Dating & Relationship

7 Laku tak Laki yang membuat Wanita Angkat Kaki

Sebuah idiom mengatakan “mempertahankan jauh lebih sulit daripada ketika mendapatkan”. Pepatah ini ada benarnya karena sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, termasuk hubungan percintaan. Seringkali kita sebagai pria berjuang hanya saat ingin mendapatkannya, dan lupa bagaimana cara mempertahankan. Tak heran, kalau dia pergi karena kamu tak berusaha untuk mempertahankan.

Sebagai pria, kita harus peka, peka terhadap kebiasaan yang bisa membuat wanita “angkat kaki”. Para wanita yang kami temui menyebutkan hal ini untuk kita perhatikan.

Cobalah Untuk Lebih Peka. Iya, Sulit Tapi Cobalah!

Wanita memang mahluk yang penuh teka-teki dan kode. Seringkali, dia tidak langsung bicara apa maksud dari perkataannya dan lebih memilih mengirimkan pesan lewat sinyal-sinyal yang tidak disadari oleh pria. Nah, kalau sudah begini kasusnya bagaimana cara menyelsaikannya? Kita kan bukan cenayang yang bisa mengetahui isi pikirannya.

Tetapi, bukan artinya tidak ada jalan lain untuk bisa memahami isi hati wanita. Kamu bisa lebih meningkatkan sedikit kepekaan dengan menanyakan tentang apa yang dirasakannya.

Contoh, ketika kamu melihat wanita sedang kesal mukanya saat bertemu denganmu, saat itu juga sebenarnya dia ingin ditanya “Kamu kenapa?” atau “Jangan cemberut dong!”. Sederhana kan? Ya, sebenarnya wanita hanya ingin diperhatikan oleh kekasihnya, tapi hanya saja kita seringkali tidak peka.

Laki-laki Cuek dan Cool Hanya Disenangi Di Awal Hubungan. Karena Itu Jangan Terlalu Sibuk Sendiri.

Saat sedang jalan bersama, kamu terlalu asyik dengan gadget kamu dan seringkali mengabaikan perkataannya. Gimana cewek tidak ilfeel? Atau ketika ada game terbaru, seharian kamu terus membicarakan game tersebut pada kekasihmu padahal dia tidak mengerti apa-apa dengan game yang kamu mainkan. Lama-lama pun dia akan jenuh jika kamu selalu sibuk dengan dunia kamu sendiri. Perlahan ia akan menjauh karena merasa bahwa kamu lebih meemntingkan urusan game daripada dirinya.

Terlalu Banyak Menuntut Perubahan, Tapi Terlalu Egois Untuk Ikut Berubah

Ketika awal pacaran, kamu bilang akan bisa menerima dia apa adanya. Tapi, lama-kelamaan kamu ingin dia berubah menjadi seperti yang kamu inginkan. itu egois namanya! Kamu ingin dia tampil cantik, berambut panjang, wangi, memakain pakaian rapi dan sebagainya. Kamu punya kriteria khusus agar dia bisa berubah seperti dengan keinginan kamu.

Tapi, sayangnya tidak diimbangi dengan perubahan yang kamu lakukan. Kalau kamu masih pacaran sudah egois, bagaimana saat menikah nanti? Wanita pun tidak suka kalau hidupnya terlalu diatur, sama sepertimu, mereka juga butuh kebebasan.

Selalu Menganggap Wanita Lain Lebih Menarik

Banyak yang mengatakan, pria adalah mahluk visual. Wajar jika pria selalu melihat dan tertarik pada wanita pada penampilannya saat pertama kali bertemu. Melihat wanita cantik membuat hasrat seorang pria jadi naik. Begitu bukan?

Kalau kamu matanya sering jelalatan ketika melihat cewek cantik didepanmu padahal kamu lagi kencan, hati-hati! Bisa jadi kekasihmu yang sekarang akan memutuskan kamu saat itu juga.

Dulu Sering Mebantu, Begitu Sudah Memiliki Tak Lagi Perduli

Tipe pria yang malas ketika diminta tolong. Padahal, permintaan dari wanita itu pun tidak terlalu sulit. Kamu malah asyik main game atau nonton televisi seharian. Ketika minta tolong diantar ke toko A, kamu selalu jawab “Maaf ya sibuk kerjaan”, atau ketika diminta tolong untuk berpendapat kamu selalu bilang “Duh, sayang nanti dulu ya, aku lagi bantuin mamah aku!”. Kamu mungkin tidak menyadarinya ketika kamu banyak ngeles, tapi lama-kelamaan jika setiap saat dia minta tolong kamu selalu ngeles, wnaita pun akan jengkel dan memilih untuk pergi.

Selalu Berbohong Dan Menutup-Nutupi Sesuatu

Namanya juga menjalin hubungan, landasannya adalah saling percaya dan cinta. Jika salah satunya sudah sering berbohong dan tidak transparan tentang kegiatannya buat apa dipertahankan? Pria yang tidak jujur dan sering menutup-nutupi sesuatu akan mudah dijauhi wanita, karena tipe pria ini biasanya adalah tipe yang tidak setia.

Tidak Ada Kejelasan Hubungan Serius Atau Tidak, Hanya Senang Bermain-main Saja

Hal yang terakhir penting nih, dan jadi kebiasaan yang bikin wanita lebih baik untuk menjauh daripada tetap meneruskan hubungan dengan pria. Ya, sikap yang tidak serius dari awal untuk wanita yang sudah dewasa hanya akan membuatnya berpikir hanya buang-buang waktu saja menjalani hubungan yang tidak jelas. Dia inginnya serius, tapi kamu masih mau main-main.

Dari awal saja sudah beda pandangan, bagaimana kedepannya? Kalau kamu bukan tipe pria yang mengalah dan masih mementingkan urusan sendiri, lebih baik pikir matang-matang sebelum memutuskan untuk menjalani hubungan dengan wanita.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Komunitas

Suzuki Menggandeng Komunitas Agar Acara Berkualitas

Acara memang tak akan meriah bila tidak diisi dengan kelompok yang sumringah. Salah satunya komunitas motor yang hadir di acara Suzuki Bike Meet Jambore Nasional 2018 yang diadakan di international Circuit Sentul. Sebanyak 63 klub turut berkontribusi dan bekerjasama dengan Suzuki Indomobil Sales (SIS).

Dengan tema “Born To Ride, Live To Rock’, SIS mengajak seluruh bikers Suzuki untuk tetap kompak sekaligus bersemangat. Terbukti komunitas yang hadir menstimulus acara menjadi berkualitas dengan keriuhan sekaligus aksi mereka dengan ekspresi bersama tunggangannya.

Tidak hanya klub motor atau komunitas Suzuki saja yang turut serta dalam acara ini sebanrnya tapi secara pengunjung umum. Diperkirakan ada 3.000 bikers yang datang dan memadati sentul tidak hanya untuk berkasi dan berkspresi. Tetapi acara ini juga menjadi ajang silaturahmi.

Dari berbagai kota tetap menyempatkan untuk datang pada acara jambore ini. Berbagai model motor keluaran satria melebur menjadi satu menjadi satuan yang murni tanpa dicampur.

Seperti Pak Tugimin, yang datang bersama komunitas GSX Tanggerang Kota. Ia mengaku jalan pagi-pagi buta untuk menghadiri acara Jambore lantaran menjadi ajang pertemuan yang jarang dilakukan komunitas yang tidak terjangkau jaraknya.

Yohan Yahya, selaku Sales & Marketing 2W Department mengatakan bahwa semangat para bikers tentu menjadi pelecut bagi PT Suzuki Indomobil Sale seperti yang dikatakan Yohan Yahya, selaku Sales & Marketing 2W Department.

“Awal tahun ini kita tunjukan kekompakan dan kekuatan bersama lewat kolaborasi Suzuki dengan puluhan komnunitas motor Suzuki. Seluruh konten yang diadakan di Suzuki Bike Meet 2018 merupakan ide dan kreatifitas yang bersumber dari mereka,” ujar Yohan

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Dating & Relationship

Kalimat Yang Memikat Hati Si Nona, Tidak Gombal Tapi Sedikit Nakal

Tidak hanya terlihat dari perlakukan dan perhatian saja namun laki-laki juga terkadang dapat memikat hati lawan jenis lewat kalimatnya. Bukan sebagai bentuk gombal atau rayuan. Tetapi kalimat yang disuguhkan merupakan bentuk kejujuran apa yang dirasakan oleh laki-laki kepada perempuan. Lucunya, banyak perempuan yang tahu kalau laki-laki itu rata-rata gombal, tapi masih saja termakan dengan gombalannya kan?

Tapi kalimat ini sekali lagi bukanlah suatu gombalan Bung. Ditengarai dapat memikat hati si nona dengan membuat mereka terkapar lemas di setiap akasara. Meskipun tidak terlalu puitis bahkan terkesan nakal, tapi kenakalannya juga masih sah saja dalam ruang lingkup berhubungan tanpa ada unsur mendiskreditkan. Yang jelas, kalau Bung praktekkan bisa jadi si nona akan tersipu malu. Nggak percaya?

“Kamu Selalu Seksi Setiap Hari…”

Tiap hari si nona tampil menawan dengan gaun yang memperlihatkan beberapa lekuk tubuhnya, bahkan tanpa gaunnya saja nona selalu membuat Bung terheran-heran karena selalu mempesona. Hingga Bung tidak sabar untuk menyangjungnya. Kalimat, “Kamu seksi setiap hari…” menjadi ucapan yang ditunggu-tunggu oleh nona? Ya bisa saja, sebab ia tentu ingin orang terdekatnya menyadari kemolekan tubuhnya.

Meskipun seksi agak menyerempet dengan hal-hal yang sedikit nakal. Itu tidak membuat si nona merasa malu karena dijadikan objek tertentu, tanpa perlu disebutkan Bung tahu lah kalimat ini mengarah ke mana. Tapi si nona merasa percaya diri karena ia tidak tampil perlu tampil berlebihan untuk mendapatkan pujian akan keindahan tubuhnya.

“Aku Ingin Memelukmu Dari Belakang,”

Beberapa adegan film Hollywood yang bergenre romantis, pasti ada saja bagian film yang memperlihatkan perempuan dipeluk dari belakang oleh laki-laki. Bahkan tak hanya memeluk saja, tapi kecupan di pipi juga ditambahkan sebagai satu paket istimewa yang kerap dilakukan laki-laki. Biasanya adegan film ini selalu muncul di setiap scene pagi hari.

Bisa salah atau benar, mungkin saja si nona ingin dipeluk dari belakang seperti adegan film Hollywood yang menjadi konsumsi visualnya. Karena di film Hollywood adegan tersebut dibungkus hal yang romantis, bisa jadi membuat si nona berfikiran tentang bagaimana sensasi dan kesannya ketika dipeluk dari belakang. Tak pelak, adegan ini juga menjadi intro di beberapa film sebelum berakhir di ranjang.

“Aku Ingin Mencium Kening Dan Bibirmu…”

Mencium memang agak sensitif karena banyak tafsir yang menyebutkan apa bedanya ciuman yang dilakukan di bibir dan di kening. Ada yang bilang ciuman yang dilakukan di kening lebih kepada rasa sayang dan rasa tak ingin kehilangan atau cinta yang tulus, sedangkan di bibir hanya memperlancar arah nafsu laki-laki belaka.

Kedua hal itu tidak dapat dipastikan. Namun, si nona bisa saja senang ketika Bung mengatakan ingin memberikan ciuman meskipun terkesan liar, apa lagi yang dilakukan di bibir. Bahkan menurut 1health.id, produksi hormon oksitosin atau hormon bahagia dapat dipicu melalui sebuah ciuman. Jadi tidak hanya membuat si nona malu karena Bung membujuk untuk melakukan sentuhan bibir, tapi juga bisa membangkitkan rasa bahagianya.

“Nyaman Ketika Berpelukan Denganmu Sambil Tiduran,”

Banyak hal romantis yang dapat dilakukan setiap pasangan salah satunya adalah cuddling, berpelukan mesra di ranjang ini memang menimbulkan rasa nyaman. Bahkan kerap dilakukan sehabis melakukan hubungan intim Bung. Si nona memang paling senang ketika dipeluk. Karena dekapan mesra yang diberikan memberikan kesan melindungi dan menghangatkan.

Ketika Bung mengatakan “Nyaman ketika berpelukan denganmu sambil tiduran,”, kemungkinan besar si nona merasakan hal yang sama seperti yang Bung rasakan. Karena dekapan mesra memang kegiatan romantis yang paling syahdu.

“Aku Kangen Kamu.”

Kalimat “Aku kangen kamu.”, memang simpel dan standar namun memiliki makna yang mendalam untuk yang mendengar. Rasanya, orang yang dirindukan adalah pribadi yang selalu diharapkan ada dan dirindukan setiap waktu. Apa lagi ketika si nona mendengar kalimat ini, langsung dari bibir anda Bung. Otomatis ia akan merasa menjadi orang  yang teristimewa.

Mengutarakan rasa kangen kepada nona terkadang selalu disalahartikan oleh beberapa orang, bahwa kangen sebenarnya rasa ingin berhubungan intim yang dihaluskan. Walaupun tidak semuanya seperti itu, tetap saja ada kesan nakal jadinya ketika seseorang ingin mengutarakan rasa rindu.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Money & Power

Bagi Bung Pekerjaan Ini Kurang Memikat, Tapi Bagi Orangtua Ini Hakikat

Ada beberapa ranah pekerjaan yang langsung saklek di mata orangtua pasangan. Pekerjaan tersebut biasanya dilihat dari bebet dan bobotnya Bung. Orangtua biasanya punya pandangan tersendiri soal pekerjaan yang bonafid di mata mereka. Dalam imajinasinya, mereka juga membayangkan kalau anak perempuannya akan hidup makmur apabila membangun mahligai rumah tangga dengan calon yang diminatinya (dari segi pekerjaan).

Hasil riset yang dirilis Smart Asset di Amerika, menempatkan ahli statistik sebagai pekerjaan yang paling diminati generasi milenial sebesar 45%,  pengembang web sebesar 38%, analisa riset pasar dan spesialis pemasaran 37%. Hidup sebagai generasi yang digital native alias tidak gagap teknologi membuat pekerjaan dibidang tekonologi menjadi sangat digemari. Tetapi apa yang digemari generasi milenial jelas berbeda Bung dengan generasi X dan Baby Boomers. Kira-Kira apa saja ya Bung pekerjaan yang diminati oleh orangtua si nona?

Menolong Orang Lain Ketika Sakit Adalah Pekerjaan Mulia. Tak Hanya Di Mata Mereka Tapi Juga Di Mata Mertua

Dokter adalah pekerjaan yang masih dipandang tinggi oleh orangtua pasangan. Pekerjaan mulia mengobati orang ini, juga tidak main-main dalam hal pendidikannya yang memang terkenal merogoh kocek dalam-dalam. Maka tak heran, jika jarang ada yang memandang rendah pekerjaan dokter.

Terlebih lagi penghasilan sebagai dokter spesialis saja bisa mencapai 50 juta rupiah. Jelas itu bukan angka yang kecil. Orangtua mana yang tak tergiur melihatnya. Bukan mendiskreditkan orangtua sebagai pihak yang matrealistis ya Bung. Namun rasanya wajar apabila orangtua rela menitipkan anaknya kelak kepada Bung yang berprofesi sebagai dokter.

Fisik Yang Kuat Dan Gagah Dapat Menjadi Daya Tarik. Tapi Semangat Juangnya Buat Negara Mungkin Juga Menarik Ya!

Profesi TNI atau tentara adalah garda terdepan Indonesia dalam menghadapi ancaman dari luar. Siapa saja yang ingin memporak-porandakan kedaulatan, pasti tentara tak tinggal diam. Angkatan bersenjata memiliki kesan gagah dan kuat. Porsi latihan fisik yang dilakukan memang sengaja untuk menumbuhkan jiwa nasionalis Bung. Fisik seorang tentara pun pasti kuat dan terjaga.

Di era orde baru, pekerjaan TNI tak dapat dipandang remeh. Para orangtua pasti mengangkat topi atau hormat pada pekerjaan tentara. Orangtua pun bakal turut bangga apabila Bung memiliki profesi sebagai tentara dan berpangkat panglima. Karena menjaga kedaulatan negara saja bisa, apa lagi kedaulatan rumah tangga. Bukan begitu Bung?

Kerja Di Lapangan Panas-Panasan Tapi Di Rumah Mertua Disanjung-Sanjung. Bung Mau Seperti Itu?

Kerja di lapangan mungkin kurang menyenangkan dibanding kerja di gedung dengan dinginnya AC yang kadang  membuat menggigil. Memiliki kesan panas dan berdebu, sudah identik sekali dengan pekerjaan lapangan, salah satunya pertambangan.

Terbakarnya kulit oleh matahari memang membuat kondisi badan terasa gersang.  Namun kalau berbicara gaji, sepertinya dapat membuat perasaan senang Bung. Pekerjaan ini memang beresiko. Tingkat kesulitan pun juga tinggi. Jadi tak ayal, fresh graduate yang bekerja di bidang ini saja sudah diganjar gaji tinggi. Bisa 2x lipat dari UMR saat ini. Ketika Bung datang ke rumah perempuan kemudian memperkenalkan diri sebagai orang yang bekerja di pertambangan, rasanya jalan lapang untuk meminang pun telah terpampang di depan mata.

Profesi Ini Mungkin Kurang Memikat, Tapi Kalau Orangtua Si Nona Tahu Bisa Jadi Seperti Sahabat Dekat

PNS (Pegawai Negeri Sipil) untuk generasi milenial mungkin kurang terlalu memikat, tapi lingkungan kerja dan besarnya pendapatan menjadikan profesi ini jadi incaran. Data jumlah pendaftar CPNS tahun ini saja tembus sampai angka 1 juta orang. Semua saling bersaing untuk masuk di beberapa kementerian dan lembaga. Kalau dari kacamata orangtua, pekerjaan ini tentu jadi idaman.

Karena dapat menjamin kehidupan dengan adanya tunjangan dan uang pensiunan. Di mata masyarakat, PNS memiliki prestis yang tinggi. Toh orangtua pasangan pasti turut senang apabila sang anak dinikahi oleh PNS, selain bisa menjamin kehidupan, juga dapat meningkatkan kehormatan.

Kalau Berbicara Nasib Memang Sulit Ditebak, Terkadang Profesi Bisa Kalah Dengan Nama Besar Perusahaan

Selain prestisnya profesi sebagai PNS, menjadi pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga tak kalah mentereng. Terlebih lagi BUMN membawahi semua perusahaan besar di Indonesia seperti Pertamina, PLN, Pelindo dan perusahaan maskapai, Garuda Indonesia. Usut punya usut, profesi pegawai di BUMN bakal makmur sejahtera nasibnya.

Orangtua biasanya tidak hanya terkesan oleh besar kisaran gaji yang didapat Bung. Tapi terkesima juga dengan perusahaan tempat bekerja. Apa pun perusahaannya, kalau Bung bekerja di perusahaan BUMN pasti tak terlalu rumit untuk menggapai si nona.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Dating

Jadi Laki-laki yang Dicari Tak Perlu Mengumbar Janji

Perempuan tak butuh janji, mereka hanya ingin mencari laki-laki yang pasti. Yap, pasti memberi kepastian bukan bualan.

Bung boleh bangga untuk kemampuan mengeluarkan kata manis yang buat si nona jatuh hati. Tapi untuk suatu hubungan yang pasti, perempuan tak butuh itu.

Hari ini si nona mungkin tersenyum, merasa disanjung oleh kalimat-kalimat puitis yang Bung sampaikan. Tapi jangan heran, esok tiba-tiba si nona akan datang dan bilang Bung adalah pembual.

Sekilas ini memang beda, antara suka berbicara yang manis dengan membual. Namun pada dasarnya dua kata ini memiliki pengertian yang sama.

Sebab Janji Jadi Sebuah Ilusi yang Mudah Terucap Namun Sulit Dijaga

“Iya, besok aku belikan ya!”

Padahal dalam hati Bung sedang berpikir keras mau cari uang dari mana untuk membelikan permintaan si nona. Gambaran ini jadi satu dari banyaknya janji yang kadang Bung buat. Bukan karena memang ingin, bisa jadi hanya sebagai tameng untuk terlihat keren atau berusaha selamat dari desakan.

Ya kalau ternyata si nona terus menuntut itu wajar sebab Bung sudah menjanjikannya. Sebaliknya jika ternyata masih saja menuntut meski Bung bilang tak bisa, ya tinggalkan, itu artinya doi tak baik untuk Bung.

Sekilah pesan yang terbersit dalam ucapan yang Bung sampaikan memang menjanjikan sebuah kesenangan yang lebih baik. Padahal bukankah tak ada yang bisa menjamin segala sesuatu yang ada didepan?

Baik Kalau Tidak Ada Halangannya, Tapi Kalau Ada? Lantas Bagaimana?

Situasi bisa berubah kapan saja, janji yang tadi Bung rasa mudah akan terasa lebih sulit dari biasanya. Sialnya jika kendala yang hadir justru akan menggagalkannya, itu artinya Bung harus siap dicap sebagai pembual. Bukannya makin dipercaya, ini malah jadi sisi negatif yang membuat Bung dijauhi olehnya.

Berharap yang baik tentu saja tak salah, namun Bung tentu tak punya kuasa untuk menghalau semua yang akan terjadi. Coba Bung ukur dulu kemampuan diri, agar janji yang tersepakati bisa dipenuhi.

Ya Benar Ini Jadi Bukti, Tapi Faktanya Kadang Hanya Ucapan Bibir Semata

Nah ini adalah tameng yang sering Bung pakai untuk membuatnya terkesan. Dengan harapan si nona akan berpikir bahwa Bung memang sungguh-sungguh sayang. Padahal hal lain yang jadi alasannya, tak selalu begitu.

Rencana tentu bukan sebuah kemustahilan yang tak bisa kita lakukan, tapi pada janji ada sebuah ikatan yang memang harus Bung buktikan.

Jangan Bung pikir berjanji adalah salah satu tugas dari mencintai, sebab cinta tak melulu soal memberinya sebuah harapan.

Sialnya Lagi, Janji yang Terlalu Banyak Hanya Akan Membuat Bung Merasa Terbebani

Bung boleh tak setuju, tapi percaya atau tidak inilah yang akan Bung alami. Sepanjang perjalanan Bung mungkin akan tertawa bersamanya, namun setiap kali berbalik, ada sesuatu yang tiba-tiba tergiang.

Terlalu sibuk untuk menepati janji, bisa-bisa Bung lupa bagaimana caranya mencintai. Rasa yang tadinya harusnya tumbuh dengan natural, malah terkontaminasi oleh bualan.

Bung sibuk memenuhi, si Nona sibuk menanti. Lalu akankah ada cinta yang bisa dinikmati? Rasanya tidak!

Diibaratkan dengan Utang, Janji Jadi Sesuatu yang Harus Ditepati

Hal ini tentu jadi indikasi lain, seberapa jantan Bung sebetulnya.

Tak perlu berpikir terlalu jauh, sebenarnya Bung cukup berjanji akan hal-hal yang memang bisa terpenuhi. Jika ternyata apa yang ucapkan jauh dari kemampuan maka akan selamanya menjadi utang.

Okelah hari ini si nona mungkin tak mengungkitnya. Namun situasi seseorang tak selalu sama. Jika nanti ada pertentangan yang cukup menegangkan, jangan heran jika si nona tiba-tiba menyeret kembali angan-angan yang telah lampau namun belum tergenapi.

Oleh Karena Itu Bung Tak Perlu Banyak Berjanji, Cukup Cari Jalan Untuk Memberi Bukti

Terdengar sangat naif memang jika Bung bilang tak akan memberi janji. Namun sebenarnya pemahaman yang kami ingin sampaikan bukan itu Bung. Meminta Bung tak perlu mengumbar janji, bukan berarti Bung lantas tak boleh berjanji. Hanya saja Bung perlu lihat dulu kemampuan Bung untuk menepatinya. 

Jika ternyata tidak? Lantas untuk apa? Alih-alih membuat si nona terkesan, bisa-bisa si nona  malah akan merasa dipermainkan.

Sebab menyampaikan cinta tak melulu dengan hal-hal besar yang tampak mewah. Bung bisa memulainya dari hal-hal kecil yang Bung bisa. Itu jauh lebih berarti dari berpuluh-puluh janji mewah yang tak pernah jadi nyata.

Sikap yang Begitu Malah Jadi Bukti dari Komitmen Atas Cinta yang Sedang Bung Jalani

John Mayer pernah berkata bahwa Love is a verb, yang berarti bagaimana besarnya rasa cinta dan sayang yang Bung punya tak selalu dilihat dari banyaknya janji yang Bung lontarkan. Tapi jangan pula Bung jadi tak mau berjanji, sebab ini jadi indikasi tak gentle yang lebih parah dari si pengumbar janji.

Artikel ini bukan sedang ingin melarang Bung untuk mengumbar janji, namun sekedar mengingatkan bahwa ada porsi yang baik untuk diikuti. Sebab kaum adam sering luput untuk mengukur diri, berpikir bahwa semua hal bisa dilakoninya. Meski faktanya tidak demikiani.

Cobalah Bung pikirkan lagi, apa iya mengumbar janji masih diminati?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top