Lebih Baik

Bebas Lemas Saat Berpuasa Itu Ada Caranya Lho Bung

Rasa lemas dan letih saat beraktivitas di bulan puasa pasti dirasakan oleh semua umat Muslim. Apalagi kondisi badan harus menahan lapar dan haus selama 13 jam, di sisi lain ada yang meyakini rasa lemas dan letih itu karena kondisi badan yang kaget akan perubahan yang dilakukan. Dengan kata lain setelah satu minggu berpuasa badan mulai beradaptasi dan tidak lagi kaget.

Mungkin ada benarnya, tapi bagi bung yang tetap merasa lemas bahkan sampai tak kuasa bekerja, permasalahannya adalah cara bung menjalani hidup sehari-hari. Jangan samakan bentuk aktivitas saat hari biasa dengan bulan puasa, karena ada perbedaan waktu khususnya ketika tubuh tak makan dan minum selama 13 jam!

Nah bagi bung yang masih merasakan lemas mungkin tips berikut ini dapat membantu.

Aktivitas yang Padat Seimbangkan dengan Waktu Istirahat

Menjalankan ibadah puasa di cuaca yang panas adalah cobaan yang tidak mudah. Dehidrasi pasti meningkat dan keingingan untuk makan dan minum pasti muncul, apalagi saat bung merasa capek dan stres. Nah salah satu tips yang bisa atasi untuk terhindar dari hal seperti ini adalah mengurangi aktivitas harian. Supaya kondisi tubuh tidak mudah lelah dan letih, selain itu seimbangkan dengan istirahat yang cukup agar tubuh tetap bugar.

Jangan Konsumsi Makanan Cepat Saji Karena Minim Gizi

Makanan cepat saji dijadikan hidangan untuk berbuka mungkin pas untuk para pekerja yang memilikir rutinitas kesibukan yang padat. Tapi meskipun pas, hidangan cepat saji adalah makanan yang tidak tepat karena tidak ada nilai kandungan gizi di dalamnya.

Bahkan untuk gizi yang dibutuhkan oleh tubuh, jadi kalau mengkonsumsi makanan cepat saji terlalu lama dapat membuat seseorang jatuh sakit. Selain hindari makanan cepat saji, hindari pula makanan berminyak seperti gorengan. Agar kondisi badan selalu vit, gantilah hidangan tersebut dengan mengkonsumsi sayu, ikan segar, buah-buahan dan biji-bijian selama bulan puasa agar kadar gizi untuk tubuh terpenuhi.

Tetap Konsumsi Air Putih Delapan Gelas Per Hari

Kebiasaan minum manis saat berbuka, terkadang membuat seseorang lupa untuk konsumsi air putih sesuai anjuran. Per harinya seseorang harus mengonsumsi delapan gelas perhari agar saat menjalani puasa, agar tidak lemas.

Air putih juga membantu menyeimbangkan cairan di dalam tubuh terlebih ini sangat bagus bagi bung yang gemar konsumsi kopi dan teh yang mengandung banyak kafein. Sebaiknya sih, kurang konsumsi kopi dan teh selama berpuasa. Konsumsi air putih 2 gelas saat haru, 2 gelas saat berbuka dan 4 gelas di malam hari agar puasa tetap bertenaga.

Menghabiskan Weekend di Rumah

Terbiasa menjalani akhir pekan di luar rumah karena merasa suntuk akan pekerjaan selama satu pekan penuh, mungkin harus dibedakan saat di bulan puasa. Menghabiskan weekend di rumah jauh lebih menyenangkan dan nyaman.

Akan ada banyak keuntungan yang bung dapat, seperti bisa santai sepuasanya, beres-beres rumah sebelum berbuka, menggeluti hobi yang terabaikan karena kerja. Bahkan tak ada godaan untuk buka di siang bolong karena terhindar dari godaan. Dengan cara ini, puasa pun jadi lebih lancar dan terlewati dengan baik.

Tidak Terburu-Buru Saat Sahur

Membiasakan tidur dan bangun lebih awal saat berpuasa terutama saat sahur, dapat membantu bung tidak tergesa-gesa saat santap sahur. Proses makan berjalan tenang dan dapat memberi energi maksimal untuk beraktivitas sehari penuh.

Makan-makanan yang bergizi, mengonsumsi buah antioksidan sampai memenuhi kebutuhan air putih dengan minum dua gelas. Bandingkan kalau bung bangun tidur dengan waktu imsak yang mepet, pasti makan pun kelimpungan dan buru-buru.

Tidak sempat minum buah sampai-sampai sahur hanya minum air putih saja. Segala sesuatu yang dilakukan terburu-buru, termasuk sahur dapat membuat energi yang berasal dari makanan akan terkuras habis karena kinerja tubuh meningkat dua kali lipat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Kerja Sampai Larut Malam dan Alami Sakit Kepala Konstan Dapat Menyebabkan Stroke

Kasih sayang seorang guru kepada murid memang tak terukur. Waktu istirahat digadai untuk bekerja agar murid dapat jadi siswa pintar di masa depan. Diberitakan China Press, Zhang merupakan seorang guru yang tiba-tiba mengalami stroke saat mengajar. Insiden terjadi dua tahu lalu hingga kini, kemampuan bicaranya belum pulih seutuhnya.

Tipikal pekerja keras seperti Zhang, menyesal karena tidak menjaga kesehatan lantaran sibuk mempersiapkan murid-muridnya menghadapi ujian kelulusan. Bermula dari kebiasaan bekerja sampai larut malam, kurang tidur sampai mengalami sakit kepala akut. Merasa ini hal biasa, ia hanya mengonsumsi obat dan istirahat cukup untuk meredakannya.

Sebelum liburan sekolah tiba, Zhang mengalami sakit kepala konsisten. Mengambil obat untuk mengatasi malah terjadi sebaliknya. Dengan mengalami pusing mual, sang istri menyuruhnya untuk berisitrahat tetapi tidak digubris. Kemudian saat mengajar, Zhang jatuh ke lantai dan dilarikan ke rumah sakit. Kemudian di-diagnosa menderita stroke.

Dilansir dari Verywell Health, dokter yang menangani Zhang mengatakan kalau tak bisa mengabaikan gejala yang tak biasa. Seperti sakit kepala konstan selama hampir satu tahun, ditambah rasa pusing dan mual. Karena sakit kepala gejala umum tekanan darah tinggi dan stroke. Apalagi Zhang tidak tahu kalau sakit kepala yang dialami berhubungan dengan stroke, justru ia menganggap ini masalah kecil

Sedangkan menurut dokter, sakit kepala berkepanjangan, pusing dan mual adalah sinyal tak beres yang dikirimkan tubuh. Seorang pengindap harus memperhatikan sinyal tersebut jangan menganggapnya penyakit biasa atau gejala umum.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Ternyata Masih Ada Risiko Komplikasi Akibat Sunat

laki-laki di Indonesia lazim melakukan sunat atau sirkumsisi. Meskipun hal ini tergolong bedah ringan namun pakar menyatakan masih ada risiko komplikasi terjadi akibat sunat meskipun jarang. Dr. Yessi Elidayni Sp. BA, dari RS Pondok Indah – Bintaro Jaya menyatakan tindakan operasi kecil bisa menghasilkan infeksi.

“Infeksi luka operasi setelah sirkumsisi sangat jarang, dengan insidensi kurang dari lima persen, namun apabila itu terjadi maka pemberian antibiotika oral dan mandi teratur dapat mengurangi infeksi tersebut,” ujar dr Yessi, dilansir Suara.com

Bedah ringan seperti sunat bisa berimbas pada perdarahan yang terjadi sela-sela jaitan. Meskipun kategorinya perdarahan ringan. Menurut dr. Yessi iu masih dianggap normal. Perdarahan semacam itu cukup dikeringkan dan dioles salep antibiotika topikal untuk membantu proses penyembuhan dan mencegah infeksi.

Namun demikian, segera konsultasikan dengan dokter apabila setelah sirkumsisi ditemukan perdarahan yang tidak wajar dengan jumlah banyak, mengalir tidak berhenti setelah ditekan dengan kain kassa,” tambahnya.

Masalah lain yang dapat terjadi setelah tindakan sirkumsisi adalah meatal stenosis. Meatal stenosis adalah kondisi penyempitan atau perlekatan pada muara saluran berkemih. Keadaan tersebut dapat terjadi pada 11 persen kasus pasien sirkumsisi.

Pada bayi, hal tersebut berhubungan dengan dermatitis yang disebabkan karena kontak dengan popok sekali pakai (diapers), sedangkan pada anak yang lebih besar hal ini berhubungan dengan balanitis xerotica obliterans (BXO).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Baik

Sebelum Narsistik, Merasa Diri Lebih Hebat Dikenal dengan Megalomania

Seseorang yang merasa lebih hebat atau merasa tidak akan pernah salah termasuk salah satu bentuk gangguan jiwa menurut pakar piskologi Sigmund Freud. Hal ini dikenal dengan kata Megalomania. Pilpres Amerika Serikat tahun 2016, kembalinya kata ‘Megalomania’ ketika media-media Paman Sam mendeskripsikan tentang Donald Trump. Membuat kata ini kembali dipakai sebelum orang merasa lazim menyebut itu narsis.

Netizen Indonesia pun sedang ramai membicarakan Megalomania, setelah viral pertengkaran Rai dan Rian D’Masiv di panggung. Hingga Rai meninggalkan panggung sesudah adu mulut. Lalu ia mengunggah insta stories, bertuliskan ‘fu*k Megalomania’, yang digadang-gadang netizen untuk sang pentolan band.

Sebagai penyakit gangguan jiwa dikatakan kalau Megalomania adalah  salah satu sifat yang dimiliki para diktator kejam dalam sejarah. Adolf Hitler, Benito Mussolini sampai Idi Amin. Tapi ini hanya asumsi belaka karena belum ada penelitian yang membuktikan.

Tetapi kalau ciri-ciri dari megalomania terlihat dari perbuatan dan ucapan. Pertama mereka sedang membesarkan pencapaian, bahkan sering bohong demi diakui hebat. Kedua mereka berupaya melakukan apa saja seperti berbohong demi merasa hebat dari orang lain. Ketiga, orang dengan megalomania juga terkenal egois. Mereka lebih mengedepankan dirinya sendiri daripada orang lain, mirip dengan sifat anak-anak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top