Komunitas sport

Beladiri Praktis Untuk Pria Metropolis

beladiri praktis

Buat pria-pria yang besar di era 80-an pasti pernah mengidolakan Fendy Pradana ketika pamer aksi bela diri sebagai Brama Kumbara dalam film saur sepuh satria madangkara. Praktis sejak bocah kita para laki-laki memang sudah terpapar aksi heroik jagoan macam panji tengkorak, si buta dari gua hantu atau kisah-kisah dari negeri seberang macam tiger wong, chin mi kung fu boy dan sembilan benua di komik tapak sakti.

Kita, para pria yang seperti itu tentu saja selalu memimpikan mampu membela diri ketika ada orang yang hendak berbuat jahat. Syukur-syukur bisa membuat wanita cantik terpana layaknya lasmini tegila-gila kesaktian Brama Kumbara. Menang ketika terpaksa berkelahi pun akhirnya jadi cita-cita.

Masalahnya kenyataan tak selalu berbanding lurus dengan mimpi. Kesibukan di kala mendewasa sungguh tak memungkinkan kita menjadi ahli bela diri. Apalagi buat mereka yang hidup diperkotaan, tentunya agak sulit mendedikasikan waktu untuk belajar ilmu-ilmu sakti mandraguna ini.

Siapa pula yang punya waktu bertapa bertahun-tahun di hutan untuk sekedar menguasai ilmu ajian serat jiwa? Tak ada juga yang mau mengabdikan dirinya mengasingkan diri dikuil shaolin untuk menguasai ilmu kung fu. Sulit juga menemukan pria yang cukup tekun belajar Karate dari sabuk putih hingga sabuk hitam.

Tapi toh tak usah khawatir. Di Indonesia, juga sudah bermunculan olah raga bela diri praktis yang telah berevolusi mengikuti zaman. Beragam Ilmu ini tampil lebih sederhana dan mudah digeluti untuk mereka yang punya sedikit waktu. Gerakannya disesuaikan untuk diterapkan pada kondisi modern perkotaan.

Tempat latihan pun tak lagi terpencil, suram dan mengerikan macam goa-goa. Beberapa bergabung dengan fitness center berpendingin ruangan. Sementara sisanya bisa ditemui di pusat-pusat kota bersebelahan dengan cafe atau tempat meminum kopi. Apa saja beladiri praktis ini?

Krav Maga

Ilmu bela diri praktis ini dikembangkan oleh pasukan khusus militer Israel. Karena itu latihan Krav Maga difokuskan pada situasi nyata yang ada didaerah perkotaan seperti di daerah asalnya macam jalan-jalan padat, rumah-rumah, aksi kriminal jalanan hingga terorisme.

Tak ada gerakan-gerakan indah ala jurus-jurus yang sering kita lihat di film silat televisi. Semua gerakan Krav Maga dibuat sesederhana mungkin. Tujuan utamanya adalah melumpuhkan lawan. Pertahanan terbaiknya adalah menyerang.

Sedikit berbeda dari kebanyakan pandangan kita akan ilmu bela diri, ajaran pertama krav maga adalah menghindari konflik. Sebisa mungkin lari menjauh dari masalah. Namun jika konfrontasi tidak bisa dihindari, maka dalam keadaan terpaksa selesaikan dengan cepat.

Secara praktis mereka mengajarkan serangan cepat ke daerah mata, leher, persendian. Kombinasi-kombinasi serangan semacam ini dianggap tabu pada bela diri tradisional. Sembari menyerang diajarkan pula untuk selalu awas melihat jalan untuk lari. Jika ada kesempatan, gerakan terbaik krav maga adalah lari.

krav maga

Mixed Martial Art (MMA)

Seperti namanya, bela diri praktis yang satu ini tak hanya berfokus pada satu cabang ilmu. Pertama kali dicetuskan oleh Keluarga Gracie dari brazil pada akhir 90-an. Menggabungkan pertarungan dengan posisi berdiri seperti tinju, thai boxing dengan pertarungan di lantai macam gulat dan brazilian ju jitsu.

Ini solusi jitu dari keterbatasan beragam bela diri tradisional yang sudah dikembangkan ratusan tahun lalu. Pasalnya penganut paham tradisional hanya punya satu pilihan posisi ketika bertarung, yaitu “berdiri” atau “dilantai”. Sementara di dunia nyata, seringkali pertarungan terjadi di dua posisi ini secara simultan. Setiap lekuk tubuh juga disahkan menjadi senjata. Mulai dari kepalan, sikut hingga lutut.

Apa tidak berbahaya? Tenang, MMA adalah bentuk yang lebih aman dari olah raga Vale Tudo. Dalam bentuk aslinya yang bernama vale tudo, bela diri ini memang cenderung mematikan. Namun karena MMA kini menjadi cabang resmi olah raga macam gelaran UFC, maka sejumlah gerakan pun dimodifikasi kebentuk yang “sekedar” melumpuhkan.

Di Indonesia sendiri MMA meledak sejak tahun 2012. Pemicunya adalah dijadikannya Indonesia tuan rumah pertandingan internasional MMA. Hasilnya kini hampir sebagian besar gym punya opsi latihan MMA. Namun jika ingin serius berlatih, cobalah bergabung dengan tempat latihan khusus. Umumnya lokasi dan situasi tempat latihan khusus ini pun sangat modern dan nyaman. (Baca lebih lanjut tentang MMA)

mixed martial art

Tarung Derajat (AA Boxer)

Bela diri praktis yang satu ini asli berasal dari Indonesia. Penciptanya adalah Ahmad Drajat, yang dikenal dengan nama AA Boxer. Seni bela diri ini lahir dari jalanan dan dibentuk dari kerasnya kehidupan sang guru.

Di awal terbentuknya murid-muridnya adalah laki-laki yang kerap menghabiskan waktu di jalanan. Mulaipedagang pasar, supir kendaraan umum, kenek, tukang parkir hingga tenaga keamanan lepas. Karena itu pelatihannya bersifat praktek dan bertarung langsung saling berhadapan.

Latihan fisik juga punya porsi yang banyak. Tak heran jika mereka yang mendalami Tarung Derajat akan tampak lebih berisi. Tingkat pertama saja sudah harus bisa melakukan push up 10 kali setiap harinya. Meningkat 25-50 kali di tingkat yang berikut.

Meski terkesan keras namun tarung derajat justru mengandalkan kekuatan otak. Kenapa demikian? Ahmad Drajat punya pengalaman buruk ketika ia belum dewasa dan baru belajar ilmu bela diri. Kala itu dirinya dipaksa berkelahi dengan senior perguruannya ketika ia belum memiliki bekal jurus yang cukup. Dengan keterbatasan pakem gerak itu dirinya jadi bulan-bulanan sang senior.

Dari pengalaman inilah ia membentuk Tarung Derajat sebagai simulasi pertarungan nyata. Otak dan kecerdasan harus digunakan dalam situasi perkelahian. Latihan refleks lebih utama dibanding penguasaan jurus. Sehingga penggelut Tarung Derajat bisa menerapkan ilmunya disegala situasi. Dengan kepraktisan tersebut tak heran jika olah raga ini sekarang dijadikan standar pelatihan militer Indonesia khususnya angkatan darat.

tarung derajat

Wing Chun

Mungkin sebagian heran jika Wing Chun kami masukan dalam bela diri praktis. Wajar karena dari segi penampilan dan nama, wing chun terkesan tradisional.

Namun semua pasti setuju jika kita menyebut nama Bruce Lee. Maestro yang satu ini memang mengembangkan sendiri ilmu bela diri yang bernama Jit Kun Do. Meski begitu Bruce Lee sendiri menggunakan teknik-teknik Wing Chun dalam setiap gerakannya. Dan praktisi bela diri juga sepakat bahwa Jit Kun Do dikembangkan dari Wing Chun.

Tidak jelas dari mana asal muasal bela diri ini. Sebagian menyebutnya berkembang di masa pemberontakan Dinasti China. Karena itu ia dibentuk secara praktis untuk mengakomodir situasi-situasi mendesak.

Wing Chun menitik beratkan pada kemampuan refleks.Karena itu jika ilmu bela diri lain menganjurkan penggiatnya untuk selalu waspada, Wing Chun justru menanamkan sikap sebaliknya alias rileks.

Senjata utamanya ada pada kepalan tangan, kaki dan sikut. Posisi tubuhnya tidak tegap diam, melainkan lentur dan mengalir. Dalam situasi nyata posisi rileks ini akan memudahkan penggiat Wing Chun untuk mengalirkan serangan lawan.

Tak ada pembagian baku antara serangan dan bertahan dalam olah raga ini. Jika satu serangan gagal maka posisi tubuh yang lentur dan rileks tadi akan segara diposisikan untuk melancarkan serangan lanjutan atau justru sebaliknya bertahan. Begitu seterusnya.

Karena sifatnya yang mengandalkan refleks, penguasaan teknik-teknik wing chun pun bervariasi di masing-masing individu. Sebagian bisa melakukan dalam tiga bulan, sebagian lagi butuh satu tahun untuk menguasai satu feleks.

wing chun

14 Comments

14 Comments

  1. Maher

    July 7, 2014 at 11:30 am

    Kok Karate gak ada? padahal karate dipakai para aparat indonesia terutama polisi untuk beladiri di jalanan, apalagi sekarang teknik karate sudah nerkembang dan variatif, jika kita melihat ke masa lalu yang mana teknik karate sangat amat mematikan ketika beladiri ini masih di rahasiakan di kepulauan Ryuku Okinawa.

  2. aku

    September 25, 2014 at 10:35 pm

    Karate terlalu luas, gerakannya macam-macam, gayanya juga macam-macam, misalnya ada Kata dsb. Teknik-teknik di atas adalah teknik yang benar-benar saya lihat dari sikon di lapangan yang sesungguhnya. Coba aja lihat gerakannya si Krav Maga, MMA dan Tarung Derajat di atas, mana ada gerakan-gerakan indah macam di film-film. Belajarnya juga gak banyak aturan seperti Karate, Kungfu, Tae Kwon Do, dsb. Lebih banyak ke instinct, mental, fisik, kecepatan dan kekuatan. Teknik? Ya jelas ada lah, semuanya jenis bela diri juga pake teknik. Ketemu lawan, sikat, beres. Maksudnya sikat tuh ya gak harus orang dengan beladiri di atas ketemu lawan langsung hantam, orangnya mampus terus ditinggal pergi. Artinya gak ada gaya-gayaan, ngeluarin tenaga dalam, dsb. Sikat di sini bisa jadi lumpuhkan lawan dengan cepat tanpa banyak basa-basi. Yang saya bingung sih Wing Chun. Apa benar ini seni beladiri praktis ya?

    Btw mohon maaf sebelumnya, tulisan saya di atas tidak bermaksud menjelekan atau memuji seni beladiri tertentu. Semua murni karena penglihatan saya saja.

  3. Dico

    November 12, 2014 at 1:22 pm

    Alhamdulillah,

    Ane udah mendalami Wingchun IP MAN :

    Nice Post

  4. Ananda Paramadina

    May 28, 2015 at 2:35 pm

    Artikelnya bagus. Sangat mencerahkan. Thanks for sharing.
    Buat temen-temen yang suka bela diri, terutama yang praktis dan tidak banyak tradisi, bisa gabung bareng komunitas bela diri Silverback Wolves.

  5. raafi

    July 24, 2015 at 1:52 pm

    smack down jg lh haa… tks atrikelnya keren

  6. andika

    November 24, 2015 at 8:49 pm

    belajar beladiri sendiri

  7. Toko Edukasi

    November 25, 2015 at 4:28 pm

    Sangat bermanfaat, dan menekuni wing chun saat ini. Thx admin 😀

  8. iskandar

    January 10, 2016 at 1:54 pm

    Brow cara husu bagi mang gue mau belajar nihh

  9. dzaky

    January 18, 2016 at 11:46 am

    Mas bro Kata emang gerakan indah, tapi kalo mas bro tau kata juga melatih refleks. Selain itu Boxer juga ada gerak langkah dasar kok yang intinya sama-sama rangkaian gerakan sama seperti Kata.

    Wingchun yang saya tau itu diciptain oleh ng mui yang terinspirasi dari melihat langsung perkelahian antara bangau dan ular.
    Sory gan kalo ada salah, CMIIW 😀

  10. ??????

    March 16, 2016 at 2:20 pm

    Kalo ane si lebih suka krav maga

  11. irpan

    April 13, 2016 at 6:04 am

    Teknik Karate itu luas, saya selalu menggunakan karate dalam tarung jalanan. Saya tidak pernah kalah melawan silat dll. Walau kena pukulan tidak terlalu parah. Wing Chun itu bagus. Siapa belajar karate di tambah wing chun. Mau apa pun lawan nya insya Allah sanggup. Karate adalah beladiri aliran keras dan teknik nya sempurna dan wing chun itu aliran lembut dan teknik arah kerak nya sempurna. Kalau gerakan karate mengikuti alur gerak wing chun. Setiap benturan adalah kematian bagi lawan. Saya pun sekarang ini bila bertarung tidak menggunakan kedua nya. Berbahaya sekali. hehehe

  12. Muhammad Rizal

    July 30, 2016 at 9:04 pm

    ayo yang mau brlajar gulat ini ada tekniknya 😀

  13. Abu Fatih

    May 16, 2017 at 9:59 am

    Beladiri apapun tergantung yang melakukan, kita nggak boleh menyombongkan diri & menganggap remeh orang/beladiri lainnya.

    Salam Persahabatan

  14. unknown

    July 2, 2017 at 10:44 pm

    Adalagi yang baru namanya Hybrid Combative system (HCS).Seperti namanya, hybrid ini adalah perpaduan dan penggabungan teknik praktis dan lethal untuk menyelesaikan konflik kekerasan secara cepat. Bila Krav Maga adalah ilmu beladiri yang di kembangkan di Israel, HCS ini adalah pengembangan self defense dari dalam negeri sehingga teknik-teknik yang diajarkan memang disesusaikan dengan keadaan di Indonesia. Bahkan beberapa personel passus kita sudah mulai belajar ilmu HCS ini secara individual. Cek deh silverbackwolves[dot]com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Sebetulnya Kapan Saat yang Tepat Beli Mobil Baru?

Berhubung membeli mobil tak semudah membayar makanan di angkringan, pastinya banyak hal yang jadi pertimbangan. Apalagi membeli mobil membutuhkan komitmen yang tidak sebentar. Tak mungkin juga, bulan ini beli lalu bulan berikutnya sudah harus dijual lagi. Nah jadi sebetulnya, kapan waktu yang tepat untuk membeli mobil baru?

Ketika Kebutuhan Tak Bisa Lagi Diakomodir Si Kuda Besi

Mungkin selama ini Kita begitu menikmati menunggang si kuda besi alias motor. Sedari muda, moda transportasi roda dua ini jadi pilihan dalam situasi apa pun. Namun toh nyatanya hidup mengalami perubahan. Ada beberapa kegiatan yang ada saat ini sudah tak mungkin lagi dilakukan dengan mengendarai motor.

Misalnya, dulu mungkin tak begitu masalah naik motor ketika masih membujang tanpa ada yang menemani. Ketika sudah berpasangan apalagi berstatus keluarga muda dengan anak yang masih kecil-kecil tentu jadi berbeda kasus. Tak mungkin lagi membonceng si kecil di motor dan membawanya dalam perjalanan jauh.
Ini salah satu momen yang pas untuk mulai berpikir mengambil mobil untuk kendaraan cadangan. Bukan berarti meninggalkan tunggangan setia, tapi memang ada kebutuhan yang mau tak mau harus menggunakan roda empat.

Ketika Mobil Sudah Punya, Tapi Usianya Sudah Lanjut

 

Tak salah memang terhanyut dalam romansa dan memori dengan mobil yang selama ini telah menemani. Tapi kita juga harus realistis, bahwa mobil juga punya usia sebaik apapun kita merawatnya. Mungkin bukan berarti kita menjual yang lama tapi tidak lagi menggunakannya untuk kendaraan sehari-hari adalah langkah yang bijak.

Kondisi paling ideal mobil itu berada pada usia tiga tahun pertama. Lima tahun berikutnya masih bisa dijadikan andalan namun sudah akan mulai ditemui beberapa masalah. Sementara durasi pemakaian mobil untuk harian, yakni sekitar 8 hingga 10 tahun atau jika sudah menempuh jarak lebih dari 200 ribu kilometer.

Sama halnya dengan manusia yang telah lanjut usia, mobil juga sama. Walau suku cadang tersedia, ketika batas pemakaian tersebut sudah dilewati, maka kondisi mesin dan sasis sudah masuk pada level tak layak pakai.

Tak hanya kekhawatiran untuk mogok dan tiba-tiba rusak dijalan saja, menunggangi mobil-mobil yang sudah tak lagi diproduksi juga jadi sebuah resiko yang tinggi. Ketika kita masih berusaha merawat dan mencintainya, bisa jadi perusahaan yang ada disana sudah tak lagi memproduksi spare part yang mobil tersebut miliki. Sementara mobil sudah melulu minta ‘jajan’ karena suku cadang yang rusak. Walhasil selain biaya perawatan tinggi, bisa jadi mobil hanya teronggok tak bisa digunakan karena menunggu suku cadang tersedia.

Ketika Fitur dan Fungsi yang Ditawarkan Mobil Baru Begitu Menggoda Dan Sesuai Kebutuhan Saat Ini

Dulu mungkin kita merasa sah-sah saja dengan fasilitas yang ada di kendaraan roda empat yang kita miliki. Namun teknologi tak hanya diam di tempat. Kalau masih terus berkutat di mobil lama, kita tak akan paham sudah ada inovasi yang akan memudahkan kita dalam berkendara.

Coba tengok misalnya Renault KWID. Di bagian interiornya yang paling mencolok adalah hadirnya head unit layar sentuh berukuran 7 inci yang mengatur sistem hiburan di dalam kabin mobil yang juga telah terintegrasi dengan navigasi satelit menggunakan tampilan 2D/3D.

Sementara untuk fitur sisi keamanan Renault KWID dibekali dengan keyless entry dengan remote dan central lock. Nah untuk kenyamanan Renault KWID juga memiliki fitur heater atau penghangat kabin jika udara di luar terlalu dingin.

Fitur macam ini belum dimiliki mobil terdahulumu bukan?

Ketika Model Baru Yang Ditawarkan Unik Dan Modern

Secara teknis mungkin kendaraan lama belum bermasalah. Tapi bisa jadi kitanya yang sudah dilanda jenuh dengan kendaraan yang itu-itu saja. Jangan anggap remeh karena efek bosan ini bisa melanda kemana-mana. Bayangkan mood yang tak bagus karena waktu di jalan tak dapat sensasi asiknya mengendarai mobil.

Kala itu terjadi maka saatnya untuk melirik kendaraan yang baru. Supaya tak dilanda bosan, cobalah sesuatu yang benar-benar unik. Contoh, misalnya kamu ingin punya mobil yang ramah jalanan perkotaan tapi masih gagah dari sisi penampilan.

Paduan macam itu tentu tak akan bikin kita lekas bosan. Seperti Renault KWID yang jika menilik dari dimensinya mobil yang mengusung mesin 1.000 cc tiga silinder ini memang masuk di kategori City Car.

Namun KWID punya desain unik yang membuatnya bertipe crossover dengan tampilan SUV. Ciri paling kentalnya adalah ground clearance alias jarak bodi terendah ke tanah yang mencapai 180 mm. Didukung pula dengan fender yang cukup besar khas mobil crossover. Sementara bagian grille depan Renault KWID juga tampil tegas dan kokoh. Lampu depan terdapat “C” shape signature sebagai ciri khas Renault terbaru.

Dengan desain apik tersebut, tak heran jika di tahun pertama kehadirannya di Indonesia, Renault KWID langsung meraih penghargaan bergengsi di ajang OTOMOTIF Award 2017. Dalam kategori The Best Small City Hatchback.

Ketika Garansi Dan Asuransi Mobil Baru Memudahkan Untuk Beraktivitas

Sama halnya dengan usia yang telah tua, batas garansi pada perawatan mobil jadi pertimbangan pelik lain. Mobil baru seperti contohnya Renault KWID tadi dilengkapi dengan garansi minimal 3 tahun untuk mesin atau telah menempuh jarak 100 ribu Km. Dengan kata lain, memiliki mobil baru akan memangkas biaya perawatan mobil yang mungkin akan kita keluarkan jika terus bertahan dengan mobil yang sudah uzur.

Tak percaya? Coba tengok layanan purna jual “Renault Peace of Mind”. Ada Silver Package for Renault Kwid & Renault Koleos, tambahan 2 tahun jaminan garansi kendaraan Anda sehingga menjadi total 5 tahun jaminan garansi atau 100.000 km (mana yang tercapai lebih dahulu).

Kemudian ada Gold Package for Renault Kwid, Renault Duster 4×2, Renault Duster 4×4 & Renault Koleos, jaminan bebas biaya sparepart dan jasa service berkala dimulai dari service 1.000 km dan kelipatan 10.000 km sampai dengan 60.000 km dengan masa jaminan garansi kendaraan 3 tahun atau 100.000 km (mana yang tercapai lebih dahulu).

Terakhir ada Platinum Package for Renault Kwid & Renault Koleos, jaminan bebas biaya sparepart dan jasa service berkala dimulai dari service 1.000 km dan kelipatan 10.000 km sampai dengan 100.000 km dengan tambahan 2 tahun jaminan garansi kendaraanmu sehingga menjadi total 5 tahun jaminan garansi atau 100.000 km (mana yang tercapai lebih dahulu).

Tapi memboyong mobil baru bergaransi saja tidak cukup. Karena untuk apa dilengkapi garansi kalau bengkel ternyata sulit ditemui. Kalau kita melirik Renault misalnya, hati tentu akan lebih tentram. Karena pabrikan asal Perancis tersebut sudah bekerja sama dengan group Nissan.

Jadi layanan bengkel dan purna jualnya selain dari renault juga bisa dikerjakan di bengkel Nissan. Hal ini dimungkinkan karena berbekal kekuatan aliansi Renault – Nissan dimana untuk distribusi, pemasaran dan layanan purna jual merek Renault pun ditangani oleh Indomobil Group yang juga menangani Nissan.

Di samping garansi, masalah perlindungan asuransi kehilangan dan kerusakan juga harus jadi pertimbangan. Mobil dengan usia muda akan lebih mudah disetujui oleh pihak asuransi. Sementara mobil yang sudah tua akan sulit mendapatkan perusahaan asuransi yang mau melindungi. Kalaupun disetujui, biasanya akan membutuhkan uang premi yang tidak sedikit.

Jadi ingat, terikat romansa dengan kendaraan lama boleh saja, tapi terus menutup mata dengan kehadiran yang baru tentunya bukan langkah yang bijak.

14 Comments

14 Comments

  1. Maher

    July 7, 2014 at 11:30 am

    Kok Karate gak ada? padahal karate dipakai para aparat indonesia terutama polisi untuk beladiri di jalanan, apalagi sekarang teknik karate sudah nerkembang dan variatif, jika kita melihat ke masa lalu yang mana teknik karate sangat amat mematikan ketika beladiri ini masih di rahasiakan di kepulauan Ryuku Okinawa.

  2. aku

    September 25, 2014 at 10:35 pm

    Karate terlalu luas, gerakannya macam-macam, gayanya juga macam-macam, misalnya ada Kata dsb. Teknik-teknik di atas adalah teknik yang benar-benar saya lihat dari sikon di lapangan yang sesungguhnya. Coba aja lihat gerakannya si Krav Maga, MMA dan Tarung Derajat di atas, mana ada gerakan-gerakan indah macam di film-film. Belajarnya juga gak banyak aturan seperti Karate, Kungfu, Tae Kwon Do, dsb. Lebih banyak ke instinct, mental, fisik, kecepatan dan kekuatan. Teknik? Ya jelas ada lah, semuanya jenis bela diri juga pake teknik. Ketemu lawan, sikat, beres. Maksudnya sikat tuh ya gak harus orang dengan beladiri di atas ketemu lawan langsung hantam, orangnya mampus terus ditinggal pergi. Artinya gak ada gaya-gayaan, ngeluarin tenaga dalam, dsb. Sikat di sini bisa jadi lumpuhkan lawan dengan cepat tanpa banyak basa-basi. Yang saya bingung sih Wing Chun. Apa benar ini seni beladiri praktis ya?

    Btw mohon maaf sebelumnya, tulisan saya di atas tidak bermaksud menjelekan atau memuji seni beladiri tertentu. Semua murni karena penglihatan saya saja.

  3. Dico

    November 12, 2014 at 1:22 pm

    Alhamdulillah,

    Ane udah mendalami Wingchun IP MAN :

    Nice Post

  4. Ananda Paramadina

    May 28, 2015 at 2:35 pm

    Artikelnya bagus. Sangat mencerahkan. Thanks for sharing.
    Buat temen-temen yang suka bela diri, terutama yang praktis dan tidak banyak tradisi, bisa gabung bareng komunitas bela diri Silverback Wolves.

  5. raafi

    July 24, 2015 at 1:52 pm

    smack down jg lh haa… tks atrikelnya keren

  6. andika

    November 24, 2015 at 8:49 pm

    belajar beladiri sendiri

  7. Toko Edukasi

    November 25, 2015 at 4:28 pm

    Sangat bermanfaat, dan menekuni wing chun saat ini. Thx admin 😀

  8. iskandar

    January 10, 2016 at 1:54 pm

    Brow cara husu bagi mang gue mau belajar nihh

  9. dzaky

    January 18, 2016 at 11:46 am

    Mas bro Kata emang gerakan indah, tapi kalo mas bro tau kata juga melatih refleks. Selain itu Boxer juga ada gerak langkah dasar kok yang intinya sama-sama rangkaian gerakan sama seperti Kata.

    Wingchun yang saya tau itu diciptain oleh ng mui yang terinspirasi dari melihat langsung perkelahian antara bangau dan ular.
    Sory gan kalo ada salah, CMIIW 😀

  10. ??????

    March 16, 2016 at 2:20 pm

    Kalo ane si lebih suka krav maga

  11. irpan

    April 13, 2016 at 6:04 am

    Teknik Karate itu luas, saya selalu menggunakan karate dalam tarung jalanan. Saya tidak pernah kalah melawan silat dll. Walau kena pukulan tidak terlalu parah. Wing Chun itu bagus. Siapa belajar karate di tambah wing chun. Mau apa pun lawan nya insya Allah sanggup. Karate adalah beladiri aliran keras dan teknik nya sempurna dan wing chun itu aliran lembut dan teknik arah kerak nya sempurna. Kalau gerakan karate mengikuti alur gerak wing chun. Setiap benturan adalah kematian bagi lawan. Saya pun sekarang ini bila bertarung tidak menggunakan kedua nya. Berbahaya sekali. hehehe

  12. Muhammad Rizal

    July 30, 2016 at 9:04 pm

    ayo yang mau brlajar gulat ini ada tekniknya 😀

  13. Abu Fatih

    May 16, 2017 at 9:59 am

    Beladiri apapun tergantung yang melakukan, kita nggak boleh menyombongkan diri & menganggap remeh orang/beladiri lainnya.

    Salam Persahabatan

  14. unknown

    July 2, 2017 at 10:44 pm

    Adalagi yang baru namanya Hybrid Combative system (HCS).Seperti namanya, hybrid ini adalah perpaduan dan penggabungan teknik praktis dan lethal untuk menyelesaikan konflik kekerasan secara cepat. Bila Krav Maga adalah ilmu beladiri yang di kembangkan di Israel, HCS ini adalah pengembangan self defense dari dalam negeri sehingga teknik-teknik yang diajarkan memang disesusaikan dengan keadaan di Indonesia. Bahkan beberapa personel passus kita sudah mulai belajar ilmu HCS ini secara individual. Cek deh silverbackwolves[dot]com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top