan berjalan baik-baik saja tanpa menuntut uang lebih untuk belanja.

Memahami Akan Kemauan Bung Tanpa Perlu Mempelajari Lagi

Saat sudah berkeluarga nanti, si nona sudah tahu apa yang harus ia lakukan guna menjadi istri yang baik. Perjalanan kisah cinta sekian lama, membuatnya tahu apa yang Bung suka dan juga tidak. Seperti ia tahu bagaimana membangkitkan kondisi mood Bung yang sedang jatuh lantaran stres akan pekerjaan. Sampai begitu paham masakan favorit Bung yang berguna untuk membuat Bung makan lebih lahap dari biasanya.

Bukan Hanya Sebagai Istri, Namun Si Nona Bisa Menjadi Teman Bicara Diberbagai Suasana

Tentu saja, ketika sudah berkeluarga waktu akan banyak dihabiskan di dua tempat. Kantor dan juga rumah, waktu untuk bertemu rekan terasa sulit, lantaran Bung sudah memiliki tanggung jawab sebagai suami. Bukan lagi sebagai bujang yang bebas untuk kelayapan. Di saat Bung menginginkan teman ngobrol yang nyambung mulai dari pembahasan A sampai Z. Si nona bisa menjadi seperti itu, tanpa harus membuatnya terkesan pretensius.

Bisa Jadi, Si Nona Adalah Mood Bosster Bung Selama Ini

Waktu yang lama sudah kalian jalani, dapat menjadikan si nona sebagai pembangkit semangat. Bung kerap melakukan berbagai kegiatan untuk meningkatkan mood, hasilnya malah tak berubah. Mood tetap dalam kondisi yang tidak mengenakkan. Sekian lama Bung berpacaran ternyata perhatian darinyalah yang bisa membuat Bung tersenyum saat kondisi sedang ingin bermuka masam.

Apakah Masih Ada Alasan Untuk Mencari yang Lain?

Fisik bukan menjadi patokan kalau keluarga Bung bakal bahagia, walaupun tak bisa memungkiri fisik juga menjadi ketertarikan terbesar Bung terhadap lawan jenis. Kalau berpatokan menjadikan fisik sebagai yang utama, tentu Bung tak akan ada habisnya untuk mencari yang sempurna.

Semua orang memiliki kekurangan. Si nona sudah sekian lama bersamamu, mampu menjadi teman, pacar, bahkan orangtua di waktu yang bersamaan. Apakah masih kurang sampai akhirnya Bung putus dan mencari perempuan lain? Berpikirlah, karena bisa saja ketika Bung putus dengannya dan tak lagi bersama, Bung malah akan merindukan sosok sepertinya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top