Inspiring Women

Artis Indonesia yang Cantiknya Tak Pupus Oleh Usia

Ketika banyak orang yang memuja cantiknya para artis pendatang baru yang masih belia, Bung mungkin masih tergila-gila pada dia yang telah Bung kagumi sejak remaja. Pada hal lain, selera mungkin berbeda. Namun untuk ukuran cantiknya perempuan, kita nampaknya akan sejalan dengan pendapat yang sama.

Ini bukan perihal dia yang kini mungkin sedang malang melintang di TV, bukan pula perempuan-perempuan muda yang sedang cantik-cantiknya. Sembari bernostalgia pada kecantikannya dulu saat masih belia, kali ini kami akan mengajak Bung untuk menilik lagi dasyatnya aura dari beberapa artis Tanah Air yang masih tetap terlihat cantik. Meski tak lagi muda.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Otomotif

6 Kiat Berkendara dengan Motorsport

Yang namanya berkendara dengan motorsport memang agak tricky. Selain harus menyiapkan fisik dan stamina yang prima—lantaran bobot body motor semacam ini pastinya di atas motor skuter matic, menunggangi kuda besi yang satu ini tak seperti naik motor lainnya. Pasalnya, ada tips khusus yang perlu diketahui agar tubuh tetap nyaman selama berkendara dan motor pun tetap dalam kondisi baik setibanya di tujuan seusai berkendara.

1.Biasakan Melakukan Cek Secara Menyeluruh Sebelum Berkendara

Sebelum memulai perjalanan, biasakan mengecek motor apakah motor dalam kondisi prima, mulai dari ban, rem, kopling, hingga sektor lampu. Jika semua aman, baru cari riding position alias posisi duduk yang menurutmu paling nyaman sehingga saat berkendara pun bisa santai namun tetap hati-hati.

2.Pastikan Sudah Tahu Posisi Badan yang Benar Saat Hendak Berkendara

Jangan karena mengejar gagah-gagahan lantas Bung memposisikan badan jauh dari stang sampai tangan lurus dan kaku. Karena ini bukan motor skuter matic, maka badanmu justru harus sedikit menunduk dengan posisi lenganmu sedikit menekuk.

Kenapa harus begitu? Karena lengan yang menekuk ini akan membantumu meredam rebound alias tendangan balik peredam kejut pada stang saat motor menghantam lubang. Kalau posisi sudah mantap, barulah mulai berkendara.

3.Jangan Asal Naik, Posisi Kaki pun Harus Stabil

Untuk posisi kaki, penempatannya harus pas karena ruangnya tak sebanyak di motor skutik yang menggunakan deck lebar. Motorsport hanya punya sedikit footstep tempat meletakan kaki. Lalu paha harus menempel ke tangki motor dengan posisi menjepit. Kendati begitu bukan berarti diam dengan tegang dan kaku. Kakimu harus tetap dalam kondisi relaks.

Posisi ini akan mempermudah untuk melakukan antisipasi bila Bung akan melakukan manuver ekstrem seperti hendak menghindari tabrakan. Dengan paha yang menempel ke tangki, Bung bisa mempertahankan posisi duduk agar tidak tergeser ke kanan kiri dan dapat mengeliminir risiko terpental dari motor.

4.Carilah Posisi yang Senyaman Mungkin untuk Tangan saat Menggenggam Stang

Untuk posisi tangan, perhatikan posisi tangan ketika menekan tuas kopling dan rem depan. Usahakan ketika mengoperasikan tuas rem depan atau kopling yaitu dengan cara menekan ujung tuas supaya ringan. Menekan tuas kopling bisa menggunakan dua jari yang sekiranya dianggap paling nyaman bagi pengendara.

5.Kenali Bentuk Motor Yang Bung Kendarai

Banyak orang meremehkan hal ini dan langsung saja betot gas ketika menunggangi kuda besinya. Padahal bentuk motor yang berbeda akan membuat pengendalian yang berbeda pula. Ambil contoh misalnya GSX-R150 dan GSX-S150. Dua motor Suzuki ini punya DNA yang sama, namun bentuknya berbeda sehingga handlingnya pun akan berbeda.

GSX-R150 dengan fairing tentunya punya body depan yang lebih lebar jika dibanding saudaranya tipe S yang bertipe naked bike. Tentunya butuh ruang lebih lebar jika merambah kemacetan.

Hal lainnya misalnya spion GSX-R150 yang ditanam di body depan sementara GSX-S150 berada di tangki. Ini akan membuat perbedaan karena GSX-S150 spionnya akan bisa ikut menyelip jika stang dimainkan ketika beraksi diantara kendaraan lain, sementara tipe R butuh perhitungan sebelumnya karena spionnya tang tak bergerak.

6.Kenali Juga Karakter Motormu Agar Tepat Mengambil Kesimpulan Di Jalan

Bung harus mengenali karakter motormu dengan tepat. Mulai dari karakter mesin hingga karakter berkendaranya. Coba kita ambil contoh GSX-S150. Untuk urusan dapur pacu GSX-S150 ini disematkan mesin berkapasitas 150 cc DOHC yang sama dengan saudaranya tipe R. Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-S150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

Karakternya jinak diputaran bawah sehingga membuatmu tak repot kalau mengendalikannya di RPM rendah.Tapi jangan lantas anggap remeh tenaganya. Kenali dulu, karena ketika diputaran menengah dan atas kalau tak siap, Bung akan dibuat terkejut dengan ledakan tenaganya.

Untuk dimensi, tampilan dari motor garapan Suzuki ini mempertontonkan rangka Single Cradle yang bisa terlihat jelas. Ukurannya sendiri memiliki panjang 1.975 mm, lebar 674 mm, dan tinggi keseluruhan mencapai 1.070 mm. Sedangkan untuk ukuran wheelbase sendiri mencapai 1.300 mm.

Dengan ukuran macam ini, GSX-S150 ini bisa dibilang cukup besar untuk kelas 150cc. Tapi tak perlu khawatir, tinggi jok yang 785mm sangat pas untuk ukuran rata-rata orang Indonesia tanpa harus berjinjit.

Ukuran kekar ini berlanjut hingga kaki-kaki. Di depan menggunakan suspensi teleskopik besar dengan di belakang mengusung tipe monoshock guna menambah kestabilan berkendara. Velg alloy berukuran 2,15 inchi di depan dan 3,5 inchi di belakang dibalut ban depan 90. Tentunya cukup lebar untuk membuatmu tetap stabil di jalan lurus, namun cukup lincah untuk melakukan manuver.

Nah dengan kiat-kiat macam itu tentunya Bung akan lebih aman dan nyaman mengendari motorsport milikmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Dating & Relationship

Untuk Membantu Si Nona Mencapai Titik Kepuasan, Terdapat Berbagai Cara yang Dapat Bung Upayakan

Banyak yang bilang, entah itu mitos atau fakta, mungkin Bung bisa mencarinya. Bahwa perempuan memiliki nafsu dua kali lipat daripada laki-laki. Akan tetapi hal itu tidak sejalan dengan fakta kalau si nona yang tidak mudah mencapai ke titik klimaks birahinya. Hal ini dinyatakan oleh salah satu majalah asal Amerika, Cosmopolitan. Majalah tersebut menyatakan bahwa 43 persen perempuan tidak bisa meraih orgasme saat bercinta. Dalam arti si nona tidak merasakan hal yang sama dengan Bung saat sudah klimaks, bisa jadi si nona belum mencapai titik apa-apa saat bercinta.

Memang terdapat banyak faktor kenapa perempuan sulit untuk orgasme dikala hubungan badan. Salah satu penyebabnya adalah Bung yang tidak paham apa yang diinginkan pasangannya. Faktor lainya, mungkin kurangnya stimulus terhadap sisi sensitifnya atau kurangnya durasi foreplay. Sehingga saat si nona belum merasakan fase nikmat, Bung sudah buru-buru merangsek ke intercourse saja. Ayolah! Bung harus bisa menjadi pasangan yang mengerti apa maunya si nona!

Rileks Menjadi Kunci Agar Si Nona Dapat Menikmati Setiap Hentakan Bercinta Tanpa Henti

Membuat suasana rileks dalam hubungan badan itu penting lho Bung. Karena apa yang Bung pikirkan saat sedang bercinta sangat berlawanan dengan si nona. Laki-laki cenderung memikirkan apakah mereka bisa membuat pasangannya puas, sedangkan perempuan takut membuat pasangannya bercinta terlalu lama karena perempuan memerlukan waktu yang lama untuk mencapai klimaks. Hal ini berbasis dari penelitian yang dilakukan di Swedia bahwa butuh waktu 15 hingga 40 menit untuk membuat si nona dapat klimaks saat bercinta. Rileks menjadi faktor penting sekaligus kunci saat bercinta, karena itu membuat Bung dan si nona menikmati setiap sesinya.

Guna Membantu Menaikkan Birahi Si Nona, Buatlah Dia Percaya Diri Apa Adanya

Mungkin Bung belum tahu, kalau perempuan ternyata cenderung memikirkan soal penampilan saat hubungan badan sehingga sulit orgasme. Hal ini pula yang dipubilkasikan oleh Journal of Sex Research yang mengungkapkan kalau perempuan terkadang malu dengan tubuhnya, karena takut tak bisa membuat pengalaman bercinta jadi semakin menyenangkan. Sehingga yang harus Bung lakukan adalah memuji bentuk tubuhnya sampai penampilannya. Dengan memberikan sanjungan dapat membuat si nona tidak minder maupun rendah diri.

Ketika Merangsangnya, Jangan Terlalu Menggebu dan Terburu-burulah Bung

Jangan karena kepalang nafsu membuat Bung berlaku berantakan dalam merangsang pasangan. Lakukanlah semua dengan ritme yang beralur tentram, terutama dalam soal stimulus di bagian payudara perempuan. Berdasarkan penelitian ternyata rangsangan di bagian payudara dapat membantu si nona dalam orgasme. Ingat, jangan buru-buru langsung ke bagian dada Bung, tetapi mulailah dari area samping, atas dan bawah payudara yang ternyata lebih sensitif dari puting ataupun areola. Stimulasi pun bisa lanjut ke tahap area V secara perlahan sebelum melakukan sebuah penetrasi.

Tingkatkan Durasi Foreplay Sampai Si Nona Merasa Tiba Waktunya Untuk Play

Sesi hubungan badan jangan langsung termakan dengan godaan dan birahi yang semakin melawan. Mulailah dengan foreplay yang dapat meningkatkan gairah pasangan. Dengan melakukan ciuman atau pun berupa sentuhan yang membuat si nona menegangkan dan terangsang. Saat si nona sudah menikmatinya, jangan cepat Bung sudahi tetapi mainkan durasi lebih lama sampai si nona merasa sudah waktunya untuk memulai ritual hubungan badan langsung ke arah yang biasa dilakukan.

Prinsip Ladies First Harus Dipegang Teguh Selama Hubungan Badan Tak Hanya Saat Kencan

Konsep ladies first tidak hanya terpakai saat Bung sedang melakukan sesi romantis dan kencan. Tetapi harus dilakukan juga ketika berbicara soal hubungan ranjang, karena ini masalah kepuasan. Sebab dalam hal ejakulasi Bung lebih mudah mendapatkannya dibanding si nona, seperti yang dikatakan di atas si nona membutuhkan waktu maksimal 40 menit untuk mencapai titik kepuasan.

Adapun cara yang bisa Bung lakukan untuk memancing si nona orgasme duluan, meskipun cara ini pun sedikit tricky.  Yakni dengan memancing si nona lewat ‘pemanasan’ yang lama dan Bung baru memasuki ranah penetrasi setelah si nona merasa sudah ingin orgasme saja. Kenapa melakukan hal ini, karena laki-laki setelah berejakulasi biasanya sudah melupakan pasangannya apakah sudah orgasme atau belum. Jadi, dengan mendahulukan si nona akan membuat hubungan ranjang jadi lebih adil dan leluasa, Bung.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Health & Personality

Daripada Masa Pacaran, Momen Pendekatan Sebenarnya Jauh Lebih Berat Untuk Dijalankan

Masa pendekatan seperti sebuah ujian sebelum jadian, ada rintangan yang menghalangi hingga membuat hubungan tidak dapat berjalan yang diinginkan. Karena itu, masa pendekatan masa sulit yang harus dilewati. Seperti ajang pecarian bakat tapi masih dalam kategori kualifikasi. Bung harus usaha keras agar jalan berat bisa ringan diselesaikan.

Pendekatan biasanya dijalani penuh semangat meskipun rasa cinta belum tentu terbalas. Bagaimana bung mau tahu kalau hal itu dapat terbalas kalau belum mencoba untuk menyelesaikan. Lantaran berat di jalani, banyak yang tidak usaha extra ketika di titik ini. Banyak yang cuek dan coba cari sana cari sini yang pas di hati. Tapi malah tetap sendiri karena terlalu selektif memilih calon istri.

Memulai Chatting Awal Bisa Berbuah Basi Karena Respon Nona Datar Tanpa Ekspresi

Mencari bahan obrolan bersama gebetan tentu sulit bung. Apalagi respon gebetan tidak terlalu menyenangkan saat menyapa di waktu sengang. Ingin pendekatan berjalan mulus, bung berlaku bak wartawan dengan menanyakan berbagai pertanyaan untuk menggali kehidupan nona lebih dalam. Garing memang, tapi bung tetap melakukan.

Belum lagi, nona bisa membalas pesan bung dengan jeda 2 sampai 3 jam. Hingga timbul pertanyaan apakah bung bukan prioritas di ranah perasaan nona? sehingga hadir dan tidak, tidak berpengaruh buatnya. Bung yang terlahir sebagai laki-laki kuat, harus bisa mensiasiti dan menaklukan nona. Karena tantangan seperti itu saja tidak bisa, bagaimana ke langkah selanjutnya?

Uang Menjadi Pertaruhan Untuk Kemenangan Masa Pendekatan

Kalau chatting sudah berjalan aman, bisa jadi pertemuan akan segera dilakukan. Karena pesan yang berjalan antara bung dan nona, sudah menggali rasa penasaran. Meet up, istilah gaulnya. Merujuk ke tempat makan yang tak mewah namun menawan. Agar nona bisa menilai, kalau bung cukup memiliki selera dan nilai untuk memilih tempat pada sebuah pertemuan.

Usaha laki-laki kepada perempuan memang ada saja. Entah kodrat atau memang dicontohkan adam dan hawa, sistem traktir atau bayarin seperti menjadi tanggung jawab laki-laki. Demi merebut hati, apa boleh buat kan bung? dengan mempersiapkan suntikan dana untuk dapat traktir nona. Meskipun bulan depan hidup berkecukupan.

Tak Selalu Mulus, Kadang Dada yang Harus Banyak Dielus 

Setiap rencana pasti tidak pernah mulus. Tahayul apabila ada orang yang selalu mulus dengan rencana yang dibuat tanpa pernah gagal atau ada batu sandungan. Pendekatan sesungguhnya adalah rencana dari setiap orang yang ingin berpasangan, dengan menunjuk satu individu untuk mencoba menjalin hubungan.

Ketika rintangan datang, seperti Nona tiba-tiba menghindar dari peredaran atau ditolak setelah mengajak lebih dari teman. Ya sabar saja bung, itu semua biasa terjadi. Jangan ditangisi karena tidak perlu menangisi yang pergi secara terminologi, terkecuali ia tak lagi hidup di bumi.

Rasa Tidak Yakin Dapat Membuat Rasa Sang Nona Menjadi Terombang-Ambing

Ada lagi rasa kurang yakin hingga membuat gebetan pergi. Lantaran bung terlalu lama mengambil sikap untuk mengakhiri pendekatan dan melangkah maju ke arah jadian. Lagi-lagi, rasa yakin kerap mengantui hingga bung kerap menunda untuk mengikat nona. Padahal nona sudah terbawa suasana, namun dibuat sakit dengan perasaan yang diombang-ambing di segala situasi.

Dilema yang dialami nona, memutuskan untuk pergi, dari pada dibuat pilu karena langkah yang serius seperti hantu. Mampu memperlihatkan dan mengancam tapi tak kunjung bisa digapai. Kalau bung mengalami keraguan coba lah mencari jawaban. Jangan membawa perasaan seseorang ke arah ketidakpastian.

Pribadi Oportunis Selalu Ada, Rajin Melihat Celah Demi Memetik Kesempatan yang Ada

Oportunis mungkin sebutan bagi kawan yang memanfaatkan rasa lengang hubungan, kemudian masuk dan mendapatkan sesuai tujuan. Kalau bung sedang bersama gebetan dan dalam masa pendekatan, jagalah dia. Meskipun belum ada ikatan diantara kalian, namun bisa saja kerenggangan kalian dimanfaatkan oleh seseorang yakni kawan.

Istilah ini sering disebut nikung, tidak hanya merebut gebetan, merebut pacar pun juga demikian. Tapi kalau bung gentle ya biarkan nona yang memilih. Jangan terbesit rasa dendam dan amarah kepada seseorang oportunis tersebut. Kalau bung memang prioritas dan berkesan, pasti nona tak segan buat memilih bukan?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Health & Personality

Kala Si Nona Sedang Bercerita, Sebisa Mungkin Tahan Untuk Berkomentar

Yap, menurut penelitian Ladbrokes kepada 2.000 orang dewasa, 55% wanita gemar berbagi tentang hdubungan percintaan. Bisa percintaan teman, atau pun dirinya sendiri. Dan berperan sebagai pasangan, bung harus coba untuk bisa lebih paham. Salah satu caranya, tak memotonng pembicaraannya kala ia sedang bertutur kata.

Ini memang jadi situasi yang gampang-gampang susah, sebab satu kali bung blunder salah ucap, hati nona bisa saja mendadak berubah. Bukannya meringankan masalah, yang ada menambah masalah. Maka beberapa hal yang ingin kami sampaikan ini, mungkin bisa bung pahami terlebih dahulu.

Jaga Lisan Ketika Nona Sedang Bicara Banyak Soal Percintaan

Sumber : Nymag.com

Mulut-mu, harimau-mu, bukanlah sebuah jargon bohongan. Kalau bung tak pandai menjaga lisan yang ada urusan bisa panjang. Ketika bung merasa risih dengan kesalahan pasangan, jangan ditegaskan. Karena itu akan membuat dia makin terpuruk.

Kesalahan yang digarisbawahi membuat dia merasa bodoh karena tak paham akan kelakuannya. Secara klise manusia memang tempatnya salah kan bung? jadi jangan mengatakan “Tuh kan, apa aku bilang!” karena itu dapat memojokan dia. Sebaliknya tunggulah waktu yang tepat, dengan membiarkan ia berpikir dengan jernih terlebih dahulu. Nanti jika ada kesalahan serupa yang akan dilakukannya lagi, bung bisa memakai kejadian sekarang sebagai larangan. “Kamu mau kaya kemarin lagi?”

Jangan Mengomentari Sikap Atau Kesalahannya

Sumber : Huffpost.com

Bung harus pandai baca situasi untuk mengatasi. Karena perempuan adalah mahluk yang paling pakai hati. Beda dengan anda bung, yang selalu pakai logika. Ketika nona sedang curhat terus lalu kebodohanya dan memperbaiki, jangan bilang “Kenapa sebelumnya kamu nggak gini aja” ya, karena itu tidak ada faedahnya.

Jangan juga bung menyalahkan kalau tiba-tiba dia marah. Sebab akan jadi sesuatu yang wajar kalau akirnya nanti dia akan marah. Karena biar bagaimanapun kalimat tersebut dapat menydutkan posisinya. Bung harus lebih sabar dalam memahami si nona. Dan salah satu caranya adalah dengan tak terburu-buru menjatuhkan vonis bersalah atas dirinya.

Setiap Masalah Pasti Beragam Bung, Tapi Bung Tak Boleh Sepele Akan Masalah yang Si Nona Bagikan

Sumber : Moneycrashers.com

Setiap orang memiliki klasifikasi masalah, dengan ragam porsi bisa makro dan juga mikro. Kalau bung mendapati nona curhat ternyata hanya masalah sepele, jangan ditanggapi dengan “Oh, gitu doang”. Karena apa yang kita anggap remeh belum tentu serupa dengan apa yang sedang ada dalam pikirannya.

Sekalipun masalah yang ia bagikan memang tak ada berjuntrungan, tapi memberikan pernyataan dengan gambaran seolah tak tertarik pada si nona, akan membuatnya marah. Apalagi jika hal itu bung sampaikan ditengah-tengah obrolannya.

Apalagi Kalimat “Yaelah” Seperti Nada Ngenye yang Ditegaskan

Kata “Yaelah!” sepertinya dapat menyepelekan semua kalangan. Tidak hanya perempuan saja, tapi laki-laki juga. Jelas kata ini sangat memojokan bagi siapa saja yang ditanggapi. Lalu bayangkan jika bung adalah si nona yang bercerita untuk kemudian mendapat sanggahan serupa seperti yang baru saja bung sampaikan pada dirinya.

Walaupun menurut ladbrokes 50% pria hanya mampu bertahan selama 6 menit, tapi itu bukan menjadi patokan bung untuk males mendengarkan nona. Coba lah mendorong diri sendiri untuk mendengarkan curhatan lebih lama dari biasanya, agar hubungan berjalan awet seperti sedia kala.

Jangan Bertanya Bung Harus Seperti apa, Lebih Baik Dengarkan Saja Dirinya

Perempuan memang harus dimengerti semua keluh kesahnya, karena ia sendiri terkadang bingung harus berbuat apa untuk menghadapi masalahnya. Bahkan, kadang ia sering kali curhat ke teman-teman untuk mendapatkan solusi yang matang atau menjalankan seperti apa yang disarankan.

Tetapi perempuan terkadang tidak ingin diberikan saran untuk setiap curahan hati. Asalkan dapat mengutarakan unek-unek saja. Ia pasti sudah senang bukan main bung. Tapi ada kesalahan fatal, ketika pria yang selalu memberi nasihat dan bingung untuk berkata. Sehingga muncul kalimat “Terus aku harus gimana?” hal itu dapat membuat nona kesal tak karuan. Karena perkara curhat adalah ingin didengarkan bukan untuk mendengarkan.

Ingat bung, ia hanya ingin didengarkan tak melulu ingin mencari jalan keluar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top