Lebih Tahu

Agar Tak Cidera Ketika Asik Bercinta

Melakukan hubungan intim ternyata tidak lepas dari yang namanya cidera. Faktanya dilansir lewat survey yang digagas oleh Superdrug, lebih dari seribu warga Amerika dan Eropa menemukan  lebih dari enam sampai 10 orang yang mengalami cedera kelamin selama hidupnya. Cedera yang dialami disebabkan beberapa gaya atau posisi sex, seperti missionary yang nyatanya berbahaya pada laki-laki. Sedangkan doggy style memberikan bahaya terhadap perempuan.

Adapun bentuk cedera yang dialami alat kelamin terjadi tanpa adanya intercourse sama sekali! contohnya seperti oral sex, salah satu aktivitas seksual ini berkontribusi cedera sebesar empat persen untuk laki-laki dan dua persen untuk perempuan. Kemudian cedera tidak terjadi di seputar alat kelamin namun diakibatkan karena hubungan intim, terutama untuk laki-laki. Seperti nyeri punggung, otot yang sakit sampai nyeri dibagian penis bisa dialami.

Supaya cedera tak lagi diderita, seorang pakar kesehatan dan sex Dr. Wendsaha Hall mencoba mengidentifikasi perihal cidera seksual. Ia juga membagikan saran bagaimana berhubungan intim yang aman dan jauh dari cidera.

Memotong Kuku dan Jangan Bermain Terlalu Menggebu-gebu

Bermain terlalu nafsu dan cenderung kasar dapat membuat vagina mengalami rasa perih dan nyeri. Hal ini terjadi karena bermain terlalu kasar dan memaksa melakuakan penetrasi tanpa ada lubrikasi. Guna menghindari pastikan bahwa lubrikasi mencukupi saat melakukan penetrasi dan lakukan dengan perlahan. Jangan juga lupa untuk memotong kuku sebelum melakukan hubungan badan, dapat menyebabkan laserasi kecil di sekitar lubang dan di sepanjang jaringan halus yang melapisi vagina.

Harus Ada Komunikasi Saat Agresif di Bagian Mulut

Mulut tak luput juga sebagai korban keganasan dalam bercinta. Terlalu agresif tanpa ada komunikasi membuat salah satu pasangan tak siap alhasil menimbulkan cidera. Di sisi lain rasa sakit diakibatkan oleh gigitan entah di bagian bibir itu sendiri atau daerah sensitif adalah sebuah rasa sakit yang tidak menyenangkan. Maka dari itu harus ada komunikasi yang baik saat ingin agresif dengan menggunakan mulut.

Hati-Hati Saat Melakukan WOT!

WOT atau woman on top salah satu posisi seks di mana nona memegang kendali penuh dan berada di atas bung. Namun posisi dasyhat ini ternyata dapat mengakibatkan fraktur penis yang terjadi saat penis bengkok tiba-tiba saat berhubungan. Meskipun jarang terjadi tapi Hall berpendaran kalau posisi tersebut membuat risiko cedera penis yang tinggi.

 Posisi-posisi ini terasa luar biasa dan secara estetika menyenangkan, tetapi mereka membatasi kemampuan kedua pasangan untuk melihat pembukaan genital dan untuk mengukur posisi. Cedera ini membutuhkan perhatian segera, dan dapat menyebabkan tantangan urologis, peredaran darah dan seksual yang berkelanjutan untuk pasangan yang terluka,” ujarnya. ‘

Bahaya Iritasi Mata Terciprat Air Sperma

Jangan pernah berfikiran kalau melakukan hubungan intim maka yang terkena imbas hanya pada bagian genital. Beberapa bagian tubuh lain juga berpotensi, seperti keram otot atau luka dibibir bisa dikarenakan hubungan intim. Selain itu, terbiasa mengonsumsi film porno dan mencontoh beberapa adegan juga berbahaya bagi kesehatan pasangan. Seperti mencipratkan sperma ke mata pasangan, itu dapat menyebabkan iritasi. Segera cuci agar kondisi mata tetap steril karena kerusakan saraf akibat aktivitas yang populer ini sangat intens.

Beberapa Posisi Seks Berbahaya, Jangan Melakukan Dari Pada Celaka

Seperti disebutkan bahwa ada beberapa posisi seks yang sangat berbahaya. Selain WOT, missionary dan Doggy style. Posisi berdiri dan melakukan hubungan intim di kamar mandi juga tidak disarankan. Banyak bahaya yang kemungkinan dapat menyerang seperti air dan sabun membuat licin sehingga jatuh memar. Kemudian posisi berdiri juga menyebabkan ketegangan otot dan sakit punggung.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Penyakit Jantung Tak Akan Bung Rasakan Kalau Sering Liburan

Sudah berapa kali bung mengambil cuti? apakah tahun ini sudah merasakan liburan yang menyenangkan? kalau belum itu bahaya bagi kesehatan. Menghindar dari rutinitas pekerjaan bermanfaat bagi kehidupan. Bahkan sebuah penelitian mengatakan kalau liburan adalah cara ampuh mencegah penyakit jantung!

Lewat laman Dailymail, para ilmuwan menemukan di mana semakin banyak waktu berlibur yang dimanfaat pekerja dalam setahun, maka semakin kecil pula risiko terjangkit sindrom metabolik. Sindrom metabolik sendiri merupakan sebuatan dari kondisi seperti hipertensi dan kolesterol tinggi. Atau yang lebih dikenal sebagai gejala penyakit jantung, diabetes tipe-2 dan stroke.

Nah, penelitian menyatakan bahwa salah satu cara menurunkan sindrom metabolik dengan plesiran. Bahwasanya setiap liburan atau plesiran yang dilakukan maka sindrom metabolik menurun hingga seperempat dari semula.

Alhasil semakin jauh terkena risiko penyakit jantung. Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Syracause, New York dipimpin oleh Dr Bryce Hruska, Assiten Profesor di Departemen Kesehatan Masyarakat Universitas Falk

Apa yang kami temukan adalah orang yang lebih sering berlibur di 12 bulan terakhir memiliki risiko lebih rendah untuk sindrom metabolik dan gejala metabolisme,” ungkap Dr Hruska.

Sindrom metabolik lebih lanjut lagi dijelaskan sebagai kumpulan faktor risiko penyakit kardiovaskular. Apabila seseorang terserang sindrom metabolik, maka akan berisiko lebih tinggi terjangkit penyakit jantung.

Kita benar-benar melihat pengurangan risiko penyakit jantung, dengan semakin banyak orang berlibur. Ternyata gejala metabolik dapat dimodifikasi, itu berarti mereka dapat berubah atau dihilangkan,” tuturnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Tak Lepas Dari Smartphone Dapat Menimbulkan ‘Tanduk’

Terlalu lama memegang gawai pintar ternyata berimbas pada perubahan struktur di kepala, salah satunya tanduk.

Studi yang dilakukan para ilmuwan yakni David Shahar dan Mark G. L. Sayers menemukan kalau generasi milenial kemungkinan terbesar terserang penyakit ini. ‘Tanduk’ yang tumbuh di pangkal tengkorak dikenal sebagai EEOP (Enlarged External Occipital Protuberance (EEOP) atau tonjolan besar oksipital ekstenal yang dikenal dengan nama Inion.

Inion adalah tonjolan tulang oksipital yang menonjol dan salah satu tulang yang membentuk tengkorak. Berbentuk seperti cawan, atau trapesium dengan ujung melengkung. Tulang ini terletak dibelakang tengkorak yang mempunyai daerah lebih rendah. Usia rentan yang terkena penyakit ini sekitar 18-30 tahun.

Lantas apakah tumbuhnya tanduk ini bahaya? bisa dibilang tidak bung, tumbuhnya tanduk adalah sebuah respon terhadap kehidupan manusia modern. Apalagi menghabiskan banyak waktu menatap ponsel menyebabkan ketegangan pada leher kita.

Hipotesis EEOP dapat dikaitkan dengan postur menyimpang karena penggunaan teknologi genggam yang meluas seperti smartphone dan tablet,”ujar Peneliti.

Peneliti juga mengatakan kepada Washington Post bahwa hal tersebut adalah tanda bahwa kepala dan leher tidak dalam konfigurasi yang tepat dan bisa menimbulkan penyakit ditempat lain.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Tumbuh Rasa Suka dengan Sepupu, Apakah Boleh Menikahinya?

Menikah dengan sepupu jadi pertanyaan besar yang dicari di google di awal bulan Juni lalu. Tren pencarian kata ‘Menikah dengan Sepupu’ dalam 5 tahun terakhir meningkat pada pekan silaturahmi lebaran. Nah, untuk boleh atau tidaknya, jawabannya ‘boleh’.

Akan tetapi, banyak risiko mengintai apabila seseorang menikahi sepupunya sendiri. Faktor kesehatan dan keturunan jadi dua hal yang dipertimbangkan sebelum bertekad penuh ingin menikahi sepupu sendiri.

Tak lama bersua, kemudian bertemu di saat dewasa jadi alasan timbul rasa ketertarikan. Bahkan ditelisik di Google tren, terdapat tiga topik yang berkaitan dengan pencarian tersebut. Pertama adalah soal kesehatan, kedua hukum dan ketiga topik syariah (hukum islam). Selain risiko yang mengintai, kira-kira hal lain apa lagi yang berkaitan dengan keinginan menikahi sepupu? Bagaimana hukum mengatur pernikahan antar-sepupu?

Negara Tak Melarang Perkawinan Antar Sepupu

Secara hukum negara Indonesia tidak melarang perkawinan antar-sepupu bung. Dijelaskan lewat Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Perkawinan, isinya perkawinan sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaanya.

Beda soal kalau di negara berpenduduk sedikit seperti Islandia, penduduk khawatir secara tidak sengaja menikahi kerabat mereka. Dilansir dari situs Worldmeters, populasi penduduk negara ini Per Juni 2019  sekitar 340.395 orang.

Tentu berbanding jauh dengan Indonesia yang dapat mencapai 200 juta jiwa lebih. Untuk menanggulangi ‘ketidaksengajaan’ terdapat aplikasi bernama Islendinga-App yang mampu memeriksa kekerabatan penduduk Islandia asli.

Praktik Pernikahan Sedarah Sudah Dilakukan Sebelum 1950

Pernikahan sedarah ternyata sebuah praktik pernikahan yang sudah dilakukan sejak lama. Dilansir dari Popular Science, ini dilakukan ketika moda transportasi masih terbatas dan masyarakat cenderung tinggal di tanah kelahirannya.

Bahkan praktik pernikahan ini juga dilakukan beberapa tokoh dunia yang terkenal, sebut saja Charles Darwin dan Albert Einstein. Kedua orang yang sangat berpengaruh dalam dunia teknologi dan biologi ini menikahi sepupu pertamanya. Seperti Darwin dengan Emma Wedgwood, Eintsein dengan Elsa Lowenthal.

Persamaan Genetik Bisa Memicu Masalah Besar

Kesehatan dan keturunan jadi masalah besar dalam pernikahan antar-sepupu. Dapat dilihat dari besar kemungkinan persamaan genetik. Dilansir dari Tirto, persamaan genetik manusia dari persatuan sepupu adalah 12,5%, pada persatuan sepupu pertama, 3,13% pada persatuan sepupu kedua, 0,78% pada persatuan sepupu ketiga, 0,20% pada persatuan sepupu keempat, 0,05% pada persatuan sepupu kelima dan 0,01% pada persatuan sepupu keenam.

Sedangkan pada persatuan sepupu ketujuh hubungan genetik yang dimilik sudah tak berati sama sekali. Masih dilansir di laman yang sama, ternyata perbedaan materi genetik akan melindungi seseorang dari penyakit tertentu. Perbedaan susunan gen dapat membantu mencegah penyakit tersebut tak muncul pada keturunan apabila di salah satu pasangan memiliki penyakit tertentu.

Keturunan Dapat Mengalami Cacat Lahir

Keturunan akan jadi korban yang merasakan imbas dari perniakahan sedarah. Seperti yang dialami Ruba dan Saqib yang diceritakan langsung dalam artikel BBC. Hasil pernikahan sedarah membuat harus kehilangan tiga anaknya, bahkan Ruba, sang istri pernah mengalami enam kali keguguran.

Selain itu risiko seperti cacat lahir atau kelainan bawaan, gangguan pendengaran dini, gangguan penglihatan dini, keterbelakangan mental, ketidakmampuan belajar, perkembangan terhambat, kelainan darah bawaan, kematian bayi, epilepsi, dan kondisi parah tertentu yang tidak terdiagnosis.

Ini disebabkan karena ayah dan ibu memiliki DNA serupa, yang berakibat pada 4 sampai 7 persen anak-anak lahir dari pernikahan dengan sepupu pertama bisa memiliki cacat lahir seperti Ruba dan Saqib.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top