Money & Power

7 Cara Menemukan Passion Untukmu Yang Masih Mencari!

Tidak semua orang beruntung menemukan passionnya saat kesempatan untuk mengembangkannya masih begitu luas. Bahkan ada banyak orang dengan usia tak lagi muda namun tidak kunjung menemukan passionnya. Mereka hanya hidup dalam rutinitas yang menjemukan. Tentu kamu tidak mau terjebak dalam kondisi seperti itu bukan?

Passion adalah hal yang sangat penting dalam hidup. Dari  sinilah tujuan dan kebahagian hidup bisa bermula. Bergelimang harta tak selalu mampu membuatmu senang, namun bisa melakukan hal yang sesuai dengan passion akan selalu membuat bahagiamu tercukupkan.

Bahkan laki-laki yang telah menemukan dan menekuni passionnya akan terlihat memiliki nilai lebih di mata perempuan.  Apa yang lebih menarik bagi seorang perempuan selain seorang laki-laki yang mengerti dirinya betul dan begitu optimis menjalani hidup. Kalau untuk memahami dirinya saja dia tak menemui kesulitan, tentu akan lebih mudah baginya untuk mengerti keinginan perempuan. Rasanya bersama dengan laki-laki seperti itu, kesuksesan dan kebahagiaan jadi lebih dekat. Ingat! Tak ada wanita yang suka berdekatan dengan laki-laki yang menjalani hidup sebagai sebuah keterpaksaan.  Tak sabar lagi ingin segera menemukan passionmu? 7 pertanyaan ini akan segera membantumu menemukan passion!

Mulailah dari bertanya pada dirimu sendiri, apa yang melengkapi hidupmu? Ini bukan tentang barang mahal, namun lebih pada apa yang bisa membuatmu jadi seperti tak kenal lelah!

Dengarkan kata hatimu. Jangan tanyakan hal ini pada orang tua, saudara atau pacar. Hanya kamu sendiri yang mengetahui jawaban dari pertanyaan ini. Passion adalah sesuatu yang mempu membangkitkan jiwa dan semangatmu. Melakukan hal yang sesuai dengan passionmu akan membuat kamu merasa berarti. Kamu juga tak akan segan berpeluh demi hal itu.

Kamu tetap melakukan hal ini meski ditentang oleh orangtuamu. Bahkan kamu tetap bersikukuh untuk melakukannya meski mendapat banyak penolakan!

Orang tua memang memiliki porsi yang cukup besar dalam menentukan passionnya. Tapi ketika apa yang mereka arahkan tidak sesuai dengan passionmu jangan hanya diam saja! Kamu berhak memperjuangkan passionmu. Hidup hanya sekali, jangan sia-siakan untuk melakukan hal yang tidak sesuai dengan kata hatimu. Bisa melakukan hal yang sesuai dengan passion akan memberimu kebahagiaan besar. Ketika passion telah memanggil, rasanya kamu sanggup menerjang segala aral rintangan.

Pahami dirimu sendiri sebelum memahami orang lain! Sejauh ini kemampuan apa yang paling menonjol dari dirimu?

Mengetahui kemampuan yang paling menonjol dari dirimu akan sangat membantu kamu untuk menemukan passion. Kenali dirimu lebih baik! Setiap orang memiliki telenta dan kemapuannya masing-masing. Kamu bisa menyiapkan waktu khusus untuk menganalisa hidupmu selama ini. Ada banyak hal yang telah kamu lakukan. Tentu ada satu hal dimana kamu merasa paling mampu untuk melakukan itu. Semangat Bro!

Kembalilah ke masa kecilmu! Bukan hanya mengenang memori indah, ingat-ingat lagi apa hal yang paling kamu sukai saat kecil?

Meski kamu telah dewasa, bukan berarti kamu tidak boleh mengingat-ingat masa kecilmu yang indah. Luangkan waktu sejenak untuk kembali ke dunia yang hanya berisi kebahagiaan. Ingatlah apa hal yang paling kamu sukai saat kecil. Kesukaanmu saat kecil itulah yang membentuk kamu yang sekarang. Bisa jadi itu juga merupakan passionmu

Idealnya laki-laki memang harus pantang menyerah, namun pasti ada satu kegiatan yang terus berulang-ulang kamu lakukan meski kerap kali gagal? Bisa jadi itu merupakan passionmu!

Hal yang kamu coba berulang-ulang meski sering kali gagal bisa jadi merupakan passionmu. Mungkin sebagian orang mengganggap itu hanya membuang waktu. Tapi percayalah semua hal memang membutuhkan proses. Termasuk juga untuk menemukan passion.  Jika hal itu bukan passionmu tentu kamu tak mau terus mencoba berulang-ulang meski kerap kali gagal kan Bro?

Apa pencapaian yang ingin kamu ceritakan 10-20 tahun lagi pada anak dan orang-orang dekatmu? Tentu kamu ingin membuat mereka bangga pada dirimu bukan?

Sebagai laki-laki kamu harus memiliki hal yang kamu banggakan kelak. Prestasi apa yang ingin kamu banggakan dimasa depan? Rutinitasmu sebagai karyawan yang berangkat pagi buta dan pulang malam atau tentang impianmu yang terwujud. Hidup adala soal pilihan. Kamu bisa mengacuhkan cita-citamu atau bekerja keras untuk mewujudkannya.

Seandainya tak ada orang yang menilai dan mengomentarimu; kamu ingin menjadi seperti apa?

Kehidupan sering kali menjadi lebih ditentukan oleh penilaian orang lain. Padahal itu hanya menempatkanmu pada posisi yang tak bahagia. Tanyakan pada dirimu sendiri. Siapakah aku? Satu pertanyaan yang terlihat sederhana itu akan membantumu menemukan passion.

Ketika kamu telah berhasil menemukan passion, itu berarti kunci tujuan dan kebahagian hidup telah berada dalam genggamanmu. Kamu telah berada selangkah lebih dekat dengan kesuksesan. Kalau sudah begini, kamu tinggal memperjuangkan passionmu! Selamat mencari Bro!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Baik

Merasa Kaya Padahal Sebetulnya Kere, Ini Cirinya Bung!

Faktanya ada orang yang tak menyadari kalau mereka sebenarnya masih miskin. Bung sendiri bagaimana? Walau kaya miskin itu relatif, tapi sesungguhnya ada patokan jelas yang bisa membedakan apakah seseorang itu termasuk miskin atau tidak. Supaya tak terjebak ilusi yang membuat diri merasa kaya, coba simak beberapa cirinta berikut ini.

Bila Kehilangan Pekerjaan, Maka Tabungan Bung Tak Cukup Sebagai Biaya Hidup Setidaknya untuk 3 Bulan ke Depan

Tanda pertama kalau finansial Bung masih bermasalah adalah bila saldo tabungan Bung selama ini tak cukup untuk menopang hidup Bung selama setidaknya tiga bulan ke depan, bila Bung kehilangan pekerjaan sewaktu-waktu.

Sementara mereka yang sudah mengalami kebebasan finansial, sekalipun mendadak tak punya kerja di hari ini juga, ada dana cadangan yang sudah mereka siapkan sehingga tak perlu khawatir memakai uang tabungan. Tak banyak orang yang memikirkan soal hal ini. Ya, memang hanya orang-orang kaya yang sudah menyiapkan ‘dana darurat’ untuk kehidupan mereka.

Bung Masih Kesulitan Membayar Berbagai Macam Tagihan Pokok

Faktanya, masih ada tagihan yang perlu Bung lunasi. Entah tagihan telepon, listrik, air, dan semacamnya. Bahkan ada kalanya Bung menunda pembayarannya karena memang anggaran untuk membayar hal tersebut sedang dipakai untuk membiayai tagihan lainnya. Nah jika Bung belum bisa membayar tagihan-tagihan biaya hidup ini, maka Bung bisa dipastikan masih miskin

Saat Belanja, Bung Masih Terbuai dengan Rayuan Potongan Harga

Bung, masih sering memanfaatkan diskon atau voucher saat berbelanja? Atau masih sering terbuai diskon dan akhirnya beli barang padahal belum tentu Bung butuh barangnya juga. Terperdaya dengan diskon adalah kelemahan yang dimiliki mereka yang belum memiliki kebebasan finansial. Coba ingat lagi, kapan Bung belanja hanya karena melihat barang tersebut murah harganya?

Begini Bung, tak ada yang salah dengan memanfaatkan diskon. Tapi pola pikir ini sebaiknya segera Bung ubah bila memang mau melatih diri jadi orang sukses. Orang sukses bukan menghambur-hamburkan uang saat melihat diskon. Mereka fokus pada cara mereka menaikkan pendapatan dan memanfaatkan uang yang ada demi mendapat uang yang lebih banyak.  

Bung Masih Sering Mengonsumsi Makanan Cepat Saji

Memang tak ada yang salah dengan mengonsumsi makanan cepat saji. Tapi jangan lupakan urusan nutrisi apalagi makanan bernutrisi dibutuhkan tubuh setiap harinya. Nutrisi adalah bahan bakar untuk beraktivitas, Bung. Makanan cepat saji hanya mengandung sedikit nutrisi. Efeknya, kalau tubuh Bung tak sehat, maka produktivitas pun berpengaruh, bahkan Bung jadi tak fokus pada pekerjaan. Daripada biasa jajan makanan cepat saji, lebih baik latihan masak saja Bung.

Saat Orangtua Meminta Dibelikan Sesuatu, Bung Masih Pikir-pikir untuk Memenuhinya

Bukan Bung tak sayang orangtua. Tapi memang keadaan finansial yang tak mendukung ya Bung? Jauh di lubuk hati Bung tentu Bung maunya memenuhi keinginan orangtua. Tapi tak usah bersedih hati bila Bung memang harus menunda keinginan tersebut. Setidaknya, jadikanlah hal tersebut sebagai motivasi agar Bung bisa memenuhi permintaan tersebut suatu hari nanti.

Di Hari-hari Tertentu, Bung Masih Kekurangan Pakaian Dalam dan Kaos Kaki

Prinsip hidup orang kaya adalah membuat diri mereka nyaman. Sudahkah Bung berpikir demikian? Urusan sederhana seperti jumlah pakaian dalam dan kaos kaki saja rasanya masih kurang ya Bung. Kebersihan dua barang ini pun masih dipertanyakan. Sementara mereka yang sudah mapan, percayalah, tak ada yang namanya membuka lemari lalu kehabisan celana dalam dan kaos kaki.

Bung Masih Belum Bisa Lepas dari Kecanduan akan Barang Tertentu

Bung, coba pikirkan lagi, apakah Bung masih memiliki kecanduan terhadap satu hal tertentu yang belum bisa dilepaskan sampai hari ini? Ini salah satu tanda Bung belum bisa masuk golongan orang kaya. Begini, orang kaya adalah orang yang suka kebebasan. Mereka tak mu dikontrol oleh sesuatu bahkan oleh orang lain. Mungkin memang setiap orang punya kesukaan terhadap sesuatu, tapi tak semuanya bisa mengatasi rasa sukanya itu agar tak jadi kecanduan.

Apapun yang sifatnya berlebihan, tak baik kan Bung? Orang yang sukses biasanya sudah memiliki pola pikir bahwa mereka sampai melakukan kesalahan yang tak seberapa tapi efeknya besar untuk hidup mereka.

Kalaupun Punya Mobil, Usianya Sudah Lebih dari 10 Tahun

Untuk urusan mobil, orang kaya mengerti kalau memiliki kendaraan dengan fitur terbaru bukan semata prestis, tapi memang sangat menguntungkan mereka karena bisa memberikan kenyamanan sekaligus menjanjikan performa yang baik. Tapi kali ini, Bung belum bisa menyamai gaya hidup mereka. Alih-alih beli mobil baru, seseorang belum bisa dikatakan kaya bila usia mobilnya sudah lebih dari sepuluh tahun.

Bung Masih Berharap Kelak ada Dana Pensiun dari Pemerintah

Orang sukses punya prinsip untuk tak berharap pada pihak manapun. Sementara orang dengan mental miskin sejatinya selalu berharap datangnya bantuan dari orang lain demi melepaskan diri dari jerat masalah finansial yang menderanya.

Contoh nyatanya, bila Bung masih berharap di masa pensiun kelak ada dana pensiunan atau pemerintah yang mau memberi tunjangan pensiun, berarti Bung masih belum bisa dikategorikan sebagai golongan orang kaya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Baik

Tingkah Polah Orang-Orang yang Pura-Pura Kaya

Ironisnya ya Bung, segelintir orang menolak fakta kalau memang harta mereka belum seberapa. Alih-alih memperbaiki kasta, ada yang memilih masuk golongan pura-pura kaya. Mereka menghidupi imajinasi dengan banyak sesumbar. Kalau Bung jeli, mudah sekali mengenali tipikal orang yang demikian. Salah satunya tentu, dia kelihatan banyak bicara padahal tak punya apa-apa.

Orang yang Ngaku Kaya, Memuja Merek Setinggi Langit Bukan Karena Kualitas

Ya, mereka lebih peduli pada imej yang dimiliki merk tersebut. Katakanlah sebuah sepatu dengan merk terkenal. Mereka yang ingin terlihat kaya akan menjadikan merk tersebut sebagai ‘tameng’. Alih-alih memahami kualitas dan mengutamakan kenyamanan, golongan orang-orang ini justru jumawa karena sudah ‘sanggup membeli’. Tujuannya, tentu berharap dapat afirmasi dari sekelilingnya atas kesanggupannya itu.

Nah, untuk golongan yang benar-benar kaya, ihwal merk adalah urusan kesekian. Yang penting, barang  tersebut berkualitas dan nyaman dipakai. Itulah kenapa beberapa barang dengan merk kelas atas justru kelihatan memiliki tampilan yang membosankan dan itu-itu saja.

Merek pengenalnya biasanya hanya tampil kecil nan tersembunyi. Ini karena para produsen mengerti pasar. Mereka hanya akan memproduksi barang untuk kalangan sendiri yang tak akan dipahami oleh golongan yang hanya mengglorifikasi sebuah merk.

Ngaku Kenal dengan Banyak Orang Besar Demi Terlihat Gahar

Bung pernah kan ketemu dengan orang-orang semacam ini? Mereka entah kenapa suka dan piawai sekali membangun cerita seolah-olah mereka kenal akrab dengan orang besar seperti pejabat atau selebritis. Padahal kita sama-sama tahu ya Bung, hal tersebut hanya omong kosong belaka.

Percayalah, orang yang benar-benar kaya dan punya banyak koneksi hebat tak akan sesumbar mengenai teman-teman dekat mereka. Buat orang kaya betulan, privasi justru nomor satu.

Entah Mengapa, Lawan Bicara Akan Mudah Bosan Berinteraksi dengan Orang yang Pura-pura Kaya

Bung, kasta mungkin bisa dimanipulasi. Tapi kelas dan perilaku tak bisa dibuat-buat. Orang yang pura-pura kaya biasanya tak disertai kemampuan yang cakap untuk membuat lawan bicara mereka percaya 100 persen dan tahan untuk berinteraksi terus dengannya. Ini karena bahasan mereka tak bisa meluas.

Mereka terjebak pada topik membangun imej kaya sehingga yang dibicarakan selalu mengenai uang dan kekayaan. Tak ada yang lebih menyenangkan selain pamer kepada lawan bicara. Padahal, orang kaya raya betulan tak akan banyak sesumbar mengenai uang yang mereka hasilkan.

Dia yang Mau Dicap Sukses, Selalu Ingin Kelihatan Punya Proyek Besar

Orang yang pura-pura sukses selalu membicarakan sesuatu besar nan potensial yang sedang ia kerjakan. Memang, mereka memiliki rencana. Hanya saja, mereka tak punya konsistensi dan disiplin diri yang tinggi. Hal ini membuat potensi nan besar itu akhirnya tak bisa membawa mereka benar-benar naik kasta. Proyek besar yang dikerjakannya sekarang tak dibarengi dengan perencanaan matang untuk jangka waktu lima sampai sepuluh tahunan.

Sementara yang benar-benar sukses biasanya adalah orang yang mau bekerja dari nol. Mereka adalah orang-orang yang punya fokus besar dan disiplin tinggi pada satu hal yang mereka kerjakan sejak lama dan tahu apa yang mereka kerjakan bahkan bisa melihat potensinya di masa mendatang. Yang membedakan orang yang suksesnya hanya pura-pura dengan yang sukses dari lama adalah konsistensi dan komitmen.

Lucunya, Mereka Tak Suka Bila Merasa Tersaingi

Bung, coba perhatikan. Orang yang pura-pura kaya biasanya ekspresinya berubah bila bertemu dengan orang yang jauh lebih kaya pengalaman dan sudah merasakan asam garam. Dalam sebuah percakapan, orang yang pura-pura kaya cenderung ingin terus menerus menguasai percakapan dan berusaha mengembalikan suasana agar topik dan arah pembicaraan kembali berbicara tentang kehebatannya.

Sementara mereka yang benar-benar kaya justru lebih sering bertanya daripada berbicara tetang diri mereka sendiri. Mereka selalu tertarik untuk mendengarkan cerita lawan bicara mereka. Jelas sekali perbedaannya, kan?

Urusaan Pekerjaan, Orang yang Pura-pura Kaya Selalu Mencari Nama yang Fancy untuk Jabatan Mereka

Memang ada beberapa pekerjaan yang sejatinya sudah punya nama pasti, namun dipercantik supaya orang lebih mengapresiasi pekerjaan atau jabatan tersebut. Nah, situasi ini yang dimanfaatkan mereka yang suka panjat sosial sekaligus ingin terlihat hebat di mata rekanannya.

Bukan hanya gelar akademik yang bisa dimanipulasi, jabatan di kantor pun dilihat semenarik mungkin supaya kelihatan ‘wah’. Kantornya memberi sebutan jabatan “sales” misalnya, maka si pura-pura kaya akan bilang jabatannya “Business Development And Relationship Maintenance Manager”

Mereka yang Pura-pura Kaya Belum Tentu Punya Banyak Tabungan

Urusan uang simpanan, ini jadi tantangan besar untuk golongan pura-pura kaya. Alih-alih mengumpulkan uang dan investasi saham, mereka memilih berinvestasi pada penampilan. Ini karena sejatinya mereka belum mengerti cara mengatur uang, yang mereka pahami hanya memakai, memakai, dan memakai, Bung.

Seiring berjalannya waktu, uang pun habis dan mereka perlu uang, maka mau tak mau berhutang. Sementara yang benar-benar kaya, urusan tabungan tak perlu ditanya.

Orang yang Benar-benar Kaya, Punya Kelasnya Tersendiri

Karena memang sudah punya ‘taste’, orang yang sudah kaya dari sananya biasanya mengerti nilai sebuah benda. Tidak hanya untuk jangka waktu sebentar, tapi beberapa waktu ke depan. Prinsip ini yang belum tentu dipahami orang yang pura-pura kaya, mereka terjebak pada tren yang berkembang dan mengikutinya.

Alih-alih menciptakan dan memili ‘taste’nya tersendiri, mereka terlalu takut untuk ketinggalan sesuatu yang sedang hits. Ya, orang dengan tipikal seperti ini bisa jadi mengidap FOMO alias Fear Of Missing Out.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Baik

Oke, Ini 9 hal yang Perlu Kita Lakukan Saat Kaya Mendadak

Kaya mendadak tak cuma penghias cerita fiksi, sebab hal itu sangat mungkin terjadi di dunia nyata. Mulai dari menang judi bola, dapat warisan nenek moyang sampai urusan kaya mendadak akibat dapat gusuran tanah yang terkena proyek pemerintah. Apapun itu, sebenarnya selalu ada peluang untuk bisa kaya mendadak. Pertanyaannya, bila Bung dihadapkan dengan situasi yang demikian, sudah siapkah mental Bung untuk menghadapinya?

Masalahnya, banyak orang yang tiba-tiba bisa punya banyak uang tapi tak diiringi dengan mental untuk menghadapi perubahan seiring datangnya uang tersebut. Alih-alih sejahtera sampai tujuh turunan, yang terjadi justru lebih sering uang yang tiba-tiba datang habis begitu saja. Untuk itu, pastikan dulu Bung siap melakukan 9 hal ini bila sewaktu-waktu kaya mendadak.

Situ OKB? Jangan Tergoda Untuk Pamer

Hal paling norak yang dilakukan para OKB (Orang Kaya Baru) adalah pamer ke semua orang. Padahal hal paling penting adalah tetap utamakan privasi. Tak usah pamer atau memberitahukan banyak kolega kalau finansial Bung sekarang sedang ‘naik level’. Prioritas utama saat Bung memiliki banyak uang adalah soal privasi.

Bila Bung justru memamerkan dengan jelas keberadaan uang ini yang tiba-tiba mengubah hidup Bung, maka siap-siaplah untuk menyambut kedatangan ‘teman-teman palsu’ secara bertubi-tubi. Besar kemungkinan teman-teman macam ini yang akan menghabiskan duit kita secara cepat. Jadilah bijak, biarkan sekeliling Bung tahu bila waktunya memang sudah tepat.

Lunasi Dulu Semua Hutang Bung, Jangan Menunda untuk Prioritas yang Satu Ini

Ada banyak orang yang terlanjur terlena dengan uang yang dimilikinya sehingga ia tak keberatan memakainya untuk belanja banyak hal yang tak perlu. Padahal, prioritas lainnya saat Bung mengantongi banyak uang adalah lunasi dulu semua hutang Bung. Perasaan lega karena hutang lunas jauh lebih menyenangkan dibanding berbelanja barang mahal tapi setoran hutang masih mengintai. Hal penting lainnya, usahakan untuk tidak berhutang lagi ya Bung.

Kaya Mendadak Bukan Alasan yang Tepat Bung Memilih Keluar dari Pekerjaan

Ini memang salah satu godaan paling luar biasa. Terbayang muka bos yang menyebalkan itu jika kita tiba-tiba menyatakan diri ingin resign karena sudah kaya raya. Tapi, Janganlah jadi pribadi yang terburu-buru.

Tak usah keluar alias resign dari pekerjaan yang Bung lakoni sekarang. Justru dengan memilih keluar seolah-olah Bung tak perlu lagi bekerja dan gaji dari tempat Bung bekerja sekarang, bisa jadi ini adalah sumber kekacauan pertama yang berpotensi membuat Bung bangkrut mendadak di masa depan.

Dari sejumlah penelitian ditemukan, tidak ada orang yang betah tidak melakukan aktivitas apapun. Bahkan orang paling malas sekalipun lekas bosan kalau tak punya kegiatan. Sekarang bayangkan kalau Bung resign dan tiba-tiba tak punya aktivitas, apa yang akan Bung lakukan? Mencari aktivitas mulai dari jalan, berbelanja, liburan, menjalankan hobi dan hal-hal lainnya yang jelas-jelas akan menguras kekayaan.

Simpan Uang Bung dan Diamkan Setidaknya Selama Enam Bulan

Mendiamkan uang selama enam bulan kelihatannya terlalu lama? Tidak juga Bung. Justru Bung dianjurkan melakukan hal ini karena Bung perlu memproses perubahan yang terjadi dengan sebaik dan sebijak mungkin seiring datangnya uang tersebut. Percayalah, sekarang ini pasti Bung merasa setiap hal dalam hidup Bung berubah seketika.

Padahal sejatinya yang berubah hanyalah kondisi finansial Bung, sementara karakter dan pengendalian diri Bung tetap sama. Jangka waktu selama enam bulan akan membuat Bung belajar mengontrol diri terhadap keinginan yang sifatnya impulsif. Mungkin akan ada kejadian menarik nan dramatis. Yang penting, nikmati saja masa-masa itu selama kira-kira enam bulan lamanya.

Mencari Instrumen Investasi yang Tepat Seharusnya Pun Sudah Masuk dalam Daftar Prioritas yang Ingin Bung Penuhi

Investasi jelas perlu. Uang yang Bung miliki anggap saja sebagai sebuah tunas kecil yang perlu ditanam sehingga ia nantinya tumbuh jadi pohon yang kokoh. Investasi pun perlu karena disinilah Bung belajar rasanya jadi orang kaya. Terlebih bila Bung tak terbiasa ‘menanam uang’, maka investasi adalah tempat terbaik untuk belajar lebih bijak lagi mengendalikan uang.

Kuncinya, pastikan Bung memiliki perencana atau penasehat keuangan yang akan mengarahkan Bung pada instrumen investasi yang tepat serta mengajarkan konsep kalau uang adalah sesuatu yang bergerak. Ia bisa tumbuh, bak sebatang pohon. Belajarlah memakan buah (hasil investasi) dari pohon tersebut. Dan bukan terburu-buru menebang pohonnya (mengambil modal).

Jangan Cari Kemewahan, Justru Carilah Kenyamanan

Sekalipun ada istilah yang mengatakan semua bisa dibeli dengan uang, tapi tetapkan batasan pasti pada diri Bung. Pasti ada keinginan dalam diri untuk berbuat impulsif mencari kemewahan seperti yang sudah Bung idam-idamkan sejak lama. Tak usah menuruti nafsu impulsif ini Bung. Jika hendak beli rumah, carilah yang sekiranya nyaman.

Tak perlu mencari rumah di lingkungan old money alias mereka yang kaya raya sejak lama. Justru beli rumah di lingkungan yang demikian tak akan menguntungkan Bung. Banyak biaya tambahan yang akan dibebankan sepanjang tahun. Dan itu lambat laun hanya akan membuat Bung kembali berhutang.

Siapa Bilang Saat Banyak Uang Harus Baik Pada Teman?

Maksudnya kali ini, Bung dianjurkan untuk tak usah menginvestasikan apapun pada bisnis temanmu atau meminjamkan uang padanya. Justru hal in akan membuat privasimu jadi terancam dan orang-orang tahu kalau kamu punya banyak uang. Bung dijadikan incaran oleh mereka yang punya banyak rencana bisnis, hutang besar, suntikan dana, bahkan butuh modal secara cuma-cuma.

Apalagi semua pakar bisnis tahu bahwa 9 dari 10 bisnis baru itu pasti bangkrut. Jadi alau Bung memberi modal kepada kerabat atau teman kemudian bisnis tersebut bangkrut, hal itu bukan tak mungkin akan merusak hubungan baik yang telah terjalin selama ini.  

Investasi Lainnya yang Perlu Bung Lakukan: Investasi Kesehatan

Ya, tetap fokuslah jaga kesehatan. Dengan jumlah uang yang cukup besar di tabungan Bung, mungkin Bung berpikir saatnya menikmati hidup selagi masih diberi umur. Tapi jangan lupakan urusan kesehatan. Bung perlu lakukan full medical check up untuk memastikan kondisi tubuh Bung, dan mulailah untuk memperhatikan kesehatan dimulai dari memilih makanan yang konsumsi dan cari cara untuk semakin membuat diri jadi sehat. Untuk apa kaya tapi tak didukung tubuh yang sehat? Ujung-ujungnya tetap menderita, Bung.

Jangan Selingkuh Atau Buru-buru Cari Pasangan Baru

Membaiknya urusan finansial seharusnya bisa mempererat hubungan keluarga atau relasi suami istri yang sempat berselisih paham. Tapi kenyataannya tak demikian, justru banyak yang menganggap uang bisa membeli segalanya. Termasuk pasangan baru. Bila sudah begini, tandanya bukan Bung yang mengendalikan uang, tapi uanglah yang mengendalikan Bung.

Selingkuh dari pasangan hanya akan mengantarkan Bung pada masalah baru dan awal-awal kehancuran hubungan dan finansial. Coba bayangkan pasangan baru yang Bung temui ketika sudah punya uang besar kemungkinan gaya hidupnya juga tak sesederhana pasangan yang dulu ikut berjuang di sebelah Bung bukan?

Nah, untuk itu, menjadi kaya mendadak memang perlu mental untuk siap pada perubahan di depan mata. Semakin banyak uang yang dimiliki, semakin banyak orang yang akan menjadikan Bung sebagai target. Kini orang-orang akan berpikir bagaimana caranya meraup uang yang Bung miliki. Ya, orang-orang bisa jadi jahat sewaktu-waktu.

Nyatanya, punya uang adalah suatu pekerjaan besar. Jika Bung kira hidup akan lebih mudah saat punya uang, sejatinya tidak juga. Bisa jadi satu masalah selesai, justru muncul masalah lainnya. Tapi dengan memiliki mental yang siap pada perubahan, percayalah, jadi kaya mendadak justru akan terasa menyenangkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top