Komunitas sport

Beladiri Praktis Untuk Pria Metropolis

beladiri praktis

Buat pria-pria yang besar di era 80-an pasti pernah mengidolakan Fendy Pradana ketika pamer aksi bela diri sebagai Brama Kumbara dalam film saur sepuh satria madangkara. Praktis sejak bocah kita para laki-laki memang sudah terpapar aksi heroik jagoan macam panji tengkorak, si buta dari gua hantu atau kisah-kisah dari negeri seberang macam tiger wong, chin mi kung fu boy dan sembilan benua di komik tapak sakti.

Kita, para pria yang seperti itu tentu saja selalu memimpikan mampu membela diri ketika ada orang yang hendak berbuat jahat. Syukur-syukur bisa membuat wanita cantik terpana layaknya lasmini tegila-gila kesaktian Brama Kumbara. Menang ketika terpaksa berkelahi pun akhirnya jadi cita-cita.

Masalahnya kenyataan tak selalu berbanding lurus dengan mimpi. Kesibukan di kala mendewasa sungguh tak memungkinkan kita menjadi ahli bela diri. Apalagi buat mereka yang hidup diperkotaan, tentunya agak sulit mendedikasikan waktu untuk belajar ilmu-ilmu sakti mandraguna ini.

Siapa pula yang punya waktu bertapa bertahun-tahun di hutan untuk sekedar menguasai ilmu ajian serat jiwa? Tak ada juga yang mau mengabdikan dirinya mengasingkan diri dikuil shaolin untuk menguasai ilmu kung fu. Sulit juga menemukan pria yang cukup tekun belajar Karate dari sabuk putih hingga sabuk hitam.

Tapi toh tak usah khawatir. Di Indonesia, juga sudah bermunculan olah raga bela diri praktis yang telah berevolusi mengikuti zaman. Beragam Ilmu ini tampil lebih sederhana dan mudah digeluti untuk mereka yang punya sedikit waktu. Gerakannya disesuaikan untuk diterapkan pada kondisi modern perkotaan.

Tempat latihan pun tak lagi terpencil, suram dan mengerikan macam goa-goa. Beberapa bergabung dengan fitness center berpendingin ruangan. Sementara sisanya bisa ditemui di pusat-pusat kota bersebelahan dengan cafe atau tempat meminum kopi. Apa saja beladiri praktis ini?

Krav Maga

Ilmu bela diri praktis ini dikembangkan oleh pasukan khusus militer Israel. Karena itu latihan Krav Maga difokuskan pada situasi nyata yang ada didaerah perkotaan seperti di daerah asalnya macam jalan-jalan padat, rumah-rumah, aksi kriminal jalanan hingga terorisme.

Tak ada gerakan-gerakan indah ala jurus-jurus yang sering kita lihat di film silat televisi. Semua gerakan Krav Maga dibuat sesederhana mungkin. Tujuan utamanya adalah melumpuhkan lawan. Pertahanan terbaiknya adalah menyerang.

Sedikit berbeda dari kebanyakan pandangan kita akan ilmu bela diri, ajaran pertama krav maga adalah menghindari konflik. Sebisa mungkin lari menjauh dari masalah. Namun jika konfrontasi tidak bisa dihindari, maka dalam keadaan terpaksa selesaikan dengan cepat.

Secara praktis mereka mengajarkan serangan cepat ke daerah mata, leher, persendian. Kombinasi-kombinasi serangan semacam ini dianggap tabu pada bela diri tradisional. Sembari menyerang diajarkan pula untuk selalu awas melihat jalan untuk lari. Jika ada kesempatan, gerakan terbaik krav maga adalah lari.

krav maga

Mixed Martial Art (MMA)

Seperti namanya, bela diri praktis yang satu ini tak hanya berfokus pada satu cabang ilmu. Pertama kali dicetuskan oleh Keluarga Gracie dari brazil pada akhir 90-an. Menggabungkan pertarungan dengan posisi berdiri seperti tinju, thai boxing dengan pertarungan di lantai macam gulat dan brazilian ju jitsu.

Ini solusi jitu dari keterbatasan beragam bela diri tradisional yang sudah dikembangkan ratusan tahun lalu. Pasalnya penganut paham tradisional hanya punya satu pilihan posisi ketika bertarung, yaitu “berdiri” atau “dilantai”. Sementara di dunia nyata, seringkali pertarungan terjadi di dua posisi ini secara simultan. Setiap lekuk tubuh juga disahkan menjadi senjata. Mulai dari kepalan, sikut hingga lutut.

Apa tidak berbahaya? Tenang, MMA adalah bentuk yang lebih aman dari olah raga Vale Tudo. Dalam bentuk aslinya yang bernama vale tudo, bela diri ini memang cenderung mematikan. Namun karena MMA kini menjadi cabang resmi olah raga macam gelaran UFC, maka sejumlah gerakan pun dimodifikasi kebentuk yang “sekedar” melumpuhkan.

Di Indonesia sendiri MMA meledak sejak tahun 2012. Pemicunya adalah dijadikannya Indonesia tuan rumah pertandingan internasional MMA. Hasilnya kini hampir sebagian besar gym punya opsi latihan MMA. Namun jika ingin serius berlatih, cobalah bergabung dengan tempat latihan khusus. Umumnya lokasi dan situasi tempat latihan khusus ini pun sangat modern dan nyaman. (Baca lebih lanjut tentang MMA)

mixed martial art

Tarung Derajat (AA Boxer)

Bela diri praktis yang satu ini asli berasal dari Indonesia. Penciptanya adalah Ahmad Drajat, yang dikenal dengan nama AA Boxer. Seni bela diri ini lahir dari jalanan dan dibentuk dari kerasnya kehidupan sang guru.

Di awal terbentuknya murid-muridnya adalah laki-laki yang kerap menghabiskan waktu di jalanan. Mulaipedagang pasar, supir kendaraan umum, kenek, tukang parkir hingga tenaga keamanan lepas. Karena itu pelatihannya bersifat praktek dan bertarung langsung saling berhadapan.

Latihan fisik juga punya porsi yang banyak. Tak heran jika mereka yang mendalami Tarung Derajat akan tampak lebih berisi. Tingkat pertama saja sudah harus bisa melakukan push up 10 kali setiap harinya. Meningkat 25-50 kali di tingkat yang berikut.

Meski terkesan keras namun tarung derajat justru mengandalkan kekuatan otak. Kenapa demikian? Ahmad Drajat punya pengalaman buruk ketika ia belum dewasa dan baru belajar ilmu bela diri. Kala itu dirinya dipaksa berkelahi dengan senior perguruannya ketika ia belum memiliki bekal jurus yang cukup. Dengan keterbatasan pakem gerak itu dirinya jadi bulan-bulanan sang senior.

Dari pengalaman inilah ia membentuk Tarung Derajat sebagai simulasi pertarungan nyata. Otak dan kecerdasan harus digunakan dalam situasi perkelahian. Latihan refleks lebih utama dibanding penguasaan jurus. Sehingga penggelut Tarung Derajat bisa menerapkan ilmunya disegala situasi. Dengan kepraktisan tersebut tak heran jika olah raga ini sekarang dijadikan standar pelatihan militer Indonesia khususnya angkatan darat.

tarung derajat

Wing Chun

Mungkin sebagian heran jika Wing Chun kami masukan dalam bela diri praktis. Wajar karena dari segi penampilan dan nama, wing chun terkesan tradisional.

Namun semua pasti setuju jika kita menyebut nama Bruce Lee. Maestro yang satu ini memang mengembangkan sendiri ilmu bela diri yang bernama Jit Kun Do. Meski begitu Bruce Lee sendiri menggunakan teknik-teknik Wing Chun dalam setiap gerakannya. Dan praktisi bela diri juga sepakat bahwa Jit Kun Do dikembangkan dari Wing Chun.

Tidak jelas dari mana asal muasal bela diri ini. Sebagian menyebutnya berkembang di masa pemberontakan Dinasti China. Karena itu ia dibentuk secara praktis untuk mengakomodir situasi-situasi mendesak.

Wing Chun menitik beratkan pada kemampuan refleks.Karena itu jika ilmu bela diri lain menganjurkan penggiatnya untuk selalu waspada, Wing Chun justru menanamkan sikap sebaliknya alias rileks.

Senjata utamanya ada pada kepalan tangan, kaki dan sikut. Posisi tubuhnya tidak tegap diam, melainkan lentur dan mengalir. Dalam situasi nyata posisi rileks ini akan memudahkan penggiat Wing Chun untuk mengalirkan serangan lawan.

Tak ada pembagian baku antara serangan dan bertahan dalam olah raga ini. Jika satu serangan gagal maka posisi tubuh yang lentur dan rileks tadi akan segara diposisikan untuk melancarkan serangan lanjutan atau justru sebaliknya bertahan. Begitu seterusnya.

Karena sifatnya yang mengandalkan refleks, penguasaan teknik-teknik wing chun pun bervariasi di masing-masing individu. Sebagian bisa melakukan dalam tiga bulan, sebagian lagi butuh satu tahun untuk menguasai satu feleks.

wing chun

14 Comments

14 Comments

  1. Maher

    July 7, 2014 at 11:30 am

    Kok Karate gak ada? padahal karate dipakai para aparat indonesia terutama polisi untuk beladiri di jalanan, apalagi sekarang teknik karate sudah nerkembang dan variatif, jika kita melihat ke masa lalu yang mana teknik karate sangat amat mematikan ketika beladiri ini masih di rahasiakan di kepulauan Ryuku Okinawa.

  2. aku

    September 25, 2014 at 10:35 pm

    Karate terlalu luas, gerakannya macam-macam, gayanya juga macam-macam, misalnya ada Kata dsb. Teknik-teknik di atas adalah teknik yang benar-benar saya lihat dari sikon di lapangan yang sesungguhnya. Coba aja lihat gerakannya si Krav Maga, MMA dan Tarung Derajat di atas, mana ada gerakan-gerakan indah macam di film-film. Belajarnya juga gak banyak aturan seperti Karate, Kungfu, Tae Kwon Do, dsb. Lebih banyak ke instinct, mental, fisik, kecepatan dan kekuatan. Teknik? Ya jelas ada lah, semuanya jenis bela diri juga pake teknik. Ketemu lawan, sikat, beres. Maksudnya sikat tuh ya gak harus orang dengan beladiri di atas ketemu lawan langsung hantam, orangnya mampus terus ditinggal pergi. Artinya gak ada gaya-gayaan, ngeluarin tenaga dalam, dsb. Sikat di sini bisa jadi lumpuhkan lawan dengan cepat tanpa banyak basa-basi. Yang saya bingung sih Wing Chun. Apa benar ini seni beladiri praktis ya?

    Btw mohon maaf sebelumnya, tulisan saya di atas tidak bermaksud menjelekan atau memuji seni beladiri tertentu. Semua murni karena penglihatan saya saja.

  3. Dico

    November 12, 2014 at 1:22 pm

    Alhamdulillah,

    Ane udah mendalami Wingchun IP MAN :

    Nice Post

  4. Ananda Paramadina

    May 28, 2015 at 2:35 pm

    Artikelnya bagus. Sangat mencerahkan. Thanks for sharing.
    Buat temen-temen yang suka bela diri, terutama yang praktis dan tidak banyak tradisi, bisa gabung bareng komunitas bela diri Silverback Wolves.

  5. raafi

    July 24, 2015 at 1:52 pm

    smack down jg lh haa… tks atrikelnya keren

  6. andika

    November 24, 2015 at 8:49 pm

    belajar beladiri sendiri

  7. Toko Edukasi

    November 25, 2015 at 4:28 pm

    Sangat bermanfaat, dan menekuni wing chun saat ini. Thx admin 😀

  8. iskandar

    January 10, 2016 at 1:54 pm

    Brow cara husu bagi mang gue mau belajar nihh

  9. dzaky

    January 18, 2016 at 11:46 am

    Mas bro Kata emang gerakan indah, tapi kalo mas bro tau kata juga melatih refleks. Selain itu Boxer juga ada gerak langkah dasar kok yang intinya sama-sama rangkaian gerakan sama seperti Kata.

    Wingchun yang saya tau itu diciptain oleh ng mui yang terinspirasi dari melihat langsung perkelahian antara bangau dan ular.
    Sory gan kalo ada salah, CMIIW 😀

  10. ??????

    March 16, 2016 at 2:20 pm

    Kalo ane si lebih suka krav maga

  11. irpan

    April 13, 2016 at 6:04 am

    Teknik Karate itu luas, saya selalu menggunakan karate dalam tarung jalanan. Saya tidak pernah kalah melawan silat dll. Walau kena pukulan tidak terlalu parah. Wing Chun itu bagus. Siapa belajar karate di tambah wing chun. Mau apa pun lawan nya insya Allah sanggup. Karate adalah beladiri aliran keras dan teknik nya sempurna dan wing chun itu aliran lembut dan teknik arah kerak nya sempurna. Kalau gerakan karate mengikuti alur gerak wing chun. Setiap benturan adalah kematian bagi lawan. Saya pun sekarang ini bila bertarung tidak menggunakan kedua nya. Berbahaya sekali. hehehe

  12. Muhammad Rizal

    July 30, 2016 at 9:04 pm

    ayo yang mau brlajar gulat ini ada tekniknya 😀

  13. Abu Fatih

    May 16, 2017 at 9:59 am

    Beladiri apapun tergantung yang melakukan, kita nggak boleh menyombongkan diri & menganggap remeh orang/beladiri lainnya.

    Salam Persahabatan

  14. unknown

    July 2, 2017 at 10:44 pm

    Adalagi yang baru namanya Hybrid Combative system (HCS).Seperti namanya, hybrid ini adalah perpaduan dan penggabungan teknik praktis dan lethal untuk menyelesaikan konflik kekerasan secara cepat. Bila Krav Maga adalah ilmu beladiri yang di kembangkan di Israel, HCS ini adalah pengembangan self defense dari dalam negeri sehingga teknik-teknik yang diajarkan memang disesusaikan dengan keadaan di Indonesia. Bahkan beberapa personel passus kita sudah mulai belajar ilmu HCS ini secara individual. Cek deh silverbackwolves[dot]com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Karena Penelitian Menyebut Kecerdasan Itu Sexy

Sebagian orang masih mengasosiasikan “pintar dan cerdas” itu dengan tampilan kaku macam kutu buku. Padahal sesungguhnya saat ini banyak tokoh-tokoh yang lekat dengan kecerdasan macam Elon Musk atau Mark Zuckerberg yang justru dianggap menarik dan sexy.

Beberapa penelitian juga bahkan menunjukan hal ini. Salah satunya adalah penelitian yang digagas psikolog Gilles Gignac, Joey Darbyshire, dan Michelle Ooi dari University of Western Australia. Mereka menemukan bahwa orang-orang dengan IQ tinggi memiliki skor tinggi dalam hal keseksian ketika dinilai oleh orang lain.


“Kecerdasan” Menjadi Faktor Kedua Daya Tarik Setelah “Kebaikan”

Penelitian tentang kecerdasan dan daya tarik di atas melibatkan sedikitnya 10 ribu peserta dari 33 negara di dunia. Salah satu temuan menariknya adalah para peserta penelitian menempatkan “smart” di nomor dua sebagai daya tarik.

Posisi ini hanya dikalahkan oleh faktor “kebaikan dan pengertian” yang menempati urutan nomor satu. Jadi sesungguhnya dengan menjadi baik dan terus melatih kecerdasan sudah bisa membuat orang lain tertarik kepada kita.

Salah Satu Indikator Kecerdasan Adalah Selera Humor

Dalam penelitian itu juga ditanyakan mengenai indikator apa yang digunakan untuk menilai seseorang cerdas atau tidak. Sebagian menyebut bahwa salah satu indikator yang digunakan untuk menilai kecerdasan seseorang adalah selera humornya.

Karena mereka yang cerdas selalu berpikiran terbuka dan orang yang berpikiran terbuka ini cenderung punya selera humor yang baik. Mereka yang smart juga dikatakan tidak akan mudah tersinggung dan aspiratif terhadap ide-ide baru.

Tak Cuma Pada Individu, “Smart Dan Sexy” Juga Kini Diterapkan Pada Hal Lain

Perpaduan menarik ini tak cuma ditemui dalam urusan penggambaran individu seseorang. Karena kini banyak sektor juga menerapkan konsep ini. Coba tengok misalnya gadget yang selalu menemani kita.

Dahulu mungkin handphone hanya digunakan sebagai alat komunikasi suara dan teks. Kini perkembangannya sudah jauh lebih dari itu. Mulai dari mengakses internet, sosial media, pesan makanan, penunjuk arah hingga fungsi lainnya yang dulu hanya impian.

Tapi toh kamu juga tak mau hanya menggunakan gadget yang cerdas saja bukan? Begitu banyak pilihan ponsel cerdas, tentunya kamu juga memilih yang di desain menarik lagi sexy. Karena hal tersebut juga menunjukan jati diri.

Bahkan Meluas Hingga Urusan Tata Kota Juga Tersentuh Unsur Kecerdasan

Familiar dengan istilah Smart City? Yup inilah konsep yang diinisiasi oleh Suhono S. Supangkat dari ITB. Kota tak lagi hanya menjual soal “keindahan dan kecantikan” namun juga harus bersifat smart.

Menurutnya, Smart City adalah kota yang bisa mengelola Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM) dan sumber daya lainnya sehingga warganya bisa hidup nyaman aman dan berkelanjutan.

Seperti adanya transparansi dan partisipasi publik, transportasi publik, transaksi non tunai, manajemen limbah, energi, keamanan, data dan informasi. Hal ini dapat didukung melalui teknologi informasi dan komunikasi. Terbayang menyenangkannya hidup di kota yang di tata macam ini bukan?

Tak Mau Ketinggalan, Urusan Kendaraan Juga Harus Mengadaptasi Ini

Soal “smart dan sexy” ini juga merambat ke urusan kendaraan. Mengingat hal ini melekat dengan kita dan digunakan juga untuk berativitas sehari-hari. Wajar rasanya jika konsep ini juga diterapkan pada kendaaraan kita.

Ambil contoh Yamaha Lexi yang mengusung konsep “Smart is The New Sexy” yang bermakna bahwa sexy tidak hanya tentang penampilan melainkan tentang karakter, sikap dan pola pikir yang Smart. Yamaha Lexi mempunyai 3 pilar konsep Utama

Untuk Smart & Sexy Design, Motor ini mengkombinasikan unsur Luxury dan Elegan dengan bobot yang paling ringan di kelas MAXI YAMAHA. Tampilannya yang berkelas ditunjang desain lampu Grand LED Headlight ditambah eye line biru yang menawan memperkuat kesan mewah dan elegan. Apalagi untuk tipe Lexi-S, desain joknya  memadukan dua tekstur kombinasi yang disatukan dengan motif jahitan elegan membuat tampilan motor menjadi lebih berkelas.

Tak cuma tampilan karena yamaha Lexi ini punya Smart Features. Untuk Varian Yamaha Lexi-S dibekali fitur Smart Key System yang merupakan sistem kunci tanpa anak kunci alias keyless. Kunci ini juga sudah disematkan fitur Immobilizer dan Answer Back System untuk memudahkan pengendara mencari posisi parkir motor.

Berkendara dalam jarak jauh juga kini tidak perlu khawatir karena Yamaha Lexi memiliki bagasi yang luas dan lega untuk menampung barang bawaan lebih banyak. Apalagi, Yamaha Lexi menjamin pengendara tetap terhubung melalui Smartphone karena dilengkapi Electric Power Socket untuk mengisi daya gadget.

Urusan dapur pacu diserahkan pada Smart Engine. Dari segi performa mesin, Yamaha Lexi menggunakan mesin generasi baru Blue Core 125 cc yang disempurnakan Variable Valve Actuation (VVA). Mesin ini secara cerdas akan membuat aksi berkendara lebih efisien, bertenaga dan handal dengan tenaga dan torsi maksimum di setiap putaran mesin. Apalagi Yamaha Lexi dilengkapi Liquid Cooled 4 Valves (LC4V) yang membuat suhu mesin lebih stabil dan performa lebih maksimal.

Tak berhenti disitu Yamaha Lexi dibekali fitur canggih Stop & Start System (SSS) berfungsi untuk mengurangi konsumsi bahan bakar yang tidak perlu pada saat motor sedang berhenti. Apalagi ditambah Smart Motor Generator (SMG) membuat suara motor lebih halus saat dinyalakan. Kalau masih penasaran soal motor satu ini kamu bisa lihat detailnya di halaman ini!

Jadi bagaimana? Kamu sudah siap mengikuti trend smart is the new sexy ini?

14 Comments

14 Comments

  1. Maher

    July 7, 2014 at 11:30 am

    Kok Karate gak ada? padahal karate dipakai para aparat indonesia terutama polisi untuk beladiri di jalanan, apalagi sekarang teknik karate sudah nerkembang dan variatif, jika kita melihat ke masa lalu yang mana teknik karate sangat amat mematikan ketika beladiri ini masih di rahasiakan di kepulauan Ryuku Okinawa.

  2. aku

    September 25, 2014 at 10:35 pm

    Karate terlalu luas, gerakannya macam-macam, gayanya juga macam-macam, misalnya ada Kata dsb. Teknik-teknik di atas adalah teknik yang benar-benar saya lihat dari sikon di lapangan yang sesungguhnya. Coba aja lihat gerakannya si Krav Maga, MMA dan Tarung Derajat di atas, mana ada gerakan-gerakan indah macam di film-film. Belajarnya juga gak banyak aturan seperti Karate, Kungfu, Tae Kwon Do, dsb. Lebih banyak ke instinct, mental, fisik, kecepatan dan kekuatan. Teknik? Ya jelas ada lah, semuanya jenis bela diri juga pake teknik. Ketemu lawan, sikat, beres. Maksudnya sikat tuh ya gak harus orang dengan beladiri di atas ketemu lawan langsung hantam, orangnya mampus terus ditinggal pergi. Artinya gak ada gaya-gayaan, ngeluarin tenaga dalam, dsb. Sikat di sini bisa jadi lumpuhkan lawan dengan cepat tanpa banyak basa-basi. Yang saya bingung sih Wing Chun. Apa benar ini seni beladiri praktis ya?

    Btw mohon maaf sebelumnya, tulisan saya di atas tidak bermaksud menjelekan atau memuji seni beladiri tertentu. Semua murni karena penglihatan saya saja.

  3. Dico

    November 12, 2014 at 1:22 pm

    Alhamdulillah,

    Ane udah mendalami Wingchun IP MAN :

    Nice Post

  4. Ananda Paramadina

    May 28, 2015 at 2:35 pm

    Artikelnya bagus. Sangat mencerahkan. Thanks for sharing.
    Buat temen-temen yang suka bela diri, terutama yang praktis dan tidak banyak tradisi, bisa gabung bareng komunitas bela diri Silverback Wolves.

  5. raafi

    July 24, 2015 at 1:52 pm

    smack down jg lh haa… tks atrikelnya keren

  6. andika

    November 24, 2015 at 8:49 pm

    belajar beladiri sendiri

  7. Toko Edukasi

    November 25, 2015 at 4:28 pm

    Sangat bermanfaat, dan menekuni wing chun saat ini. Thx admin 😀

  8. iskandar

    January 10, 2016 at 1:54 pm

    Brow cara husu bagi mang gue mau belajar nihh

  9. dzaky

    January 18, 2016 at 11:46 am

    Mas bro Kata emang gerakan indah, tapi kalo mas bro tau kata juga melatih refleks. Selain itu Boxer juga ada gerak langkah dasar kok yang intinya sama-sama rangkaian gerakan sama seperti Kata.

    Wingchun yang saya tau itu diciptain oleh ng mui yang terinspirasi dari melihat langsung perkelahian antara bangau dan ular.
    Sory gan kalo ada salah, CMIIW 😀

  10. ??????

    March 16, 2016 at 2:20 pm

    Kalo ane si lebih suka krav maga

  11. irpan

    April 13, 2016 at 6:04 am

    Teknik Karate itu luas, saya selalu menggunakan karate dalam tarung jalanan. Saya tidak pernah kalah melawan silat dll. Walau kena pukulan tidak terlalu parah. Wing Chun itu bagus. Siapa belajar karate di tambah wing chun. Mau apa pun lawan nya insya Allah sanggup. Karate adalah beladiri aliran keras dan teknik nya sempurna dan wing chun itu aliran lembut dan teknik arah kerak nya sempurna. Kalau gerakan karate mengikuti alur gerak wing chun. Setiap benturan adalah kematian bagi lawan. Saya pun sekarang ini bila bertarung tidak menggunakan kedua nya. Berbahaya sekali. hehehe

  12. Muhammad Rizal

    July 30, 2016 at 9:04 pm

    ayo yang mau brlajar gulat ini ada tekniknya 😀

  13. Abu Fatih

    May 16, 2017 at 9:59 am

    Beladiri apapun tergantung yang melakukan, kita nggak boleh menyombongkan diri & menganggap remeh orang/beladiri lainnya.

    Salam Persahabatan

  14. unknown

    July 2, 2017 at 10:44 pm

    Adalagi yang baru namanya Hybrid Combative system (HCS).Seperti namanya, hybrid ini adalah perpaduan dan penggabungan teknik praktis dan lethal untuk menyelesaikan konflik kekerasan secara cepat. Bila Krav Maga adalah ilmu beladiri yang di kembangkan di Israel, HCS ini adalah pengembangan self defense dari dalam negeri sehingga teknik-teknik yang diajarkan memang disesusaikan dengan keadaan di Indonesia. Bahkan beberapa personel passus kita sudah mulai belajar ilmu HCS ini secara individual. Cek deh silverbackwolves[dot]com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top