Sport

Arsenal Kembali Menutup Musim Tanpa Gelar

Tiket Final Liga Europa  yang diperebutkan oleh Arsenal dan Atletico Madrid sudah resmi dimiliki oleh Atlettico. Pasalnya tim asa kota Madrid tersebut telah mengamankannya ssetelah berhasil meraih kemenangan 1-0 lewat gol tunggal Diego Costa, yang harus memaksa Opsina memaksa ambil bola dari jala gawangya.

Kekalahan ini otomatis menjadi tutup buku yang buruk dari Arsene Wenger yang tahun ini bakal berpisah dengan Arsenal. Jual beli serangan kerap di lakukan Tim Meriam London Utara, namun buntunya lini depan yang dikepalai Lacazete selama waktu normal belum bisa menjebol gawang  Jan Oblak.

Seperti diketahui saat #MerciArsene berkumandang di sosial media atas dedikasi dan sumbangsih pelatih asal Perancis tersebut kepada Arsenal selama 22 tahun. Banyak pula yang memprediksi bahwa Piala Liga Europa bisa menjadi kado terakhir yang dapat diberikannya.

Bertemu tim kuat di Semi-Final nampknya menjadi penghalang bagi Arsenal, Namun sayang pada saat leg 1 bermain di kandang, Arsenal tak mampu memaksimalkan padahal unggul jumlah pemain sedari menit-menit awal. Berharap dapat memberikan kejutan di leg 2, yang ada Arsenal malah makin bertekuk lutut dan tak mampu berkutik banyak di pertandingan tersebut.

“Kami tahu kami tidak begitu baik musim ini, tetapi mereka adalah salah satu tim terkuat ketika bermain di kandangnya sendiri, di stadion mereka, di depan pendukung mereka. Kita harus melihat gambaran yang lebih besar.” Ujar sang pemain belakang Hector Bellerin.

Sedangkan Atletico Madrid bakal menghadapi Marseille di laga Final nanti. Setelah tim asal Perancis ini mampu mengkandaskan Red Bull Salzburg dengan aggregat 3-2.

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Paketan Motor Sport yang Dicintai Dari Suzuki Memadukan Kecepatan Dan Melesatnya Penjualan

Pangsa penjualan otomotif khususnya di roda dua sebenarnya kurang tercapai dari segi target dalam skala nasional di tahun 2017. AISI selaku Asosiasi Industri Sepedamotor pun membenarkan hal tersebut. Penjualan di tahun lalu diharapkan mampu menyentuh angka 5,9 juta unit secara nasional tidak terealisasikan lantaran hanya menyentuh di angka 5.886.103 unit. Jumlah tersebut merupakan penurunan 0,76 persen. Di tahun 2016 penjualan roda dua berhasil mencapai 5.931.285.

Lantas bagaimana para perusahaan motor asal Indonesia menyikapinya bung? dari sekian perusahaan motor yang hadir di Indonesia, ternyata Suzuki merupakan pemain yang berhasil dengan mencatatkan penjualan tertinggi sebesar 27 persen. Dan menurut Yohan Yahya, Sales & Marketing 2W Department Head PT. SIS, tahun lalu merupakan momen kebangkitan dari Suzuki.

“Tahun 2017, merupakan tahun kebangkitan bagi kami. Hal ini tidak terlepas dari kepercayaan konsumen setia Suzuki atas produk baru Suzuki. Di tahun 2018, kami akan menjawab ekspektasi konsumen dengan menghadirkan beberapa pilihan produk baru, program penjualan, pelayanan aftersales, serta event-event menarik lainnya,” ujar Yohan Yahya, Sales & Marketing 2W Department Head PT. SIS.

Usut punya usut keberhasilan Suzuki untuk bangkit terletak pada kecanggihan dan kehandalan pada mekaniknya. Khususnya dalam mengeluarkan produk Suzuki GSX-R150 dan Suzuki GSX-S150. Khususnya GSX-R150 yang memberikan kontribusi tertinggi terhadap penjualan Suzuki sebanyak 40% bung dengan jumlah 28.982 unit.

Sebagai pemain lama yang pernah mengecap kesuksesan di era 90-an, tentu saja perusahaan asal Jepang ini ingin kembali berada di era tersebut. Apalagi Suzuki merupakan pemain yang diperhitungkan di kelas motor sport. Contohnya saja seperti RGR yang menjadi “jagoan” di pasar motor berbaju dengan mengedepankan teknologi diantara kompetitor.

Berkat cerita dan sejarah yang pernah tertuang di tahun 90-an. Suzuki coba membangkitkan lagi ke era keemasannya. Untuk meramu dan menggarap kelas motor sport Suzuki pun melakukan percobaan secara serius dan matang. Mengingat motor RGR diminati lantaran teknologinya maju, dua motor sport GSX-R150 dan GSX-S150 pun dibekali fitur tercanggih dan terkini.

Mata mungkin bakal tertuju ke penampilannya yang sporty, tapi kalau lebih jeli lagi mata bung bakal disambut LCD Speedometer full digital. Di kelas Suzuki GSX-R150 fitur tanpa kunci atau Key-less Ignition System menjadi teknologi menarik. Lantaran bung sebagai pengendara tak perlu lagi memutar anak kunci di rumahnya. Dengan menekan tombol starter makan mesin akan hidup dengan mengantungi sensor. Fitur ini menjadi terdepan di kelasnya.

Dari dapur pacunya saja sudah dibekali mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal. Sehingga duo GSX bisa meluapkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

Salah satu yang digadang dapat diminati dari GSX pemilihan mesin berjenis over stroke atau Square. Dapur pacu GSX-R150 mengadopsi tipe ukuran over bore alias diameter pistonnya 62,0 mm) lebih lebar bahkan berselisih jauh dibanding langkahnya (48,8 mm). Over stroke hampir sama dengan mesin bore yang lebih kalem pada putaran bawah. Dengan menjadikan GSX-R150 ramah di tengah kemacetan tanpa kerepotan mengatasi tenaga dan torsi berlebihan pada putaran bawah.

Berbicara soal kecepatan yang selalu jadi pemantik bung untuk memacu adrenalin, motor ini bisa melesat hingga 13.000 RPM dengan tenaga maksimal berada di 18,9 dk dengan torsi 14 NM. Sebagai catatan sifat asli over bore mulai terlihat pada putaran menengah dan atas dimulai di angka 7000 RPM.

Kecepatan yang tak main-main, begitupula dengan tampilan. Perkembangan warna dan tren yang dicintai warga tanah air membuat Suzuki GSX-R150 memberikan beberapa varian warna seperti Metalic Triton Blue, Titan Black, Solid Black/Gloss, Brilliant White dan Stronger Red. Sedangkan GSX-S15 hadir dalam 4 pilihan warna yaitu Metalic Triton Blue, Metalic Ice Silver, Solid Black/Gloss dan Stronger Red/Titan Black.

GSX-R150 dan GSX-S150 timbul menjadi primadona dan idola baru di kalangan otomotif. Tentu saja pihak Suzuki ingin tren ini tersebut belanjut di tahun ini. Hal ini pun disampakan Yohan yang mengharapkan penjualan dapat tumbuh melewati 100.000 unit.

“Meskipun pasar tidak bergerak naik, kami mengharapkan tetap mendapat bagian yang lebih. Yang kami kejar kenaikan tahun ini dari tahun lalu itu kurang lebih, mungkin 40 persen atau syukur bisa 50 persen,” pungkas Yohan.

Kecanggihan, kecepatan dan tampilan diramu secara menarik. Persuahaan yang telah berdiri sejak tahun 1909 ini nampaknya memiliki blue print yang mana dikeluarkan sebagai senjata ampuh guna menghempas kompetitornya. GSX Series menjadi bukti kalau Suzuki masih bertaji, jadi tak salah kalau GSX Series menjadi paketan motor sport yang dicintai.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Relationship

Cobaan di 5 Tahun Awal Pernikahan yang Mesti Bung Rasakan Dengan Hati Lapang

Pernikahan menjadi mimpi besar setiap pasangan. Tak ada pasangan yang tak menginginkan pelaminan sebagai tujuan terakhirnya. Dibalik indahnya dunia setelah menikah, dimana Bung dan si nona sudah terikat secara agama untuk sehidup semati, cobaan dan sandungan pun bukannya lantas berhenti. Akan ada hambatan baru yang bakal menanti.

Karena hidup tak pernah absen dari ujian, begitu pula dengan pernikahan. Terdapat beberapa cobaan semasa pernikahan Bung masuk di usia 5 tahun. Cobaan pun bukan hanya datang dari luar, melainkan bisa dari sikap Bung dan si nona pula. Alhasil bagi Bung yang menikah lebih baik menyiapkan semuanya matang-matang sebelum cobaan ini membuat kalian pusing tujuh keliling.

Kebiasaan yang Dilakukan Pasangan Ternyata Mengusik Ketenangan

Setiap orang memiliki kebiasaan tersendiri, yang bisa saja bersifat buruk. Sebagai pasangan suami istri yang terbilang baru, terdapat perbedaan soal kebiasaan yang bisa memicu konflik. Misalnya kebiasaan Bung yang mendengkur, menaruh botol maupun gelas sembarangan, hingga menyalakan lampu ketika tidur. Sedangkan si nona tak terbiasa ada lampu menyala saat tidur, begitu pun dengan sikap-sikap lainnya. Alhasil keributan kecil pun dapat terjadi. Dan hal ini dapat disikapi dengan saling adaptasi jika Bung dan si nona mau berupaya.

Pasca Pernikahan Kondisi Keuangan Mulai Membingungkan dan Dipertanyakan

Saat merencanakan pernikahan, mulai dari biaya sewa gedung, katering, gaun pengantin sampai hal kecil, tentu saja melibatkan uang. Tabungan yang disiapkan bisa jadi menipis bahkan ludes lantaran biaya pernikahan tak murah, kan? Bisa jadi ada biaya-biaya yang masih mengutang dengan vendor. Stres bisa menyerang pasangan lantaran uang adalah hal yang sensitif.

Lebih baik sedari awal Bung buat perencanaan uang secara matang seperti anggaran tiap bulan, tabungan hari tua, tunjangan kesehatan investasi, sampai pendidikan anak. Meskipun para tamu undangan memberikan “amplop” belum tentu hasilnya sepadan dengan pengeluaran.

Janganlah Berekspetasi Kalau Kehidupan Pasutri Berwarna Seperti Bayangan Ideal Bung

Ekspetasi yang berlebihan hanya akan membuat Bung kecewa. Semisal berharap kalau menikah berarti ada yang membuatkan makanan, diberikan pijatan saat Bung lelah bekerja, senyum manis selalu terbuka ketika mata terbuka di pagi hari. Kalau pun ada salah satu yang terwujud, bersyukurlah. Kalau ternyata tidak ada, janganlah Bung kecewa karena hal itu bisa menimbulkan pertengkaran awal Bung dan si nona sebagai pasangan suami istri nantinya.

Melepaskan Gaya Hidup Lajang yang Penuh Kebebasan

Kebiasaan untuk hang out bareng teman, suka belanja sepatu dan hobi lainnya sudah mulai tak sebebas dulu, ada uang yang mesti disisihkan secara berkala seperti yang disebutkan di atas. Apalagi bagi Bung yang memang memiliki kebiasaan nongkrong sampai larut pagi, sepertinya hal itu sudah mesti dihilangkan. Karena pernikahan adalah soal tanggung jawab terhadap seseorang, sekarang posisi Bung sudah beralih jadi kepala keluarga bukan pemuda sebatang kara yang bebas kemana-mana.

Masalah Mertua dan Ipar yang Dapat Membuat Bung Diuji Soal Sabar

Mertua dan ipar adalah faktor berat lainnya. Saat Bung harus hidup satu atap dengan mertua atau keluarga dari pihak istri, bisa saja ada kebiasaan yang Bung tak bisa lakukan seperti biasa.

Misalkan Bung biasa bangun terlalu siang, tapi semenjak menikah Bung harus bangun pagi lantaran sang mertua tak suka melihat mantunya bangun siang. Hal-hal seperti itu wajar saja, cara Bung untuk mengantisipasi adalah belajar menjadi menantu yang rendah hati dan berupaya merebut hati mertua sejak awal menjalin hubungan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Relationship

Lidah Hampir Hilang Saat Sang Mantan Mengajukan Ciuman Perpisahan

Mengalami putus cinta memang hal pahit yang tak dapat diduga-duga. Tapi dibalik hal pahit itu, ternyata ada pula kesakitan secara harfiah yang telah dirasakan sendiri oleh seorang laki-laki bernama Liu yang berasal dari China. Karena sang mantan bernama Zhou menggigit lidahnya lantaran tak ingin ditinggal oleh Liu.
Laki-laki yang berusia 23 tahun tersebut harus mendapatkan pertolongan dari petugas kepolisian agar dapat melepaskan diri dari gigitan Zhou. Berawal dari Liu yang ingin menyudahi hubungan mesra dengan Zhou. Zhou pun menolak untuk berpisah, namun pada akhirnya ia mengiyakan apa yang menjadi keinginan Liu dengan catatan ia mendapatkan ciuman perpisahan, Bung.
Saat saling melepaskan ciuman perpisahan, tiba-tiba Liu berteriak kesakitan yang ternyata lidahnya digigit oleh Zhou. Sang mantan pun tak mau melepaskan gigitannya sampai mengundang perhatian banyak orang, sekaligus polisi. Permintaan polisi untuk melepasnya pun dihiraukan oleh Zhou. Sampai akhirnya polisi melepaskan semprotan merica ke wajahnya.
“Saat kami tiba, saksi mata mengatakan pasangan itu berbicara tentang mengakhiri hubungan,” ujar petugas polisi, Wu Changfeng dikutip dari DailyMail.
Setelah terlepas Liu masih beruntung lantaran tidak terjadi hal yang tak diinginkan pada lidahnya. Sedangkan sang mantan, Zhou, diserahkan kepada orang tuanya. Usut punya usut, ternyata perempuan tersebut pernah mendapatkan perawatan kejiwaan selama lima tahun, Bung!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sport

Donnarumma Tak Mau Pindah Real Madrid, PSG, dan Manchester United, Kecuali ke Liverpool

Kiper muda asal AC Milan, Donnarumma, memang menjadi buah bibir dalam beberapa tahun belakangan, aksi ciamik di bawah mistar kala usianya masih terbilang belia, otomatis membuat banyak klub ingin mencoba jasanya guna dijaga jala gawangnya.  Namun, dari sekian klub yang minat kepada dirinya, nampaknya Liverpool yang bakal jadi pelabuhannya.

Donnarumma memang baru saja meneken kontrak baru di musim panas kemarin. Kontrak tersebut berisikan kalau sang kiper bakal bertahan di San Siro sampai tahun 2021 mendatang.

Lucunya, tak lama setelah teken kontrak, sang kiper diterpa kabar kalau ia bisa saja berpindah dari AC Milan. Lantaran klub seperti PSG, Real Madrid, Juventus, sampai Manchester United tak malu mengungkapkan akan ketertarikan kepadanya.

Akan tetapi di sisi lain, kabar simpang siur indikasi kepindahan dirinya ke Liverpool semakin diperkuat oleh adanya pertemuan sang agen Mino Raiola dengan Jurgen Klopp. AC Milan pun dikabarkan siap melepas Donnarumma ke Anfield sampai sudah menurunkan harga jualnya seperti dilansir dari Calciomercato.

Sang agen juga mendukung kepindahan dari sang kiper. Dengan alasan ada beberapa poin yang kurang sreg atau tak puas yang tertera di kontrak baru.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top