Personality

Bahasa Tubuh Menjadi Kunci Untuk Percaya Diri, Agar Tak Malu Bertemu Nona Kembali

Memiliki mindset sebagai orang percaya diri saja tidak membantu seutuhnya, tapi cobalah untuk merubah bahasa tubuh, nampaknya itu jadi pilihan yang paling baik. Bahasa tubuh yang jelek, sering kali membuat seseorang merasa tidak pede, untuk orang lama mungkin itu tidak dipedulikan, tetapi saat bertemu orang baru itu akan menjadi masalah karena bisa jadi bahan olokan.

Merubah bahasa tubuh tidak hanya membuat kepercayaan diri meningkat, namun juga bisa mengurasi rasa malu saat memiliki lawan bicara perempuan. Bung pun bisa menentukan bahasa tubuh seperti apa yang mampu membantu bung lebih percaya diri dengan mengaca terlebih dahulu.

Selain bahasa tubuh, dilansir dari mantelligence ada beberapa hal yang dapat membantu bung untuk lebih tampil, dan tidak memiliki rasa malu saat berhadapan dengan si nona.

Mempelajari Momentum Lewat Bela Diri Jiu Jitsu

Orang yang cenderung pendiam akan lebih cepat kelelahan, dan untuk merubah sifat bung yang pendiam tersebut memang sulit seperti keluar dari cangkang yang keras! Untuk mengurangi rasa bung menjadi seseorang yang pemalu, olahraga bela diri macam Jiu Jitsu menarik untuk diikuti.

Jiu Jitsu merupakan seni bela diri yang mempunyai beberapa langkah cerdas di saat yang tepat. Dan untuk menghadapi rasa malu dan juga si nona yang butuhkan adalah momentum. Bung yang memiliki rasa malu, kemudian jadi pendiam di depan nona, solusinya bukan menjadi orang yang bawel.

Melainkan coba memahami kapan bung mesti bicara, dan konteks apa yang bung bicarakan. Karena kalau bung bawel kemudian nona merasa risih, tentu itu akan jauh lebih memalukan.

Memahami Beberapa Kalimat Pembuka Percakapan, Dan Cobalah Bersikap Tenang

Percakapan tidak bisa dipaksakan, dan tidak bisa dimulai secara tidak alami. Demi mengurangi rasa malu di depan si nona, yang bung lakukan tentu saja mengurangi rasa malu, dan berbuat sesuatu. Memahami beberapa kalimat pembuka percakapan bisa membuat anda jauh lebih tenang.

Karena bung merasa memegang peran dalam percakapan tersebut, bung pun tak perlu khawatir akan pembahasan akan ke arah mana, apakah ke arah yang bung tidak mengerti. Justru kalau bung tidak mengerti, mintalah nona untuk menceritakan dan biarkan bung menyimak sekaligus belajar mengerti apa isi pikiran nona.

Menjadi MVP Seperti Michael Jordan di Lapangan

Apabila bung tidak akrab dengan basket, tetapi nama Michael Jordan pasti tak bisa ketinggalan di isi kepala. Untuk menambah percaya diri cobalah contoh sosok figur sepertinya. Michael Jordan yang memenangkan NBA sebanyak 6 kali dan menjadi MVP sebanyak 5 kali, tentu mempunyai kepercayaan diri tinggi.

Apakah bung tahu ? kalau ia selalu mengenakan celana pendek kuliahnya di bawah seragam Bulls setiap pertandingan? lantas apa yang bisa dicontoh dalam kasus ini? bung harus berpakaian yang membuat anda merasa nyaman dan terlihat bagi bung sendiri, ini seperti menambah kepercayaan diri di segala situasi.

Menjaga Sudut Pandang Anda, Dengan Tetap Menjadi Diri Anda

Dalam kasus malu-malu kucing di depan si nona, yang harus bung tahu adalah diantara perbedaan antara kepercayaan dan sikap malu adalah soal mental. Jadi tidak ada alasan yang tepat untuk rasa malu anda, kecuali bung sendiri.

Berbagai cara yang disebutkan pun untuk menambah kepercayaan diri sehingga tampil lebih maksimal. Seperti menjaga sudut pandang, sudut pandang yang bung miliki harus dipertahankan dan itu pun yang bisa menahan rasa malu bung. Anggaplah itu sebagai sesuatu yang istimewa, meskipun si nona tidak menganggap demikian.

Lawan Rasa Malu dan Mulailah Ajak Si Dia Bertemu

Apabila bung sudah membaca di tahap ini, seharusnya bung sudah mengetahui apa akar dari rasa malu. Sekaligus bung sudah memiliki teknik untuk membangun diri lebih percaya diri. Hal terakhir yang bung lakukan adalah lawan rasa takut dan rasa malu dan mulai bertemu si Nona!

Tapi kalau bung sudah percaya diri apakah bung masih takut? pasti, sebenarnya percaya diri hanyalah jembatan antara bung dengan diri sendiri, tapi untuk melawan rasa takut dan malu saat bertemu nona, harus dimulai dari keiginan bung sendiri.

Intinya bung tidak perlu kaku, takut salah ucap (tentunya bung memiliki kadar logika manta kata yang pantas atau tidak), atau terlihat jelek saat bicara suatu hal. Mulaiah berbicara dan biarkan semua ngalir apa adanya, menjadi pendiam tak selamanya menjadi emas di mata si nona.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Paling Tepat Nikmati Malam Minggu di Tahun yang Baru ke Tempat Ini, Bung!

Apa yang bung bayangkan, setiap akhir pekan dan diajak kencan ke pusat perbelanjaan oleh pasangan? Yap, benar. Membosankan! Menghabiskan waktu berjam-jam demi antri di sebuah resto kesayangan, atau menemani si nona berkeliling keluar masuk toko untuk berbelanja.

Bukan, ini bukan tentang tak mau menyenangkan pasangan. Tapi lebih kepada rasa bosan, jika harus kencan di Mall tiap akhir pekan. Nah, berhubung ini masih bulan pertama di tahun yang baru. Tak ada salahnya, bung membuat perubahan.Ya, perubahan untuk urusan kencan setiap akhir pekan.

Sudah saatnya, bung bawa si nona keluar dari zona nyaman. Menjajaki tempat baru yang belum pernah dikunjungi. Sembari merubah suasana, pilihan ini juga bisa menyenangkan hati si nona dan membuat perubahan dalam hubungan berdua.

Sekedar Nostalgia, Cobalah Pergi ke Tempat Pertama Kali Kencan dengan si Nona

Bung harus tahu, demi kelangsungan hubungan, merawat kenangan itu perlu dilakukan. Nah, agar tak melulu hanyut dalam kerumunan orang berbelanja setiap kali kencan. Cobalah bung ajak si nona mengunjungi tempat pertama kali bertemu dengan dirinya.

Disana, bung bisa membuatnya tersenyum tipis nan malu-malu. Ceritakan bagaimana perasaan bung kala itu. Melihatnya datang untuk pertama kali bertemu. Tak hanya membuatnya senang, ini akan jadi salah satu pembuktian jika bung selalu mengingat setiap momen bersama si nona.

Menjajaki Puncak Bukit untuk Menikmati Sunrise atau Sunset Berdua

Ingin menghilang dari jebakan tumpukan pekerjaan, bung bisa mengajak si nona untuk melipir sebentar ke luar kota. Mencari beberapa spot perbukitan yang asyik untuk dijadikan tempat kencan berdua. Pilihlah waktu yang tepat, berburu sunrise atau menikmati sunset. Jangan sampai, sudah jauh-juah tapi yang dituju malah tak ketemu.

Walau tak terlihat jadi sebuah kencan yang mewah, tapi bung harus percaya. Jika duduk berdua sembari mengobrol dari atas bukit selalu memberi sensasi yang berbeda. Cuaca yang sejuk, ditambah pemandangan yang bagus. Jadi momen istimewa yang akan menambah daftar kenangan kencan tak biasa, yang pernah kalian jalani berdua.

Kencan di Pantai Ditemani Semilir Angin dan Musik Kesukaan, Tak Boleh Dilewatkan

Matahari, deburan ombak, angin dan pasir, selalu jadi kombinasi menarik untuk bung merangkai cerita indah bersama dengan si nona. Ajak si nona duduk berdua di bibir pantai, menikati hembusan angin sembari bercerita.

Untuk kesan yang lebih istimewa, tak hanya kencan saja. Bung juga bisa jadikan ini sebagai piknik istimewa untuk berdua. Membawa tenda dan peralatan kemping. Memasak makanan ala kadarnya, dan menikmatinya di alam terbuka. Walau makanan yang disantap hanyalah menu biasa, baginya kencan ini jadi sesuatu yang istimewa. Karena berbeda dari biasanya.

Ingin Buat Kejutan? Ajak si Nona ke Tempat Kesukaannya Secara Dadakan

Beberapa waktu belakangan, si nona mungkin beberapa kali memberi bung kode untuk mengunjungi salah satu tempat yang sudah lama ia inginkan. Tapi karena kesibukan dan waktu yang belum mempertemukan, beberapa kali bung mengabaikan keinginannya. Naah, kali ini. Mari membayar kepekaan yang kurang, dengan tiba-tiba mengajaknya pergi ke tempat yang ia inginkan.

Tak bisa banyak berkata-kata, dirinya pastilah terharu dan merasa istimewa. Karena meski kelihatannya bung tak peduli dengan yang ia inginkan, diam-diam bung malah memberinya kejutan. Tindakan-tindakan kecil seperti inilah yang akan buat nona kian terkesan.

Biar Makin Manis, Ikuti Wishlist yang Si Nona Telah Buatkan

Nah, untuk urusan kencan biasanya si nona sering punya keinginan. Jika bung memang bingung untuk membuat pilihan. Cobalah minta nona yang menentukan.Tanyakan, kemana ia ingin pergi kencan selain pusat perbelanjaan yang selama ini didatangi berdua.

Dari sini, bung dan nona bisa bergerak untuk memulai perjalanan. Mau kemana akan pergi kencan. Selain memudahkan bung, memberi kebebasan untuk si nona memilih tempat kencan, juga bisa membuatnya bahagia.

Dan Jangan Lupa, Siapkan Kendaraan Roda Dua untuk Menyempurnakan Perjalanan Berdua

Tak ada yang lebih nikmat dari pergi berdua dengan roda dua dengan dia yang dicinta. Beberapa kisah dan tingkah lucu sepanjang perjalanan, jadi bumbu yang kian memaniskan cerita. Untuk itulah bung tak boleh salah pilih roda dua. Pastikan jika kendaraan yang akan menghantarkan kita kencan, mampu memberi kenyamanan.

Dan nampaknya, Suzuki GSX150 Bandit jadi kuda besi yang pas untuk bung kendarai bersama dengan nona. Dari bentuk joknya saja, motor ini dilengkapi bentuk jok yang panjang nan lebar. Sehingga mampu memberikan tingkat kenyamanan untuk bung yang membonceng dan si nona yang dibonceng.

Nah, demi memantapkan perjalanan, motor ini juga dipersenjatai dengan mesin yang sama, seperti yang diterapkan pada GSX-R150 dan GSX-S150. Dengan kata lain, motor bertipe overstroke ini punya performa di atas rata-rata untuk menemani perjalanan bung dan si nona. Kombinasi dapur pacu yang diterapkan dalam motor ini, dijamin tak akan membuat bung kewalahan dalam bepergian.

Jadi #temansatutujuan untuk pergi kencan, bung bisa memilih varisi Suzuki GSX150 Bandit yang sesuai keinginan. Mulai dari Metallic Matte Titanium Silver, Brilliant White / Aura Yellow, Stronger Red / Titanium Black dan Titanium Black, untuk bung yang menyukai tampilan polos.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Para Perempuan Rupawan yang Siap Bertarung di Panggung Politik 2019

Pada dasarnya panggung politik memang bebas dimiliki siapa saja, tidak tertuju kepada laki-laki, namun juga perempuan. Demi melenggangkan langkah menjadi wakil rakyat, jalan yang ditempuh pun lewat jalur legislatif. Pada pesta demokrasi yang diadakan di tahun 2019 ini, beberapa nama baru sampai mantan penggiat industri hiburan, siap menampung aspirasi rakyat untuk direalisasikan. Para perempuan ini tidak hanya dibekali wajah yang rupawan. Tetapi memiliki segudang kualitas terutama dari sektor pendidikan untuk bisa merubah nasib rakyat menjadi lebih baik.

Para perempuan ini bakal menjadi sesuatu yang segar di panggung politik. Karena membawa harapan baru, ide baru serta trobosan baru yang siap dilancarkan apabila bisa duduk di kursi pemerintahan. Nama-nama yang disebutkan, ada yang sudah malang melintang di pertelevisian karena sudah menancapkan kiprahnya sebagai politikus. Bahkan, ada yang masih berusia belia yang sudah menyatakan ‘siap’ untuk menjadi penyambung lidah rakyat.

Tsamara Amany Alatas

Sumber : https://www.instagram.com/tsamaradki/

Para politisi muda nampaknya harus bersaing sengit untuk mendapatkan kursi pemerintahan. Lantaran sangat berat untuk menembus peta perpolitikan Indonesia, apalagi anggapan “yang muda tau apa?” nampaknya masih terdengar. Tapi hal tersebut tidak menyurutkan niat dari Tsamara Amany Alatas.

Politisi muda yang mendaftar sebagai calon legislatif lewat Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Dengan usia baru menginjak 22 tahun ternyata Tsamara maju karena ingi mewakili kalangan pemuda yang apolitis terhadap kondisi politik Indonesia lho bung. Rencananya, Tsamara akan maju di dapil Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. Potensinya sebagai politikus masih panjang mengingat usianya yang masih muda.

Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka

Sumber : https://www.instagram.com/isyanabagoesoka/

Masih dari Partai yang sama, kali ini seorang Praktisi Media yang telah malang melintang bekerja sebagai Reporter dan Presenter di berbagai stasiun televisi Swasta, yakni Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka. Perempuan berparas manis kelahiran 13 September 1980 ini mulai melangkahkan kakinya ke dunia politik Indonesia.

Sebagai mantan praktisi media Isyana memiliki hal yang fokus sesuai dengan bidang yang digeluti sekaligus membesarkan namanya. Isyana mengatakan akan berfokus pada RUU Penyiaran, karena ia menilai tidak banyak program di media massa yang dapat menghasilkan budi perkerti bagi seoarang anak.

Saya sangat konsen pada pendidikan anak-anak dan juga pendidikan anak-anak tidak hanya di sekolah tapi juga segala sesuatu di dunia pertelevisian saat ini. Segala sesuatu yang ada di internet segala sesuatu yang bisa dilihat anak-anak saat ini, ini juga salah satu juga harus diatur agar anak Indonesia tumbuh dengan generasi yang memiliki budi pekerti,” ujar Isyana.

Tina Toon

Sumber : https://www.instagram.com/tinatoon5/

Mantan artis cilik Tina Toon juga mulai merambah dunia politik. Pada Pileg 2019 ia akan menjadi caleg DPRD DKI Jakarta lewat partai PDI Perjuangan. Ia akan maju di daerah pemilihan dua yang melingkupi Cilincing, Koja, dan Kelapa Gading. Tina sudah memikirkan matang-matang tentang pilihannya, Tina juga mengakui sudah mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Dengan mempelajari politik dan siap terjun bersama Rakyat.

Rencananya, mantan penyanyi cilik yang terkenal dengan lagu bolo-bolo ini ingin duduk di Komisi E agar memiliki fokus pada pendidikan ibukota. Pasalnya Tina memiliki keresahan terhadap kepemimpinan Gubernur DKI, Anies Baswedan karena beberapa permasalahan. Terutama tentang ketimpangan ekonomi di Jakarta utara sampai penataan UMKM yang tidak berjalan semestinya.

Olla Ramlan

Sumber : Breakingnews.co.id

Nama Olla Ramlan yang sering menghiasi layar kaca, juga memiliki keinginan yang sama dengan menjadi caleg dari Partai NasDem untuk dapil Jawa Barat IV. Meliputi Kabupaten dan Kota Sukabumi. Bisa dibilang ada satu benang merah antara popularitas sebagai artis dengan politikus, yang biasanya dilakoni beberapa artis senior lantaran sudah kalah bersaing dengan artis muda.

Tetapi Olla memiliki alasan lain yang lebih mulia, keinginannya menjadi anggota DPR karena ingin bermanfaat bagi masyarakat luas. Ia juga sudah merasa mendapatkan banyak hal selama di dunia hiburan maka dari itu ingin berbuat lebih banyak, lebih dari menghibur di layar kaca.

Farah Puteri Nahlia

Sumber : MEDIAJABAR.com

Farah mungkin memiki kesamaan dengan Tsmara. Di usianya yang masih belia, ia memberanikan diri dengan terjun ke dunia politik bung dengan menjadi caleg. Rencananya Farah akan maju di tingkat DPR RI di dapil Subang, Majalengka dan Sumedang.

Farah sendiri akan diusung oleh PAN atau Partai Amanat Nasional. Alumni dari University of London ini telah terbiasa dengan melakukan kegiatan-kegiatan sosial. Tentu saja, itu jadi alasan utama kenapa ia ingin terjun ke dunia politik. Dengan membantu masyarakat karena hal-hal sosial sudah menjadi passion-nya.

Selain itu pengaruh keluarga juga jadi alasan selanjutnya, lantaran keluarga juga aktif berkecimpung di dunia politik. Tetapi ia mengaku tidak menerima paksaan dan siap membantu sekaligus mengabdi untuk  masyarakat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Dating & Relationship

Ketika Bung Pilih Jokowi dan si Nona Pilih Prabowo (Atau Sebaliknya)

Pasangan yang identik dengan kesamaan, melakukan berbagai macam kegiatan dan keputusan secara seragam. Tampak beda sebenarnya tidak apa-apa, asalkan tidak mencolok bagi kedua belah pihak, ya sah-sah saja. Toh selama masih berada dalam koridor yang bisa dimengerti dan dimaklumi, salah satu dari pasangan pasti akan memahami.

Tetapi sulit untuk mengerti dan memahami dalam ruang lingkup politik. Pertanyaanya, bagaimana kalau pandangan politik membuat pasangan bersebrangan? apakah akan mengganggu jalan kemaslahatan rumah tangga sampai hubungan?

Banyak banget yang aku korbanin (untuk jadi caleg), salah satunya… putus dari mantan aku yang beda partai,” ucap Febri Wahyuni Caleg dari Partai Solidaritas Indonesia, lewat sebuah video yang diunggah di Facebook partai tersebut.

Yap, sepertinya politik bisa menjadi pemantik perpecahan. Toh banyak baliho pinggir jalan yang ungkapannya berbunyi “Meskipun Beda Piliham Kesatuan Harus Tetap Dijaga”, seolah kejadian ini sudah diprediksi kalau beda kubu sama dengan musuh, mungkin seperti itu persepsi politik jaman sekarang.

Balik ke ruang lingkup pasangan yang beda pandangan (politik). Sulit sebenarnya bisa berkolaborasi akan perbedaan. Febri pun sudah mencapai tahap dan tidak berhasil, karena ia mengakui cukup demokratis.

“Sama-sama memberikan ruang, nggak mau mengikat. Karena kita beda pilihan, takutnya nanti ke depan akan berseberangan. Aku sih sebenarnya sangat menghargai perbedaan, cuman ketika perbedaan bisa berkolaborasi itu lebih bagus. Tapi karena tidak memungkinkan untuk berkolaborasi, jadi kami sama-sama ngalah, sama-sama lebih fokus dulu ke kegiatan masing-masing,” ungkapnya.

Pesta Demokrasi itu Bisa Toleransi, Tapi Antara Bung Dengan Si Nona? Kira-kira Bisa Nggak ya?

Kalau melihat kasus Febi yang sempat jadi pembahasan netizen di tahun lalu. Mungkin alasan mengapa ia sulit berkolaborasi karena Febi terjun langsung ke kolam politik. Untuk itu, perbedaan pun bakal berimbas pada hubungan yang dijalani.

Lantas bagaimana dengan yang berbeda pandangan terutama dalam hal sebatas memberikan dukungan? Memang tidak ada ilmu yang secara saklek bilang kalau pasangan akan tetap bertahan meskipun beda dukungan politik.

Karena takutnya, perihal perlakuan pun akan terpancing karena laki-laki kubu A sedangkan si perempuan kubu B. Pesta demokrasi memang bisa bertoleransi, tetapi kalau antar pasangan? tergantung masing-masing yang menjalani sih. Kalau santai ya tetap berjalan, kalau ter-trigger ya putus tengah jalan.

Jangan Memaksa Pasangan Untuk Menyetujui Pandangan yang Bung Pegang

Tidak bisa dipungkiri kalau ada rasa ingin mendominasi dalam suatu hubungan bisa terbawa dalam hal semacam ini. Ketika si nona mendukung kubu B, dan bung mendukung kubu A. Secara bawah alam sadar bung menganggap nona keliru, salah kaprah sampai tak bisa mengkaji fakta. Seolah-olah nona termakan mentah-mentah akan janji politik yang semu.

Sedangkan bung secara pretensius meyakini kalau pilihan bung adalah yang paling benar. Otomatis hal ini akan membuat bung terus meracuni pasangan untuk menyetujui pandangan sekaligus menariknya untuk merubah pandangan. Kalau hal ini selalu tersaji setiap kencan kalian, kami rasa putus menjadi salah satu santapan yang dipilih si nona karena pelik apa yang ia rasa.

Tak Ada Batasan Dalam Berbedat, Membuat Pertengkaran Merambat Hebat

Debat kusir pun tidak hanya dipetontonkan di televisi dengan tajuk acara debat. Hal ini bisa terjadi di dalam hubungan bung yang memiliki beda pandangan politik. Debat dengan tujuan membenarkan pilihan sampai pandangan tanpa ada batasan, akan merembet ke arah pertengkaran. Bung dan nona tidak akan bisa berdamai secara begitu saja, karena ego yang diiliki sama-sama kuat dalam memegang pandangan politik.

Apalagi dalam kasus Pilpres kali ini, di mana kalian sebagai pemilih hanya akan dihadapkan dua pilihan. Otomatis tak punya pembanding lagi dengan pasangan lain. Sedangkan coba membandingkan dengan Presiden terdahulu dianggap tidak relevan, mau tidak mau membandingkan dengan kubu sebelah kan?

Maka dari itu, kalau mau hubungan tetap adem ayem dengan toleransi, harus ada batas dalam berdebat. Jangan sampai isi makan malam kalian di restoran mewah pusat perbelanjaan nanti hancur karena saling membela pandangan politik yang dipercaya.

Sampai-Sampai Sudah Ada yang Memutuskan Diam, Salah Satu Dari Antara Kalian Tetap Berorasi Dengan Tajam

Ini adalah hal yang paling berbahaya. Ketika bung atau si nona sudah mulai diam, dengan alasan tidak ingin hubungan jadi korban pertengkaran karena politik. Masih ada saja diantara kalian yang tetap bersuara untuk membicarakan hal tersebut.

Padahal seseorang yang telah diam sudah melihat kalau hal ini akan berujung ke hal yang tidak menyenangkan. Di sisi lain, seseorang yang masih saja berkoar-koar politik merasa harus membagikan fakta atau pandangannya karena merasa seseorang yang diam sudah tidak memiliki amunisi dalam perdebatan.

Kalau sudah sejauh ini, ya salah satu dari kalian terlalu over dalam mengkomunikasikan politik dalam hubungan.

Padahal Bung Tak Boleh Terlalu Serius, Mereka yang Bung Dukung Juga Pernah Bersama

Sumber : Nasional Kompas

Baiknya kita bernostalgia sebentar bung. Sepuluh tahun lalu, Megawati Soekarnoputri yang juga jadi Ketum partai pengusung Jokowi pada pilpres tahun ini. Pernah menggandeng Prabowo Subianto,  sebagai calon Wakil Presiden pada Pemilu tahun 2009 lalu. Ya, meskipun keduanya akhirnya kalah.

Selanjutnya, pada Pilkada 2012 untuk calon Gubernur DKI Jakarta. PDIP dan Gerindra, berkoalisi untuk mencalonkan Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaya Purnama (Ahok), sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, yang juga berhasil memenangkan Pilkada.

Adapun asal muasal mengapa Gerinda dan PDI Perjuangan terlihat berseberangan pada beberapa tahun belakangan. Kami pikir itu bermula dari Pemilu 2014 silam. Dimana, Jokowi yang sudah menjadi Gubernur DKI, akhirnya diajukan sebagai Calon Presiden oleh PDI-P untuk berlaga dengan Prabowo sebagai calon Presiden dari Gerindra.

Tapi, ini politik bung. Tak ada musuh, tak ada lawan. Semua orang bisa berteman dan berseberangan, tergantung kebutuhan. Lantas, haruskah bung dan nona gontok-gontokan?

Bahkan di Partai-partai Pengusungnya Pun Berkoalisi Pada Puluhan Pilkada

Sumber : DetikNews

Partai Gerindra, PKS dan PAN, bisa dibilang jadi partai yang paling sering berkolisi. Mulai dari mendukung Prabowo di Pilpres 2014, hingga mendukung Anies-Sandi di Pilgub DKI Jakarta 2017 silam. Gerindra memang paling sering berkoalisi dengan PKS sejak 2014 dan PAN adalah partai kedua yang paling sering berkoalisi dengan Gerindra. Sedang di kubu seberang, ada PDI-P dan Nasdem, yang konon dianggap paling getol untuk mendukung Jokowi. Mulai dari Pilkada DKI 2012 hingga Pilpres 2014.

Tapi bung jangan salah. Pada Pilkada serentak tahun lalu, PDIP, PKS, Gerindra, dan PAN yang bung anggap kerap berseberangan, nyatanya bersama-sama mengusung satu paslon di Sulawesi Tenggara. Sementara di tingkat kabupaten/kota, keempat partai tersebut berkoalisi di 16 wilayah. Seperti misalnya di Magetan, Lebak, Tangerang, dan Kota Tangerang.

Bahkan dilansir dari Tirto.id, PDIP sendiri berkoalisi dengan PKS di 33 wilayah. Salah satunya adalah di Jawa Timur, kedua parpol memberikan dukungan pada Drs. H. Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno. Sementara dengan Gerindra di 48 wilayah dan PAN di 58 wilayah.

Ini masih beberapa bung, karena kenyataanya. Ada puluhan Calon Kepala Daerah lain yang diusung secara berbarengan oleh partai-partai yang selama ini kita anggap bersmusuhan. Politik itu elastis bung, bisa condong ke mana saja.

Lalu Apa Bung Mau? Mempertaruhkan Hubungan Hanya Demi Event Lima Tahunan

Perbedaan pandangan politik dengan pasangan memang menyebalkan. Selain membuat hubungan berjalan hampa, pertengkaran akan hal tidak penting pun terjadi. Kalau sudah sampai tahap di mana kalian saling menggerutu dan menyimpan kekesalan satu sama lain. Padahal momen seperti ini tak terjadi setiap hati, cuma 5 tahun sekali. Lalu, masa iya, bung mau melepas si nona yang tadinya diharapkan untuk bisa hidup bersama selamanya?

Cobalah bung kenang momen indah kalian, di mana kalian saling menyayangi dan mencintai. Dengan cara ini bung dapat mengesampingkan ego untuk tetap bersama dan berfikiran untuk tidak terlalu membahas politik sedalam ini dengan pasangan. Peluklah si nona dan ucapkan maaf.

Perbedaan pandangan dalam politik sah-sah saja. Sesungguhnya kalian juga memiliki hak dan kebebasan dalam berpendapat politik, seperti dengan pasangan. Akan tetapi lihat juga kondisi dan keadaan, jangan sampai kalian terlalu ngotot dan merasa paling benar. Sampai rela berpisah hanya karena pandangan politik. Sungguh, itu adalah kondisi yang tidak cerdik.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top