Teknologi

Aplikasi Ekspresi ‘Tik-tok’ Sudah Diblokir Secara Resmi

Aplikasi Tik Tok yang sedang populer di kalangan remaja kini sudah resmi diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika sejak Selasa siang kemarin. Pasalnya, aplikasi yang menggabungkan antara gerakan dan musik ini membuat warganet geram, karena dinilai banyak mudarat yang ditampilkan. Tanpa ada sisi positif yang membantu tumbuh kembang anak.

Desakan untuk memblokir aplikasi ini sangat ramai dikumandangkan di media sosial. Saking geram dan kesalnya, banyak partisipasi dari warganet yang membuat petisi agar aplikasi ini ditutup karena dinilai terlalu merugikan bagi anak-anak. Rudiantara selaku Menteri Komunikasi dan Informatika mengaku telah berkoordinasi dengan Kementerian PPA dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sosial

Seorang Perempuan Mengacungkan Jari Tengah Saat Menerobos Konvoi Kepresidenan

Mungkin hal ini sulit dibayangkan Bung semua, saat seseorang menerobos konvoi orang nomor satu di negaranya sambil mengancungkan jari tengah, seperti adegan dalam film saja. Namun di Indonesia hal ini terjadi saat konvoi iring-iringan Presiden Joko Widodo melintas, kemudian ada seorang perempuan yang menerobos, bahkan perempuan tersebut menerobos sambil mengacungkan jari tengah.

“Infonya seperti itu, nggak tahu maksudnya apa,” kata Kasat PJR AKBP Slamet Widodo dilansir dari Detik.

Perempuan itu menerobos  mulai dari Jalan Tol Cimanggis. Sempat dipinggirkan tetapi perempuan tersebut berhasil menerobos kembali sampai menabrak seorang polisi yang berhasil mengamankannya yakni Bripka Dedik Wahyu Istianto. Setelah tergeletak ditabrak mobil, Bripka Dedik Wahyu kembali berdiri dan berjalan tertatih sambil mengamankan mobil yang dikemudikan perempuan.

“Kronologinya, si cewek ini nerobos rangkaian, kemudian sudah dipinggirin, dia ngejar, nerobos lagi,” ungkapnya.

Perempuan itu lalu diamankan di Polres Jakarta Timur. Saat diamakan, karena melihat adanya kecurigaan subtansi terlarang yang dikonsumsi sehingga membuatnya berlaku nekat. Tes urine pun dilakukan dan ternyata urine perempuan tersebut positif mengandung benzodiazepine.

“Itu bukan obat terlarang, tapi harus dengan resep dokter, kayak semacam obat penenang, obat tidur, iya (pengemudi saja),” kata Kanit Laka Lantas Polres Jaktim AKP Agus dilansir dari laman yang sama.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sport

Nyawa Kembali Tumbang Akibat Sepak Bola, Pembekuan Sepekan pun Akan Dilakukan

Sepak bola kembali menjadi pemicu hilangnya satu nyawa penikmatnya lantaran menjadi korban amukan suporter rival saat laga Persib kontra Persija. Melihat kejadian yang tak pernah diusut secara tuntas dan selalu terjadi ini, membuat Badan Olahraga Profesional Indonesia atau BOPI mengancam akan menghentikan sepak bola profesional selama satu pekan ke depan. Hal ini pun disampaikan langsung oleh Richard Sambera selaku ketua.

Direktur Media dan Promosi, Gatot Widakdo mengatakan kalau BOPI telah menetapkan bahwa mulai hari ini, Selasa 25 September 2018 kompetisi sepak bola profesional yang ada di Indonesia akan dihentikan sementara waktu. Sehingga selama satu pekan ke depan, kompetisi profesional Indonesia seperti Liga 1 dan Liga 2 bakal tidak bergulir sebagaimana mestinya.

“BOPI sudah menetapkan jadwal itu dan kami segera mungkin berkoordinasi dengan PT LIB bagaimana implementasinya seperti apa selama 24 jam ke depan,” pungkas Gatot dilansir dari Tribun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sport

Ayah Haringga Sirla Murka, Meminta Pengeroyok Anaknya Dihukum Mati

Berita kematian Haringga Sirla, seorang suporter sepak bola yang tewas dikeroyok di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) masih menghiasi kabar dalam beberapa hari ini. Pihak keluarga yang ditinggalkan merasakan luka yang amat mendalam, perihal pengeroyokan akibat fanatisme buta dari beberapa oknum suporter pada anaknya yang berusia 23 tahun. Hal itu terpancarkan dari raut wajah dan ekspresi kedua orang tuanya.

“Pokoknya jangan sampai ada satu pun yang lolos, semuanya harus dihukum setimpal,” kata Mirah, ibu dari almarhum Haringga Sirla yang dilansir dari Tribun.

Melihat kondisi anaknya yang tewas dengan cara tidak yang tak berkeprimanusiaan itu, membuat Mirah tak mampu menahan kesedihannya. Sedangkan ayahnya, Siloam meminta agar semua pelakunya diberi hukuman mati, karena perilaku keji yang ditunjukkan para oknum suporter tersebut.

“Kalau saya ingin pelaku dihukum mati semua,” kata Siloam saat prosesi pemakaman di rumah duka dilansir dari laman yang sama.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top