Sport

Beberapa Penyerang Haus Gol yang Menorehkan Gol Terbanyak Sepanjang Sejarah Piala Dunia

Sektor penyerang dalam Piala Dunia merupakan salah satu sorotan yang menjanjikan. Tanpa sebuah gol yang rata-rata dicetak oleh penyerang, pemenang dalam sepak bola tidak dapat ditentukan. Ajang yang sudah bergulir sekian lama ini selalu menciptakan sebuah sejarah terutama dalam urusan jumlah mencetak gol.

Nama-nama trengginas di lini depan dari sektor klub, tidak selalu dapat jalur mulus ketika membela tim nasional. Mereka yang bertaji di Eropa, bisa saja mati kutu di Piala Dunia. Namun ada juga yang sejalan atau sebaliknya. Untuk itu, simaklah Bung beberapa penyerang haus gol yang menorehkan gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.

Pele

Legenda hidup Brasil yang satu ini pasti bakal terus dikenal dalam urusan si kulit bundar, bahkan oleh anak cucu kita nanti, Bung. Pasalnya Pele merupakan salah seorang pemain yang memiliki skill yang tinggi sekaligus daya gedor yang matang. Bahkan sampai saat ini, ia merupakan satu-satunya pemain yang berhasil memenangkan Piala Dunia dalam tiga edisi yakni  1958, 1962, dan 1970. 77 gol adalah torehan yang berhasil dicetak olehnya, dan 12 diantaranya Pele torehkan saat berlaga di Piala Dunia.

Gerd Muller

Beralih ke tanah Eropa, yakni dari Jerman, nama Gerd Muller merupakan salah satu penyerang tajam yang dimiliki tim panser Jerman. Sepakannya yang tajam membuatnya menjadi salah satu striker yang ditakuti di era 70-an. Piala Dunia 1970 yang digelar di Meksiko, menjadi salah satu bukti ketika dalam ajang tersebut ia mampu mencetak 10 gol dan menjadi top skor. Sepanjang perjalanan karirnya, Gerd Muller total telah mencetak 14 gol di Piala Dunia 1970 dan 1974.

Just Fontaine

Dari Perancis, nama Just Fontaine mungkin yang dapat membuat geger dari sektor penyerang. Untuk konsisten dalam mencetak gol dalam satu ajang tidaklah mudah. Namun Fontaine justru memberikan sentuhan yang berbeda. Fontaine menciptakan rekor sebagai top skor terbanyak dalam satu kompetisi Piala Dunia, ia mencatatkan 13 gol hanya dalam enam pertandingan pada Piala Dunia 1958 di Swedia. Tak ayal pemain ini disebut sebagai penyerang spesialis Piala Dunia, Bung.

Ronaldo Da Lima

Di skala level internasional dan level klub, Ronaldo sudah diakui kehebatannya. Memiliki julukan The Phenomenon, pemain berkepala pelontos ini sukses memberikan teror bagi para penjaga gawang. Deretan klub-klub elite pun berhasil dibelanya seperti Barcelona, Real Madrid, Inter Milan, dan AC Milan. Performa apik ditunjukkannya dalam tiga ajang Piala Dunia di tahun 1998, 2002 dan 2006 dengan berhasil mengoleksi 15 gol dan membawa tim Samba menjadi jawara di ajang tersebut pada tahun 2002.

Miroslav Klose

Penyerang asal Jerman yang kerap melanglang buana ke berbagai klub Eropa, memiliki nalar positioning yang baik untuk ukuran penyerang. Sehingga koleksi gol pun selalu berhamburan. Meskipun namanya tak cemerlang di level klub. namun untuk ukuran pemain di level Internasional, ia sukses menorehkan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa dalam empat edisi Piala Dunia di tahun 2002, 2006, 2010, dan 2014. Total 16 gol berhasil dicetak Klose. Di tahun terakhirnya, ia mampu memberikan trophy kepada Jerman saat mengalahkan Argentina.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Alat Fogging Dipakai Saat Penyerahan Juara Demi Efek Asap Layaknya Turnamen Sepakbola Dunia

Menaiki podium jadi mimpi setiap tim dalam sebuah turnamen. Podium layaknya tempat terindah yang diperjuangkan, apalagi kalau jadi nomor satu. Proses penyerahan tropi jadi momen bangga dan haru. Dalam setiap turnamen besar sepakbola di dunia, biasanya ada efek asap saat penyerahan tropi diiringi confetti. Justru hal unik terjadi di Indonesia lewat unggahan video akun Twitter @adesaktiawan.

Video yang diunggah tersebut memperlihatkan momen unik ketika sebuah turnamen dan proses penyerahan tropi, memberikan efek asap menggunakan alat fogging pembasi nyamuk. Lantas hal ini menjadi bahan pembicaraan. Dalam video tersebut penyerahan tropi diberikan penyelenggara.

Ketika tim dokumentasi mengabadikan momen kemenangan, pantia berikan aba-aba kepada seseorang yang memegang alat fogging untuk memberikan efek asap yang keluar dari belakang panggung. Kejadian unik ini dinyatakan terjadi di daerah Tarakan, Kalimantan Utara.

“Perayaan juara Liga Anti DBD,” tulis @adesaktiawan dalam akunnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Ditengah Isu Mafia Bola, Garuda Muda Justru Memberikan Kabar Bahagia Dengan Jadi Juara

Garuda muda kita kembali berjaya! aktor dibalik itu semua lagi-lagi adalah Indra Sjafri bung yang pada 2013 lalu membawa Timnas Indonesia U-19 yang saat itu digawangi Evan Dimas cs menjuarai Piala AFF U-19 2013. Kini ia kembali membawa Indonesia berada di podium tertinggi setelah Indonesia berhasil menekuk Thailand 2-1 di ajang Piala AFF U-22 2019 di Kamboja.

Dalam laga sengit tersebut Indonesia sempat tertinggal terlebih dahulu lewat gol tandukan pemain Thailand. Publik Indonesia yang hadir di Olympic Stadium, Phnom Penh, Kamboja punt terdiam. Tapi hanya berdurasi satu menit saja bung, setelah Sani Rizky menyamakan kedudukan tepat lewat tendangan dari luar kotak penalti. Sebelum akhirnya Osvaldo Haay mengunci kemenangan dengan gol tandukannya yang jadi penentut gelar juara menjadi miliki Indonesia U-22.

Prestasi ini tentu menjadi pemanis dibalik cerita buruk persepakbolaan Indonesia yang sedang hangatnya isu mafia bola dan pengaturan skor. Menpora, Imam Nahrawi menjanjikan sejumlah bonus yang menggiurkan kepada Timnas Indonesia U-22.

Kami siapkan bonus buat pemain. Kalau hitung total bonus mencapai Rp 2,1 miliar. Pemain belum ada yang tahu soal ini,” terang Imam.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sport

Menolak Menjadi Pengikut ‘Setan Merah’ Demi Fokus Menjalani Agama

Mendapat tawaran dari klub macam Manchester United, pasti membuat pemain berpikir dua kali untuk menolak. Lebih besar kemungkinan untuk menerima tawaran dari pada menampik. Baru-baru ini mantan bek Juventus, Mehdi Benatia lebih memilih gabung ke Al-Duhail dari pada mempertajam karirnya di klub raksasa Premier League, Manchester United. Ia mengaku menolak menjadi ‘Setan Merah’ demi fokus menjalankan agama.

Saat menolak tawaran dari Manchester United, banyak kritikan yang hadir dari mulut para ahli olahraga di negara asalnya, Maroko. Benatia sadar kalau dirinya mendapat kepungan kritikan atas keputusannya pindah ke Qatar. Ia memilih Al-Duhail tidak serta merta karena gaji yang tinggi tapi bertujuan untuk hidup dalam nuansa islami yang kental.

“Saya menghadapi kritikan dari kritikus olahraga Maroko setelah pindah ke Doha, tapi saya inign semuanya menghormati pilihan saya. Sebab ini adalah yang terbaik untuk saya beserta keluarga,” tutur Benatia dalam situs resmi Al-Duhail.

“Saya ingin anak-anak tumbuh dalam atmosfer islami, dan saya bisa pindah ke klub Uni Emirat Arab atau Arab Saudi, tapi saya lebih memilih Al Duhail, dan karena ada banyak pemain Maroko yang bermain bersama tim nasional dan juga klub golf,” lanjutnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top