Entertainment

Berakhir Pekan dengan Kopi Tradisional

Pergi menikmati jamuan kopi, nampaknya jadi sesuatu yang sulit kita hindari. Apa lagi jika Bung memang salah satu penggila kopi yang terbilang expert. Menjadi bagian dari diri, beberapa teman mengaku lebih memilih tak makan nasi asal minum kopi.

Minuman hitam dengan rasa yang cenderung pahit ini memang bak candu, bahkan sering membuat rindu. Beberapa tahun terakhir kopi memang banyak digilai, tak perlu kami sebutkan satu per satu, Bung yang pecinta kopi tentu lebih paham.

Lupakan dulu kopi-kopi kekinian yang digandrungi para milenial, kali ini kami ingin mengajak Bung menikmati romansa kopi tradisional. Dan salah satu tempat kopi yang patut dilirik, ada di pinggiran barat Jakarta. Terpaku pada pusat kota, barangkali Bung juga belum tahu jika bagian barat Jakarta punya beberapa tempat yang bisa menemani diri menghabiskan akhir pekan. Dan salah satunya adalah Kong Djie Kopi di Citra Garden City 6, Jakarta Barat.

Tapi kenapa harus Kong Djie Kopi Citra 6?

Jauh dari Hiruk Pikuk Kota, Bung Bisa Lebih Menikmati Rasanya

Lupakan dulu deretan kedai dan kafe yang menyediakan kopi dengan berbagai macam rasa di tengah-tengah kota. Kali ini kami memang ingin mengajak Bung menikmati kopi dengan suasana berbeda.

Terletak di deretan ruko di dalam perumahan Citra Garden City 6, hanya butuh 10-15 menit dari Cengkareng. Terletak sedikit nyempil, Bung yang pernah ke Belitung tentu sudah khatam dengan yang namanya Kong Djie.

Disebut-sebut sebagai Starbucknya Belitung, Kong Djie Kopi jadi salah satu tempat yang masih mempertahankan keotentikan cita rasa dan suasana ngopi sejak tahun 1943. Siang itu sehabis hujan mengguyur pada pagi harinya, saya masuk dan langsung disapa dengan suasana menyenangkan.

Meski dengan Harga yang Terbilang Cukup Murah, Bung Tak Perlu Ragu Soal Rasa

Di dalam komplek? Pasti Mahal!

Jadi ekspektasi pertama saya ketika memutuskan untuk membuka pintu tempat ini. Namun setelah mencoba berkenalan dan ngobrol-ngobrol sebentar dengan sang pemilik, saya  merasa bersalah. Sebab ternyata harganya terbilang cukup murah.

Untuk jenis kopi hitam biasa Kong Djie hanya mematok harga 12 ribu rupiah, kopi susu 15 ribu dan beberapa varian lain yang bersahabat denga saku.

Dari beberapa tempat ngopi yang pernah saya datangi, ini jadi kedai kopi pertama yang terasa cukup murah. Lalu bagaimana soal rasa? Tentu akan sulit untuk dijelaskan. Karena Bung sendiri tentu paham, lidah dan penilaian setiap orang tentu tak sama.

Satu hal yang bisa saya tangkap dari rasa kopi di sini adalah cita rasa khasnya yang cukup berbeda, lengkap dengan cara penyajian yang juga bak daerah asalnya. Dibuat dari campuran biji kopi Arabica dan Robusta, jadi perpaduan yang pas untuk rasanya. Ada pahit dengan manis yang menyeimbangkan rasa. Bahkan untuk Bung yang mungkin jadi pemula, kopi-kopi di sini bisa jadi solusinya.

Dan Tak Perlu Jauh-jauh Ke Belitung, Sebab di Seputar Jakarta Sudah Ada Beberapa Cabangnya

“Nggak usah jauh-jauh ke Belitunglah sekarang, tinggal datang kesini saja. Kopi dan beberapa makanannya juga datang langsung dari sana,” ujar Pak Wandi disela-sela obrolan. Sekedar informasi, Pak Wandi adalah pemilik kedai yang saya kunjungi ini. Beliau menuturkan, jika kedainya yang ada di seputaran Jakarta memang telah menjadi waralaba, termasuk yang sedang saya datangi.

“Kalau yang udah pernah ke Belitung, pasti sudah tahu Kong Djie. Jadi nggak perlu dijelasin kalau udah tahu rasa pasti ia berusaha untuk cari.” katanya menambahkan.

Siang itu, saya memang hanya mencoba kopi susu dan Mie Atep Belitung yang konon juga menjadi makanan khas dari sana. Untuk kopi saya sengaja memilih kopi susu. Karena dari beberapa review, menu ini yang mendapat rating tinggi. Dan benar memang, rasa manis dan pahit yang tersaji jadi perpaduan baik untuk dinikmati.

Ciri Khas yang Masih Terbilang Tradisional Jadi Pengalaman Lain yang Bisa Bung Dapatkan

Untuk Bung yang berniat datang kesini, di bagian depan kedai Bung akan disambut dengan jajaran termos almunium putih berbagai ukuran yang juga jadi landmark Kopi Kong Djie.

Dan di tempat asalnya, pada salah satu wawancara, Ishak anak kedua dari marga Ho pendiri kedai Kopi Kong Djie pernah berkata, jika dulu ceret-ceret tersebut tadinya terbuat dari baja, yang juga jadi ciri khas tempat kopi zaman dulu.

Bahkan untuk air panasnya, mereka mengaku masih menggunakan tungku arang namun tetap dibantu dengan tenaga gas, agar aroma dan rasanya tetap keluar. Dan rahasia lain dari cara pembuatan kopi Kong Djie adalah air yang benar-benar mendidih.

Kesan Tradisional Memang Dekat dengan Para Orang tua, Tapi di Kong Djie Siapa Saja Bisa Minum Kopi dengan Suka-suka

Dari nama kedainya, Bung mungkin akan berpikir jika mayoritas peminum kopi yang datang kesini adalah para orang tua yang mungkin sudah lanjut usia. Saya pun tadinya berpikir sama.

Namun ketika masuk kedalam, ternyata pikiran saya salah. Seakan menguatkan pemikiran saya yang salah, Pak Wandi yang dengan suka hati menjawab semua pertanyaan saya berujar, “Di sini nggak cuma orang tua sih, kalau pagi mungkin iya. Itu mereka yang habis olahraga singgah, agak siangan sedikit ada beberapa orang yang bahkan ibu-ibu. Pada nungguin anaknya pulang sekolah, ke malam sekitar diatas jam tujuan mungkin bapak-bapak atau anak muda juga yang seusia 23 sampai 26 tahun lah,”

Sependapat dengan sang empunya kedai, akhirnya saya pun setuju jika Kong Djie jadi salah satu tempat yang tak terbatas untuk siapa saja. Bahkan mereka yang sudah memang tahu rasanya, konon bisa datang 1 hingga 3 kali dalam sehari.

“Bayangin aja nih, kita ada beberapa orang pelanggan yang bisa dalam sehari datang tiga kali. Udah kaya candu gitu. Dan itu bukan cuma laki-laki saja, perempuan juga ada. Jadi jika satu kali aja beliau ngerasa ada yang tak seperti biasa, dia bakalan buru-buru protes. Ada yang kurang nih,” ungkap Pak Wandi.

Terlepas dari saya yang memang sedang ingin tahu seputar kedai kopi miliknya, saya rasa tempat dan pemiliknya memang jadi kombinasi yang pas untuk menikmati akhir pekan yang istimewa. Mereka dekat dengan pelanggan, pun sangat terbuka untuk mendengarkan beberapa komentar.

Bahkan salah satu pelanggan setianya, yang mengaku sudah pernah menikmati kopi di berbagai daerah di Indonesia mengakui jika rasa dari Kong Djie memang beda.

“Bukan berarti kopi di daerah atau kedai lain nggak enak, tapi feedback dari beberapa customer Kong Djie memang punya nilai dan nyawa sendiri. Tapi kami percaya sih, kalau setiap daerah di Indonesia memang punya kopi-kopi yang luar biasa.” ujar beliau menutup obrolan.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Menggodanya Warna Merah Yang Membuat Perempuan Tertarik Sekaligus Tampil Lebih Menarik




Sebentar lagi peringatan HUT RI ke-73, pasti kamu sudah turut melihat dan merasakan euforia jelang peringatan Hari Kemerdekaan di sekitarmu. Paling terasa pasti urusan warna yang di bulan Agustus ini di dominasi warna bendera merah dan putih. Tapi sebentar, kamu sendiri masih ingat makna kedua warna tersebut? Yup! Merah identik dengan keberanian, sementara putih melambangkan kesucian.

Bicara soal warna merah dan kaitannya dengan keberanian, sebenarnya warna yang satu ini juga punya makna dan asosiasi lainnya lho. Beberapa makna warna merah ini bahkan didukung penjelasan ilmiah dan sejumlah penelitian di belakangnya.

Merah Selalu Punya Makna Filosofis Tersendiri di Berbagai Budaya Negara di Dunia

Bung sudah tahu, kalau di Indonesia, merah itu berani. Tapi bagi orang Tiongkok, warna merah dimaknai berbeda. Merah diasosiasikan sebagai warna yang membawa keberuntungan di negara tirai bambu ini. Bahkan pengantin perempuan di negara tersebut pun diharapkan agar selalu memakai busana berwarna merah dengan harapan kehidupan rumah tangganya kelak selalu dipenuhi oleh keberuntungan.

Sementara di Spanyol urusannya jadi lain. Warna merah diartikan sebagai unsur yang punya stimulus kuat. Tak heran kalau kamu sering melihat aksi matador yang ‘bermain’ dengan banteng, pasti tak asing dengan kain warna merah yang dipakai matador untuk menarik perhatian banteng.

Mungkin kamu bertanya-tanya, kenapa warna merah? Sebagian menjelaskan warna ini dipilih untuk menyamarkan jika terjadi sesuatu dengan si matador yang mengakibatkan terluka.

Namun di samping itu menurut sains, sejatinya hewan ternak seperti banteng memang hanya bisa mengenali warna-warna terang seperti merah, hijau, dan biru. Dari ketiga warna tersebut, warna merah yang paling kuat. Dalam penelitian lainnya menyebut, kendati banteng bisa saja ‘marah’ saat diberi stimulus dengan warna yang lain, tapi daya serangnya akan lebih kuat kalau dipancing memakai benda yang berwarna merah. Hal ini bahkan sudah dibuktikan oleh peneliti asal Spanyol, José M. R. Delgado, dari Yale University.

Laki-laki pun Akan Terlihat Lebih Menarik Kalau Pakai Warna Merah

Okay, Bung, ada cara mudah untuk terlihat lebih menarik tanpa usaha lebih. Gunakan saja warna merah! Sebab berdasarkan penelitian terbaru dari Journal of Experimental Psychology, badan sixpack dan tatapan tajam memang membuat perempuan jatuh hati, tapi laki-laki yang berani tampil dalam busana berwarna merah pun ternyata dinilai atraktif bahkan bisa membangkitkan gairah seksual perempuan lho!

Menariknya, para peneliti mengungkapkan, dalam benak perempuan saat melihat laki-laki tampil dalam busana berwarna merah menandakan kalau laki-laki tersebut mapan, kariernya bagus, dan gajinya besar. Hal ini didasari karena sebenarnya warna merah pun diasosiasikan pada tubuh yang sehat dan jiwa yang tentram, bahkan juga serta simbol kejayaan. Lihat saja, kalau ada acara bergengsi pasti para tamu undangan VIP akan berpose di atas red carpet, bukan?

Nah Untuk Para Nona, Kami Para Lelaki pun Sejujurnya Tertarik Dengan Perempuan Beratribut Merah

Sebagian Nona masih ragu menggunakan warna merah? Mari kita bisikan satu rahasia: “perempuan yang menggunakan warna merah terlihat lebih menarik loh di mata laki-laki”. Ini bukan omong kosong. Kembali lagi soal stimulus, penelitian Adam Pazda, seorang psikolog sosial asal University of Rochester di New York mengklaim bahwa perempuan yang mengenakan busana warna merah dianggap punya daya tarik tersendiri dan terlihat lebih seksi.

Bahkan jauh sebelum penelitian ini dibuat, sebuah lagu berjudul The Lady in Red milik Chris de Burgh bisa sedikit menjelaskan kenapa laki-laki suka melihat perempuan berpakaian merah. Menurut Pazda ditemukan kalau warna yang dipilih perempuan ternyata memang menentukan penilaian lawan jenis terhadap dirinya. Saat perempuan memakai warna merah, biasanya pihak laki-laki akan tertarik secara seksual.

Atribut Warna Merah Tak Cuma Soal Pakaian

Ketika bicara soal atribut, ini tak dimaksudkan hanya soal pilihan busana ya. Karena istimewakan dirimu melalui warna merah bisa dilakukan lewat beragam hal. Ambil contoh misalnya kendaraan yang digunakan sehari-hari. Kita bisa melirik warna baru dari Yamaha New Fino 125 Blue Core varian Grande yaitu warna Luxury Red.
Merahnya tak sekedar merah. Karena pilihan warna merahnya sangat unik. Berbekal matte colour, merah yang disematkan pada motor ini menjadi nuansa eksklusif. Nampaknya merah macam warna Luxury Red ini yang dibicarakan dalam penelitian di atas tadi. Apalagi warna matte tersebut berpadu apik dengan jok bertipe double seat yang berdesain berkelas. Sementara dari depan, cover berwarna merahnya tampak stylish dengan lampu LED yang juga elegan.

Tak cuma urusan tampilan yang bikin penasaran. Mesin Blue Core yang disematkan pada motor ini diklaim 50% lebih irit. Apalagi motor ini juga sudah punya fitur indikator irit bahan bakar untuk berkendara lebih ekonomis dan aman.Tentunya makin lengkap dengan fitur stop & start system yang membuat mesin mati saat berhenti 5 detik dan otomatis menyala kembali jika gas diputar.

Asiknya lagi motor ini sangat praktis. Ban tubelessnya yang lebar membuatnya lebih nyaman dikendarai karena tidak mudah oleng. Dan ketika menghadapi turunan atau tanjakan, Smart Lock System akan membantu mengunci rem agar tak dirundung was-was motor akan meluncur. Sementara, ketika mencari motor di tempat parkir, cukup tekan sekali Advance Key System-nya untuk menemukan Fino-mu dan tekan lebih lama untuk membuka penutup kuncinya.
Dengan kombinasi warna dan fitur macam itu, para perempuan yang menggunakan motor merah satu ini dijamin akan bikin mata kami para lelaki melirik. Penasaran sama motor satu ini? Yuk simak detail lengkap Yamaha New Fino 125 Blue Core di sini!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Health

Kala Berkelahi Tak Bisa Dihindari, Incar Beberapa Bagian Ini, Dijamin Musuh Tak Berkutik

Perkelahian terkadang bukan suatu pilihan untuk selalu Bung ikuti. Namun, dalam beberapa kesempatan ajakan untuk berdamai kerap diabaikan sehingga perkelahian tak bisa dihindarkan. Hal ini pun juga diamini oleh Wally MacDonald, pelatih Mixed Martial Arts dari Rochester, New York, yang mengatakan kalau hampir semua perkelahian didahului dengan perang mulut. Meskipun ada kesempatan untuk menghindari baku hantam. “Hal terbaik yang bisa dilakukan adalah berdamai, minta maaf atas apa yang terjadi. Lebih baik menurunkan ketegangan daripada membuat kondisi makin runyam,” ujarnya.

Bukannya menjadikan Bung menjadi pengecut. Tetapi kala menghadapi orang yang tidak diketahui latar belakang, terkadang sangat riskan. Kita tidak mengetahui kemampuan orang tersebut, dan barang apa yang di bawa. Pasalnya, banyak orang yang belajar beladiri atau membawa senjata saat berpergian. Meski awalnya mengira bisa melumpuhkan dalam sekali serang, bisa saja kondisi fisik lawan yang kuat membuatnya tak gampang tumbang. Tetapi kalau perkelahian harus terjadi, ada beberapa bagian tubuh manusia yang apabila Bung incar dapat membuat lawan tak berkutik.

Leher

Bagian leher merupakan pangkal tengkorak yang dapat menyebabkan cidera hebat sampai ke tulang belakang. Melayangkan pukulan ke area ini tidak dapat dianggap enteng dan dapat dijadikan sebagai pilihan terakhir. Karena cidera fatal yang diakibatkan satu pukulan dapat membahayakan.

Ujung Tulang Ekor

Ujung tulang ekor merupakan tulang kecil yang sangat sensitif. Apabila dipukul dengan keras atau ditendang dengan menggunakan sepatu boot di sudut kanan dapat memecahkan bagian tulang ekor tersebut. Rasa gelombang sakit yang diakibatkan dapat berasa dari bagian punggung bawah sampai kaki, Bung.

Hidung

Kalau Bung tahu, bagian hidung yang patah bakal mengaktifkan saluran air mata sehingga menyebabkan orang tersebut disorientasi dan rasa pusing berkepanjangan. Ibarat kunang-kunang sedang berkeliling di atas kepalanya. Untuk mematahkan hidung seseorang dengan pukulan tak perlu ayunan sekuat tenaga. Pukulan yang tak sekuat tenaga pun, dapat membuat hidung beradarah sekaligus rasa sakit yang dihasilkan bisa menghentikan pergerakan lawan.

Mata

Bagian ini kerap menjadi sasaran empuk untuk meyerang seseorang. Karena mata memiliki banyak fungsi dalam penyerangan sekaligus bertahan. Apabila visi penyerang “dirusak” lewat beberapa hantaman. Otomatis lawan akan mulai menyudahi pertandingan atau menyerah. Karena salah satu bagian tubuh lawan yang penting untuk bertarung sudah Bung lemahkan, sehingga ia tak mungkin untuk tetap berdiri buat bertarung.

Dagu

Di pertandingan tinju, pukulan uppercut biasanya mengincar bagian leher atau dagu lawan. Bagian dagu yang terkena benturan atau hantaman dapat memaksa kepala untuk terangkat ke udara secara tiba-tiba. Dagu menjadi titik lemah seseorang karena hantaman tersebut ditengarai dapat menggetarkan otak jadi wajar kalau banyak orang yang mengalami pingsan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Politik

Bagi Partai Demokrat, Sandiaga Adalah Seorang Santri dari Pondok Pesantren Kilat

Latar belakang Sandiaga Uno sebagai cawapres dari Prabowo Subianto memang seorang pengusaha. Meskipun ada pula yang menyatakan kalau ia merupakan seorang santri. Pembahasan Sandi merupakan seorang santri atau bukan cukup mengundang tawa di acara stasiun televisi lokal yang dibawakan oleh Najwa Shihab. Status seorang santri dari Sandiaga pun ditegaskan oleh  Presiden PKS, Sohibul iman.

Sedangkan menurut Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, yang ikut menimpali persoalan tersebut, Sandi merupakan seorang santri juga. Namun, ia tidak menempuh pendidikan di pesantren salama bertahun-bertahun seperti santri pada umumnya.

“Santri juga, kan ada pesantren kilat,” kata Ferdinand dilansir dari Detik.

Sedangkan Sohibul meyakini kalau Sandi merupakan produk santri di alam modern. Sehingga, ia pantas untuk dijadikan sebagai sosok pemimpin muslim, yang disebut sebagai sosok santri di era post-Islamisme.

“Saya kira beliau seseorang yang memang hidup di alam modern, tetapi beliau mengalami proses spiritualisasi dan islamisasi, sehingga saya bisa mengatakan Saudara Sandi adalah merupakan sosok santri di era post-Islamisme. Dia benar-benar menjadi contoh pemimpin muslim yang kompatibel dengan perkembangan zaman,” tutur Sohibul saat itu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Relationship

Bukan Melarang, tapi Curhat Si Nona dengan Lawan Jenis Memicu Perselingkuhan

Mencurahkan isi hati bagi si nona adalah hal yang dibutuhkan apabila tertimpa masalah. Apalagi melibatkan masalah denganmu Bung yang notabene adalah pasangannya. Lantaran dirundung masalah sangatlah memilukan hati, apalagi kala masalah tak kunjung usai karena ada dua ego yang saling berbenturan antar pasangan. Curhat dianggap sebagai solusi. Sebenarnya tak ada larangan untuk mencurahkan isi hati, tetapi banyak dari perempuan menemukan titik nyaman apabila curhat dengan lawan jenis. Tentu saja kecenderungan itu sangat riskan bagi hubungan Bung karena bisa mengarah ke perselingkuhan.

Salah satu faktor kenapa si nona sangat nyaman curhat dengan lawan jenis karena laki-laki tersebut bisa memosisikan dirinya seolah sebagai kakak laki-laki. Terlebih sudut pandang dan penyampaian tak berbelit-belit membuat si nona merasa dimengerti dan dipahami. Namun apakah benar kalau curhat dengan lawan jenis merupakan akar dari perselingkuhan?

“Ya, itu akar dari perselingkuhan. Kenapa? Karena ketika kita cerita ke lawan jenis yang mungkin teman, dia kelihatan jauh lebih tenang, jauh lebih memahami kita, jadinya kita bisa berpikir kok dia jauh lebih memahami kita,” tutur psikolog klinis dari Tiga Generasi, Sri Juwita Kusumawardhani, MPsi., Psikolog.

Terkesan Sangat Memahami Apa yang Melanda dalam Hati

Saat sedang si nona bercerita tentang duduk permasalahannya pada teman laki-lakinya, si  nona bakal berkesan pada cara dia mendengarkan, memberi solusi, sampai memberikan semangat untuk tetap bertahan. Apa yang dilanda di hati nona saat bertengkar dengan bung, pasti bisa diredam emosi di dalam hatinya apabila ia telah curhat kepada temannya. Bung bayangkan apabila rasa ini terus terakumulasi apabila intensitas si nona dengan teman laki-lakinya bertemu selalu. Hmmm, otomatis bakal ke arah yang kurang mengenakkan.

Bermula dari Sering Cerita Sampai Terpancing untuk Bertanya “Lagi Apa?”

Rasa rumit menghimpit dadanya, ia seolah merasakan rindu untuk terus berkomunikasi dengan teman laki-laki. Namun ia pun takut kalau si teman laki-lakinya tak merespon. Karena si nona tahu, kalau ia di datang kepadanya ketika ada masalah saja. Tetapi si nona tak bisa menyembunyikan perasaannya. Hasrat untuk meningkatkan intensitas untuk selalu dekat si teman laki-laki sangat tinggi. Sampai-sampai si nona pun beranikan diri untuk chat bukan menanyakan solusi pertengkaran. Melainkan ingin tahu apa yang sedang dilakukannya.

Pandangan Mulai Berubah dari Teman Menjadi “Pasangan”

Intensitas yang si nona lalui dengan teman laki-lakinya bakal berubah tema. Dari yang notabene teman menjadi “pasangan”. Apalagi kalau si nona pun sering bertemu tidak hanya untuk curhat. Melainkan meminta pundak untuk bersandar.

Seringnya bertemu antara si nona dengan temannya itu otomatis bakal merubah persepsinya terhadap apa yang telah Bung berikan padanya. Si nona berpikir kalau Bung tidak dapat memberikannya kebahagiaan sehingga ia mencari ke orang lain. Tak sampai di situ, si nona pun kerap berpikir, hubungan yang selalu berujung pertengkaran nampaknya tak bagus untuk kehidupan. Jadi pada tahap ini proses perselingkuhan sedang dimulai.

Si Nona Merasa Gundah Gulana perihal Isi Hatinya

Meskipun memiliki pandangan untuk mewajarkan tentang apa yang ia lakukan, hati kecilnya masih memberikan sinyal, bahwa apa yang ia lakukan ini salah. Si nona merasakan gunda gulana dalam hatinya terkait perbuatan yang ia lakukan apakah termasuk selingkuh atau bukan. Apa yang mesti dipilih? Bertahan? Atau sudahi saja daripada kerap bertengkar kemudian berujung perpisahan? Selain itu si nona pun menganggap proses bertransisi dari teman menjadi pasangan adalah hal yang berat, apabila dia pada akhirnya lebih memilih temannya itu.

Jangan Biarkan Si Nona Mencurahkan Masalahnya pada Teman Prianya

Intinya Bung seperti yang diungkapkan oleh Sri Juwita selaku pakar perselingkuhan. Potensi perselingkuhan dari curhat kepada lawan jenis memang ada. Harus ada pemberitahuan kepada si nona tentang hal apa yang harus ia lakukan saat sedang bertengkar denganmu. Karena permasalahan dalam hubungan tak mungkin berhenti di satu dua masalah saja. Bahkan yang sudah diikat secara agama saja masih bisa untuk berantem apalagi yang cuma pacaran.

“Jadi beda banget memang ketika sudah nikah, kita dan pasangan memang ketemu 24 jam, jeleknya kelihatan semua, manisnya banyak sih tapi pasti ada hal lain yang juga mesti kita tolerir. Sedangkan kalau cuma dengerin cerita kita 1-2 jam apalah artinya itu,” tambah Wita, sapaan akrab sang psikolog.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top