Health

Apabila Vagina Tak Mengeluarkan Darah, Apa Tandanya Si Nona Sudah Tak Lagi Bermahkota?

Apabila Bung berbicara soal keperawanan, apa yang ada dibayangan Bung? Kalau Bung berpikiran jika si nona yang perawan adalah dia yang keluar darah saat pertama kali berhubungan badan, itu adalah pemikiran yang rancu. Darah yang keluar dari vagina, sebenarnya berasal dari selaput dara yang berbentuk seperti lipatan tipis jaringan lunak yang berada di bagian pintu depan vagina.

Tidak semua perempuan terlahir memiliki selaput dara, itu hal terpenting yang mesti Bung tahu. Sehingga tak melulu soal keluar darah menjadi bukti kalau nona adalah perawan. Pun pecahnya selaput dara bisa terjadi karena aktivitas fisik seperti olahraga. Jadi jangan salah kaprah Bung untuk menilai keperawanan si nona dengan menilai dari utuhnya selaput dara. Karena salah kaprah Bung dengan menganggap si nona tidak perawan, bisa membunuh karakter dan mental perempuan.

Karakter Selaput Dara Setiap Perempuan Berbeda-beda

Setiap perempuan ada yang terlahir maupun tidak terlahir tanpa selaput dara. Karena ada juga bentuk selaput darah yang sangat tipis sehingga mudah sobek saat melakukan aktivitas fisik. Seperti berlari, senam, bahkan bersepeda sekalipun. Tidak hanya tipis, ada juga si nona yang memiliki selaput dara yang elastis dan tebal sehingga tetap utuh meskipun telah berkali-kali dilakukan penetrasi.

Dalam Dunia Medis Tidak Dikenal Dengan Istilah Perawan

Kalau Bung bertanya apakah dalam dunia medis dikenal istilah perawan? Jawabanya tidak, Bung. Bahkan apabila terjadi pemeriksaan di sekitar selaput darah, seorang dokter hanya diperbolehkan mendeskripsikan bentuknya tanpa menghubungkan dengan keperawanan.

Hal ini terjadi juga apabila seorang dokter melakukan visum pada korban pemerkosaan, dokter pun hanya bisa menggambarkan kondisi vagina, tidak mendiagnosis perkosaan beradasarkan kondisi selaput dara, Bung. PHS atau Physician for Human Rights, sebuah organisasi yang melakukan advokasi kesehatan pada pekerja pun menyatakan tak ada hubungan antara selaput dara dengan keperawanan.

Tes Keperawanan Masuk Dalam Kategori Kekerasan Terhadap Perempuan

Dulu timbul wacana bakal tes keperawanan dalam persyaratan masuk ke instansi sampai ke tingkat pendidikan. Sebelum pada akhirnya menuai kontra di masyarakat dan hal ini tidak jadi disahkan. Beberapa negara seperti Afghanistan dan Iran kerap melakukan tes keperawanan pada anak-anak perempuan mereka lho, Bung.

Secara umum tes dilakukan oleh tenaga profesional yang akan memeriksa selaput dara yang terletak 1/2 inci pada sebagian besar vagina perempuan. Sebagai tolak ukur dalam bidang kesehatan dan kerap memberikan perhatian pada dunia kesehatan, WHO mengategorikan tes keperawanan sebagai bentuk atau perilaku kekerasan.

“Jika ada dokter yang berani mengklaim selaput dara koyak sebagai tanda ketidakperawanan, maka ilmunya patut dipertanyakan karena itu merupakan pembunuhan karakter kepada pasien,” kata dr. Robbi Asri Wicaksono, SpOG, dokter spesialis kebidanan dikutip dari Tirto.

Salah Kaprah Dalam Memandang Arti Dari Keperawanan

Masih dilansir dari laman yang sama. Dr. Robbi Asri Wicaksono pun bercerita tentang pasiennya yang mengalami disfungsi seksual karena otot vagina yang kaku, membuat vagina tak bisa dipenetrasi bahkan dengan penis sekalipun. Alhasil sang dokter menyarankan pengobatan dengan menggunakan dilator.

Tetapi sang suami dari pasien tersebut tidak mengizinkannya karena menganggap dengan melakukan pengobatan itu, maka  keperawanan dari si nona telah diambil oleh dilator. Vagina harus dipenetrasi menggunakan penis menurut sang suami. Hal ini merupakan salah satu contoh salah kaprah dari pemikiran seseorang, sehingga penyakit yang dialami pasien pun sulit untuk ditangani.

Lantas Bagimana Cara Memandang Arti Keperawanan ?

Mungkin Bung ataupun yang lainnya, masih banyak yang berpikiran usang kalau keperawanan ada korelasinya dengan selaput darah. Sehingga saat berhubungan seksual dan si nona tak mengeluarkan darah, maka si nona pun dianggap sudah tak lagi perawan. Memang tak bisa bisa dibantah, adanya pemikiran semacam ini karena tidak adanya penjelasan secara medis yang lengkap untuk diinformasikan atau menjadi sumber informasi. Sehingga anggapan seperti itu pun muncul secara spontan dari proses bersosialisasi dengan masyarakat atau kawan.

Secara sederhana selaput dara tidak terlibat dalam keperawanan sama sekali. Medical Services Pacific, mendefinisikan bahwa perawan adalah individu yang belum pernah melakukan hubungan seksual sekalipun. Tapi pemahaman seks setiap orang bisa jadi berbeda Bung, sehingga definisi itu pun bisa dipandang salah oleh beberapa orang. Tetapi hubungan seks biasanya mengacu kepada penis yang menembus vagina. Secara tidak langsung permasalahan soal keperawanan dapat dinilai oleh diri sendiri (perempuan). Bukan dengan orang lain atau tenaga medis.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Karena Penelitian Menyebut Kecerdasan Itu Sexy

Sebagian orang masih mengasosiasikan “pintar dan cerdas” itu dengan tampilan kaku macam kutu buku. Padahal sesungguhnya saat ini banyak tokoh-tokoh yang lekat dengan kecerdasan macam Elon Musk atau Mark Zuckerberg yang justru dianggap menarik dan sexy.

Beberapa penelitian juga bahkan menunjukan hal ini. Salah satunya adalah penelitian yang digagas psikolog Gilles Gignac, Joey Darbyshire, dan Michelle Ooi dari University of Western Australia. Mereka menemukan bahwa orang-orang dengan IQ tinggi memiliki skor tinggi dalam hal keseksian ketika dinilai oleh orang lain.


“Kecerdasan” Menjadi Faktor Kedua Daya Tarik Setelah “Kebaikan”

Penelitian tentang kecerdasan dan daya tarik di atas melibatkan sedikitnya 10 ribu peserta dari 33 negara di dunia. Salah satu temuan menariknya adalah para peserta penelitian menempatkan “smart” di nomor dua sebagai daya tarik.

Posisi ini hanya dikalahkan oleh faktor “kebaikan dan pengertian” yang menempati urutan nomor satu. Jadi sesungguhnya dengan menjadi baik dan terus melatih kecerdasan sudah bisa membuat orang lain tertarik kepada kita.

Salah Satu Indikator Kecerdasan Adalah Selera Humor

Dalam penelitian itu juga ditanyakan mengenai indikator apa yang digunakan untuk menilai seseorang cerdas atau tidak. Sebagian menyebut bahwa salah satu indikator yang digunakan untuk menilai kecerdasan seseorang adalah selera humornya.

Karena mereka yang cerdas selalu berpikiran terbuka dan orang yang berpikiran terbuka ini cenderung punya selera humor yang baik. Mereka yang smart juga dikatakan tidak akan mudah tersinggung dan aspiratif terhadap ide-ide baru.

Tak Cuma Pada Individu, “Smart Dan Sexy” Juga Kini Diterapkan Pada Hal Lain

Perpaduan menarik ini tak cuma ditemui dalam urusan penggambaran individu seseorang. Karena kini banyak sektor juga menerapkan konsep ini. Coba tengok misalnya gadget yang selalu menemani kita.

Dahulu mungkin handphone hanya digunakan sebagai alat komunikasi suara dan teks. Kini perkembangannya sudah jauh lebih dari itu. Mulai dari mengakses internet, sosial media, pesan makanan, penunjuk arah hingga fungsi lainnya yang dulu hanya impian.

Tapi toh kamu juga tak mau hanya menggunakan gadget yang cerdas saja bukan? Begitu banyak pilihan ponsel cerdas, tentunya kamu juga memilih yang di desain menarik lagi sexy. Karena hal tersebut juga menunjukan jati diri.

Bahkan Meluas Hingga Urusan Tata Kota Juga Tersentuh Unsur Kecerdasan

Familiar dengan istilah Smart City? Yup inilah konsep yang diinisiasi oleh Suhono S. Supangkat dari ITB. Kota tak lagi hanya menjual soal “keindahan dan kecantikan” namun juga harus bersifat smart.

Menurutnya, Smart City adalah kota yang bisa mengelola Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM) dan sumber daya lainnya sehingga warganya bisa hidup nyaman aman dan berkelanjutan.

Seperti adanya transparansi dan partisipasi publik, transportasi publik, transaksi non tunai, manajemen limbah, energi, keamanan, data dan informasi. Hal ini dapat didukung melalui teknologi informasi dan komunikasi. Terbayang menyenangkannya hidup di kota yang di tata macam ini bukan?

Tak Mau Ketinggalan, Urusan Kendaraan Juga Harus Mengadaptasi Ini

Soal “smart dan sexy” ini juga merambat ke urusan kendaraan. Mengingat hal ini melekat dengan kita dan digunakan juga untuk berativitas sehari-hari. Wajar rasanya jika konsep ini juga diterapkan pada kendaaraan kita.

Ambil contoh Yamaha Lexi yang mengusung konsep “Smart is The New Sexy” yang bermakna bahwa sexy tidak hanya tentang penampilan melainkan tentang karakter, sikap dan pola pikir yang Smart. Yamaha Lexi mempunyai 3 pilar konsep Utama

Untuk Smart & Sexy Design, Motor ini mengkombinasikan unsur Luxury dan Elegan dengan bobot yang paling ringan di kelas MAXI YAMAHA. Tampilannya yang berkelas ditunjang desain lampu Grand LED Headlight ditambah eye line biru yang menawan memperkuat kesan mewah dan elegan. Apalagi untuk tipe Lexi-S, desain joknya  memadukan dua tekstur kombinasi yang disatukan dengan motif jahitan elegan membuat tampilan motor menjadi lebih berkelas.

Tak cuma tampilan karena yamaha Lexi ini punya Smart Features. Untuk Varian Yamaha Lexi-S dibekali fitur Smart Key System yang merupakan sistem kunci tanpa anak kunci alias keyless. Kunci ini juga sudah disematkan fitur Immobilizer dan Answer Back System untuk memudahkan pengendara mencari posisi parkir motor.

Berkendara dalam jarak jauh juga kini tidak perlu khawatir karena Yamaha Lexi memiliki bagasi yang luas dan lega untuk menampung barang bawaan lebih banyak. Apalagi, Yamaha Lexi menjamin pengendara tetap terhubung melalui Smartphone karena dilengkapi Electric Power Socket untuk mengisi daya gadget.

Urusan dapur pacu diserahkan pada Smart Engine. Dari segi performa mesin, Yamaha Lexi menggunakan mesin generasi baru Blue Core 125 cc yang disempurnakan Variable Valve Actuation (VVA). Mesin ini secara cerdas akan membuat aksi berkendara lebih efisien, bertenaga dan handal dengan tenaga dan torsi maksimum di setiap putaran mesin. Apalagi Yamaha Lexi dilengkapi Liquid Cooled 4 Valves (LC4V) yang membuat suhu mesin lebih stabil dan performa lebih maksimal.

Tak berhenti disitu Yamaha Lexi dibekali fitur canggih Stop & Start System (SSS) berfungsi untuk mengurangi konsumsi bahan bakar yang tidak perlu pada saat motor sedang berhenti. Apalagi ditambah Smart Motor Generator (SMG) membuat suara motor lebih halus saat dinyalakan. Kalau masih penasaran soal motor satu ini kamu bisa lihat detailnya di halaman ini!

Jadi bagaimana? Kamu sudah siap mengikuti trend smart is the new sexy ini?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Dating & Relationship

Belum Berencana Menikah, Tiba-tiba si Nona Mengandung Buah Cinta

Pergaulan, nafsu dan asmara semu bisa membuat sepasang kekasih bersikap kelewat batas yang seharusnya belum dilakukan sekarang, tapi nanti. Tabu menjadi tembok di mana hal ini jarang dibicarakan, atau sudah dibicarakan namun tidak memiliki solusi pasti lantaran takut mendapat justifikasi.

Seperti kasus di mana si nona hamil duluan, akibat nafsu yang menggunung antar insan. Masalah si nona hamil duluan menjadi masalah pelik. Bayangkan saja bung, orang yang mau menikah saja kerap memikirkan sampai pusing tujuh keliling, apalagi yang nikah dadakan karena kecelakaan macam begini.

Menurut sebuah data yang dikutip dari Sobatask antara tahun 2010 sampai 2014. Lebih dari 32 ribu perempuan di Indonesia mengalami kehamilan tak diinginkan alias KTD. Korban KTD mencakup perempuan yang sudah menikah, dan melibatkan anak muda bahkan sampai yang duduk di bangku sekolah juga bisa menjadi korban.

Ini bukan lagi bicara pengawasan, tetapi lebih kepada mengakomodir nafsu. Namun kalau sudah kepalang tanggung dan perut si nona sudah mengandung. Bung mau berkata apa?

Takut Mengambil Risiko, Mencoba Cara yang Berisiko

Nanas muda, dianggap menjadi solusi dari permasalahan bagi mereka yang tidak ingin bertanggung jawab. Bisa juga diambil sepihak lantaran bung takut guna menghadapi hal yang belum bisa di handle. Konon katanya buah satu ini dapat menggugurkan kandungan, meskipun agak tabu dibicarakan sekaliber dalam tulisan ini, tetapi fakta di lapangan banyak yang melakukan.

Miris kah? iya, tapi bagi mereka yang terjebak dalam kasus ini menganggap ini jalan pintar. Ibarat maling yang menggali bawah tanah demi keluar dari penjara.

Belum lagi ada beberapa curhatan dari teman-teman di tongkrongan yang menyarankan memakai obat-obatan atau menenggak soda guna menghancurkan janin. Tapi apakah memang seperti itu bung? bahwasanya laki-laki gemar melakukan tapi takut untuk bertanggung jawab. Pilihan dan jawaban tentu ada di dalam diri bung masing-masing.

Mereka yang Gentle Coba Bertanggung Jawab Meskipun Tak Tahu Apa yang Dihadapi

Kami tidak streotipe bahwa laki-laki berani melakukan tapi tidak bertanggung jawab, seperti di kalimat akhir di atas bahwa setiap laki-laki memiliki pilihan dan jawaban masing-masing. Lengkap dengan pertimbangan mengapa mereka melakukan hal tersebut. Namun kami harus angkat topi alias salut kepada mereka yang mau bertanggung jawab. Karena ini sangat berat, terutama saat mengakui perbuatan ena-ena ini kepada orang tua sendiri dan juga orang tua si nona.

Tentu cenderung berat kepada orang tua si nona, yang biasanya tak rela ketika anaknya ternyata menjadi korban MBA atau Married By Accident. Bahkan kawan dari penulis pun pernah ada yang mengalami hal ini, ketika ia mengakui kalau ia membuat pasangannya hamil tiba-tiba sepucuk pistol bersandar di kepalanya. Mengerikan. Namun mau bagaimana lagi, karena ini sudah menjadi risiko yang harus ditanggung dan diemban, jadi hadapilah karena kalian yang memilih jalan ini.

Persiapan Kalian Terbatas Hanya Sembilan Bulan

Tentu sembilan bulan menjadi waktu yang paling normal untuk kalian bersiap-siap saat menanggung risiko ini. Bukan apa-apa, karena si nona akan mengandung di bulan kesembilan. Tentu kalian hanya memiliki persiapan minim, di fase-fase awal kalian akan dibuat pusing dengan ucapan, “Aku nggak dapet-dapet”, “Aku telat 3 bulan” .  Psikis kalian terserang karena belum bisa menerima kenyataan kalau sebentar lagi kalian akan menjadi ayah, iya seorang ayah.

Segala macam tetek bengek mulai dari ngomong dengan orang tua. Maaf, maksud kami jujur kepada orang tua (terkait hamil duluan). Kemudian menyatukan keluarga guna membicarakan perihal pernikahan dadakan ini seperti apa.

Dapatkah bung bayangkan betapa peliknya persiapan akibat nafsu ini. Di saat usia bung yang sedang bertarung demi karir dan menghabiskan setengah gaji sebagai balas dendam akan peliknya pekerjaaan, harus mulai mengurusi rumah tangga sampai membeli susu dan popok.

Malu Bertemu Dengan Mereka, Karena Justifikasi Selalu Menghantui Anda

Enggan bertemu dengan teman, kawan, bahkan tetangga karena kerap membicarakan betapa kasihannya kalian yang harus bertarung sebagai ayah dan ibu di usia belia (tentu bagi kalian yang masih pelajar). Itu masih wajar, karena ada rasa empati. Hey bung, kita hidup di mana setiap omongan orang lain terkait kesalahan sama dengan kepedihan.

Justifikasi yang mengarah kepada kalian, terutama bung,  akan dicap sebagai laki-laki tidak benar sampai kepada sebutan keji lainnya yang tak mungkin disebutkan di sini. Butuh waktu dan mental yang kuat untuk menghadapi tekanan semacam ini, bersyukur kalau kalian tumbuh di wilayah atau dikelilingi orang-orang yang support saat kalian salah. Tetapi naas kalau kalian berada di lingkungan yang memandang kesalahan secara mutlak dan kebaikan tidak pernah dipandang.

Lebih Baik Tahan Hingga Nanti, Daripada Tak Kuat Menahan Risiko Segudang Arti

Alangkah baiknya untuk menahan nafsu ena-ena ini hingga nanti. Secara logika mungkin bung sulit untuk memikul beban menjadi calon ayah, memiliki tanggung jawab untuk menghidupi istri dan anak. Seyogyanya lakukan lah semua itu saat bung menikah, karena kenikmatannya jauh lebih terasa.

Tapi bagi bung yang nakal dan bandel, coba fikirkan risikonya, mungkin bung bisa memakai pengaman dari pada merenggut masa depan si perempuan. Hamil itu bukan perkara mudah dengan mengeluarkan seorang bayi dari badan, itu harus bung camkan.

Meskipun banyak teori berseliweran kalau ena-ena kurang nikmat pakai pengaman, coba fikirkan kembali apakah bung siap menerima risiko seandainya nasib apes menghantui, seonggok sperma menjadi seorang bayi?

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Health & Personality

Para Ilmuwan Dengan Lugas Membantah Anggapan Bung Tentang Si Nona yang Ternyata Selama Ini Salah

Perempuan tuh begini ya, perempuan tuh begitu ya, adalah secuil ocehan dari kaum adam yang menilai perempuan secara streotip. Namun, beberapa anggapan tersebut coba dibuktikan secara ilmiah yang diteliti langsung oleh para ilmuwan. Bicara soal hasil? ternyata beberapa anggapan laki-laki terhadap perempuan ada yang salah. Justru apa yang bung anggap tidak mungkin, malah jadi hasil positif yang ditemukan oleh ilmuwan.

Setelah eksperimen tersebut dilakukan, berbagai penelitian dan statistik pun dikutip di Brightside, dengan sejumlah mitos dan stereotip tentang si nona yang beredar di telinga para laki-laki, termasuk bung sendiri. Anggapan-anggapan yang menggiring ke arah seksisme ini ternyata salah. Penasaran apa saja?

Katanya Perempuan Itu Lemah, Fisiknya Pun Tak Kuat Saat Menahan Rasa Sakit

Anggapan yang paling beredar adalah ungkapan yang begitu seksis, “Ah lemah banget kaya perempuan”. Kaum hawa selalu dijustifikasi sebagai mahluk yang lemah tak berdaya. Namun Fisiolog dari University of Siena beranggapan kalau daya tahan perempuan lebih kuat ketimbang laki-laki loh.

Memang laki-laki mempunyai obat penghilang rasa sakit alami yang berada di hormon testosteronya. Sedangkan homor testosteron perempuan lebih sedikit dari laki-laki, namun perempuan lebih baik ketimbang laki-laki dalam menahan rasa sakit.

Dijelaskan secara ilmiah karena rendahnya konsentrasi testosteron dalam darah wanita sehingga sistem kekebalannya kuat secara umum. Hal ini terbukti bahwa laki-laki bisa kehilangan kesadaran 10 kali lebih sering daripada perempuan ketika melihat darah, sedangkan perempuan secara teratur saat melihat darah sehingga tidak dianggap sebagai suatu yang ekstrem.

Si Nona Itu Penakut Makanya Nyalinya Selalu Ciut

Apakah bung yakin kalau nona adalah sosok yang penakut? nyata Fritz Riemann, seorang ilmuwan asal Jerman mengatakan kalau perempuan adalah sosok yang lebih siap untuk mengatasi rasa takutnya dibanding anda bung, iya anda.

Riemann yang menulis laporan tersebut dalam fenomena tentang ketakutan menyatakan, kalau nona cenderung kurang peka terhadap situasi berisiko sehingga mudah melakukan tindakan nekat tanpa berpikir apa dampaknya.

Si Nona Sangat Penyayang Terhadap Anak Kecil Karena Naluri Keibuan yang Alami

Kalau hal ini sudah secara umum bung dengar kan? tapi hal ini tidak begitu dibenarkan, setelah Center for Advanced Study bidang Behavioral Sciences yang berlokasi di Palo Alto, California. Mereka mencoba meneliti sejumlah keluhan tentang perilaku anak-anak dari pengunjung sebuah restoran makanan cepat saji. Dengan hasil yang cukup mengejutkan karena 9 dari perempuan yang melayangkan keluhan, hanya ada satu orang yang menekankan tentang tangisan anak-anak di restoran tersebut.

Alhasil ini menjelaskan kalau si nona lebih memperhatikan anak-anak bila dibandingkan dengan orang dewasa lain dan perilaku mereka sendiri. Sedangkan bung sebagai sosok ayah lebih kerap melakukan kontak dengan bayi yang baru lahir dibanding dengan sosok yang mengandung. Hingga bung bisa memahami tentang tangisan bayi yang menandakan kelelahan, rasa lapar sampai kurang perhatian seperti dijelaskan oleh Profesor Ross Parke dari negeri Paman Sam.

Kaum Hawa Tidak Lebih Pintar dari Kaum Adam, Siapa Bilang?

Kadar intelejensia si nona selalu dianggap di bawah bung, padahal para ilmuwan meyakini kalau kemampuan intelektual seorang perempuan sangat berpengaruh terhadap norma. Hal ini didasari penelitian yang dilakukan University of Chicago yang meunggah penelitian yang didasari pada tes antara mahasiswa dan mahasiswi di beberapa perguruan tinggi di Amerika Serikat dengan hasil indikator intelektual si nona lebih tinggi dibanding bung.

Konon Kinerja Si Nona Sebagai Karyawan Sangat Rendah, Beda Dengan Bung yang Giat Bekerja

Pendapat ini cukup beredar termasuk di Indonesia, banyak yang mengatakan kalau laki-laki adalah karyawan yang lebik baik. Jadi wajar dapat bayaran tinggi. Di sisi lain, para ilmuwan Univesitas Yale melakukan penelitian menyatakan ada ketidaksetaraan gender atau tidak adanya emansipasi saat perusahaan membuka lowongan pekerjaan.

Dimana pelamar laki-laki mendapat tawaran pekerjaan lebih sering dengan gaji yang lebih tinggi. Tapi ungkapan cukup menarik dinyatakan oleh mantan CEO IKEA di Rusia yang mengatakan kalau kaum hawa dapat bekerja lebih giat, lebih cepat, sekaligus menyelediki esensi tugas lebih mudah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Health

Tidak Hamilnya Pasangan, Bisa Jadi Karena Bung Tidak Subur Sebagai Pejantan

Tidak memiliki keturunan konon jadi mimpi buruk bagi setiap pasangan, infertilitas atau kemandulan secara umum selalu menunjuk perempuan sebagai akar masalah. Bahkan ketika karunia dunia (dibaca : anak) tak kunjung hadir, pemeriksaan hanya dilakukan kepada perempuan saja.  Padahal bung, laki-laki pun memiliki resiko infertilitas setara dengan kaum perempuan loh. Seharusnya membuat laki-laki pun harus diperiksa juga, bukan hanya perempuan saja.

Prevalensi kemandulan ditaksir dari WHO mencapai 60-80 juta pasangan, setara dengan 8-12 persen di seluruh dunia. Di Amerika Serikat, jumlah pasangan dengan masalah kesuburan cukup tinggai yakni mencapai 10 persen.

Dilansir dari Tirto, sebanyak 40-50 persen infetilitas itu berasal dari laki-laki! sementara penderitanya pun diduga mencapai 7 persen dari total pria. Nah beberapa faktor yang mempengaruhi adalah konsentrasi sperma rendah, motilitas sperma yang buruk dan morfologi sperma yang abnormal.

Sejauh ini secara dominan permasalahannya jatuh ke sperma abnormal dan jumlah sperma. Lantas apa saja yang menyebabkan laki-laki tidak subur ?

Terlalu Sering Berendam Air Hangat, Menurunkan Produksi Sperma Secara Tepat

Lelah dan lesu sepulang dari kantor, memang enak melakukan relaksasi seperti berendam air hangat. Tak cuma relaks, rasa pegal-pegal pun juga hilang. Meskipun sangat berguna bagi relaksasi disarankan jangan terlalu sering untuk berendam air hangat. Apabila bung ingin melakukannya kalau bisa jangan lebih dari 15 menit lho. Lantaran suhu yang panas dapat menurunkan produksi sperma sehingga memicu kemandulan.

Hindari Memakai Celana Dalam yang Terlalu Ketat

Hindari memakai celana dalam yang ketat tidak bisa dijawab dengan tidak menggunakan celana dalam juga bung. Karena tidak menggunakan celana dalam dapat memicu penyakit seperti hernia. Sedangkan kalau menggunakan celana dalam terlalu ketat mampu mempengaruhi kesehatan organ reproduksi pada pria.

Dan efek terburuknya bung bisa mandul! boxer bisa menjadi jawaban dari pada bung menggunakan celana dalam yang ketat, karena boxer menjaga sirkulasi udara tetap terjaga.

Kalau Berhubungan, Memperpanjang Waktu Foreplay Tak Boleh Ketinggalan

Foreplay tidak hanya membangkitkan gairah demi hasrat seksual belaka yang diawali dengan rabaan sampai berciuman. Tetapi foreplay memiliki fungsi khusus dalam hubungan intim, yang tidak diketahui oleh beberapa orang mungkin termasuk bung.

Bahwasanya memperpanjang durasi waktu foreplay dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas sperma yang dihasilkan, sperma yang berkualitas tentu akan sejalan dengan pembuahan sampai mendapatkan keturunan.

Hindari Beberapa Hal atau Kegiatan yang Merusak Sperma, Dari Pada Menyesal Nantinya

Beberapa hal yang merusak sperma sebenarnya sangat menyerempet gaya hidup, seperti merokok dan minum alkohol adalah tatanan gaya hidup yang mulai menelusuri kehidupan laki-laki. Risiko dari bung yang akrab dengan gaya hidup seperti ini adalah dapat merusak kualitas sperma.

Selain itu beberapa kebiasaan buruk juga termasuk, seperti halnya laptop yang dipangku saat sedang beroperasi, radiasi barang elektronik juga dapat mengakibatkan efek buruk.

Ambil Cuti, Dan Berliburlah

Bung mungkin ‘kurang piknik’ makanya tingkat stres dalam dirimu dapat bertambah, dan stres yang dialami sangat berpengaruh terhadap kualitas sperma. Lazimnya di usia dewasa seperti ini, penyebab kadar stresnya adalah pekerjaan.

Pergi berlibur tentunya dapat mengurangi kadar stres. Pergilah bersama pasangan karena ini menjadi solusi kadar stres dalam diri yang sudah meradang berkepanjangan.

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top