Health

Bermain Gim Dapat Meningkatkan Kecerdesan? Menurut WHO Tidak Lho Bung

Banyak orang berpendapat bermain gim dapat meningkatkan kecerdasan lantaran ada teka-teki yang harus dipecahkan. Namun organisasi Kesehatan Dunia atau WHO berkata lain bung. Setelah mempertimbangkan banyak hal. Organisasi yang bersifat rujukan akan segala hal yang berbau kesehatan menetapkan kecanduan game sebagai penyakit gangguan mental. Hal ini dapat dilihat dalam versi terbartu International Statistical Classification of Diseases (ICD). ICD adalah sistem yang berisikan daftar penyakit sekaligus gejala, tanda dan penyebab yang dikeluarkan WHO.

Menurut WHO orang yang terbilang kecanduan gim apabila memenuhi tiga hal bung. Pertama, apabila tidak dapat mengendalikan kebiasaan bermain gim. Kedua, memprioritaskan gim di atas kegiata lain. Ketiga, terus-terusan bermain gim apabila ada konsekuensi negatif yang jelas terlihat. Untuk ketiga hal ini terjadi atau terlihat apabila selama satu tahun sebelum diagnosis dibuat bung seperti dirangkum dari Science Alert.

Meskipun demikian, tak berarti semua jenis permainan bersifat adiktif dan dapat menyebabkan gangguan bung. Karena menurut WHO, kategori permainan gim dapat disebut gangguan mental hanya apabila permainan itu mengganggu atau merusak kehidupan pribadi, keluarga, sosial, pekerjaan dan pendidikan. Nah, apakah bung, kerabat atau saudara ada yang mengalami kecanduan gim seperti yang dikatakan WHO?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Keren

Karena Olah Raga Ini Bisa Buat Tahan Lama Di Ranjang

Tidak dapat mempertahankan ereksi secara sempurna, membuat hubungan cinta tak berjalan nikmat. Hal Ini dipicu karena laki-laki mengalami disfungsi ereksi, masalah seksual yang ditandai dengan ketidakmampuan laki-laki untuk mencapai dan mempertahankan ereksi. Dahulu, penyakit ini akrab menyerang para lansia tapi kini sekarang banyak usia muda yang sudah mengalaminya

Rata-rata mikirnya pasti yang sudah tua, antara umur 60 hingga 69. Ternyata tidak, ada juga umur 27 dan 28 yang datang ke saya,” kata spesialis Andrologi asal RSU Dr Soetomo Surabaya, dr Susanto Suryaatmadja MS, SpAnd dilansir dari detikcom.

Namun jangan bersedih dan berkecil hati, karena ini dapat diobati. Dokter biasanya memberikan obat slidenafil atau viagara yang dapat melancarkan aliran darah menuju penis. Tapi kalau mau secara alami bisa dilakukan dengan olahraga secara rutin. Yoga dan squat adalah dua contoh, yang aktivitasnya dapat menjadi elemen pendukung mencapai ereksi yang kuat. Selain itu ada beberapa olahraga lain yang dapat mengatasi disfungsi ereksi.

Squat Menguatkan Otot Panggul dan Bokong, yang Dapat Meningkatkan Kualitas Ereksi

Olahraga ini mudah dan efektif dengan cara membungkukkan badan seperti posisi jongkok dengan tangan direntangkan ke depan. Perlahan, posisi badan semakin turun dan dilakukan berulang-ulang. Penekanan terjadi pada arah panggul dan bokong, squat disebut-sebut dapat meningkatkan kualitas ereksi, karena semakin banyak darah yang mengalir ke dekat penis, alhasil semakin mudah mendapat ereksi.

Selain itu, squat dapat meningkatkan produksi hormon testosteron karena olahraga ini merupakan latihan beban. Bahkan beberapa studi melihat ada kaitan antara testosteron yang rendah terhadap performa seks laki-laki.

Selain Ereksi yang Bertahan Lama, Yoga Dapat Meningkatkan Performa Bercinta

Mungkin bagi beberapa laki-laki, Yoga bukan suatu olahraga yang harus dijalankan karena identik dilakukan oleh perempuan. Namun aktivitas yoga yang menyelimuti olah tubuh dan pikiran ini diklaim mampu meningkatkan performa bercinta dengan membuat ereksi tahan lebih lama!

Pakar seks sekaligus penulis buku Sexual Fitness, Hank Wuh, menyatakan ada kaitan erat yoga dengan bercinta. Seperti memperbaiki kesehatan pembuluh darah, yang menjadi faktor paling penting bagi daya tahan dan tingkat ereksi laki-laki. Bisa saja, karena Yoga adalah aktivitas yang berkaitan dengan fleksibilitas dan pernapasan, berguna meningkatkan kualitas mental dan fisik.

Kegel, Olahraga yang Mengatasi Masalah Inkontinensia

Inkontinensia adalah masalah buang air kecil, di mana seseorang mengalami kesulitan menahan buang air kecil sampai mengompol saat mengalami stres. Ternyata olahraga kegel dapat mengobati masalah ini bung, sekaligus bisa memerangi masalah kaum adam seperti disfungsi seksual.

Cara olaharaga ini unik, yakni dengan menkonstraksikan otot dengan menahan kencing, awal-awal coba tahan selama lima detik dan setelah itu, dikendurkan. Ulangi latihan ini, setidaknya lima kali berturut-turut dengan menambah durasi menahan buang air kecil 15-20 detik.

Melakukan hal tersebut, konon dapat meningkatkan kesehatan sekaligus stamina penis. Seperti khasiat olahraga yang disebutkan sebelumnya, Kegel dapat meningkatkan aliran darah ke penis dan yang terpenting mampu meningkatkan kemampuan mengontrol ejakulasi.

Para pria melakukan latihan kardio untuk menyehatkan jantung, juga melakukan latihan beban untuk membentuk otot. Sayangnya kekuatan otot dasar panggul malah diabaikan,” ungkap urolog Dr Andrew L. Siegel, dikutip dari jurnal National Center for Biotechnology Information.

Risiko Disfungsi Ereksi Bisa Juga Turun dengan Melakukan Aerobik

Berenang, jalan cepat, lari, dan bersepeda, membantu meningkatkan sirkulasi sampai aliran darah secara signifikan. Risiko disfungsi ereksi juga bisa terselesaikan. Aerobik mampu menjaga kesehatan pembuluh darah, sekaligus membuat bung lebih kuat dan lebih lama ereksi-nya, karena hormin endorfon dilepaskan membuat rileks alhasil dapat meningkatkan kinerja seksual.

Simpel dan Bermanfaat, Bung Juga Bisa Melakukan Push-Up dan Sit- Up

Tidak terpaku akan soal bagaimana membuat ereksi menjadi kuat, namun push-sup dan sit-up dapat meningkatkan kualitas bercinta apabila dilakukan dengan latihan beban. Karena dua jenis latihan ini melatih otot bahu, dada dan perut yang sangat bekerja saat berhubungan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Ketika Bung Mulai Bertanya Soal Ini, Berarti Bung Memiliki Rasa Dengan Sahabat Sendiri

Pernah memiliki perasaan dengan lawan jenis yang notaben adalah teman? pasti semua orang pernah mengalami hal ini, ada yang coba mengutarakan ada pula menyimpan rapih di hatinya. Namun ada satu kecenderungan bahwa teman perempuan bung tahu, apakah bung memiliki perasaan dengannya lewat sebuah pertanyaan.

Dikatakan Dr. Terri Orbuch, Ph.D., professor Oakland University dalam Woman’s Health Mag, adalah saat bung lebih banyak bertanya tentang si nona. Mulai dari kabar, apa yang nona suka, perasaan, sampai apa yang nona lakukan. Apabila bung mulai merambah ke pertanyaan sensitif semacam ini, lambat laun nona akan menyadari. Bahwa laki-laki yang konon adalah teman di depannya ini, sudah mulai menaruh rasa.

Selain itu, Dr. Terri juga mengatakan kalau laki-laki yang banyak bertanya tentang sahabat si perempuan, atau seperti apa keluarga sampai soal hubungan dengan teman laki-laki A dan B. Sudah menjadi sinyal kuat, bahwa si laki-laki memiliki ketertarikan. Meskipun di kondisi seperti itu banyak juga perempuan yang menganggap itu adalah pertanyaan biasa.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Swafoto Tanpa Busana Oleh Laki-laki : Eksibisionis atau Hanya Narsis?

Salah seorang dari Istana Kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin yang diduga berada di foto tersebut, berkata habis menyelam di ruang ganti laki-laki, tapi tak jelas apa esensi-nya ia selfie. Sedangkan yang satu lagi adalah politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahean, ia secara tegas membantah kalau foto tersebut adalah dirinya, dengan berkata “itu hoax”. Terakit hal ini, kebiasaan selfie tanpa busana memang meresahkan, bahkan bisa dikategorikan ke perilaku menyimpang, kan?

Lantas apakah selfie tak berbusana termasuk ke eksibisionis atau hanya narsis?

Kebutuhan Seksual yang Tak Lazim Bisa Dilalui Lewat Selfie

Swafoto tanpa busana pasti memiliki tujuan, otomatis tujuan tersebut dapat diasumsikan cenderung ke arah yang negatif. Jadi jangan salahkan publik ketika foto tersebut selalu diarahkan kepada kegiatan seksual. Karena tak menutup kemungkinan untuk saling bertukar foto telanjang dengan lawan jenis, kan? meskipun itu hanya asumsi, lebih baik kita tunggu klarifikasi atau fakta yang terjadi nanti bung.

Sedangkan di sisi lain, apakah perbuatan semacam ini bisa dimasukkan ke kategori eksibisionisme? untuk jawaban tersebut, menurut Tri Hadi seorang pakar Psikolog Klinis dari Rumah Hati menyatakan, eksibisionisme adalah suatu kelainan seksual yang termasuk dalam kategori Paraphilia, yakni objek pemenuhan kebutuhan seksual yang tidak lazim dan dianggap menyimpang.

Dan penderita mendapatkan rangsangan seksual saat melihat respone korban terkejut, takut, menjerit, teriak atau lari. Jadi, kalau tujuannya untuk seperti ini, bisa dikatakan para pelaku selfie telanjang adalah eksibisionis.

Demi Mendapat Rangsangan Seksual yang Maksimal

Meskipun sang pakar sudah mengatakan secara rinci tentang seseorang yang pantas disebut eksibisionis. Tapi ia juga mengungkapkan bahwa ada tiga kriteria apakah seseorang layak disebut eksibisionis atau bukan bung. Salah satunya adalah, orang yang memamerkan alat vitalnya di depan orang lain mendapat rangsangan seksual. Apabila iya, maka ia dapat disebut sebagai eksibisionis.

Seseorang yang Jadi Target Menghindar, Lari Atau Tak Bersedia Melihat-nya

Kriteria yang kedua ini bisa dilihat sebagai tujuan, yakni korban yang ditunjukkan alat vital tidak bersedia melihat, menghindar atau mencoba untuk pergi. Feedback semacam ini dijadikan sensasi bagi pengidap eksibisionis, bahkan tak segan mereka orgasme dalam keadaan tersebut. Dalam kasus swafoto telanjang yang melibatkan politisi, sejauh ini tidak ada tanda seperti yang dikatakan di kriteria kedua.

Terdapat Interaksi Seksual Meski Tak Berhubungan Badan

Sedangkan kriteria yang terakhir adalah terdapat aktifitas menunjukan alat vital terhadap korban. Hal tersebut sudah merupakan bentuk interaksi seksual tanpa ada hubungan badan. Apabila dalam kasus ini sudah memenuhi salah satu dari tiga kriteria, maka bisa dibilang orang tersebut termasuk dalam perilaku eksibisionisme.

Akan tetapi, sejauh ini belum terdapat atau terungkap motif yang jelas untuk apa foto selfie telanjang tersebut. Bahkan ketiga kriteria ini juga belum masuk, jadi belum tepat kalau dibilang eksibisionis.

Terus, Dari Mana Kita Bisa Menilai Kalau Orang Tersebut Narsis?

Meskipun ada kecenderungan menjadi eksibisionis dari perilaku seseorang yang melakukan selfie sambil telanjang. Namun ada kemungkinan juga ia berlaku narsis lho. Hal ini bisa dilihat dari motivasi seseorang saat melakukan selfie sambil telanjang.

Menurut Tri Hadi, motivasi tersebut sebatas apakah karena ia ingin mendapat kepuasan seksual setelah mengunggahnya, atau apakah orang yang melihat foto tersebut akan merasa takut atau malah justru senang. Karena tidak semua individu yang berlaku seperti itu adalah eksibisionis.

Tidak semua orang yang mengunggah foto tersebut dapat disebut eksibisionis. Hal itu hanya termasuk fenomena sosial yang disebut narsisme tahap parah,” ujarnya.

Meskipun masih ada kemungkinan narsis, namun kalau pelakunya laki-laki pasti lebih merujuk kepada eksibisionis bung. Karena perbandingan laki-laki dan perempuan untuk pelaku seks menyimpang adalah 4:1. Terlebih lagi, banyaknya pelapor yang jadi korban tindak eksibisionies oleh laki-laki. Akan tetapi sejauh ini belum bisa dikategorikan kedua hal ini, ya kita positif thinking saja kalau kamera kedua politisi tersebut tidak sengaja tertekan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top