Inspiring Men

Atenx Katros, Sebenarnya Modifikator Atau Youtuber?

Menyebut nama modifikator motor custom tanah air mungkin sudah banyak. Menyebut nama youtuber di Indonesia juga tak sedikit. Tapi kalau yang berprofesi sebagai modifikator tapi juga dikenal sebagai youtuber? Rasanya masih sedikit.

Dari yang hanya sedikit jumlahnya itu, Atenx Katros bisa dibilang salah satu yang paling mentereng. Bahkan kalau dirunut bisa dibilang Atenx lewat rumah modifikasi Katros Garage merupakan salah satu yang pertama menyatukan sosial media dan urusan bengkel.

Pria bernama asli Andi Akbar ini secara mulus memaparkan urusan teknis di bengkel menjadi sebuah tontonan menarik. Apalagi Atenx selalu mengawali aksi modifikasinya dengan sebuah gambar design. Langkah yang belum banyak ditempuh modifikator lain ini, terbukti ampuh menarik minat penikmat youtube.

Walhasil, channel youtube dengan akun Atenx Katros kini menjadi rujukan para penggila modifikasi khususnya aliran Kustom Kulture. Akun instagram katrosgarage juga sudah menyerap lebih dari 30 ribu pengikut. Tapi sebetulnya apa alasan Atenx memilih merekam aktivitas dirinya dan bengkel serta mengunggahnya ke sosial media? Kami mencari jawabannya dengan berbincang bersama Atenx.

Bisa diceritakan bagaimana Katros Garage bermula?

source: instagram/katrosgarage

Lucu sebenarnya karena dulu Katros itu blog, malah bukan bengkel. Membuat blog karena Gue pada dasarnya memang suka cerita dan juga menulis. Kenapa memilih soal otomotif karena hobi gue memang soal otomotif sedari kecil.

Karena senang menulis malah sempat juga menjadi jurnalis di sebuah media otomotif. Tapi media tempat gue kerja dulu sebagai jurnalis, liputannya tentang motor-motor baru. Jadi motor-motor di bawah tahun 2000-an nggak bisa masuk ke media itu. Sementara gue hobi dengan motor modifikasi jaman dulu yang dikenal dengan istilah Kustom Kulture.

Itu kenapa akhirnya gue bikin blog sendiri dengan nama The Katros, untuk menampung tulisan-tulisan yang tidak dimuat di media itu. Dari situ kemudian orang lihat dan baca, ternyata banyak dari mereka berfikiran kalau The Katros itu bengkel. Mulai meminta modifikasi, membeli aksesoris dan sejenisnya.

Akhirnya sekalian saja dibuat bengkel yang lokasinya di rumah. Dari sinilah muncul nama Katros Garage. Sebetulnya artinya garage ya garasi rumah.

Tapi kenapa memilih nama Katros?

source: instagram/katrosgarage

Nama katros itu dari kata katro (Norak). Itu karena di tahun 2009 itu modifikasi yang paling ramai itu kan low rider dan motorsport. Sementara yang gue hobi dan mau omongin itu soal cafe racer, flattrack, tracker, seperti balik lagi ke jaman dulu.

Istilah kaya gitu kan dibilang sama orang lain “Ah motor lo katro”, “Ah modelnya katro”, karena dulu orang masih sedikit yang kenal aliran itu. Nah dari hal itu gue ambil menjadi nama blog dan bengkel gue. Cuma di kata katro itu gue tambahin huruf ‘s’ jadi Katros, biar gue nggak sendirian.. hahaha. (Dalam bahasa inggris suatu kata ditambah huruf ‘S’ menjadi majemuk-Red).

Kembali ke soal Katros Garage dan idientik dengan garasi, Katros juga sempat punya bengkel terpisah yang tidak di rumah bukan?

source: instagram/katrosgarage

Iya dari tahun 2009 – 2011 gue mencoba untuk memperbesar bengkel gue dengan menyewa ruko. Dari Katros Garage namanya berevolusi jadi Katros Motorcycle sampai di awal 2016 gue mulai nggak nyaman jalanin bengkel malahan jadi lebih banyak tekanan.

Setelah gue fikir-fikir itu karena faktor ekonomi. Dalam arti gue harus bayar kontrakan yang setahun menghabiskan 40 juta, belum lagi bayar karyawanan. Karena perputaran uang bengkel modifikasi itu dari segi bisnis nggak menguntungkan. Kalau memperbanyak orderan berarti harus memperbanyak karyawan. Dan beitu seterusnya. Di Indonesia rumah modifikasi memang belum jadi bisnis yang menguntungkan.

Dari situ gue merasa ini bukan lagi Katros yang dulu mau gue bangun, akhirnya ada jalannya juga ketika gue dapat tanah di daerah Bintaro ini dan ada space di samping rumah. Akhirnya gue kembalikan lagi kaya dulu menjadi Katros garage. Dengan bengkel di samping rumah.

Kalau tadi dibilang bikin bengkel modifikasi tidak mengungtungkan tapi kenapa modifikator malah menjamur?

source: instagram/katrosgarage

Mungkin karena mereka pikir enak kali ya hahaha. Gue sendiri perjalanan gue dari awal buka bengkel seperti lari dari kenyataan. Pada masa bujangan gue mikir keren, builder, punya bengkel. Makin ke sini gue makin mikir “bengkel mah begini-gini aja emang gue mau selamanya jadi tukang”, karena dulu gue ngelas dan ngecat motor sendiri.

Nah dari situ gue mikir sampai gue coba hire karyawan lebih banyak. Tapi nggak bisa juga. Karena perputaran uangnya menjadi builder di Indonesia ini memang hitungannya nggak menguntungkan.

Kalau berkaca dari luar negeri banyak modifikator yang berhasil secara bisnis, kenapa di Indonesia disebut tidak menguntungkan?

source: instagram/katrosgarage

Karena kultur modifikasi di Indonesia pengen cepet, murah, bagus dan nggak punya karakter hanya pengen ikut-ikutan. Misalnya gini, builder itu kalau di luar negri, antara builder A sama builder B pasti nggak akan pernah berantem karena sudah punya style masing-masing.

Misalnya yang builder A suka bikin tangki kotak-kotak kalau builder yang B suka bikin tangki yang bulet-bulet. Kalau gue pengen bikin tangki yang bulet-bulet gue datengnya ke B dong, kalau mahal? ya nabung. Tapi kalau orang Indonesia enggak begitu. Builder itu dipukul rata ibaratnya “Tukang bikin motor” jadi nggak punya ciri khas.

Misalnya di Indonesia gue punya duit 15 juta mau custom motor. Dateng ke bengkel A, duit gue nggak cukup, pindah ke bengkel B, duit gue nggak cukup lagi, gue pindah lagi ke bengkel C, duit gue cukup. Nanti di bengkel C karena harganya murah, gue kecewa misalnya karena ada yang kurang. Terus gue ngomong soal bengkel C nanti yang di bengkel A pasti nyautin “Oh emang di situ mah jelek”.

Hal seperti ini yang bikin scene modifikator motor tidak sehat. Apalagi dari segi bisnis karena hanya dilihat dari persaingan harga saja. Sementara Katros? Ya itu balik lagi ke background gue sih, gue buka katros itu karena hobi dan gue balikin lagi kaya dulu menjadi Katros garage. Memang gue jalanin karena gue senang bangun motor dan gue batasi sebulan hanya mengerjakan 3 motor (orderan yang masuk ke katros). Selebihnya gue nyari duit dari mana? Ya dari nama baik, juga jualan apparel.

Yang dimaksud nama baik itu apakah termasuk urusan soal sosial media?

source: instagram/katrosgarage

Gue waktu 2009 buka bengkel Katros, itu nggak ada namanya vlogger. Dan dulu mana ada orang yang kepikiran bisa kaya hanya bermodalkan sosial media instagram.

Kalau gue tahu di jaman itu instagram bisa bikin orang kaya, ya gue nggak bakal buka bengkel. gue mendingan posting motor-motor kustom aja di Instagram, follower gue bisa banyak. Cuma pada zaman itu gue nggak tau kan, ya pada akhirnya gue buka bengkel.

Lagi pula jaman sekarang sosial media impactnya udah luas kan, sedangkan jaman dulu misalnya gue mau tahu bengkel A, ya gue tahu dari hanya dari mukut ke mulut. Nah kalau sekarang apabila orang bilang bengkel A bagus bisa dicari tahu dari sosial medianya. Terbuka nggak si bengkel A ini di sosmed dan bisa kelihatan “Dapurnya” seperti apa. Karena gue terbuka di sosial media mungkin orang berasa deket dan bisa dipercaya untuk kustom motor di gue.

Sebelumnya itu orang modifikasi di gue itu karena budget. Karena waktu itu gue nggak matok harga yang terlalu tinggi, ya sekitar 12 jutaan sudah bisa bikin motor. Nah makin ke sini, harganya sudah makin naik mungkin karena nama baik yang dibangun di sosial media juga. Mungkin kalau sekarang orang nggak lihat harga lagi yang mau modifikasi motor ke gue tapi karena gue bisa dipercaya. Yang bengkel bukan sekedar bengkel. Jadi harga sudah gak harus bersaing lagi dengan bengkel lain.

Ada Bentuk Manfaat Lain Dari Sosial Media Ke Urusan Bengkel?

source: instagram/katrosgarage

Contohnya modifikasi Kawasaki W175. Jadi dengan Kawasaki selain kerja sama dibuatkan motor custom W175, bentuk bisnisnya juga termasuk dinaikan ke Vlog di youtube Katros. Mulai dari pembuatan hingga ketika dilaunching di acara Kawasaki.

Contoh lainnya kerja sama dengan TVS untuk max 125. Katros membuatkan series sebanyak 4 episode termasuk soal ide dan desainnya secara digital. Jadi bukan cuma bisnis modifikasinya tapi sosial media katros juga termasuk dari deal bisnisnya.

Tadi sudah disebut soal desain secara digital, sepertinya ini jadi kelebihan Atenx Katros apa benar begitu?

Kalau dulu era 2009 itu sedikit banget builder yang gambar dulu sebelum bangun motor. Kalau sekarang sudah 50%, cuma kebanyakan mereka nggak kasih tau kalau ini di design, karena mungkin mereka fikir nggak menarik.

Tapi gue justru kalau design itu di vlog gue tunjukin sebagai kelebihan gue pribadi bukan kelebihan bengke. Bahwa gue juga bisa digital imaging. Hal tersebut menambah nilai gue pribadi dan bengkel juga.

Jadi kalau kembali ke soal bengkel modifikasi, apa yang harus diubah untuk membuat pelaku bisnis ini lebih sejahtera?

source: instagram/katrosgarage

Sebenarnya budaya modifikasi ini memang masif banget. Kalau mau diubah ya dari Buildernya dulu. Builder harus memiliki karakter, bukan seperti tukang yang kita bahas barusan. Builder harus memiliki idealis, mau hasilnya jelek atau bagus karena gue basicnya design, gue percaya sesuatu hal nggak ada yang jelek dan nggak ada yang bagus. Sekarang celana jeans robek-robek bagusnya di mana? tapi pas levis jual harganya bisa berjuta-juta, sudut pandang jeleknya berubah jadi bagus.

Yang harus diutamakan punya ciri khas dan idealis. Dari situ lo bisa membatasi konsumen yang masuk, apabila budgetnya nggak masuk ya tolak aja, nggak usah diambil. Seperti bengkel-bengkel baru yang mulanya kustom motor chopper, kemudian ada tawaran modifikasi motor bebek disikat juga.

Jadi kalau mau diperbaikin yang pertama dari buildernya dulu untuk punya idealis. Terus kalau mau berbicara menghasilkan builder-builder baru, ya yang senior-senior harus sering ngumpul untuk memberikan edukasi dan pelatihan kepada builder-builder yang baru bermunculan. Dengan begitu mudah-mudahan jadi lebih baik.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Agar Hati Nyaman Tak Terusik Meninggalkan Motor Di Kala Mudik




Ingat Bung, mudik naik motor sangat tidak dianjurkan oleh pemerintah! Masih mau nekat? Sebagian Bung mungkin merasa mampu melakukannya. Apalagi sudah biasa touring jarak jauh.

Tapi mudik itu bukan cuma perkara perjalanan jarak jauh. Ketika itu kondisi jalanan sedang padat-padatnya. Situasi tidak senyaman perjalanan luar kota seperti ketika kita touring bersama kawan-kawan. Risiko tinggi bahkan nyawa taruhannya.

Karena itu baiknya kendaraan roda dua ditinggal dulu selama kita melaksanakan mudik. Namun tentu masalah lain kemudian muncul. Meninggakan motor kesayangan dalam jangka waktu lama bikin hati tak tenang. Perlu siasat agar hati tetap nyaman meninggalkan motor di rumah selama mudik.

Titip Tetangga Kalau Rumahnya Cukup Lega

Langkah ini bisa Bung lakukan apabila punya hubungan yang cukup dekat dengan tetangga. Terutama jika rumah yang hendak dititip cukup luas dan si tetangga tidak melaksanakan mudik lebaran.

Jangan lupa juga untuk menitipkan kuncinya, sekaligus perbolehkan untuk si tetangga menggunakan motor kita. Dengan begini motor akan tetap terpakai selama kita mudik, dan tak khawatir motor tidak dipanaskan. Nantinya sebagai rasa terima kasih jangan lupa bawakan buah tangan dari kampung halaman untuk mereka ya.

Tak Bisa Dititip? Usahakan Masuk Ke dalam Rumah

Skenario ini harus ditempuh seandainya tetangga terdekat juga ikut mudik pulang kampung. Jangan perlakukan motor seperti biasanya ketika kita beraktivitas sehari-hari. Karena selama ini kita hanya memarkirkannya di teras rumah agar mudah keluar masuk.

Mengingat akan ditinggal lama, kali ini motor harus dimasukan ke dalam rumah. Letakan pada posisi yang lebih dalam agar lebih aman. Sedikit merepotkan tak mengapa asal hati tak was-was di kampung halaman.

Pakai Kunci Tambahan Agar Lebih Aman

Metode ini terkesan sederhana namun terbukti masih cukup ampuh. Pasanglah kunci pengaman tambahan di motor. Selain itu berikan juga gembok tambahan untuk pintu dan pagar rumah.

Meski harus mengeluarkan budget lebih besar, namun belilah perangkat gembok dan pengaman yang mumpuni. Beberapa sudah dilengkapi bahan anti potong dan anti cairan perusak gembok.

Tentunya Lebih Nyaman Untuk fitur Motor Yang Canggih

Nah beruntunglah mereka yang punya motor dengan sistem keamanan canggih. Contohnya Yamaha Lexi-S yang sudah dibekali fitur Smart Key System. Ini merupakan sistem kunci tanpa anak kunci alias keyless.

Tentunya fitur macam ini akan membantu kita bebas dari tangan-tangan jahil yang sering menggunakan modus kunci T untuk mengambil motor. Dan kalau pun starter dipaksa diputar, motor tidak akan hidup karena sudah dilengkapi teknologi immobilizer.

Mudik Lebih Nyaman Ketika Tahu Motor Siap Menanti Ketika Kembali

Hati akan lebih nyaman jika tahu bahwa motor akan baik-baik saja ketika kembali. Menyenangkan jika mesin tak rewel ketika akan dinyalakan setelah sekian lama bukan?

Nah tentunya teknologi macam yang disematkan pada Yamaha Lexi akan sangat membantu mesin tetap lancar digunakan setelah sekian lama. Motor ini sudah dilengkapi Smart Motor Generator (SMG) yang memudahkan motor hidup dan membuat suara motor lebih halus saat dinyalakan.

Apalagi Yamaha Lexi menggunakan mesin generasi baru Blue Core 125 cc yang disempurnakan Variable Valve Actuation (VVA) sehingga pengendara akan merasakan sensasi berkendara efisien, bertenaga dan handal dengan tenaga dan torsi maksimum di setiap putaran mesin.

Motor sudah hidup, saatnya menikmati jalanan di waktu liburan tersisa. Berkeliling ke tempat liburan atau mengunjungi kerabat jadi alternatif yang menyenangkan menghabiskan masa berlibur.

Nah, untuk melakukannya tentunya kita butuh motor yang cocok digunakan untuk kegiatan tersebut bukan? Jawabannya ada di Yamaha Lexi yang luas dan nyaman dikendarai jarak jauh. Sebab Yamaha Lexi memiliki big luggage capacity yang mampu menampung barang bawaan lebih banyak. Apalagi, Yamaha Lexi menjamin pengendara tetap terhubung melalui Smartphone karena dilengkapi Electric Power Socket untuk mengisi daya gadget.

Berbeda dengan MAXI YAMAHA lainnya, Yamaha Lexi merupakan satu-satunya motor MAXI yang memiliki ruang pijakan kaki luas sehingga memberikan kemudahan bagi pengendara untuk menaiki sepeda motor. Spacious Flat Foot Board ini juga memberi kenyamanan posisi berkendara dengan dua posisi kaki khas MAXI YAMAHA.

Berbekal joknya yang bertipe long seat, menjanjikan kenyamanan berkendara baik individu maupun saat berboncengan. Pengendara bisa dengan nyaman membawa kekasih, pasangan, atau sahabat untuk bepergian bersama Yamaha Lexi. Kalau masih penasaran soal motor satu ini kamu bisa lihat detailnya di halaman ini!

Selamat mudik Bung!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Otomotif

Tunggangan Asal India yang Merupakan Saudara Dari Motor Eropa Hadir di Jakarta

Pabrikan motor asal India yang satu ini tak bisa dipandang sebelah mata. Meskipun India tak begitu berada di urutan terdepan dalam soal otomotif seperti halnya Jepang atau negara Eropa, tetapi produk yang dibuatnya bukan berarti hanyalah pelengkap pasar otomotif saja, Bung. Kalau tak percaya coba saja tengok ke TVS Apache RR 310 yang sangat garang ini.

Masuk dalam klasifikasi motor sport bertameng, rasanya tak afdol kalau tak membicarakan TVS Apache ini. Mungkin saja kini Bung tengah jenuh dengan keluaran motor sport yang itu-itu saja, ‘kan? Kalau Bung berpendapat seperti itu, TVS Apache RR 310 bisa Bung jadikan wishlist atau motor yang patut dipantau. Secara konsep sangat mirip dengan Akula 310 keluaran TVS juga yang dirilis dua tahun lalu. Terlihat pada model produksi yang dipengaruhi model konsep pada bagian fairing dan tameng kaca depan. Makin penasaran, Bung?

TVS dan BMW Beda Negara Tetapi Bersaudara

Mungkin Bung penasaran kok bisa TVS dikatakan bersaudara dengan pabrikan otomotif terkenal macam BMW. Sebenarnya tidak bersaudara dalam arti berhubungan erat dan saling berkaitan sejak lama. Namun, usut punya usut nih Bung, ternyata BMW Motorrad memang melakukan kerja sama dengan pabrikan asal India yakni TVS.

Dari situ saja sudah bisa dilihat kalau TVS berarti bukan pabrikan otomotif biasa saja, ‘kan? Kerja sama yang dilakukan pun dengan menghasilkan sepeda motor buatan masing-masing, dengan tidak terikat satu sama lain. Contohnya sama seperti BMW G310R dengan TVS Apache RR 310. Karena secara sederhana, Apache RR 310 ada versi fairing dari BMW G310R lho. Hanya saja BMW keluar lebih dulu dari TVS, jadi bisa dibilang kedua motor ini bersaudara.

Perihal Dapur Pacu yang Matang, Apakah Sama Spesifikasinya Dengan BMW?

Sudah pastilah Bung. Karena diproduksi di India untuk kekuatan dapur pacunya pun sama. Di dalam motor sport bertudung ini, Apache RR 310 dilengkapi dengan mesin 1-silinder 313 cc berpendingin cair. Tenaga yang dihasilkan pun mencapai 34 ps dengan torsi 27,3 nm. Jadi wajar saja kalau klaim output-nya sama seperti BMW G310R. Karena mesinnya saja diproduksi di tempat yang sama, yang berbeda hanya dari tampilannya saja.

Tampilan Berkelas dan Pantas Untuk Melintas

Saat melintas di jalanan, motor ini pasti bakal terlihat menawan. Karena tampilan yang dirancang bisa disebut terbaik dikelasnya. Apabila dikupas dari yang terkecil, dashboard dari Apache RR 310 pun memiliki bentuk unik dengan desain yang vertikal yang tentu saja itu tidak umum. Berbagai fitur yang terinspirasi dari motor balap ada di dalamnya, seperti kondisi mesin dan analisa berkendara.
Bagian depannya telah dilengkapi proyektor ganda bi-LED. Belakangnya juga sudah dibenamkan lampu LED. Agar performanya lebih terasa, TVS pun membekalinya dengan suspensi inverted dan monoshock spesifikasi balap dari KYB yang sudah teruji oleh ahli MotoGP. Kedua rodanya dibungkus ban Michelin Street Sport ukuran 110/70 di depan dan 150/60 di belakang. Dengan begitu, ini adalah kali pertamanya ban itu digunakan untuk motor di bawah 500cc.

Menjadi Pesaing Terberat di Kelasnya

TVS Apache RR 310 tidak bakal melenggang mulus begitu saja karena bakal banyak pesaing di pasaran yang cukup setara di kelasnya. Begitu juga sebaliknya, para pesaingnya pun pasti bakal gelisah melihat performa dan tampilan yang disuguhkan TVS Apache RR 310.

Di India motor ini bersaing dengan KTM RC 390, Kawasaki Ninja 300, dan Benelli 302R, juga Yamaha R3 yang bakal meluncur lokal dalam waktu dekat. Sedangkan di Indonesia otomatis menjadi rival Kawasaki Ninja 250, CBR 250, Yamaha YZF -R25 yang bisa disebut pesaing terkuat.

Coba Tengok Jakarta Fair Kalau Penasaran Dengan Performanya

Kalau secara penjabaran saja kurang begitu terasa. Terkadang butuh melihat asli bahkan mencobanya, guna membuktikan apakah benar motor ini cukup terasa di jalan dengan fitur yang teruji sampai diakui ahli MotoGP. Kalau itu jawabannya, Bung dapat mengunjungi Jakarta Fair Kemayoran yang sudah digelar dari beberapa minggu lalu. Karena TVS Apache RR 310 bertengger di sana, dan Bung bisa melihatnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Otomotif

Tampilan D-Tracker Kawasaki Disegarkan, Konsumen Bakal Dibuat Pede Dengan Tunggangan

Kelas supermoto yang garang ini diisi oleh perusahaan asal Jepang yakni Kawasaki dengan D-Tracker 150. Secara tampang memang motor trail yang akrab dengan medan berpasir atau tanah. Namun, motor ini berversi ban aspal dengan diameter 17 inci tapak lebar dari Kawasaki KLX 150.

Agar penampilannya makin garang, PT Kawasaki Motor Indonesia merilis warna hingga desain terbaru dari Kawasaki D-Tracker, Bung. Penyegaran tampilan dilakukan terhadap dua varian yang standar dan special edition, yang dibedakan dengan suspensi depan upside-down, hand-guard, setir fat-bar, frame cover, skid plate, dan velg hitam.

Sumber : Otoasia.com

Dari segi warna agak dibedakan Bung antara seri yang standar dan yang SE. Kalau yang standar Kawasaki coba memancing konsumen dengan varian warna putih-hitam dengan putih-hijau. Varian ini pun dibanderol dengan harga yang cukup ramah bagi kantong untuk ukuran motor sekelas D-Tracker, yakni Rp 31,8 Juta on the road untuk kawasan Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Serang.

Model SE pun tak mau kalah, apalagi hadirnya balutan warna hijau army layaknya motor tempur, membuatnya semakin gagah untuk ditunggangi. Ada pula varian lain yakni warna kuning yang dikawinkan dengan warna hitam. Menjadikan motor Kawasaki cukup mumpuni di kelasnya dari segi tampilan. Adapun soal harga dipatok di angka Rp 33,3 juta untuk wilayah on the road yang sama seperti model standar.

Varian SE juga terlihat makin tangguh dengan balutan warna hijau army layaknya motor perang. Selain itu juga ada pilihan warna kuning kombinasi hitam. Keduanya dipadukan dengan suspensi upside-down berwarna emas dan dipatok Rp 33,3 juta (OTR Jadetabekser).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Otomotif

Karena Warna Kerap Menjadi Sesuatu yang Berbicara, Kini GSX-S150 Menambah Variannya

Motor sport menjadi proyeksi bagi kegagahan laki-laki. Banyak laki-laki yang menitik pilihannya terhadap motor sport karena dianggap paling bisa merepresentasikan kepribadiannya. Tidak hanya yang bertudung saja, yang tanpa tudung atau tanpa fairing juga diminati seperti Suzuki GSX-S150. Demi menambahkan penyegaran, pilihan fitur pun ditambahkan demi menjawab pertanyaan konsumennya di Indonesia.

Keyless ignition system dan Shuttered Key System tersedia yang dihadirkan pula dengan varian warna. Untuk Keyless Ignition System terdapat dua pilihan warna yakni Met. Daytona Yellow dan Titan Black CW Rouge Red. Sedangkan Shuttered Key System tersedia lewat Stronger Red dan Solid Black Gloss.

Warna yang beda membagi dua fitur yang berbeda pula. Lantaran warna yang terdapat di kuda besi menjadi tolak ukur pribadi dari pengendara secara seksama. Bahkan, Suzuki pun menyatakan hal demikian.

“Konsumen tak perlu khawatir terhadapt sistem pengamanan ketika motor sedang diparkir. Bahkan bisa meningkatkan gengsi pemiliknya lantaran teknologi ini yang pertama di kelasnya. Warna pun menjadi pilihan yang sesuai dengan jiwa dan karakter target Suzuki GSX-S150 yang dewasa namun tak melupakan penampilannya.” Ungkap Yohan Yahya selaku Sales & Marketing 2W Department Head PT. SIS.

Untuk urusan harga tentu saja berbeda. Suzuki GSX-S150 Keyless Ignition System dibanderol dengan harga Rp 26. 200.000 sedangkan yang Shuttered Key System dibanderol Rp 25.750.00. Kedua harga terebut untuk on the road di Jakarta.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top