Fashion

Agar Terlihat Keren Di Depan Wanita Pujaan, Hindari Memakai Model Sepatu Ini Bro!

Akhir-akhir ini fashion telah menjadi hal yang sulit dipisahkan dari keseharian laki-laki. Selain untuk menunjukkan kedewasaan, fashion merupakan indikator kemapanan dari pemakaianya. Hal ini adalah kenyataan yang tak bisa dipungkiri. Saat bertemu dengan orang baru, maka penampilan adalah hal pertama yang mendapat penilaian. Termasuk dalam hal ini adalah wajah dan pakaian. Namun sebenarnya masih ada satu hal lain yang harus mendapat perhatian demi penampilan optimal. Sepatu menjadi poin yang juga harus kamu perhatikan.

Meski jarang terpikirkan memang ada beberapa model sepatu yang membuat penampilan jadi terkesan norak dan jauh dari kata keren. Hasil sebuah survei dari perusahaan manufaktur sepatu bernama Allen Edmond di Amerika terhadap 1000 orang perempuan dimana 64 persennya membuktikan bahwa sepatu yang dikenakan oleh seorang laki-laki menunjukkan selera masing-masing orang tersebut. Nah Bro, daripada dianggap punya selera buruk kamu harus paham betul model sepatu apa saja yang membuatmu jadi tak terlihat keren saat berkencan dengan dia.

Sepatu Pantofel Dengan Ujung Kotak Yang Sebenarnya Lebih Mirip Persegi Panjang

Jadul banget Bro! Mungkin itu adalah kalimat pertama yang kamu bayangkan ketika mendengar deskripsi bentuk sepatu ini. Jenis sepatu ini adalah model lama yang jika dikenakan untuk zaman sekarang akan terlihat aneh. Bentuknya yang terlihat seperti persegi panjang dengan ujung kotak membuat kakimu semakin panjang, belum lagi haknya yang juga lumayan tinggi. Untuk itu jika tidak mau dikatakan norak atau punya selera yang buruk sebisa mungkin hindari pemakaian model sepatu ini.

Kemudian Sepatu Pantofel Yang Ujungnya Terlalu Tajam Dan Runcing Pun Sebaiknya Kamu Hindari

Tak jauh berbeda dengan model sepatu diatas, hanya saja ujungnya yang berbeda. Kali ini model sepatu lain yang harus kamu hindari adalah pantofel dengan ujung yang terlalu tajam dan runcing. Bentuk runcing yang terdapat pada sepatu model ini seakan memberikan kesan bahwa kaki si pemakai terlihat panjang dan runcing. Selain masalah modelnya yang memang terlihat tidak terlalu bagus, hal lain yang juga patut kamu pertimbangkan adalah kenyamanan saat memakai sepatu model seperti ini. Ujungnya yang runcing kadang menghimpit kaki mengkuti bentuk sepatu, apabila dipakai dalam waktu yang lumayan lama akan mengakibatkan rasa kram di bagian tulang kaki.

Memakai Sepatu Pantofel Khas Dongeng 1001 Malam Milik Aladin Juga Bisa Membuatmu Terlihat Norak Dimata Wanita

Tanpa perlu melihat bentuknya langsung pasti kamu sudah bisa membayangkan bagaimana bentuk sepatu yang dimaksud. Ini adalah hasil kombinasi dari dua model sepatu diatas. Ujung sepatu yang terlalu panjang dan ada juga melengkung akan menghasilkan sepatu yang sering digunakan Aladin dalam dongeng 1001  malam. Di mata perempuan model sepatu ini terlihat norak dan tidak modern, meski ada beberapa model yang didesain untuk terlihat elegan tapi untuk model yang ujungnya melengkung dan lancip sepertinya sangat tidak disarankan. Jika masih tetap ngotot ingin memakainya siap-siap disamakan dengan pemain gitar orkes dangdut keliling Bro!

Kemudian Sepatu Santai Dengan Alas Yang Terlihat Tipis Sebaiknya Kamu Jauhi. Gampang Kotor Juga Kan Bro!

Model sepatu ini sering  dikenakan oleh anak dengan usia berkisar 12-19 Tahun. Sepatu jenis ini memang nampak nyaman tapi kamu patut mempertimbangkan kembali jika ingin mengenakannya untuk kegiatan di luar rumah yang mungkin akan memakan waktu lama. Alas kaki yang tipis dan bahannya yang sering terbuat dari kain kadang mengakibatkan bahannya mudah terlihat kotor. Ditambah jika kamu akan melakukan kegiatan di luar ruangan, model sepatu ini sangat tidak disarankan.

Hal lain yang mungkin jadi pertimbangan ketika kita ingin memutuskan untuk memilih sebuah sepatu adalah kenyamanan. Namun bentuk den model sepatu jadi perhatian utama bagi mereka yang melihatmu. Jadi sebisa mungkin Sahabat Yomamen menghindari model-model sepatu yang memang tidak cocok dan tak mendukung penampilanmu, daripada si dia mendadak ilfil dan pergi jauh.

1 Comment

1 Comment

  1. eko

    September 1, 2017 at 3:11 pm

    Klo bsa kasih gambar dnk bro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Otomotif

Ketika Beli Suzuki GSX-R150 dan GSX-S150 Kini Berhadiah Jaket Sporty

Sukses menghadirkan Suzuki GSX-R150 dan GSX-S150 ke hadapan publik Indonesia hingga akhirnya menjadi trend setter baru motor sport 150cc pada saat ini, kini PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) kembali memberikan program terbaik yang berlaku mulai bulan Oktober 2017. Setiap konsumen yang melakukan pembelian Suzuki GSX-R150 maupun GSX-S150 akan langsung mendapatkan jaket sporty berdesain keren dan penuh gaya masa kini.

“Tidak terasa Suzuki GSX-R150 dan GSX-S150 sudah memasuki periode semester kedua dari peluncurannya, dan penerimaan kehadirannya dinilai sangat baik bahkan hingga saat ini” ungkap Yohan Yahya – Sales & Marketing 2W Dept. Head PT. SIS

Melihat dari perkembangan dan semakin banyaknya pemilik Suzuki GSX-R150 dan GSX-S150 yang selalu tampil bergaya dengan pakaian dan perlengkapan berkendara yang modis, SIS berinisiatif untuk melengkapi konsumen baru Suzuki GSX dengan jaket sporty secara cuma-cuma yang bisa menambah pesona sang pengendara. Jaket sporty tersebut berdesain race fit dan dilengkapi dengan full protector untuk perlindungan. Pengguna akan tetap nyaman menggunakan jaket tersebut ketika bergerak, dan langsung mengisyaratkan bahwa jaket tersebut berkualitas tinggi. Bahan yang dipergunakan pun telah water proof sehingga aman dari tetesan air.

“Sebagai rasa terima kasih, kami ingin menciptakan komunitas pengguna sepeda motor Suzuki menjadi lebih besar kembali, khususnya untuk model GSX-R150 dan GSX-S150 ini melalui program hadiah jaket sporty secara langsung bagi konsumen yang baru akan melakukan pembelian mulai bulan Oktober 2017. Bagi yang belum memiliki Suzuki GSX, segeralah mengunjungi jaringan dealer Suzuki dan jangan sampai melewatkan kesempatan baik ini.” sebut Yohan Yahya menambahkan.

Fitur-fitur moderen dan canggih tersemat di GSX-R150, seperti keyless ignition system yang telah terbukti mampu meminimalisir tindak kejahatan pencurian sepeda motor. Untuk kenyamanan berkendara dengan performa mesin yang besar pun bisa dinikmati dengan tipe GSX-S150. Keduanya dibekali mesin 150cc berteknologi DOHC (Double Over Head Camshaft) dan fuel injection yang canggih, sehingga pengendara akan terpuaskan setiap saat. Posisi duduk yang rendah dan total bobot yang ringan dirancang sesuai dengan postur tubuh orang Indonesia dan Asia pada umumnya, sehingga tidak akan menjadi masalah untuk dikendarai setiap hari.

Berlaku serentak mulai bulan Oktober 2017, Suzuki memberikan harga yang berbeda dari sebelumnya. Kini GSX-R150 dibanderol dengan harga Rp 28.900.000,- (On The Road DKI Jakarta) dan GSX-S150 sebesar Rp 24.400.000,- (On The Road DKI Jakarta). Harga promo periode ke-2 tersebut masih berada di bawah harga normal yang pernah disiarkan sebelumnya. Suzuki masih menjadi pilihan terbaik dan terjangkau bagi konsumen Indonesia pada saat ini, sehingga semakin banyak konsumen yang bisa menjadi pusat perhatian dan menjadi bagian dari tren saat ini.

1 Comment

1 Comment

  1. eko

    September 1, 2017 at 3:11 pm

    Klo bsa kasih gambar dnk bro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lifestyle & Fashion

Kalau Tak Ingin Dicap Om-om, Jangan Buka Kancing Kemeja Cuma Buat Pamer Bulu Dada

Kecuali Bung memang sudah siap dipanggil ‘Om’ oleh sekumpulan cewek-cewek yang ada di sekitar Bung, ya tidak apa-apa kalau Bung mau bertingkah bak om-om parlente. Tapi sebentar, di mata cewek itu biasanya om adalah sosok pria yang memang seumuran dengan ayah mereka. Memangnya Bung sudah setua itu? Belum kan?

Dipanggil ‘om’ oleh keponakan yang masih balita mungkin sah-sah saja. Tapi coba bayangkan kalau si nona atau mungkin anak millenials di sekitarmu malah merasa penampilan Bung memang seperti om-om. Bung perlu tahu, karakteristik pria yang dikategorikan om-om itu jelas sekali terlihat. Bukan hanya dari penampilan, tapi juga tingkah lakunya. Duh, sepertinya ada yang perlu dirombak nih.

Bung Masih Suka Pakai Kemeja dengan Kancing Terbuka? Sekarang Sudah Bukan Zamannya Pamer Bulu Dada Bung!

Bung, coba rombak dulu bacaan atau referensi soal fesyen. Barangkali memang ada yang perlu dikoreksi dari situ. Walau sehari-hari Bung mungkin bekerja dengan setelan rapi, lebih baik biarkan apa adanya. Jangan sekali-kali melepas dua hingga tiga kancing kemeja sampai bulu dada Bung menyembul. Mungkin di benak Bung, hal itu bisa mendompleng tingkat kekerenan. Duh, tidak sama sekali. Justru yang ada cuma bikin ilfeel cewek-cewek.

Rapi Itu Bukan Berarti Culun, Masa Iya Pakai Polo Shirt dengan Gaya Pakai Kemeja

Apa yang paling terlihat dari style om-om? Gaya fesyennya yang kurang up-to-date dan cenderung kaku. Misalnya, ada cowok pakai Polo Shirt tapi ujung kaosnya dimasukkan ke celana. Bung seperti ini? Wah, bukan apa-apa, tapi style yang satu ini kelewat old-fashioned banget Bung. Pantas saja Bung dikira om-om.  Kalau mau pakai Polo Shirt ya yang normal-normal saja ya Bung. Yang penting, Polo Shirt itu harus rapi dan disetrika. Supaya lipatan-lipatan di permukaan kaos (mungkin efek digiling di mesin cuci) jadi lenyap dan kaos pun terlihat rapi.

Boleh Saja Pakai Cincin, Asal Jangan yang Berukuran Besar Atau Cincin Batu Akik Bung

Lagi pula, memangnya masih zaman ya cincin batu akik? Coba tanya si nona, kira-kira dia risih atau tidak kalau Bung pakai cincin tersebut? Kalau si nona bilang tak masalah, Bung boleh bersyukur. Sayangnya, cewek seperti itu mungkin skalanya 1:1000. Bung ini masih muda, masih bisa bereksplorasi dengan gaya fesyen yang lain. Tak perlu batu akik atau cincin berukuran besar juga. Kalau memang suka dan ingin pakai cincin, yang lazim-lazim saja. Bergayalah sesuai umurmu Bung!

Kalau Ada Kalung Emas Panjang nan Menjuntai di Leher Bung, Sudahlah, Bung Memang Berjiwa Om-om

Jadi, sekali lagi, selain batu akik, Bung juga harus lebih hati-hati dalam mix-and-match aksesoris. Jangan sampai kalung emas berukuran besar yang hits di era ayah Bung (mungkin), justru Bung pakai demi terlihat necis. Alih-alih terlihat demikian, yang ada si nona malah memicingkan mata atau mungkin menahan tawa.

Simpan Saja Gawai di Kantongmu, Tak Perlu Sampai Memasang Tempat HP Kulit Khas Bapak-bapak

Bung boleh cinta dengan ayah Bung, tapi soal gaya, coba agak visioner. Sadarilah Bung dengan ayah Bung lahir di zaman yang berbeda. Cara tampil dan menjaga penampilan pun berbeda. Sudah bukan zamannya lagi membeli tempat gawai berbahan kulit dan memasangnya di gesper bung. Itu namanya Bung sedang membuat diri Bung jauh lebih tua dua dekade. Coba bayangkan kalau sedang berdiri di tempat umum dan ada si nona yang Bung incar. Bisa jadi si nona malah takut dengan Bung karena mengira Bung ini semacam om-om yang hobi menggoda perempuan muda.

1 Comment

1 Comment

  1. eko

    September 1, 2017 at 3:11 pm

    Klo bsa kasih gambar dnk bro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Relationship

Walau Bung Ngaku Pemalu, Sesekali Mengasah Diri Jadi Pusat Perhatian Itu Perlu

Bung, akhir pekan ada rencana pergi ke mana? Masih betah duduk diam di rumah? Memangnya ada apa di rumah Bung sampai tak ada rencana pergi kemana-mana? Sesekali bolehlah Bung pergi mencari suasana baru daripada hanya duduk di dalam rumah.

Memangnya Bung tak bosan, bekerja di hari kerja, lalu berdiam diri di akhir pekan. Begini Bung, alih-alih hanya berdiam diri dan mengamini kalau Bung ini pemalu, mengapa tak coba cari keseruan lain? Jadi pusat perhatian misalnya. Bukan maksudnya untuk mengajak caper, tapi menjadi pusat perhatian itu sesekali perlu. Setidaknya untuk aktualisasi diri sejenak. Siapa tahu ternyata nanti ada cewek yang terpukau dengan pesona Bung. Tak ada salahnya kok Bung!

Mulailah dengan Aktif Ngumpul di Tongkrongan dan Sesekali Traktir Teman-teman Bung Paling Tidak di Angkringan

Kapan terakhir kali Bung mentraktir teman? Kalau dirasa sudah lama sekali, mungkin ini saatnya Bung menyisihkan uang untuk sekadar membuat acara traktiran. Tak perlu mahal-mahal, masih ada angkringan yang biasanya menawarkan menu dengan harga kaki lima.

Sesekali Bung memang perlu melakukannya, selain demi solidaritas, setidaknya teman-teman Bung pasti akan senang berteman dengan Bung. Bukan tentang traktirannya ya, tapi lebih tentang niat Bung kala mentraktir mereka.

Mulailah Membuka Diri dengan Orang Baru, Sok Asik Itu Kadang Perlu Daripada Terus Malu-malu

Kalau bertemu dengan orang baru dan sepertinya potensial untuk dijadikan teman, Bung tak usah malu-malu. Segeralah ajak ngobrol dan cari topik ringan misalnya seputar olahraga atau hobi lainnya yang terasa relevan untuk dijadikan bahan obrolan. Sesekali jadi sosok yang sok asik itu perlu. Alih-alih dicap sok-kenal-sok-dekat, setidaknya ini cara Bung melatih diri jadi pusat perhatian.

Kalau Ada Rencana Kumpul atau Reuni, Tawarkan Bantuan untuk Cari Tempat dan Memesannya

Mengapa acara kumpul hanya sering jadi wacana? Karena tidak semua orang mau ‘berkorban’ untuk sekadar cari tempat. Teman-teman Bung pasti demikian, sibuk bekerja atau sibuk mengurusi keperluan yang lain sudah jadi alasan yang umum dilontarkan.

Daripada jengkel sendiri, mengapa Bung tak coba tawarkan bantuan. Ya, Bung bisa menawarkan diri untuk mencarikan tempat untuk reuni. Mungkin semasa di bangku sekolah atau kuliah, Bung tak begitu dikenal. Tapi kalau sudah mau melibatkan diri dalam acara semacam ini, pasti penilaian teman-teman lama Bung jelas akan berubah. Bung yang semula dikenal pemalu, kini ternyata pandai bergaul.

Berbaik Hatilah dengan Menawarkan Tebengan. Semakin Bung Terbiasa Melakukan Tindakan yang Baik, Maka Orang Lain Pasti Akan Respek dengan Keberadaan Bung

Poin yang dimaksud kali ini bukan untuk mendikte Bung agar menjadi seseorang yang baik demi perhatian orang banyak. Jelas bukan seperti itu, tapi bagaimana tindakan Bung selama ini. Sudahkah Bung menolong orang lain dengan rasa ikhlas dan hati yang tulus?

Jika mungkin dirasa perlu memperbaiki motivasi Bung selama ini, mungkin Bung bisa mencobanya lewat hal kecil semacam: memberikan tebengan, menawarkan bantuan, atau apa pun itu yang membuat orang lain bisa menyadari kalau dia tidak sendiri.

Jadi Pusat Perhatian Itu Bisa Dimulai Saat Bung Sukses Melawak dan Meninggalkan Sejuta Kesan

Bung, jangan lupa, asah kemampuan Bung dalam melawak ketika berkumpul dengan teman-teman. Penting sekali poin ini. Mengapa? Karena orang yang jadi pusat perhatian adalah mereka yang mampu tampil menyenangkan. Haram hukumnya bikin suasana sekitar jadi awkward Bung. Kalau Bung sudah bisa membuat suasana asyik dengan melemparkan beberapa guyonan sederhana, sudah pasti di Bung akan meninggalkan sejuta kesan di kepala mereka.

1 Comment

1 Comment

  1. eko

    September 1, 2017 at 3:11 pm

    Klo bsa kasih gambar dnk bro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Dating & Relationship

Cinta Lokasi Diatas Jok

Perihal mencuri hati si nona, memang bisa dilakukan dengan berbagai upaya. Tak melulu lewat kencan romantis dengan biaya fantastis. Salah satu modal utama yang kerap membuat laki-laki merasa bangga adalah menjadi tukang ojek langganan untuk si nona yang jadi incaran.

Terlihat remeh dan dipandang sebelah mata, Bung mungkin sedikit merasa tak percaya diri. Karena masih berusaha memenangkan hati dengan kuda besi, sedang laki-laki di luar sana bisa jadi sudah pakai mobil mewah yang mampu menggaet hati perempuan mana saja.  

Terlepas dari rasa rendah diri karena kendaraan yang Bung tunggangi, mari kembali bernostalgia dengan hal-hal yang Bung rasakan bersama motor kesayangan dalam upaya memenangkan hati perempuan kesayangan.

Konon Kontak Tubuh Jadi Pemicu Rasa Sayang yang Cepat Bertumbuh, Jok Motor Jadi Saksi Untuk Itu

Tunggu dulu Bung, jangan berfantasi terlalu jauh. Ini bukan tentang menjamah tangan atau merengkuh bahunya. Tapi bagaimana Bung dan si nona duduk berdua di atas jok yang sama. Sadar atau tidak, di sepanjang perjalanan, bakal ada beberapa kejadian yang mau tak mau membuat si nona merapatkan tubuhnya lebih dekat pada Bung. Bahkan tanpa diminta.

Hal-hal kecil lain yang bagi Bung mungkin terlihat remeh, di mata si nona justru sangat berarti. Mulai dari memastikan dirinya duduk dengan nyaman, hingga mengajaknya bercerita akan pengalaman berkendara dengan motor tercinta.

Hasilnya, sang pujaan bisa tahu seberapa kuat Bung memastikan dirinya selamat sepanjang perjalanan. Cerita-cerita yang Bung sampaikan pun akan membuat si nona terkesan.

Mulai dari Berteduh Bersama Si Nona Saat Hujan, Hingga Harus Berjalan Kaki Karena Paku di Jalan

Semilir angin menyegarkan saat berkendara, tak jadi satu-satunya hal yang akan membuat Bung senang. Karena faktanya ada hal lain yang tak perlu dijelaskan, bagaimana romantisme pasangan yang sedang menikmati hujan.

Berhenti untuk sekedar menepi, hingga obrolan-obrolan kecil yang tak membuat suasana mati. Selepas hujan, jalanan terasa lebih istimewa dari biasanya. Tak hanya karena si nona yang sedang duduk manis di belakang, tapi juga karena suasana romantis seusai hujan.

Bahkan sesekali si nona tak segan untuk memeluk dari belakang. Karena dingin yang masih disisakan hujan. Sederhana memang, tapi akui saja, Bung kerap tersenyum sendiri tiap kali mengingatnya bukan?

Berdua Di Dalam Mobil Mungkin Lebih Leluasa, Tapi Bercerita Di Atas Motor Jauh Lebih Berarti

 

 

Tak bisa ditampik lagi, pesona dari para laki-laki dengan mobil mewahnya memang masih mengungguli. Tapi faktanya sebagian besar perempuan lebih mudah menjatuhkan pilihan pada mereka yang datang bak ojek langganan. Tak hanya soal efisiensi waktu, laki-laki yang naik motor pun dinilai lebih bersahabat dan kuat.

Keturunan adam yang lain mungkin akan dengan bangga menggandengnya masuk ke dalam mobil. Duduk berdua pada kursi yang berdampingan, pun bisa leluasa meliriknya.

Namun Bung harus tahu bahwa dia tak pernah tahu bagaimana rasanya berteriak untuk mengulangi ucapan karena tak terdengar. Hingga bercerita akan hal-hal romantis untuk masa depan. 

Hingga Pada Aktivitas Curi Pandang Lewat Kaca Spion di Sepanjang Jalan

Cinta kadang datang dari hal-hal yang tak terkira, bahkan hanya dengan menatap wajahnya saja sudah membuat hati semakin bahagia. Merasa malu dan tak enak hati saat tertangkap basah telah menikmati wajahnya, si nona malah membalas dengan perlakuan yang semakin membuat hati tak karuan. Tersenyum tipis sembari mendaratkan cubitan di lengan, misalnya.

Jika boleh berkata jujur, meski nyatanya cubitannya kadang menyisahkan nyeri entah kenapa hati malah memintanya untuk mengulanginya lagi. Selain merasa lebih dekat, ulahnya itu malah membuat Bung kian melambung bahagia.

Tak Ada Gengsi yang Harus Dibuat-buat. Lewat Kuda Besi Kesayangan, Bung Jadi Diri Sendiri

sumber: instagram @gojekindonesia

Selain merasa lebih dekat karena duduk dengan bersentuhan. Cerita-cerita manis yang bergulir di atas jok membuat Bung sadar, bahwa kebahagian bisa datang dari hal-hal yang sederhana.

Naik motor berdua ke mana-mana membuat Bung menyadari bahwa tak hanya sekedar rasa sayang semata, apa yang Bung dan dirinya tunjukkan jadi bentuk lain ketulusan. Mulai dari berjalan kaki untuk mendorong motor berdua, kepanasan di bawah terik matahari, hingga basah-basahan karena air hujan jadi bukti bahwa untuk bahagia dan jatuh cinta bisa datang dari hal-hal sederhana.

Dan Aktivitas Bersandar yang Kerap Si Nona Lakukan Setiap Kali Lelah, Jadi Kenangan Manis yang Membuat Hati Melambung

 

Bohong jika Bung bilang ini tak menganggu!

Akan tetapi terlepas dari rasa lelah karena menahan kepalanya di bahu Bung, ada rasa bahagia yang sedang memenuhi jiwa. Karena biar bagaimana pun, ketika dirinya sudah berani untuk merebahkan kepala, titik terang untuk kejelasan perasaan terasa kian dekat.

Tak perlu merasa malu, jika Bung masih akan menjemputnya dengan roda dua. Biar bagaimana pun perempuan tak hanya jatuh cinta pada apa yang Bung kendarai saja. Namun bagaimana Bung bisa menunjukkan sikap untuk mengungkapkan rasa sayang kepadanya.

Dan perihal eksekusi untuk menyampaikannya, motor masih jadi juaranya!

 

1 Comment

1 Comment

  1. eko

    September 1, 2017 at 3:11 pm

    Klo bsa kasih gambar dnk bro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top