Otomotif

Baby NMAX Resmi Dikeluarkan Yamaha Guna Menyaingi Pasar Honda

Yamaha nampaknya sedang berniat menggeser pasar Honda di pasaran. Memang tak bisa dipungkiri motor keluaran Honda selalu berada di jajaran atas penjulan di Indonesia. Yamaha sebagai kompetitor tak tinggal diam, setelah mengeluarkan NMAX untuk menjadi pesaing PC, sekarang Yamaha mengeluarkan Lexi untuk menyaingi Vario 125.

Memang keunggulan Vario dikelas matic seperti tidak ada pesaingnya, namun dengan keluarnya Yamaha Lexi nampaknya akan membuat situasi berubah. Yamaha Lexi  atau yang kerap disebut Baby NMAX karena body-nya yang sama namun lebih ramping (sedikit) ini, bakal dibandrol dengan harga 20 jutaan. Lebih lanjut Yamaha Lexi disebutkan sebagai prodak trendi yang menawarkan kepraktisan sekaligus fitur canggih guna menarik pelanggan.

Sederet Fitur Canggih Membuat Pengendara Nyaman Bersama Lexi

Sumber : Antara.com

Bersama Yamaha Lexi, pengendara pasti akan nyaman ketika berkendara. Lantaran beberapa fitur canggihnya memanjakan pengendaranya selama perjalanan. Seperti electric power socket yang membuat pengendara dapat men-charger gawai pintarnya agar tetap terhubung tanpa kehabisan baterai.

Selain itu adanya Smart Key System menjadikan motor ini terkesan mewah dan elegan, ditambah adanya Immobilizer dan Answer Back System yang memudahkan Bung untuk mencari kendaraan di parkiran. Namun untuk fitur ini hanya tersedia di tipe Yamaha Lexi S.

Body-nya Pun Terasa Lebih Ramping Dari Induknya, NMAX

Sumber : Antaranews.com

Guna melengkapi beberapa seri sebelumnya seperti NMAX, XMAX, TMAX dan AEROX 155, Lexi pun diperkenalkan di tahun 2018. Kalau melihat secara mata telanjang dari segi body memang mirip NMAX, namun lebih ramping dan keliatan seksi. Selain itu bobot dari Lexi pun lebih ringan dari pada pendahulunya. Sehingga nyaman untuk digunakan beraktivitas harian terutama bagi Bung yang kerjanya mobile.

Baby NMAX Siap Terjun Ke Aspal Dengan Torsi Merata Di Setiap Putaran Mesin

Sumber : Merdeka.com

Siap meluncur di pasaran tentu Yamaha tidak melepaskan dagangannya begitu saja tanpa kualitas yang mumpuni. Setelah dimanjakan lewat fitur-fitur canggih yang tersedia, untuk urusan mesin juga sama baiknya. Karena motor Yamaha Lexi mengusung mesin Blue Core 125cc LC4v, yang juga dimiliki pesaingnya Vario 125.

Lewat mesin Blue Core 125cc LC4V, dilengkapi dengan teknologi Variable Valve Actuation (VVA) yang membuat torsi merata disetiap putaran mesin sehingga tenaga yang dipacu pun akan maksimal. Itu pun masih dilengkapi dengan Smart Motor Generator (SMG) yang membuat suara motor lebih halus saat dinyalakan.

Memacu Kecepatan Dengan Matang, Tapi Bensin Tetap Irit Untuk Perjalanan Panjang

Sumber : Tribunnews.com

Memadukan mesin berteknologi canggih, VVA, yang mampu membuat kinerja torsi secara maksimal tentu akan berimbas kepada kecepatan dari tunggangan. Jika Bung bergumam dalam hati, “Wah, bensin pasti boros nih!”, santai Bung, karena Lexi memiliki fitur terbaru yang dapat membuat konsumsi bahan bakar jadi lebih irit.

Sebab, Lexi telah dibekali fitur Stop & Start System yang membuat mesin mati saat berhenti lebih dari 5 detik, seperti saat sedang macet di jalan atau bertemu lampu merah. Tak perlu stater untuk menyalakan kembali. Saat tuas gas diputar, motor sudah dapat kembali beraksi. Fitur ini mengurangi risiko bahan bakar terbuang percuma saat motor sedang berhenti.

Berkendara dengan Lexi jelas lebih irit karena memiliki fitur STOP & START SYSTEM yang membuat mesin STOP/Mati saat berhenti lebih dari 5 detik dan START/Menyala kembali saat tuas gas diputar. Fitur ini mengurangi risiko bahan bakar terbuang percuma saat motor sedang berhenti.

Warna Menarik Tersemat Pada Produk Anyar Yamaha Lexi

Sumber : Tribunnews.com

Desain Lexi yang mewah dan elegan diselaraskan dengan tampilan warna yang atraktif guna menguatkan kesan elegan. Warna matte menjadi pilihan dasar warna di Baby NMAX, seperti Matte Red, Matte Grey dan White. Sedangkan Yamaha Lexi-S memiliki varian Matte Blue, Matte Grey dan Bronze.

Selain itu dengan lampu depan Grand LED membuat Lexi menjadi terlihat berkelas sebagai motor matic, ditambah Digital Speedometer yang modern dan informatif akan memudahkan pengendaranya. Keberadaan lampu Hazzard pun akan meningkatkan keamanan apabila pengendara mengalami mogok atau ban bocor yang berguna sebagai tanda.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Keren

Jokowi Dengan Chopper, Ganjar Pranowo Dengan Scrambler

Motor custom dalam beberapa tahun belakangan jadi hobi yang menarik setidaknya bagi para elit politik. Beberapa sosok penting dalam dunia pemerintahan mulai menjajal dan memiliki. Geliat ini muncul setelah Jokowi memiliki roda dua bergaya chopper yang dipesan dari salah satu bengkel, Elder Garage. Sang RI 1 memang memiliki hobi terhadap motor modifikasi bahkan sang anak pun juga sempat mengubah motor Royal Enfield miliknya ke Katros Garage.

Secara tidak langsung ia membuat industri kreatif seperti motor modifikasi mulai dilirik. Salah satunya oleh Gubernur Provinsi Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Kalau Jokowi menunggangi Chopper, Ganjar Pranowo memilih Scrambler. Dilansir dari DetikOto ia baru saja membawa pulang motor garapan Icus Custom Indonesia yang berlokasi di Semarang. Bahkan ia langsung mengunjungi bengkel tersebut.

Motor scrambler yang dimiliki berbasis Yamaha Scorpio 225 cc yang diungkapkan langsung oleh Icus Custom dan dibanderol Rp 22,5 juta. Harga ini terbilang murah dibanding motor kustom Jokowi lainnya yang bergaya Bobber yang dibangun langsung oleh Katros Garage. Yang konon kabarnya bengkel tersebut membuka harga Rp 30 juta.

Kenapa motor Bobber Jokowi lebih mahal lantaran dibangun sesuai permintaan selera. Sedangkan Icus Custom sudah menyediakan hasil karya ubahannya.

Ganjar membeli motor Yamaha Scorpio 22 Scrambler secara langsung dengan mendatangi lapak dengan rombongan sepeda motor. Saat itu ia datang dengan menunggani Kawasaki ER-6N. Ketika pulang, motor custom yang baru diboyong tersebut dikendarai oleh salah seorang ajudan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Honda Super Cub C125 Semakin Mahal Tapi Peminat Tidak Mental

Sejak kehadiran diperkenalkan di pasar Indonesia pada 2018, Honda Super Cub C125 banyak menarik peminat para penunggang roda dua. Meskipun dapat dikatakan kalau pasar sepeda motor bebek sudah meredup sekarang. Tampilan segar dengan nada vintage dibalut fitur futuristik ternyata membuat motor bebek masih ramai dipesan hingga 2020 dalam sifat antrian pemenuhan barang atau inden.
Peminat sepertinya tak pikir panjang dengan harga yang dipatok bisa mencapai Rp 50 juta ke atas! apalagi bulan ini harga dinaikkan menjadi Rp 57 juta. Didi Kwow selaku General Manager Sales Division PT Astra Honda Motor (AHM) dilansir dari Suara menjelaskan kenaikan harga tidak bisa dihindari menyusul ada kenaikan harga di negara asal yakni Thailand.
Super Cub C125 adalah produk impor. Kenaikan harga ini karena ada kenaikan harga juga di negara asalnya (Thailand),” ucap Didi.
Mau tidak mau penyesuaian harga dilakukan dan coba ditawarkan ke konsumen. Namun perbedaan dua juta rupiah tidak berpengaruh kepada permintaan motor bebek retro ini. Mungkin karena desain menarik dibareng fitur ciamik membuat para peminat merasa tidak rugi untuk menggelontorkan uang sesuai dengan harga tersebut. Sebagai informasi untuk bung, kini Super Cub dibanderol Rp 59 juta! motor ini termasuk dalam produk yang mendapat layanan Big Wing Honda karena memiliki status CBU.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Terdapat Penjelasan Kenapa Rem Motor Matik Rentan Blong Di Jalanan Menurun

Sering berkendara ke daerah luar jawa yang memiliki jalur turunan curam dengan motor matik? apabila iya, mulai sekarang bung harus mulai berhati-hati karena di jalanan menurun motor matik rentan mengalami rem blong! seperti kejadian beberapa waktu lalu di sekitar Wisata Sendi, Pacet, Mojokerto, Jawa Timur.

Titik problem dari motor matik mengalami rem blong di jalanan menurun bukan karena komponen rem yang sudah harus diganti atau cacat produksi. Akan tetapi lebih mengacu kepada perilaku berkendara yang salah hingga menimbulkan brake fading atau penyusutan kemampuan rem akibat suhu panas. Jalur ekstrim seperti tanjakan maupun turunan memaksa sistem pengereman bekerja lebih keras.

Terlebih lagi pada motor matik tidak dikenal istilah engine brake seperti motor gigi. Akhirnya yang banyak dilakukan pengendara adalah secara terus-menerus menarik tuas rem saat jalan menurun. Kalau konstruksi rem panas, maka akan terjadi blong. Secara teknis pengendara motor matik yang menekan tuas rem secara lama membuat piringan kampas rem yang beradu akan cepat panas. Mengakibatkan panas menjalar ke kalipar dan membuat seal piston memuai dan macet sehingga tidak dapat menekan kampas secara sempurna.

Lantas bagaimana cara mengerem dengan motor matic di jalanan menurun?

Menggunakan Sistem Rem Buka Tutup

Tipsnya bisa menggunakan sistem rem buka tutup, kalau untuk motor matic bisa gantian lepas dan belakang, ini untuk memberikan nafas pada masing-masing rem,” ungkap Hendrik Ferianto selaku Instruktur Safety Driving Astra Honda Motor dilansir detik.

Penggunaan sistem rem buka tutup atau bergantian antara rem depan dan belakang diyakini jauh lebih aman dilakukan saat di jalanan menurun. Dibanding para pengendara menarik kedua tuas rem (depan dan belakang) secara berbarengan. Karena itu mudah memancing terjadi brake fading.

Rem Depan Berbahaya Apabila Ditekan Terlalu Lama

Menurut penjelasan Hendrik rem depan lebih rentan mengalami blong apabila ditekan terlalu lama. Rem akan cepat panas kalau menggunakan sistem hidrolik seperti pada motor matik. Hidrolik panas dari kampas rem akan mengurangi viktositas dari oli sehingga jadi cair.

Makanya kalau kita ngerem depan pakai rem cakram kok lama-lama ngeplos, karena remnya terlalu lama ditekan,” ungkap Hendrik kepada detikOto.

Berhenti Sejenak Apabila Merasakan Blong

Saat bung merasa daya cengkram rem sudah tidak mengigit sebaiknya berhenti sejenak untuk mengembalikan termperatur dan viktositas oli pada rem. Saat berhenti maka tempetaratur rem ada viktositas oli akan kembali normal. Selain itu maksimalkan penggunaan rem belakang dan dibantu rem depan secara bertahan. Lantaran rem mengalami blong karena pengoperasian berlebih.

Kalau di turunan paling aman sebenarnya pakai rem belakang, kalau rem depan ini ada potensi roda belakang bisa keangkat, di motor off road pun juga sama, rem belakang, caranya pakai rem belakang lepas tambah sedikit rem depan, kita mainkan remnya aja,” tutup Hendrik.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top